Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
26. Di dalam pesawat


__ADS_3

"Sudah siap?" Tanya Ariel yang kini tengah berdiri di pintu kamar Angel.


Angel sedang mengemasi pakaiannya ke dalam koper untuk pergi liburan ke kota K sesuai tiket yang di berikan oleh Mia.


"Aku sudah siap." Angel menarik kopernya keluar dari kamar namun baru beberapa langkah Angel berhenti menatap heran ke arah Ariel. "Barang-barangmu mana?"


Ariel menunjuk ke cincin dimensinya. "Biar ku masukkan barang-barangmu ke sini agar tidak repot membawanya."


Angel tersenyum lebar, ia segera menarik kopernya di depan Ariel.


"Kita kan hanya pergi dua hari namun kenapa barang-barangmu banyak sekali?" Tanya Ariel keheranan.


Angel mengerucutkan bibir. "Wanita itu lebih banyak membutuhkan barang-barang Ariel."


Cup


Ariel mencium bibir Angel sekilas membuat gadis itu tersipu dan wajahnya bersemu merah. Itu adalah senjata untuk menaklukan hati wanita yang sedang kesal, menurut informasi yang Ariel dapatkan di internet. Dan ternyata beehasil.


"Baiklah aku minta maaf, dan akan ku masukkan koper mu ke dalam cincin dimensiku." Ariel mengarahkan cincinnya pada koper milik Angel dan dalam sekejap koper milik Angel menghilang begitu saja.


Prok


Prok


Prok


"Wow seperti sulap, bukankah kita bisa membuka usaha jasa sulap dan akan menghasilkan banyak uang." Kata Angel dengan girang.


Ariel menyentil dahi Angel membuat gadis itu meringis. "Aku tidak tertarik, aku lebih tertarik ingin membangun perusahaan besar dan menjadi bog boss."


Angel bersedekap sambil tersenyum meremehkan. " Memangnya kau bisa? Apa kau yakin bisa menjadi seorang presdir? Selain uang yang banyak untuk mendirikan sebuah perusahaan kau juga harus mempunyai kinerja yang bagus dan pendidikan yang tinggi agar tidak di remehkan oleh orang lain."


Ariel tersenyum miring. "Kau meremehkanku baby?"


Angel berjalan melewati Ariel. "Aku sama sekali tidak meremehkanmu, aku justru memberimu nasehat sayang."


Ariel ikut berjalan di sisi Angel lalu melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu. "Kau tidak perlu memikirkan hal itu karena aku yang akan mengurusnya. Sekarang saatny kita liburan."


Ariel dan Angel menggunakan taxi menuju bandara, Angel terlihat sangat senang dan antusias karena selama ini dirinya belum pernah menaiki pesawat apalagi sampai jalan-jalan keluar kota. Bukankah Mia sangat baik karena bisa sampai memberikan hadiah berupa tiket liburan.


Tidak membutuhkan waktu lama mereka telah samlai di bandara, penerbangan ke kota B tidak membutuhkan waktu lama hanya sekitar dua jam mereka akan tiba di kota tersebut.


"Kau terlihat sangat bahagia." Ariel menyandarkan kepalanya di bahu Angel.

__ADS_1


Angel menatap ke luar melalui jendela pesawat yang ada di sebelahnya namun tangannya tak bosan mengelus rahang Ariel yang di tumbuhi bulu-bulu halus. Ariel memang sengaja tidak bercukur dan memelihara jambang yang membuatnya semakin sexy.


"Kau benar, aku memang sangat bahagia walaupun kita hanya berlibur dua hari saja dan besok kita sudah harus kembali lagi namun aku sudah sangat bahagia melakukan perjalanan ini."


Ariel mengendus aroma anggur yang di pakai oleh Angel. "Kapan-kapan aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang indah."


"Benarkah?" Angel segera menatap Ariel yang kini juga sedang menatapnya.


Cup


Ariel mencuri ciuman dari bibir Angel dalam sekejap membuat Angel seketika panik dan mengedarkan pandangannya ke segala arah. Merasa tidak ada satu orang pun yang memperhatikannya, Angel dengan gemas mencubit perut Ariel.


"Kita sedang berada di dalam pesawat sayang, bagaimana jika ada yang melihat?" Omelan Angel keluar dari bibir merah muda gadis itu yang membuat Ariel tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Angel. Justru Ariel ingin sekali ******* bibir Angel yang sangat dekat dengannya.


"Aku ke toilet sebentar." Tiba-tiba Ariel berdiri dari duduknya dan membuat Angel merasa bersalah, Angel mengira Ariel marah padanya padahal yang sesungguhnya terjadi adalah Ariel sedang meredam hasyratnya untuk ******* bibir gadis itu.


Angel ikut berdiri dan menyusul Ariel ke toilet.


