Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
21. Pernyataan Cinta Michael


__ADS_3

"Kau membuatku semakin kesal Julia, jangan salahkan aku berbuat kasar padamu karena kau adalah orang yang tidak tahu sopan santun."


Julia semakin marah terhadap Angel. "Memangnya kau mau apa ******?"


Tangan Angel terkepal dengan erat, ia paling benci jika dirinya di panggil seperti itu. "Aku mau ini."


PLAAAKKK


Tangan Angel dengan sekuat tenaga menampar wajah Julia, tubuh Julia jatuh tersungkur namun bersamaan dengan itu keluarlah sosok makhluk kegelapan dari tubuh Julia. Sedangkan Julia sendiri ternyata sudah tidak sadarkan diri.


"Ternyata ada makhluk kurang ajar mencoba menyakitiku. Berdiri!!!!" Amuk Angel terhadap makhluk kegelapan yang kini berdiri menatap Angel dengan sengit.


"Bangs*t!!! Beraninya kau bangsa manusia memarahiku! Bagaimana caranya kau bisa melihat diriku haah???!!!"


Angel tersenyum sinis.. "Makhluk kurang ajar sepertimu yang suka menyesatkan otak manusia memang sangat cocok di marahi terlebih dahulu sebelum di habisi."


Tentu saja jawaban dari bibir sexy Angel membuat makhluk kegelapan tersebut semakin murka dan mengeluarkan sumpah serapah kepada Angel.


"Hei!!! Kau ini laki-laki tidak cocok bermulut seperti ibu-ibu yang kehabisan beras."


Kali ini emosi makhluk kegelapan sudah tidak tertahankan lagi, makhluk kegelapan segera melesat dengan mudah menuju Angel dengan menggunakan pisau kembar sebagai senjatanya yang di pegang di tangan kanan dan kiri makhluk tersebut.


Gaun panjang Angel membuatnya bergerak tak leluasa hingga gaunnya robek.


Srettt


Angel menatap ke bawah gaunnya yang telah sobek namun belum sempat Angel menemukan solusi untuk gaun yang sobek ini, si makhluk kegelapan sudah maju menyerang menggunakan senjatanya.


Tapp


Kedua tangan Angel memegang pisau tajam tersebut yang hampir mengenai dirinya, tangan Angel mengalirkan darah tanpa ia pedulikan rasa sakitnya.


Duagghh


Sreettttt


Angel menendang perut makhluk kegelapan hingga makhluk tersebut mundur ke belakang dan menjatuhkan senjatanya, namun bersamaan dengan itu ujung gaun yang di pakai Angel semakin tinggi sobekannya.


Sreeeeeeeeeeeettttt


Angel merobek gaunnya sekalian hingga sangat pendek dan hanya mampu menutupi bokong bulat Angel, lalu melepaskan hells yang ia pakai untuk memudahkannya dalam bertarung.

__ADS_1


Sobekan bekas gaun hitam Angel ia gunakan untuk membalut telapak tangannya yang terluka. Kini mata Angel berkilat menatap musuh yang ada di depannya, Angel telah siap beertarung.


Angel merangsek maju kedepan, begitupun makhluk kegelapan yang menjadi musuh Angel, makhluk itu pun maju menyerang Angel.


Duagghh


Kepalan tinju tangan Angel bertabrakan dengan kepalan tinju sang makhluk kegelapan, Angel segera memutar tubuhnya lalu menekuk sikunya dan memukulkannya di wajah makhluk kegelapan.


Sang makhluk kegelapan mundur beberapa langkah ke belakang, kesempatan itu di gunakan oleh Angel mengambil dua pisau  milik makhluk kegelapan yang tadi terjatuh.


Angel menyeringai lebar, kini ia telah memiliki senjata untuk bertarung.


Makhluk kegelapan kembali bergerak maju kedepan mengangkat tangannya kembali hendak memukul Angel, dengan gesit Angel merunduk melakukan split, lalu Angel menggores pisau yang ia pegang di ke dua kaki makhluk kegelapan dengan cara menyilang.


Krassshhh


"AAAKKHH!!!!" Jerit makhluk kegelapan yang seketika langsung jatuh bersimpuh.


Angel sedikit menaikkan tubuhnya dengan sebelah kaki.


Krassshhh


Brukkk


Makhluk kegelapan jatuh terlentang di dinginnya lantai, makhluk tersebut menggelepar sekarat. Angel perlahan berdiri dengan tersenyum puas, pisau yang ada di genggaman Angel perlahan lenyap seiring dengan lenyapnya makhluk kegelapan yang seperti asap setelah makhluk itu mati.


