Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
6. Kembali Mengulang Waktu


__ADS_3

Seorang gadis tengah menyisir rambutnya yang halus dan panjang di depan cermin yang ada di kamarnya. Tangannya mulai bergerak mengepeng rambut indahnya menjadi dua, disisi kanan dan kiri kepala gadis itu.


Dia tidak memakai bedak apa lagi lipstik untuk menunjang kecantikannya karena ia tidak ingin terlihat cantik didepan orang lain, ia sangat menghindari hal itu karena itu bisa menjadi petaka untuknya.


Menggunakan kemeja over size dan celana denim model lama gadis tersebut telah siap untuk pergi ke kampus menuntut ilmu.


Tidak lupa gadis tersebut menyambar kacamata dengan lensa yang bulat lebar dan di pakai untuk menutupi keindahan bola matanya.


Dialah Angel Callista, gadis yang di sebut teman-temannya sebagai gadis cupu.


"Kenapa berdandan seperti itu? Sangat menyakitkan mata." Kata-kata pedas itu keluar dari mulut Ariel yang sedang bersandar di pintu kamar Angel.


Angel hanya mengedikkan bahu. "Ini lebih baik untukku,dari pada mereka semakin menggila dalam membully ku, terutama para gadis yang sok cantik padahal kecantikan mereka tidak seberapa namun tidak ingin mempunyai saingan yaitu ada gadis lain yang lebih cantik darinya."


Angel berjalan dan sampai di hadapan Ariel. "Sekali lagi terimakasih berkat kau, aku bisa mengulang kembali waktu sebelum kejadian naas yang menimpaku."


Ariel berjalan pergi meninggalkan Angel menuju ruang tengah. "Tidak perlu berterimakasih, kita bekerjasama karena saling menguntungkan. Aku akan memberikan kekuatan padamu secara bertahap karena tubuhmu tidak akan kuat jika menerima semua secara langsung."


Angel mengikuti Ariel yang berjalan di depannya. "Terserah kau saja."


Ariel mendudukkan tubuhnya di sofa lalu menghidupkan televisi. "Mulai hari ini setiap pagi dan sore hari kita akan latihan fisik. Tubuhmu terlalu lembek seperti adonan mie."


Angel membulatkan kedua bola matanya, ia yang berada di belakang Ariel yang sedang duduk ingin sekali memukul kepala pria tampan ini. Angel sudah mengangkat tangannya saat kepala Ariel tiba-tiba menoleh ke belakang dan membuat Angel haarus menarik kembali tangannya dan  berpura-pura menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa?" Tanya Ariel dengan mata memicing. "Ingin memukulku? Sakit hati dengan kejujuranku?"


"Ah tidak. Yang kau katakan memang benar, aku berangkat kuliah dulu." Angel buru-buru pergi meninggalkan rumahnya, tidak tahan satu atap dengan Ariel, pria yang dingin, sadis, datar, dan jika berbicara maka lebih sering keluar kata-kata pedasnya yang membuat sakit hati.


Namun walau bagaimanapun juga Ariel lah yang telah menyelamatkan Angel. Angel tidak tahu kekuatan apa yang di miliki oleh Ariel dan siapa Ariel sebenarnya hingga Ariel mampu membawa Angel kembali sebelum kejadian di mana ia di jebak oleh Gwen. Yah Angel kembali pada pagi hari sebelum kejadian mengerikan itu, dan yang lebih membuat Angel bahagia lagi adalah dia kini masih perawan, sekali lagi Pe. Ra. Wan.


Angel pergi ke kampus menggunakan sepeda, selain untuk meminimalisir pengeluarannya juga sebagai olah raga untuk menyehatkan tubuhnya. Selama dalam perjalanan menuju kampus bibirnya selalu tersungging membentuk senyuman yang cantik.


Sementara di dalam rumah milik Angel, tangan Ariel memegangi dadanya yang sangat sakit.

__ADS_1


Uhuk


Uhuk


Ariel memuntahkan banyak darah yang membasahi tangan dan pakaiannya. Dalam sekejap mata dengan kekuatan sihirnya Ariel mengganti pakaiannya dengan pakaian manusia pada umumnya


Ariel mengeluarkan sebuat obat di dalam botol tabung kecil dari cincin dimensi miliknya. Cincin dimensi adalah cincin yang di gunakan sebagai ruang tempat penyimpanan. Cincin itu pun mempunyai berbagai tingkatan dari yang kelas biasa sampai kelas tinggi. Kelas biasa hanya mempu menyimpan sedikit barang, sedangkan kelas menengah mampu menyimpan lebih banyak barang dari pada kelas biasa, dan kelas tinggi mampu menyimpan barang apapun sampai tak terhingga.


Ariel meminum tiga butir obat lalu memasukkan kembali botol obat tersebut kedalam cincin dimensinya.


Angel tidak mengetahui jika Ariel sebenarnya terluka parah. Untuk mengembalikan Angel ke dunianya dan mengulang waktu sebelum kejadian saat Angel di jebak oleh temannya, Ariel harus terluka parah karena ia membutuhkan kekuatan dan tenaga dalam yang sangat besar.


