Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
17. Menjadi dingin kembali


__ADS_3

Angel pagi ini bangun dengan tubuh yang segar, ia segera mandi air dingin sambil menyanyikan lagu-lagu kesukaannya. Angel memang suka konser di dalam kamar mandi, rasanya seperti menumpahkan segala rasa emosi yang ada di dalam hati.


Krieett


Angel membuka pintu kamarnya namun pintu kamar Ariel masih tertutup rapat, kepala Angel menengok ke ruang tengah namun masih sepi. Mungkin Ariel memang belum bangun.


Angel berjalan menuju dapur, mengambil beberapa bahan untuk membuat pancake dengan selai madu untuk sarapan mereka pagi ini.


Dengan lihai Angel membolak balikan adonan di atas teflon. Angel terus tersenyum sepanjang pagi ini, mengingat ciuman antara dirinya dengan Ariel semalam membuat wajah Angel tersipu dan memerah seperti tomat.


Angel berkali-kali tertawa cekikikan sambil beberapa kali menepuk-nepuk wajahnya agar tersadar kembali dari khayalannya tentang Ariel.


Krietttt


Angel dengan malu mencuri pandang ke arah pintu kamar Ariel, pria itu keluar tanpa menoleh ke arah Angel dan langsung menuju ruang tengah dan menyalakan televisi.


Kepala Angel berputar mengikuti langkah kaki Ariel, berharap Ariel akan menyapanya pagi ini dengan senyum yang menawan namun kenyataannya Ariel seolah tidak melihatnya.


Angel kembali fokus pada pancake yang ia buat, setelah selesai Angel meletakkan pancake di piring lalu di tuangkan madu dibatasnya. Angel membawa sarapan ke meja makan dengan dua gelas susu untuk dirinya dan Ariel.


"Sarapan telah siap." Ucap Angel dengan riang, namun Ariel masih fokus menonton tv di depannya.


"Ariel kau tidak sarapan?" Tanya Angel karena Ariel belum melihatnya sejak tadi.


"Nanti saja, kau sarapanlah terlebih dahulu. Soal semalam semua sudah di selesaikan oleh anak buahku, mereka semua tidak akan mengingatku dan mengingatmu kecali Gwen, Salsa dan Hilda. Oh iya motormu ada di dalam garasi." Ariel berbicara panjang lebar tanpa menoleh ke arah Angel.


Sedangkan Angel hatinya tiba-tiba merasa sakit melihat Ariel mengabaikan dirinya dan tidak mau melihat ke arahnya. Seketika rasa lapar Angel menguap begitu saja, dan tanpa Angel sadari sudut mata Angel menitikkan air mata.


Angel menatap langit-langit ruangan mencoba agar air matanya tidak banjir sambil mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. Angel hanya meminum segelas susu lalu mengambil tas yang ia letakkan tadi di meja makan lalu berangkat ke kampus tanpa berpamitan kepada Ariel.


BRAAAKKKK


Angel menutup pintu antara ruang tengah dengan garasi dengan kencang, Ariel pun sampai berjengit kaget mendengar kerasnya suara pintu.


Ariel berdiri dan berjalan ke arah jendela ruang tamu, melihat kepergian Angel dari balik tirai.


Ada rasa sesal di hati Ariel telah mengabaikan Angel pagi ini, namun apa boleh buat ini adalah yang terbaik untuk mereka.


Ariel berbalik dan menuju ruang makan, melihat piring dengan menu pancake yang masih utuh bahkan Angel pun tidak memakan sarapan miliknya, hanya segelas susu saja yang di minum Angel untuk sarapan.


Ariel akhirnya memilih duduk dan menatap pancake yang telah di buat Angel dengan ceria, dengan perasaan yang campur aduk akhirnya Ariel memakan semua pancake yang telah di buat oleh Angel.


.


.

__ADS_1


*  *  *


Brumm


Brumm


Angel memakirkan motornya dan segera turun untuk masuk ke dalam kelas.


"Angel."


Langkah Angel terhenti dan menoleh ke belakang, Michael berjalan menghampiri Angel. "Baru tiba?"


Angel mengangguk sambil berusaha untuk tersenyum.


"Sudah sarapan?" Tanya Michael kembali.


Angel menggeleng. "Belum."


"Ayo kita sarapan dulu di kantin." Michael meraih tangan Angel dan menarik gadis itu menuju kantin.


Sedangkan Angel berjalan dengan melihat ke arah tangannya yang di genggam oleh Michael dengan perasaan yang sulit di jelaskan. Harusnya Angel merasa bahagia karena Michael adalah pria yang di sukai olehnya sejak pertama kali masuk kuliah. Namun kenapa perasaan yang seharusnya berdebar dan bahagia justru Angel merasa hambar?


Ah entahlah Angel sedang tidak ingin pusing karena moodnya sedang buruk pagi ini.


"Kau ingin pesan apa?" Tanya Michael yang duduk di samping Angel.


Akhirnya Michael memesankan makanan intuk dirinya dan Angel.


