Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
9. Mengintai Musuh


__ADS_3

Ariel berdiri di salah satu puncak menara gedung pencakar langit, ia melihat ke bawah pada manusia dan juga kendaraan mereka yang berlalu lalang. Apa lagi ini adalah jam pulang kerja karyawan sehingga suasana di jalanan semakin ramai.


Ariel terbang kembali menuju ke rumah-rumah orang yang telah menyakiti Angel di hari naas itu. Ariel memperhatikan dari jarak jauh sehingga ia dapat mengetahui jika orang-orang yang menyakiti Angel tersebut telah terpengaruh oleh makhluk kegelapan yang bersemayam di tubuh para manusia tersebut.


Ariel menyeringai lebar, tangannya terulur kedepan dan seketika muncul pedang berwarna hitam pekat yang membawa aura sangat menakutkan dan mematikan.


"Bukankah kau sudah lama beristirahat Victor?" Tanya Ariel kepada pedangnya yang hitam mengkilat. Lalu pedang tersebut ternyata bisa berubah menjadi burung hantu dan hinggap di pundak Ariel.


"Lihatlah para pengkhianat dari kaum kita yang tengah menikmati hidup mereka merusak para manusia di bumi yang indah ini. Sudah saatnya mereka kita habisi. "


"Dengan senang hati pangeran." Jawab Victor, tangan Ariel seketika mengelus bulu halus Victor.


"Kita harus menyiapkan hadiah untuk Angel besok Victor."


Sang burung mengangguk. "Apa yang bisa ku bantu pangeran? "


"Carikan sel kerangkeng dengan lima pria pekerja kenikmatan, kita akan memulai


membalaskan dendam Angel


"Baik tuan saya pergi dulu." Pamit Victor pada Ariel.


"Pergilah." Kata Ariel yang masih memperhatikan musuhnya yang besok akan ia eksekusi.


.


.


.


*  *  *


Sementara Angel sibuk membersihkan dan menata kamar yang sudah lama tidak di tempati. Mulai dari menyapu, mengepel dan mengganti sprei.

__ADS_1


Angel pun meletakkan pewangi ruangan agar kamar tersebut wangi dan Ariel tidak akan mempunyai alasan untuk memarahinya.


"Selesai..... " Angel tersenyum puas mengamati setiap jengkal kerja kerasnya di kamar ini yang akan di pakai oleh Ariel.


Angel bergegas ke dapur untuk memasak makan malam, ia membuka lemari pendingin dan mengeluarkan beberapa jenis sayuran juga daging ayam. Rencananya Angel ingin membuat sup Griesnockerl dan ayam goreng untuk makan malamnya. Angel masih sibuk mengaduk-aduk sup nya sementara kompor sebelahnya ia gunakan untuk menggoreng daging ayam.


Angel tidak menyadari jika Ariel telah pulang dan duduk di salah satu kursi tinggi yang ada di dapurnya. Ariel memperhatikan setiap gerak gerik Angel yang terlihat sangat ceria.


Angel memang gadis yang berisik tapi Ariel dapat melihat Angel adalah tipe gadis yang bersemangat dan ceria.


Angel memasukkan bumbu ke dalam supnya sambil bersenandung dan menggoyangkan tubuhnya. "Aku masih perawan la la la la la, aku sungguh beruntung la la la la la, aku masih perawan la la la la la. "


Ariel mengernyitkan dahi mendengar lagu aneh yang di nyanyikan Angel. Ingin sekali Ariel bertanya tetapi Angel sudah membalikkan badan hendak mengambil sesuatu.


"Oh astaga!!!" Angel mengusap dadanya karena terkejut. "Kau selalu saja membuatku kaget Ariel! Bisa tidak si jangan membuatku kaget, lama-lama aku bisa terkena serangan jantung." Omel Angel sambil berkacak pinggang.


"Lalu aku harus bagaimana agar tidak mengagetkanmu?" Tanya Ariel kepada Angel.


Angel terlihat tengah berfikir serius. "Akan ku pikirkan nanti. Cobalah ini dulu." Angel mengambil sup yang telah ia masak ke dalam mangkuk kecil lalu Angel meniup-niup sup tersebut sebelum ia suapkan kepada Ariel.


Ariel masih diam dengan wajah datarnya seperti biasa.


Sementara Angel yang menunggu jawaban dari Ariel merasa berdebar takut jika masakkannya tidak enak atau tidak sesuai dengan lidah Ariel melihat dari ekspresi yang di tunjukkan oleh pria tersebut. "Apakah tidak enak?"


"Sangat enak." Jawab Ariel tanpa ekspresi.


