Sayap Hitam (Cinta Terlarang)

Sayap Hitam (Cinta Terlarang)
11. Penampilan Baru


__ADS_3

Angel belum bisa memejamkan matanya sedari tadi, karena memikirkan kedekatannya dengan Ariel, pria yang baru saja ia kenal.


Selama ini yang ia yakini dalam hatinya adalah ia menyukai Michael, lalu kenapa ia bisa mudah akrab dengan Ariel?


Angel terus menatap ke atas langit-langit kamarnya, yang ia lihat di atas sana adalah wajah Ariel. Sungguh aneh.


Angel terus berusaha memejamkan matanya karena esok ia akan bertemu dengan Gwen, sesuai rencana yang telah ia sepakati bersama Ariel besok adalah hari yang sangat mendebarkan bagi Angel.


Angel kembali teringat kata-kata Ariel sebelun pria itu masuk ke dalam kamarnya. "Ingat besok jangan berdandan yang membuatku sakit mata Angel."


Hufftt mulai besok ia tidak akan takut lagi tampil cantik di tempat umum, karena Angel bukanlah Angel yang dahulu.


Sedangkan di kamar satunya lagi, Ariel yang juga sedang berbaring sambil melihat langit-langit kamarnya memikirkan sejak ia bertemu dengan Angel ia tidak pernah lagi ingat dengan rasa sakit hatinya karena Leona yang mencintai Daniel. Bahkan setelah ia bertemu dengan Angel, Ariel seolah lupa pada sosok Leona padahal Angel adalah gadis yang mengerikan bagi Ariel.


Ingatan Ariel kembali pada kejadian-kejadian kecil yang membuat kedekatan mereka menjadi begitu intim. Apalagi gaun tidur yang dikenakan Angel malam ini membuat Ariel harus menjaga pandanganya agar tidak kembali berbalusinasi.


Ariel terkekeh mengingat interaksi antara dirinya dan Angel yang sering ribut namun terkesan lucu dan hangat. Yahhh Ariel betah di sini. Namun Ariel harus memastikan kembali tentang perasaannya, oleh sebab itu berada di bumi untuk waktu yang lama sepertinya itu yang tepat bagi Ariel.


.


.


.


*  *  *


Angel mematut dirinya di cermin, ia tersenyum puas dengan penampilannya pagi ini. Ini semua berkat si balok es Ariel.


Ariel menyuruhnya untuk tidak berdandan cupu lagi, dan jika ada yang membully nya maka Angel tidak perlu takut lagi karena kekuatan yang Ariel berikan akan melindunginya.


Angel memakai kaos putih tanpa lengan yang ujungnya ia ikat ke atas sehingga terpampang dengan jelas perut halus dan rata milik Angel. Kaos putih tersebut di padukan jaket berwarna hitam dan celana panjang hitam.


Saat Angel akan membuka pintu kamarnya tiba-tiba ia teringat jika biasanya ia ke kampus mengendarai sepeda. Angel bimbang, mungkin kali ini ia akan menggunakan taxy saja.


Krieettt


Angel melihat Ariel yang sudah duduk di ruang makan sedang memakan sarapan yang tadi telah Angel buat sebelum ia mandi.

__ADS_1


"Bagaimana penampilanku?" Angel berputar di samping Ariel sehingga Ariel menghentikan kegiatan sarapannya untuk menilai penampilan Angel.


Ariel tersenyum kecil dan mengacungkan kedua jempol tangannya membuat Angel merasa lega. "Setidaknya mataku tidak akan tersakiti lagi karena penampilanmu."


"Arielll!!!! Kau selalu saja membuat mood ku buruk." Angel berjalan mendekati kursi yang biasa ia duduki lalu ia duduk dan memulai sarapannya.


"Bagaimana omelet buatanku, apakah enak?"


Ariel mengangguk. "Enak." Jawab Ariel datar.


Angel memutar bola matanya malas mendapat jawaban datar dari pria yang seperti balok es ini. "Nanti malam ingin ku masakkan apa? Biar nanti aku belanja."


"Terserah kau saja yang penting enak, aku bukan pemilih soal makanan." Jawab Ariel yang masih sibuk dengan omelet miliknya tanpa melihat ke arah Angel saat menjawab pertanyaan gadis itu.


Angel mengedikkan bahu dengan acuh.


"Jangan bekerja paruh waktu lagi." Larang Ariel yang membuat Angel menghentikan sarapannya.