"Kau sudah tahu berita yang menggemparkan di kampus kita?" Michael memulai obrolan mereka setelah mereka berdua menyelesaikan sarapan.


Angel menggeleng. "Memang ada berita apa? Ponselku sejak kemarin sore rusak dan tidak menyala. Rencananya siang ini setelah jam mata kuliah selesai aku ingin memperbaikinya."


Michael hanya mengangguk mendengar jawaban dari Angel.


"Memangnya ada berita apa? Coba katakan padaku." Angel terlihat tidak sabar dengan apa yang akan di sampaikan oleh Michael.


Namun Michael hanya terkekeh. "Kau akan tahu sendiri karena aku tidak ingin bergosip seperti para gadis."


Angel merasa kesal dengan jawaban dari Michael membuat Angel mencebikan bibirnya. "Apakah tidak ada jawaban selain itu?"


"Maaf Angel, kau akan tahu sendiri nanti, aku hanya takut kau akan merasa sedih." Jawab Michael dengan lembut.


"Baiklah, terimakasih karena sudah mengkhawatirkan aku."


Angel dan Michael masuk ke dalam kelas karena sebentar lagi pelajaran akan di mulai. Angel duduk di tempat biasanya ia duduk, dan teman sekelas Angel yang duduknya persis di depan Angel kini sedang berbalik menghadap Angel.

__ADS_1


"Angel kau pasti sudah tahu kan?" Tanya Mia kepada Angel.


Angel menggeleng polos. "Memang ada apa?"


"Kau benar-benar tidak tahu? Memangnya kau tidak melihat ponselmu?"


"Ponselku sedang eror, rencananya siang nanti aku akan memperbaikinya." Jawab Angel berbohong.


Mia menghembuskan nafas panjang. "Aku akan menceritakannya padamu namun kau jangan bersedih ya?"


Angel mengangguk. "Cepat katakan Mia."


"Ini tentang Gwen. Seorang penjaga menemuka  Gwen, Shandy, dan Bianca ada di gudang belakang kampus bersama sepuluh pria setelah melakukan pesta *** bersama sepuluh pria sekaligus. Video panas mereka tersebar luas, kabarnya lima pria adalah maahasiswa di kampus kita dan yang lima lagi orang luar."


Angel menampilkan ekspresi terkejut. "Kau sedang tidak berbohong kan Mia?"


"Mana mungkin aku berbohonh untuk hal yang seperti ini." Sahut Mia dengan ekspresi meyakinkan.


"Lalu bagaimana dengan Gwen sekarang?" Tanya Angel yang terlihat khawatir.


Mia melirik kanan kiri memastikan tidak akan ada yang mendengar yang akan dia katakan. "Sssttt aku hanya memberitahumu, Gwen kini tengah berada di rumah sakit. Ia mengalami pendarahan hebat bahkan bagian intinya sampai harus di jahit. Dan yang lebih mengenaskannya lagi Gwen tidak akan bisa hamil lagi."


Deg


Sudut hati Angel serasa di remas, ia menjadi merasa bersalah sebab hampir semua wanita di dunia ini tentunya pasti ingin mengandung dan mempunyai anak.


"Angel kau tidak apa-apa?" Tanya Mia khawatir melihat Angel yang diam mematung dengan pandangan kosong.


Angel menggeleng. "Aku tidak apa-apa Mia, aku hanya syok dengan apa yang terjadi pada Gwen."


"Lalu Shandy dan Bianca?"


"Mereka berdua tidak apa-apa namun tetap saja karena mereka semua melakukan pesta *** di area kampus jadi mereka semua di keluarkan dari kampus termasuk Gwen." Jawab Mia dengan semangat.


Saat Mia akan kembali bergosip, Dosen datang karena jam pelajaran telah dimulai. Angel menoleh ke belakang di mana Michael duduk, pria itu ternyata tengah melihat ke arah Angel sambil tersenyum. Angel pun menarik sedikit sudut bibirnya membalas senyuman dari Michael.


Saat jam istirahat terlihat Mia membagikan undangan pesta ulang tahunnya termasuk kepada Angel. "Angel datanglah ke pesta ulang tahunku dan harus membawa pasangan."


Angel mengangguk. "Akan aku usahakan"


Michael yang juga mendapatkan undangan dari Mia segera mengajak Angel menjadi pasangannya di pesta Mia.


"Angel apakah kau sudah ada pasangan untuk hadir di pesta ulang tahun Mia?" Michael duduk di samping Angel, kursi yang biasa di duduki oleh Gwen.


"Belum ada." Jawab Angel yang segera tahu ke mana arah pembicaraan Michael.

__ADS_1


Michael terlihat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Hemm maukah kau menjadi teman pasanganku di pesta ulang tahun Mia?"


Angel terlihat tengah berfikir sebelum kemudian akhirnya gadis itu tersenyum dan mengangguk. "Baiklah." Kata Angel yang menerima ajakan dari Michael.


__ADS_2