
Kesepuluh makhluk kegelapan akhirnya menyerang Ariel, meskipun mereka tahu mendapatkan kemenangan adalah hal yang sangat mustahil bagi mereka namun setidaknya bagi mereka tidak hanya pasrah menerima kematian.
Ayunan pedang hitam itu sungguh mengerikan, siappun yang terkena goresan dari pedang itu maka tubuh makhluk kegelapan akan terbakar.
Ariel melompat ke salah satu pundak makhluk kegelapan dan memegang kepala makhluk kegelapan tersebut lalu menempelkan pedangnya di leher makhluk tersebut.
Craaassshhhh
Darah hitam menyembur keluar dari makhluk kegelapan yang lehernya di sayat oleh Ariel.
Ariel kembali melompat dan mendaratkan kakinya di lantai, tatapannya tertuju pada leher makhluk kegelapan yang mulai terbakar hingga akhirnya membakar seluruh tubuh makhluk kegelapan tersebut.
Ariel menyeringai lebar melihat enam makhluk kegelapan lagi yang tersisa. Sedangkan makhluk kegelapan yang masih tersisa hidup semakin ketakutan, entah apa yang di berikan Ariel pada pedang hitam pekatnya hingga bisa menimbulkan efek terbakar bagi yang terkena goresannya.
Keenam makhluk kegelapan saling pandang lalu mengangguk, mereka berlari dan secara bersamaan menyerang Ariel menggunakan senjata yang ada di tangan mereka. Ada yang memakai pedang dan tombak, mereka bersama-sama menyerang Ariel namun Ariel hanya menatap remeh kepada mereka.
"Para pengkhianat seperti kalian tidak layak hidup dan merusak bumi yang indah ini." Ariel kembali mengayunkan pedangnya menangkis semua serangan yang tertuju padanya dengan mudah, karena mereka memang bukanlah lawan yang sepadan dengan Ariel.
Duagghh
Ariel menendang dada salah satu makhluk kegelapan hingga terpental sejauh dua puluh meter. Ariel segera mengejar dengan kecepatan kilat dengan pedang yang mengacung ke depan.
Jlebbb
Pedang hitam pekat milik Ariel menusuk dada makhluk kegelapan tersebut, Ariel segera mencabut kembali pedangnya lalu dada makhluk kegelapan tersebut mulai terbakar sedikit demi sedikit hingga membakar seluruh tubuh makhluk itu.
Ariel membalikkan badan melihat makhluk kegelapan yang masih tersisa. "Lima lagi."
Sayap hitam Ariel keluar dari balik punggungnya, ia mulai naik ke atas sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Seperti ada sambaran kilat dari langit yang hanya bisa di lihat oleh para makhluk kegelapan masuk ke dalam pedang yang di pegang oleh Ariel.
Setelah sambaran kilat itu berakhir, Ariel mengayunkan pedangnya.
Traasshh
Seperti cahaya yang melesat dengan sangat cepat namun membuat kelima kepala makhluk kegelapan yang tersisa terpisah dari tubuh mereka dengan sangat mengerikan. Lalu api hitam mulai membakar mayat makhluk kegelapan hingga bersih tak bersisa. Sayap Ariel kembali menghilang lalu pedang yang ia pegang berubah menjadi burung hantu dan hinggap di bahu Ariel. Ariel kembali turun dan menginjakkan kakinya dk lantai.
"Kau sudah menyiapkan yang aku perintahkan?" Tanya Ariel pada Victor si burung hantu yang masih setia hinggap di bahunya.
"Sudah pangeran." Jawab Victor.
"Bagus, keluarkan saat aku memerintahkan. Sekarang kita lihat sejauh apa kemampuan Angel." Ariel berjalan menuju ke arah Angel yang sedikit jauh darinya karena memang gedung tidak terpakai yang di jadikan gudang ini sebenarnya cukup luas.
.
.
* * *
"Tidak akan aku biarkan kalian berlima keluar dari sini." Ucap Angel yang terdengar mengerikan.
"Tapi kami belum melakukan apapun padamu, kami bahkan belum menyehtuhmu." Kata Carl yang tak terima.
__ADS_1
Angel tersenyum sinis. "Itu karena aku melawan. Bayangkan saja jika aku tidak bisa melawan, AKU AKAN MATI DI PERKOSA KALIAN.!!!!" teriak Angel penuh kemarahan bahkan wajahnya sampai memerah.