Sejak tadi Ariel berusaha bersikap biasa saja saat ada Angel agar gadis berisik itu tidak banyak bertanya yang akan membuat Ariel sakit kepala.


Ariel bangkit dari duduknya dan pergi menuju kamar Angel untuk istirahat. Di rumah Angel terdapat dua kamar, yakni kamar Angel dan kamar yang tidak terpakai. Karena Angel belum membersihkan kamar tersebut akhirnya Ariel memilih beristirahat di kamar Angel.


.


.


"Hai Angel." Sapa sahabat baik Angel bernama Gwen saat Angel telah sampai di kelas. "Apa kau sudah mengerjakan tugas hari ini dari Mr Leo? "


Angel tersenyum kecil. "Sudah Gwen, semalam aku lembur mengerjakannya. Kau?"


Gwen menggeleng lemah. "Aku lupa, beberapa hari ini aku sibuk mempersiapkan pesta ulang tahun nenek ku."


"Kau bisa melihat punyaku." Angel mengeluarkan buku tugasnya dan meletakkan di atas meja.


Gwen tersenyum senang dan mencubit ke dua pipi Angel. "Terimakasih selalu menolongku."


Waktu kurang dari lima belas menit lagi sebelum jam pelajaran Mr. Leo di mulai. Dengan cepat Gwen menyalin tugas milik Angel di bukunya, hanya merubah sedikit agar tidak ketahuan jika dia mencontek.


Diam-diam Angel memperhatikan Gwen sambil tersenyum sinis, Angel sungguh jijik melihat sifat munafik Gwen. Namun Angel tidak akan menjauhi Gwen secara tiba-tiba agar Gwen tidak menaruh curiga padanya. Oleh karena itu Angel akan tetap bersikap seperti biasa.

__ADS_1


"Angel terimakasih ya, kau penolongku." Ucap Gwen seraya memeluk tubuh Angel dari samping.


"Tidak perlu sungkan kita kan teman."


Gwen melepaskan pelukannya di tubuh Angel. "Oh iya Angel, Happy Brithday." Kata Gwen sambil tersenyum lebar.


Angel pun ikut tersenyum lebar. "Terimakasih Gwen."


"Aku mempunyai kejutan dan hadiah untukmu, nanti sore ikutlah denganku." Ajak Gwen persis seperti waktu itu.


"Baiklah akan aku usahakan, tapi aku tidak janji." Kata Angel yang masih menatap Gwen dengan ramah, menyembunyikan luka di hatinya karena Gwen. Luka yang sangat besar sampai rasanya Angel ingin membunuh Gwen saat itu juga.


Pelajaran di mulai dan Mr. Leo masuk ke dalam kelas untuk memulai pelajarannya. Menyuruh para muridnya untuk mengumpulkan tugas.


Pelajaran berlangsung dengan lancar dan tentu saja setiap ada pertanyaan dari Mr. Leo, Angel akan menjawab dengan mudah dan lancar membuat Mr. Leo bangga terhadap Angel namun membuat Gwen semakin membenci Angel.


Pelajaran Mr. Leo telah usai, Gwen mengajak Angel pergi ke kantin namun Michael memanggil Angel.


"Angel bisakah kau membantuku sebentar?" Tanya Michael yang berjalan mendekat ke arah Angel.


Angel dan Gwen saling bertatapan dan mengangakat bahu mereka masing-maasing, lalu Angel dan Gwen kembali melihat ke arah Michael. "Membantu apa?" Tanya Angel seolah tidak mengetahui apapun, padahal ia tahu karena telah mengalami kejadian seperti ini.


"Bisakah membantuku sebentar menjelaskan bagaimana cara menyelesaikan soal yang di berikan oleh Mr. Leo tadi? Aku masih belum mengerti dengan rumus yang di berikan oleh Mr. Leo." Tanya Michael sambil membawa  bukunya dan menunjukkan soal yang tidak ia mengerti kepada Angel.


Angel merasa gugup setiap berdekatan dengan teman sekelasnya, Michael. Michael adalah salah satu mahasiswa yang populer karena ketampanan dan kekayaannya. Namum dalam hal akademik, Michael kurang begitu pintar oleh sebab itu Michael sering meminta bantuan kepada Angel untuk mengajarinya dan tentu saja Angel mau melakukannya karena ia juga diam-diam menyukai Michael.


"Angel aku pergi ke kantin dulu, kau lebih baik membantu Michael." Kata Gwen sambil sesekali melirik ke arah Michael sambil tersenyum manis namun di abaikan oleh Michael.


"Baiklah, aku akan membantu Michael terlebih dahulu."


Setelah melemparkan senyum terbaiknya kepada Angel dan Michael, Gwen berbalik dan ekspresi wajahnya seketika berubah.


Gwen sangat marah di abaikan oleh Michael yang lebih memilih belajar dengan si cupu Angel. Gwen mengepalkan tangan dengan kuat buku-buku jarinya memutih.

__ADS_1


Gwen semakin membenci Angel. "Lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti padamu Angel."


__ADS_2