
Sebuah Lamborghini warna putih berhenti di depan halaman rumah Angel.
Tok
Tok
Tok
Angel segera bergegas untuk membuka pintu depan.
Krieett
"Hai." Sapa Michael dengan senyuman yang mampu meluluhkan hati banyak kaum wanita.
"Hai."
"Sudah siap Angel?" Tanya Michael sebelum mengajak Angel berangkat.
Angel mengangguk. "Sudah. Ayo lebih baik kita pergi sekarang."
"Baiklah ayo kita pergi sekarang. Oh iya ini untukmu." Michael mengeluarkan buket bunga dari balik punggungnya membuat Angel terkejut.
"Wow ini untukku? Ini sungguh cantik."
"Tentu, untuk gadis cantik sepertimu. Terimalah."
Angel menerima bunga pemberian dari Michael lalu mencium aromanya. "Sangat wangi, aku suka. Terimakasih Michael."
"Sama-sama cantik. Ayo kita berangkat."
"Tunggu, aku mau meletakkan bunga cantik ini dulu di dalam." Angel segera masuk kembali ke dalam rumah dan meletakkan bunga pemberian Michael di meja ruang tamu lalu Angel segera kembali keluar dan menutup pintu.
Michael membukakan pintu mobil untuk Angel, setelah Angel masuk Michael berputar dan segera ikut masuk ke dalam mobil.
Mobil yang di kendarai Michael berjalan dengan kecepatan sedang, Michael hanya takut Angel merasa tidak nyaman jika ia mengendarai mobil dengan kencang.
__ADS_1
"Angel, Angel, hei Angel." Panggil Michael sampai tiga kali karena Angel malah melamun saat berbincang dengan Michael tadi.
"Ah i_iya, kau memanggilku?" Angel menoleh menatap Michael.
Michael mengangguk. "Aku sudah memanggilmu sebanyak tiga kali namun kau sedang melamun."
Angel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, merasa tidak enak hati karena telah mengabaaikan Michael. "Maaf."
"Tidak apa-apa." Michael menoleh sekilas pada Angel lalu kembali fokus menatap jalanan. "Apa kau sedang ada masalah?"
Angel sedikit tersentak. "Tidak ada, mungkin aku hanya sedikit gugup karena aku memang sangat jarang pergi ke pesta."
Tanpa Angel duga Michael menggenggam tangan Angel. "Tenang saja, ada aku."
Angel segera menarik tangannya dari genggaman tangan Michael, Angel merasa tidak nyaman dan risih. Sangat berbeda ketika Ariel yang memegang tangannya.
"Ah maaf." Kata Michael kikuk.
"Iya. Tidak apa-apa." Angel kembali menatap suasana malam lewat kaca pintu mobil, setelah itu mereka tidak berbicara sama sekali sampai tiba di rumah Mia. Angel sibuk memikirkan tentang perasaan Ariel kepada dirinya, apakah ada rasa rindu di hati Ariel saat mereka saling mendiami seperti kemarin? Lalu bagaimana perasaan Ariel tadi saat tahu Angel pergi bersama pria lain? Ahh Angel sungguh kesal dengan Ariel.
"Sudah sampai." Ucap Michael membuat Angel tersadar dari lamunannya.
Angel dan Michael menghampiri Mia yang berada ditengah ruangan dengan pakaian glamournya sehingga akan mudah di ketahui siapa tuan rumahnya, dan Mia juga berdiri di dekat kue ulang tahunya yang cukup besar.
"Selamat ulang tahun Mia." Angel memeluk Mia lalu menyerahkan kado yang ia bawa dari rumah.
"Kau Angel? Wahh kau semakin sangat cantik dengan topengmu itu. Ah iya terimakasih kadonya." Ucap Mia yang kembali bergelayut manja di lengan seorang pria yang mungkin adalah kekasih Mia, entahlah Angel memang tidak tahu.
"Selamat ulang tahun Mia." Michael menjabat tangan Mia dan kekasih Mia bergantian.
"Terimakasih Michael." Jawab Mia sambil tersenyum.