"Kenapa? Lalu aku dapat uang dari mana?"


"Dari aku. Aku akan memberimu uang." Jawab Ariel enteng.


"Kau meragukanku?"


"Tentu saja! Kau kan bukan penghuni bumi ini."


Ariel telah menyelesaikan sarapannya. "Tapi hartaku banyak dan aku bisa menukarkannya dengan uang jika aku mau."


Ariel bangkit lalu membawa piring kotornya menuju dapur. Sedangkan Angel masih sibuk berfikir, ia merasa sangat beruntung bertemu Ariel. Angel di beri kekuatan, dan sekarang ia di beri uang, tentu saja Angel takkan menolak semua itu namun dirinya harus bersabar dalam menghaadapi si balok es Ariel ini.


Ariel sudah kembali dari dapur dan duduk di ruang tengah yang memang tidak ada sekat dengan ruang makan, Ariel pun menyalakan televisi.


"Baiklah aku setuju." Jawab Angel yang membuat Ariel tersenyum singkat.


"ARIELLLL!!!! kenapa mengabaikanku sejak tadi? Bahkan kau hanya sekilas melihat ke arahku." Angel berjalan menghampiri Ariel dan berhenti persis di depan Ariel menghalangi kegiatan Ariel yang sedang menonton tv.


"Kenapa tidak mau melihatku? Apa aku tidak cantik?"

__ADS_1


Ariel menghembuskan nafas panjang lalu mendongak ke atas melihat wajah cantik Angel yang terlihat kesal. Ariel seketika berdiri dan tentu saja membuat tubuh Angel menjadi tidak seimbang.


Huupp


Ariel menangkap pinggang Angel yang akan terjatuh. Ariel mendekatkan wajahnya dengan wajah Angel lalu jari telunjuk Ariel menyusuri wajah Angel. "Karena kau sangat cantik Angel maka aku tidak ingin berlama-lama memandangmu. Kau tahu kenapa?"


Angel menggeleng dengan kaku, ia hanya bisa diam mematung bahkan Angel sampai menahan nafasnya karena gugup saat sedekat ini dengan Ariel.


Ariel mendekatkan bibirnya di telinga Angel. "Karena aku takut tidak bisa mengontrol diriku."


Hembusan nafas Ariel membuat Angel merasa geli dan berdebar secara bersamaan. Namun setelah Ariel mengatakan hal tersebut ia melepaskan Angel. "Berangkatlah, kau sudah kesiangan."


"I_iya." Angel segera mengambil ransel yang tadi ia letakkan di meja makan lalu Angel bergegas keluar dari rumah. Angel masih belum mengerti kenapa dirinya seringkali gugup dan mati gaya saat berada dengan jarak yang sangat dekat dengan Ariel.


Setelah Angel sampai di halaman depan ia terkejut karena ada motor sport berawarna hitam.


"Ini motor siapa?" Tanya Angel lirih sambil memperhatikan motor yang ada di depannya yang masih terlihat baru.


"Itu adalah motor milikmu." Jawab Ariel yang kini tengah berdiri di pintu depan rumah Angel.


Angel segera menoleh pada Ariel. "Kau membelikannya untukku?" Tanya Angel tidak percaya.


"Iya pakailah."


"Tapi aku tidak bisa mengendarai motor Ariellll." Angel memang senang Ariel membelikannya motor uang terlihat sangat mahal ini tapi masalahnya ia tidak bisa mengendarai motor tersebut.


"Kau akan bisa mengendarainya saat kau telah menaikinya. Coba saja kalau tidak percaya."


Angel hanya bisa percaya pada apa yang di katakan Ariel, mungkin saja kejadiannya sama dengan saat ia latihan fisik kemarin.


"Baiklah akan ku coba." Dan benar saja saat Angel telah menaiki motor tersebut ia merasa seperti sudah sangat hapal dalam mengendarai sebuah motor.


"Kau benar Ariel, baiklah aku pergi dulu."


"Tunggu!" Cegah Ariel membuat Angel kembali menoleh pada pria itu. "Jangan lupa ikuti permainan Gwen, aku akan menunggumu di gudang itu."


Angel mengangguk. "Baiklah dan terimakasih motornya."

__ADS_1


Ariel tak menjawab, ia hanya melihat kepergian Angel yang perlahan mulai menjauh sampai tak terlihat lagi.


"Jangan pernah meragukan kekuatanku Angel."


__ADS_2