Tok


Tok


Tok


"Ada apa?" Tanya Ariel yang membuka sedikit pintu toilet.


Angel menundukkan kepala sambil memainkan ke dua jari telunjuknya. "Hemm aku minta maaf untuk yang tadi, aku tidak bermaksud menolak ciuman darimu. Aku hanya malu jika ada yang melihat."


Ariel menahan diri untuk tidak tertawa, nyatanya Angel memang sangat menggemaskan. "Aku tidak marah padamu. Tapi karena kau sudah di sini..... "


Srettt


Ariel menarik sebelah tangan Angel masuk ke dalam toilet, setelah menutup pintu toilet Ariel segera ******* bibir ranum Angel. Sungguh Ariel selalu tidak tahan jika melihat bibir Angel di mana pun dan kapanpun, bibir Angel benar-benar candu bagi Ariel.


Ariel menyesap dengan kuat bibir atas dan bibir bawah Angel sehingga dalam sekejap bibir Angel sudah membengkak. Ariel pun membelit lidah Angel, menarik ulur lidah Angel hingga gadis itu merasa pusing dengan ciuman Ariel yang sungguh memabukkan untuknya.


Ciuman Ariel turun ke bawah dan menyusuri setiap inci leher Angel, Angel hanya mendekap mulutnya agar tidak mengeluarkan suara yang memalukan itu di sini. Angel mengalungkan tangannya di leher Ariel dengan erat, sehingga saat Angel kegelian karena ciuman Ariel di lehernya Angel menggerakkan tubuhnya seperti cacing kepanasan yang membuat dada Angel bergesekan dengan tubuh Ariel.


Baik Angel maulun Ariel kini mereka sama-sama menginginkan sesuatu yang lebih dari ini.


Namun Ariel segera tersadar dan ingat dengan alarm tanda bahaya, Ariel memundurkan tubuhnya dan menatap Angel yang terlihat sayu. "Aku sama sekali tidak marah, aku hanya tidak tahan jika tidak menciummu baby."


Angel kini mengangguk mengerti. "Baiklah sekarang aku paham".

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


" Huh kenapa lama sekali." Omel seseorang di luar pintu.


Angel dan Ariel saling berpandangan, Angel melihat ke cermin dan merapikan rambutnya yang berantakan.


"Aku malu sekali jika ada yang melihat kita keluar dari toilet yang sama." Angel terlihat ragu untuk membuka pintu.


"Keluarlah, tidak apa-apa." Ariel berusaha membujuk Angel.


Akhirnya dengan terpaksa Angel membuka pintu toilet dan terlihat seorang wanita paruh baya menatap Angel dengan kesal.


"Lama sekali, minggir!" Bentak wanita paruh baya tersebut yang langsung merangsek masuk ke dalam toilet.


"Eh_ maaf nyonya." Angel panik karena tentu saja di dalam masih ada Ariel. Namun wanita paruh baya tersebut masuk begitu saja dan mendorong tubuh Angel keluar dari toilet pesawat.


Angel hanya menatap pintu toilet yang telah tertutup rapat, Ariel sudah tidak ada di dalam toilet. Pasti pria itu menggunakan jurus teleportasi seperti biasanya.


Hemmm


Angel bisa bernafas lega sekarang. Dengan senyuman yang tersungging di bibir Angel berjalan kembali ketempat duduknya.


Dan benar saja Ariel sudah duduk manis di tempat duduknya sambil memegang majalah di tangannya.


"Bagaimana jika ada orang yang melihat kau tiba-tiba muncul di sini?" Angel kembali duduk ketempatnya dengan perasaan khawatir takut jika ada yang melihat kemunculan Ariel secara tiba-tiba.


"Tidak ada. Aku sudah mengecek semuanya sebelum tiba-tiba muncul di sini."


"Masih ada waktu sekitar satu jam lagi sebelum kita mendarat. Aku tidur dulu." Saat Angel akan memejamkan matanya ia di hadiahi kecupan ringan di pucuk kepalanya oleh Ariel.


"Kau memang harus istirahat, semalam kita tidur sangat larut dan kau butuh energi karena ini bukan liburan biasa."


Angel mengangguk. "Aku mengerti."


"Terimakasih untuk ciuman manis yang tadi baby." Bisik Ariel tepat telinga Angel membuat hati Angel berdebar dengan pipi bersemu merah. Ariel memang sangat pintar dalam menggoda dirinya.


"Iya." Ucap Angel dengan lirih lalu memejamkan mata.


Seperti yang di katakan Ariel, ini bukanlah liburan biasa karena Ariel telah mengintai oaara makhluk kegelapan yang ada di kota K. Dan kebetulan mereka mendapat tiket kemari, sehingga selain membantai para pengkhianat makhluk kegelapan mereka akan bersantai setelah di kota ini.

__ADS_1


"Iya."


__ADS_2