Mia mendekatkan bibirnya di telinga Angel lalu membisikkan sesuatu. "Kau hebat Angel mampu membuat Michael mengajakmu menjadi pasangannya. Biasanya Michael akan datang sendiri ke acara seperti ini walaupun temanya harus berpasangan."
"Kau bisa saja." Bisik Angel kepada Mia.
__ADS_1
"Hei aku berkata yang sebenarnya, jika tidak memakai topeng kau pasti akan di benci oleh banyak para gadis karena bisa dekat dengan Michael."
Angel menepuk bahu Mia. "Huusst sudah jangan membahas hal itu, aku pergi mencari minum dulu."
"Baiklah, minum dan makanlah sampai puas dan jangan lupa nanti akan di adakan lomba dansa dengan aku sendiri yang akan menjadi jurinya." Mia mengingatkan kepada Angel dan Michael.
"Ok, kami mengerti Mia. Kami. Akan berkeliling dulu." Michael lalu mengajak Angel pergi karena sudah ada beberapa tamu yang menunggu untuk memberi ucapan selamat kepada Mia.
"Kau ingin minum apa?" Tanya Michael penuh perhatian kepada Angel.
"Jus saja." Jawab Angel sambil meneliti berbagai minuman yang telah tersaji di meja, namun banyak juga para pelayan yang hilir mudik dengan minuman di atas nampan yang di bawa oleh mereka.
Michael mengambil segelas jus dan red velvet cake untuk Angel. "Ini untukmu, rasanya sungguh lezat. Aku sudah mencicipinya."
Angel menerimanya dan segera memakannya, Michael benar rasanya memang sangat lezat. "Ini lezat."
Tanpa Angel sadari di sudut ruangan dengan keadaan cahaya yang minim ada sesosok pria yang menatap tajaam ke arah Angel dan Michael. Pria tersebut mengepalkan tangannya dengan erat setiap melihat Michael yang berupaya untuk mencari perhatian dari Angel.
Terdengar suara pembawa acara memberitahu jika acara potong kue segera di mulai dan akan di lanjutkan dengan acara dansa bersama pasangan masing-masing, setelanya acara menikmati pesta dan yang terahir lomba dansa yang akan di nilai sendiri oleh Mia. Pemenang dari lomba dansa tersebut akan mendapatkan hadiah dua tiket liburan ke kota C.
Angel dan Michael ikut mendekat melihat Mia yang akan memotong kue ulang tahunya di temani orangbtua Mia dan kekasih Mia. Semua orang menyanyikan lagu selamat ulang tahun sampai Mia meniup lilinnya lalu memotong kuenya.
Sebelum acara dansa bersama pasangan di mulai Angel pamit kepada Michael untuk pergi ke toilet sebentar.
"Michael aku akan pergi ke toilet sebentar."
"Akan aku temani." Tawar Michael yang segera ditolak secara halus oleh Angel.
"Tidak perlu, kau lanjutkan saja berbincang dengan Steven. Aku akan pergi sendiri." Angel menolak karena mereka memang sedang berbincang dengan Steven, teman sekelas mereka. Sedangkan gadis yang ada di samping Steven menatap sinis pada Angel karena Angel bisa pergi ke pesta bersama Michael.
Angel buru-buru ke toilet setelah bertanya terlebih dahulu kepada seorang pelayan. Sebelum sampai di toilet bahu Angel menabrak bahu seorang pria bertopeng hitam yang berjalan berlawanan arah dengannya.
Angel menunduk lalu meminta maaf kepada pria bertopeng hitam tersebut. "Maaf." Kata Angel yang hanya di balas anggukan oleh pria tersebut sebelum pria itu berjalan pergi meninggalkan Angel.
"Aroma ini." Angel terpaku dan menatap punggung pria bertopeng hitam yang perlahan mulai jauh dan menghilang setelah pria itu berbelok arah.
__ADS_1
Ini aroma yang sangat Angel sukai akhir-akhir ini, aroma citrus yang membuatnya nyaman. Angel sangat yakin pria bertopeng hitam yang baru saja bertabrakan dengannya adalah dia. Angel tidak akan salah karena Angel sangat mengenal postur tubuh dan aroma tubuh pria itu.
Namun kenapa pria itu ada di sini?