"Huh tidak keren." Sungut Angel sedikit kesal. "Aku harus meminta senjata seperti milik si balok es agar efeknya keren saat mengenai para makhluk kegelapan."


Angel segera mengambil kembali tas kecil miliknya yang tadi ia jatuhkan dengan sembarangan di toilet saat hendak bertarung.


Angel merapikan penampilannya yang sangat berantakan, ia melihat gaunnya yang menjadi sexy.


"Huftt.... Untunglah di sini tidak ada orang." Angel memoleskan lipstik di bibir, rencana hendak mencari Ariel malah gagal total.


Angel melirik ke arah Julia yang masih belum sadar, buru-buru Angel keluar dari toilet agar tidak ada orang yang curiga kepadanya.


Suasana pesta semakin meriah, dengan suara musik yang ceria membuat banyak pasangan yang menari dengan meliuk-liukan tubuh mereka terutama para gadis di hadapan pasangan mereka.


Bagi Angel ini sangat bising dan dia tidak menyukai itu. Angel memilih keluar dan duduk di halaman samping rumah Mia, di sana lumayan sepi karena orang-orang lebih banyak yang suka di dalam menikmati pesta.


"Ternyata kau di sini. Aku mencarimu sejak tadi."

__ADS_1


Angel menoleh ke arah sumber suara, Michael berjalan mendekat ke arah Angel dan ikut duduk di samping gadis itu.


"Apa yang terjadi dengan gaunmu?" Kening Michael berkerut menatap ujung gaun Angel yang kini menjadi sangat pendek lalu beralih menatap wajah Angel.


"Ah ini, tidak apa-apa. Gaun ku tadi tersangkut dan robek sangat lebar jadi aku merobek sekalian untuk membuang bagian yang bolong."


"Lalu tanganmu?"


Angel bingung harus menjawab apa. " Ini adalah bagian dari fashion." Jawab Angel yang sebenarnya tidak masuk akal


Michael hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.


"Sebenarnya ada yang ingin ku katakan padamu Angel." Michael menatap lekat wajah Angel.


Namun sebaliknya Angel justru terlihat bingung. "Ada apa? katakan saja."


Michael mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. "Aku menyukaimu Angel."


Tiga kata yang sangat di inginkan Angel sejak dulu dari Michael akhirnya keluar juga dari mulut pria tampan tersebut. Bukankah sekarang saatnya Angel berbahagia?


"Sejak kapan?"


"Sudah lama." Michael terlihat sedikit gugup, bisa di lihat jika pria itu memang menyukai Angel dengan tulus padahal banyak gadis cantik yang mengejar Michael secara terang-terangan namun Michael kenapa justru menyukai Angel.


"Kenapa aku?"


Michael menggeleng dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajah tampannya, lalh tangan Michael meraih tangan Angel yang ada di paha gadis tersebut. "Entahlah, aku selalu ingin mendekatimu sejak dulu. Tapi kau sangat tertutup sehingga aku memintamu untuk mengajariku mata kuliah yang tidak ku pahami, itu juga tujuanku untuk mendekatimu."


Angel menatap tangannya yang kini ada di genggaman Michael, jika saja itu dulu mungkin Angel akan berteriak kegirangan seperti orang gila sambil berjoget seperti badut.


Namun kini perlahan hatinya mulai berubah, perasaannya terhadap Michael tidak menggebu-gebu seperti dulu. Ataukah Angel sebenarnya tidak jatuh cinta pada Michael namum hanya sebatas mengagumi pria tersebut.


Sejak bertemu Ariel kini Angel bisa mengalami rasa berdebar, rindu sekaligus kesal dengan pria balok es tersebut.


"Bagaimana? Maukah kah menjadi kekasihku Angel?" Akhirnya Michael bertanya karena Angel sedang melamun seperti sedang berfikir keras.


"A_aku." Tanpa sengaja Angel melirik ke arah pintu dan di sana berdiri pria bertopeng hitam yang sejak tadi Angel cari keberadaannya.


Namun Ariel langsung berbalik begitu dirinya dan Angel saling bertatapan sebentar sebelum akhirnya Ariel memutus tatapannya dan berbalik pergi.


Angel mengepalkan sebelah tangannya yang bebas, merasa kesalnya terhadap Ariel sudah mencapai ubun-ubun.

__ADS_1


__ADS_2