Kelima pria tersebut tidak mengerti apa yang baari saja di katakan oleh Angel, pasalnya mereka belum melakukan apapu lada Angel. Sedangkan Angel bayangan saat dia di gagahi oleh kelima pria tersebut sebelum ia akhirnya bertemu dengan Ariel dan kembali mengulang waktu sungguh sangat menyiksa dirinya. Ia tidak terima begitu saja sebelum membalaskan rasa sakit hatinya, mereka berlima memperlakukan Angel sudah tidak manusiawi lagi. Angel bahkan masih ingat terus dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Gwen, Bianca, Shandy, Hilda dan Salsa melihat Angel mengamuk, belum pernah mereka melihat sisi lain dari Angel yang seperti ini. Mereka hanya tahu Angel adalah gadis cupu, jelek dan lemah. Oleh sebab itu orang-orang sering menindas Angel, terutama Gwen yang sangat tidak mempercayai apa yang dilakukan sejak tadi oleh Angel. Gwen sampai berfikir jika gadis yang berdiri di sana bukanlah Angel.
"Jika kalian ingin keluar dari sini, kalian harus mengikuti kata-kataku." Angel maju satu langkah menantang kelima pria yang ada di hadapannya.
"Jika kami tidak mau?" Tanya Daren yang belum merasa takut dengan Angel.
"Aku dan dia akan membunuh kalian." Tunjuk Angel pada sosok Ariel yang berdiri dk belakang kelima pria tersebut.
Seketika mereka berlima kompak menoleh ke belakang, melihat seorang pria berbadan besar yang terlihat sangat kuat.
"Lalu apa maumu agar kami dapat pergi dari sini." Tanya salah satu dari ke lima pria tersebut.
Angel tersenyum miring. "Mudah saja, kalian hanya harus menikmati tubuh Gwen yang sedang tersiksa di sana, atau tubuh ke empat gadis yang itu juga boleh." Tunjuk Angel ke arah Bianca, Shandy, Salsa dan Hilda.
"Ha ha ha ha ha ha." Shandy dan Bianca justru tertawa lepas mendengar apa yang di perintahkan Angel kepada kelima pria tersebut.
Lalu Shandy dan Bianca melepaskan baju atas mereka secara bersamaan hingga nampaklah bra yang menutupi buah dada mereka.
"Tidak perlu kau menyuruh mereka untuk memperkosaku, aku sendiri yang akan memberikan tubuhku jika mereka mau." Kata Bianca sambil bersedekap.
"Cih dasar ******." Ucap Angel. "Kalau begitu biar aku saja yang menikmati tubuh kalian berdua."
Angel menoleh ke arah Ariel, dan Ariel mengangguk.
"Baik pangeran." Jawab Victor.
Tiba-tiba di sudut gedung muncul sebuah kerangkeng besi berukuran enam meter persegi dan di dalamnya sudah ada lima pria.
Mereka semua tidak menyadari munculnya benda tersebut sampai Ariel membuka suaranya.
"Hei! Kalian!" Panggil Ariel kepada Daren, carl dan yang lainnya. "Bawa tubuh Gwen masuk kedalam sana, dan nikmati bersama mereka berlima sesuai apa yang di katakan oleh Angel."
Daren, Carl dan ketiga temannya lagi saling bertatapan, menimbang apa yang harus mereka lakukan. Akhirnya mereka memilih tawaran yang di ajukan Angel kepada mereka tadi.
Sementara tubuh Gwen sudah sangat tersiksa seperti cacing kepanasan, bagian inti tubuh Gwen sudah berkedut dan basah.
Daren dan empat pria lainnya menghampiri tubuh Gwen lalu mereka menggotongnya menuju kerangkeng besi berisi lima pria pekerja kenikmatan.
Gwen di letakkan di bawah dan secara otomatis langsung berdiri dan meraih pria yang ada di sana secara acak. Daren dan Carl melucuti semua pakaian Gwen hingga tubuh gaadis itu polos.
Ariel menutup pintu besi itu lalu menguncinya, Angel pun berjalan mendekat dan meletakkan ponselnya untuk merekam kegiatan orang-orang yang ada di dalam kerangkeng besi tersebut.