Angel menghembuskan nafas lega, ia cemberut karena Ariel membuatnya takut jika masakannya tidak enak. Dasar balok es, dingin dan datar. Untung tampan, sekali lagi untung tampan. 


Angel mematikan kompor dan menyelesaikan kegiataan menggoreng ayam, Ariel memperhatikan semua itu dengan hati menghangat.


Ariel merasa seperti seorang suami yang menemani istrinya memasak, tidak ada wanita lain yang pernah memasak untuk Ariel selain Ibunya. Meskipun Clara Theodor adalah seorang ratu, tapi Clara tidak pernah sombong dan sesekali ia masih mau masuk ke dapur dan memasak untuk suami dan anak-anaknya apa lagi jika anak-anaknya ada yang sakit, Clara sendiri yang akan turun ke dapur membuatkan makanan untuk anak-anaknya.


Tanpa sadar sudut bibir Ariel terangkat membentuk sebuah senyuman tulus dan mempesona, sayang Angel tidak melihatnya.

__ADS_1


"Ariel tolong bantu aku." Suara Angel membuat lamunan Ariel pecah.


"Apa?"


Angel mengambil sup di mangkuk yang agak besar lalu meletakkan di meja dapur yang ada di depan Ariel. "Tolong bawa ini ke ruang makan, ini juga." Kata Angel sambil meletakkan peralatan makan di meja tersebut.


"Kau menyuruhku?" Tanya Ariel terlihat tidak suka, bagaimana bisa dirinya yang seorang pangeran dan jendral harus membawa semua ini seperti seorang pelayan.


Angel tergagap. "Ah tidak. Aku tidak menyuruhmu, aku hanya meminta tolong padamu. Ayolah bantu aku, ini sudah malam. Aku juga belum mandi jadi please...... " Angel merayu Ariel dengan wajah memelasnya.


"Baiklah kau mandi biar aku yang mengurus semua ini."


Angel tersenyum lebar dan mencubit pipi Ariel dengan gemas. "Terimakasih...... Kau memang yang terbaik Ariel."


Blush


Pipi Ariel terasa panas saat di sentuh Angel. "Sudah sana pergi mandi! Kau bau sekali, mana ada gadis yang bau seperti mu. Pantas tidak ada laki-laki yang mau denganmu."


Angel membulatkan matanya dan berkacak pinggang. "Apa katamu? Aku bau dan tidak ada pria yang mau denganku? Huh! Kita lihat saja nanti."


Angel menghentakkan kaki dengan kesal pergi ke kamar mandi, namun sebagian hatinya merasa senang karena ia berhasil menyuruh Ariel untuk mempersiapkan makanan yang telah ia masak di meja makan.


Angel segera masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan hangatnya air shower, meskipun tadi setelah pulang kuliah ia sudah mandi tapi setelah melakukan sedikit pemanasan dengan Ariel tadi sore, membereskan kamar yang akan di tempati oleh Ariel dan terakhir baru saja Angel memasak makan malam, itu semua membuat tubuh Angel sangat gerah dan lengket.


Namun Angel tidak ingin berlama-lama di kamar mandi karena perut Angel sudah lapar sejak tadi.


Sebenarnya Angel tidak bau, Ariel hanya mencari alasan untuk mengusir gadis itu karena wajah Areil kini pasti memerah saat tangan Angel menyentuh pipinya.


Tring


Dengan satu jentikan jari makan malam telah siap dimeja makan dan Ariel segera masuk ke kamar yang mulai malam ini akan ia tempati yang berhadapan dengan kamar Angel. Ariel juga memutuskan untuk mandi dan mengganti pakaian yang ia pakai.


Sedangkan di dalam kamar Angel, gaadis itu tengah memoles wajahnya dengan sedikit bedak dan lipstik berwana nude, ia juga memakai parfum karena teringat kata-kata pedas Ariel yang mengatakan kalau Angel bau. Angel pun memakai gaun tidur yang sedikit sexy, yang akan mematahkan tuduhan Ariel jika tidak ada laki-laki yang mau dengan dirinya. Angel ingin lihat bagaimana reaksi Ariel melihat penampilannya malam ini.

__ADS_1


Gaun tidur yang di pakai Angel berbahan satin dan bertali spagethi, bagian potongan lehernya sangat rendah sehingga sebagian buah dada Angel terlihat namun untuk bagian dada gaun tersebut terdapat renda sehingga tidak akan tercetak dengan jelas ujung dada Angel meski ia tidak megenakan bra. Gaun tidur itu sendiri pun sangat pendek, hanya mampu menutupi bokong bulat Angel.


Angel tersenyum puas mematut dirinya di depan cermin. "Kita lihat saja bagaimana reaksimu balok es yang menjengkelkan."


__ADS_2