Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
12. Keberanian Angel


__ADS_3

Brummm


Brummm


Brummm


Semua mata tertuju pada motor sport berwarna hitam yang masuk ke area parkiran kampus. Belum pernah mereka melihat motor mahal tersebut ada area parkir kampus selama ini.


Angel menghentikan motornya setelah menemukan tempat yang pas untuk memarkir motor sport miliknya tersebut.


Angel tahu semua orang kini sedang melihat ke arahnya karena penasaran dengan yang mengendarai motor sport hitam ini.


Angel membuka helm nya dan menggantungkan pada kaca spion motor. Angel merapikan rambutnya lalu turun dari motor tersebut untuk masuk ke dalam kelas, namun tiba-tiba ada dua pria yang menghadang jalannya dan ingin berkenalan dengannya.


"Hai cantik, murid baru ya?"


Angel menggeleng. "Aku bukan murid baru."


Kedua pria tersebut saling berpandangan satu sama lain dan pria yang berambut seperti brokoli bertanya. "Benarkah kau bukan murid baru? Tapi kenapa kami tidak pernah melihatmu?"


"Benar." Timpal pria berkulit agak hitam. "Kami tidak pernah melihatmu, siapa namamu?" Tanya pria berkulit agak hitam sambil mengulurkan tangannya.


Banyak para murid yang memperhatikan dua pria itu yang sedang berdiri berhadapan dengan gadis asing bagi mereka, gadis yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.


Angel menerima uluran tangan pria yang ada di hadapannya, Angel sangat mengenalnya karena mereka satu jurusan dan satu kelas. Ke dua pria ini sering sekali membully Angel selama ini.


"Perkenalkan, namaku Angel Callista. Teman satu kelas kalian yang sering kalian bully dan mengatakan jika aku ini gadis yang jelek dan cupu." Angel memperkenalkan dirinya dengan lantang, ia sengaja berbicara sekeras itu agar orang-orang yang ada di sekitar mereka bisa mendengar apa yang Angel katakan.


Ke dua pria itu tersentak kaget, benar-benar tak percaya pada apa yang ia dengar baru saja.


Angel menarik tangannya kembali lalu bersedekap. "Kalian terkejut?" Tanya Angel santai.


"Kau sedang membohongi kami kan?" Tanya pria yang berambut brokoli pada Angel.


"Untuk apa aku berbohong padamu? Tidak ada untungnya bagiku. Minggir! Aku mau ke kelas." Angel membuka jalan di depannya dengan mendorong ke samping bahu dua pria yang menghadangnya tersebut.


"Tunggu!" Teriak seorang gadis berusaha mengentikan Angel.


Angel menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap pada tiga gadis yang sedang berjalan ke arahnya. Ketiga gadis itu berdiri tepat di hadapan Angel.


"Jadi kau Angel?" Tanya gadis yang berdiri paling depan, yang tak lain adalah Shandy. Disebelah kiri Shandy berdiri Hilda dan di sebelah kanannya berdiri Bianca.


Amarah dalam diri Angel langsung berkobar kala melihat tiga gadis yang menyebabkan kematiannya.


"Iya ada apa?" Tanya Angel dengan tetap santai berusaha menahan amarahnya.

__ADS_1


Shandy mendorong bahu Angel dengan jari telunjuknya. "Aku tidak menyangka si gadis paling jelek dan cupu di kampus ini tiba-tiba berubah menjadi cantik. Jangan-jangan kau menjadi Sugar Baby laki-laki tua yang jelek dan berperut buncit. Ha ha ha ha ha."


Banyak orang yang ikut tertawa mendengar apa yang di katakan oleh Shandy.


Angel tersenyum sinis. "Apakah sudah selesai mulut kotormu itu berbicara? Jika sudah aku harus segera pergi ke kelas karena tidak ingin terlambat, aku tidak mau mendengarkan kata-kata busukmu yang keluar dari mulut kotormu."


Shandy tak menyangka Angel berani membalas perkataannya, Shandy mengangkat tangannya hendak menempar Angel tapi dengan mudah tangan Angel menahan tangan Shandy yang sebentar lagi akan mendarat di pipinya.


Angel mencengkram tangan Shandy dengan kuat membuat Shandy meringis kesakitan.


"Lepas!!!" Pekik Shandy yang tak di hiraukan oleh Angel.


Angel hanya menyeringai kemudian memelintir tangan Shandy ke belakang tubuh gadis itu hingga posisi Angel kini beralih menjadi di belakang punggung Shandy.


"Jangan pernah mencoba untuk mengusikku lagi Shandy, jika tidak kau akan ku buat menyesal." Ucap Angel persis di belakang telinga Shandy.


"Memangnya kau siapa berano menyuruhku?" Shandy terlihat tidak terima.


Sedangkan Hilda dan Bianca mencoba melepaskan Shandy dari Angel.


"Jangan menggangguku!!!" Bentak Angel pada Hilda dan Bianca. "Atau kalian akan ku buat seperti teman kalian ini." Angel kembali memelintir tangan Shandy hingga gadis itu berteriak kesakitan.


"Sakit brengsek!!! Lepaskan aku!!!"


Angel menatap Hilda dan Bianca bergantian. "Kalian jangan pernah mencoba untuk melukaiku, karena aku akan membuat kalian menyesal." Tatapan tajam dari Angel membuat Hilda dan Bianca ketakutan.