Angel berbalik dan berjalan ke arah Shandy dan Bianca di ikuti Ariel yang berjalan di belakang Angel. Tentu saja karena Ariel tak ingin melihat adegan menjijikkan antara Gwen dan kesepuluh pria yang berada satu sel kerangkeng dengan gadis itu. Ariel lebih ingin melihat apa yang akan di lakukan Angel pada gadis yang tidak terlalu cantik namun memiliki kesombongan setinggi langit.
Langkah Angel terhenti dan berbalik menghadap Ariel membuat langkah Ariel seketika terhenti.
"Ada apa?" Tanya Ariel.
__ADS_1
"Kau ingin melihat Shandy dan Bianca yang hanya mengenakan bra, makanya kau mengikutiku kan?"
Ariel mengetatkan giginya, sungguh ia merasa kesal di tuduh seperti itu. Bahkan dirinya tidak berfikir sampai sejauh itu. "Aku tidak seperti yang kau fikirkan Angel."
"Lalu apa?" Tanya Angel kembali.
Ariel tersenyum miring lalu maju dua laangkah hingga tidak ada jarak antara dirinya dan Angel. Tangan Ariel pun memegang belakang kepala Angel. "Kau cemburu jika mataku ini melihat keindahan tubuh gadis lain selain dirimu?"
Angel menggigit bibir bawahnya, memikirkan kenapa juga ia harus marah terhadap Ariel jika melihat Shandu dan Bianca yang hanya menngenakan bra.
"Jangan menggigit bibirmu seperti itu atau aku yang akan menggigitmu Angel."
Angel segera melepaskan gigitan bibirnya. "Aku tidak cemburu, aku hanya tidak ingin otakmu terlalu mesum." Angel berusaha melepaskan tangan Ariel. "Lepaskan! Aku harus memberi perhitungan pada Shandy dan Bianca."
Ariel pun melepaskan Angel. "Aku akan menunggu di atas atap, tenang saja mereka semua tidak akan ingat aku setelah ini."
"Kau mau membuat mereka amnesia?" Tanya Angel sambil melebarkan kedua bola matanya.
Cletak
Ariel menyentil dahi Angel membuat Angel meringis dan mengusap dahinya. "Bukan seperti itu, dasar bodoh. Sudah sana pergi."
Angel di paksa berbalik oleh Ariel dan di dorong pergi menjauh.
Angel melangkah mendekat pada Shandy dan Bianca, sementara di belakang ke dua gadis itu ada Salsa dan Hilda yang terduduk dengan ketakutan.
"Kemarilah Angel, aku tidak sabar untuk menghajarmu." Ucap Shandy melambai ke arah Angel.
Angel tersenyum sinis setelah berada didepan Shandy. "Dasar sombong, kau lupa dengan yang kulakukan padamu tadi pagi?"
"Itu karena ada Michael yang mengahalangiku untuk menghajarmu." Jawab Shandy tanpa mau mengakui kekalahannya.
"Baiklah sekarang silahkaan hajar aku." Angel menyodorkan pipinya kepada Shandy membuat Shandy mengangkat tangannyaa tinggi-tinggi untuk menampar wajah Angel. Namun belum sampai tangan Shandy mendarat di wajah Angel dengan sigap Angel menangkap dan mencrengkam tangan Shandy dengan kuat.
Sebelah tangan Angel terkepal kuat lalu ia ayunkan dan tepat mengenai wajah Shandy sebelah kiri.
"Aakkhhh!!!" Shandy terpekik kaget namun sedetik kemudian Angel melepaskan tangan Shandy untuk memukul wajah Shandy sebelah kanan.
Shandy jatuh terjungkal ke belakang dan Bianca secara cepat menggatikan posisi Shandy untuk menghajar Angel.
Bianca mengayunkan tangan namun Angel menunduk untuk menghindari, setelah itu Angel kembali berdiri dan menendang perut Bianca hingga Bianca mengaduh kesakitan lalu mundur beberapa langkah.
Shandy yang belum bangun dari terjatuhnya segera di hampiri oleh Angel lalu Angel melompat di atas tubuh Shandy dan menduduki perut Shandy.
"Kita belum selesai Shandy."
Duagghh
Duagghh
Duagghh
__ADS_1
Angel memukuli wajah Shandy dengan puas.