Orang-orang yang melihat itu semakin penasaran, sebenarnya apa yang terjadi pada Angel hingga dia berubah sampai seperti itu.


Angel dengan kasar mendorong tubuh Shandy dan melepaskan tangam Shandy, hingga gadis menyebalkan itu hampir jatuh tersungkur ke depan.


Angel berbalik dan hendak melangkah pergi meninggalkan Shandy namun rupanya Shandy tak terima jika Angel mempermalukan dirinya.


Shandy melangkah cepat dan menarik tangan Angel hingga tubuh Angel berbalik menghadap pada Shandy, tangan Shandy sudah terangkat ke atas saat ada tangan lain yang menahan tangan Shandy yang akan mendarat di wajah mulus Angel.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan Shandy?" Michael lah yang menghentikan tangan Angel. "Aku harap kau tidak akan mengganggu Angel lagi."


Michael menghempaskan tangan Shandy kasar lalu tangan Michael memegang tangan Angel. Menarik gadis itu pergi dari sana. "Ayo kita pergi ke kelas Angel." Ajak Michael pada Angel.


Tentu saja Angel merasa sangat senang karena tangannya di gandeng oleh pria yang ia sukai.


Angel menoleh ke belakang menatap Shandy dengan tersenyum meremehkan lalu Angel melambaikan tangan.


Shandy benar-benar sangat marah pada Angel hingga rasanya ingin mencabik-cabik wajah sombong Angel. "Dasar ****** murahan!!!, awas saja kau Angel. Akan ku buat kau menangis darah nanti."


Tak jauh dari area parkir tersebut, Gwen sejak tadi melihat semua kejadian yang terjadi di sana. Gwen pun sangat marah, terlihat dari menggenggam erat tangannya sampai buku-buku jarinya memutih. Gwen merasa aneh dengan perubahan Angel yang sangat drastis ini, seperti gadis tadi bukanlah Angel yang selama ini Gwen kenal. Tapi tidak mungkin karena Angel tidak memiliki saudara kembar.

__ADS_1


Gwen memilih kembali berjalan menuju kelas dan melihat apa yang dilakukan Angel dan Michael.


"Kenapa kau merubah dandananmu Angel?" Tanya Michael yang kini duduk di meja belajar Angel, sedangkan Angel duduk di kursi.


"Apa aku tidak boleh merubah penampilanku?"


Michael menatap Angel dengan intens kemudian tersenyum. "Itu bukan sebuah jawaban Angel, kau malah balik bertanya padaku."


"Ahh maaf." Ucap Angel dengan sedikit malu.


"Kau boleh berubah seperti yang kau mau karena itu adalah hidupmu, selama itu membuatmu nyaman dan bahagia."


Angel tersenyum manis menatap Michael. "Terimakasih."


"Kau cantik." Puji Michael membuat Angel menjadi salah tingkah.


Dari kejauhan terlihat Gwen berjalan dengan cepat dan memanggil Angel. "ANGELLLLL!!!! aku hampir tak mengenalimu, kau terlihat sangat cantik." Gwen meletakkan tasnya di meja dan duduk di samping Angel seperti biasa.


"Hai Michael." Sapa Gwen dengan tersenyum berharap Michael akan jatuh hati dengan senyumnya.


"Hai." Balas Michael yang hanya melirik Gwen sekilas lalu kembali menatap Angel.


Sumpah demi apapun Gwen benar-benar membenci Angel karena Michael justru lebih menatap ke arah Angel dari pada dirinya. "Angel motor yang kau pakai tadi motor siapa? Penampilanmu pun berubah seperti ini. Kau sedang tidak menjadi simpanan seorang prii kaya kan?"


Belum juga Angel menjawab, Gwen memeluk tubuh Angel dari samping. "Aku hanya bercanda, jangan di ambil hati ya." Bujuk Gwen dengan pura-pura.


Angel tahu niat hati Gwen sebenarnya ingin menjelek-jelekkan dirinya di depan Michael. "Itu adalah motor temanku, dia meminjamkan padaku dan soal penampilanku itu karena dia merekomendasikanku di salah satu salon kecantikan. Dia bilang jika penampilanku yang dulu membuatnya sakit mata."


"Ohhhh." Gwen hanya menanggapi seperti itu.


Lain halnya dengan Michael yang sejak tadi tak tertarik dengan apa yang di katakan oleh Gwen.


"Angel nanti jam istirahat tolong ajari aku lagi ya?" Tanya Michael kepada Angel yang membuat Gwen iri setengah mati.


Angel mengacungkan jempolnya. "Baiklah."


Michael pun kembali ke tempat duduknya, Angel dan Gwen pun bergosip sebelum dosen masuk dan jam pelajaran di mulai.


Setelah semua mata kuliah selesai Gwen kembali mengajak Angel. "Angel kali ini aku harus memberikanmu hadiah dan kejutan karena kemarin kau pulang begitu saja. "


Angel berpura-pura tidak mengetahui rencana busuk Gwen. "Tentu saja aku sangat penasaran dengan hadiah dan kejutan yang akan kau berikan kepadaku Gwen."


Gwen tersenyum senang dan menyangka jika rencananya akan berhasil, yahh Gwen harus membuat Michael dan seluruh orang benci dengan Angel.


Angel dan Gwen sama-sama tersenyum dengan rencana di hati mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2