
Berlatar di sebuah sekolah menengah atas, Zhejiang Tianjin. SMA ini terletak di kota shandong bagian utara dan termasuk salah satu SMA favorit dan berkelas di kota tersebut. Semua muridnya berasal dari kasta teratas,orang terpandang, juga banyak uang.Tapi tidak dengan Lu Jia Fei atau kerap di panggil Fei Fei ini, ia bukan anak seorang bangsawan atau miliarder, tapi bagaimana bisa ia sekolah di tempat elite seperti itu?
Tepatnya 3 tahun lalu, saat sekolah ini membuka pendaftaran jalur beasiswa. Lu Jia Fei mendaftar dengan jalur prestasi, usahannya belajar dengan giat membuahkan hasil juga. Akhirnya ia bisa masuk ke sekolah ini dengan tujuan mengenyam pendidikan yang berkualitas agar tidak mengecewakan sang nenek di masa depan. Sekarang ia sudah berada di semester akhir menjelang ujian Nasional. Di dunia ini dia hanya memiliki satu orang anggota kelurga, yaitu neneknya.Yang merawat nya sejak dini hingga remaja seperti sekarang. Lalu kemana orangtuanya?apakah mereka tidak peduli dengan kehidupan anak nya?
Orang tua Lu Jia Fei sudah tiada 10 tahun lalu. Dimana saat itu kampung halamannya di terpa bencana alam yang terpaksa merenggut nyawa kedua orangtuanya, entah keberuntungan apa yang ia miliki hingga bisa selamat waktu itu. Dengan maksud melupakan masa lalu nya yang amat kelam, neneknya memboyong dirinya pindah ke kota seberang yaitu kota Shandong. Sikapnya yang pendiam, tertutup dan kutu buku juga kurang bergaul membuatnya tidak memiliki teman akrab. Penampilan nya yang terbilang cupu yaitu dengan memakai kacamata bulat dan rambut dikepang dua selalu membuat dirinya di pandang sebelah mata oleh teman seperguruan nya. Dalam fikiran nya penampilan itu tidaklah penting, yang terpenting baginya sekarang adalah belajar dengan giat dan mencari uang tambahan untuk menyambung hidupnya dengan neneknya yang sudah tua dan sakit-sakitan.
Trinnnngggggg........
Bel istirahat berbunyi, guru pembimbing sudah beranjak dari kursinya. Semua murid kelas 12 A juga sudah berhamburan keluar, tinggal beberapa murid yang tersisa didalam kelas termasuk Fei Fei, tak sedikit pun ia merubah posisi duduknya sedari tadi. Seperti kebiasaan nya setiap hari, saat semua siswa pergi ke kantin dirinya hanya duduk dan membaca buku atau mengerjakan tugas. Bukan ia tak memiliki uang saku, tetapi ia lebih memilih menabung uangnya dari pada membeli jajan di kantin sebab neneknya sering mendadak kambuh, jadi celengan nya terpaksa ia pecahkan untuk membeli obat. Miris bukan?
"Guyss gw punya ini" ucap salah satu siswi di kelas 12 A. Siswi itu memamerkan kontak mobil kepada dua teman lainnya yang duduk bersandingan.
"Wahhh mobil baru nihh. Banyak duit juga bokap lo?"
"Iya dong, bokap gw gitu loh. Ini hadiah ultah dari bokap gw. Mobil Alphard keluaran terbaru loh" sengaja suaranya di keras-keraskan untuk meyindir Fei Fei.
"Mobil baru berarti ada traktiran dong. Masa iya mobil baru gak di rayain. Ya nggak?" ucap siswi lainnya seraya berkedip ke siswi satunya.
__ADS_1
"Pasti! kalian boleh makan apa aja sesuka kalian. Ntar gw yang bayar gimana?"
"Enak banget sih jadi lo"
"Iyalah, mobil mahal aja gw sanggup beli. Masa cuma jajan murahan gitu gw gak sanggup bayar" dengan sombongnya siswi itu berucap sambil melirik Fei Fei sinis dengan ekor matanya.
"Yaudah yuk" 3 tukang riya pun pergi keluar. Sekarang tinggal Fei Fei seorang diri. Ia sudah terbiasa mendengar sindiran macam tu. Kupingnya sudah setebal kulit badak,maka ia tidak mudah terpancing dengan perkataan seperti itu. Ketika teman-teman nya memamerkan barang mahal di hadapan nya Fei Fei beranggapan "Buat apa sombong kalau uang nya dari hasil keringet orang tua.Apalagi orang-tua nya dari korupsi uang rakyat. Cuma nyombongin dosa kok bangga" itulah semboyan yang selalu ia pijak selama ini.
Beberapa saat kemudian, Trio macan dari kelas sebelah masuk kedalam kelas 12A menghampiri Fei Fei yang duduk dengan tenang. Gangster yang paling di takuti di sekolah,mereka bertiga selalu mengusik hidup Fei Fei kapan pun mereka mau. Apalagi Fei Fei yang cenderung pendiam dan tak mau melawan semakin membuat mereka merajalela. Bukannya ia takut atau apa, tapi rasanya percuma melawan mereka yang ada malah dirinya yang tersangkut masalah. Ia paling malas jika berurusan dengan yang namanya orang kaya. Pasti ribet bin rumit.
Brakkkkkkk.....
"Kerjain semua tugas gw. Besok harus selesai!" ucapnya dengan nada mengancam.
"Yuk guys cabut" mereka bertiga menampakkan seringai jahat bersamaan.
"Gw sibuk, gak bisa" sahut Fei Fei apa adanya. Mereka yang baru melangkah langsung terhenti dan berbalik lagi ke hadapan Fei Fei.
__ADS_1
"Ohhh,udah berani lo nantangin kita"
"Bukan itu maksud gw. Emang gw lagi sibuk sekarang" baru ini kali pertama nya ia menolak suruhan trio macan itu, Ia sudah memikirkan pasti LiLi akan marah. Fei Fei sudah bersiap akan hal itu, mungkin mereka hanya akan membully nya,tidak lebih.
"Kalian berdua,bawa dia!" seru Lili kepada kedua anggota gangster di belakangnya. Mereka berdua pun dengan cepat menarik tangan Fei Fei dan membawanya menyusuri koridor yang sepi. Ntah mau di apakan sama mereka.
"Lepasin gw. Kalian bener kejam, gak punya hati!" umpat Fei Fei di saat mereka menarik paksa dirinya. Dalam hatinya ia berdoa agar mereka tidak berbuat sesuatu yang nekat.
Langkah mereka semua terhenti di depan pintu suatu ruangan. Fei Fei terus memberontak mencoba melepaskan tangannya dari kedua bodyguard Lili yang sama setannya. Tapi tenaganya kalah jika dibandingkan dengan mereka berdua. Lili pun membuka pintu ruangan yang bertuliskan gudang itu.
"Lempar dia!" Serentak kedua bodyguard nya membawa Fei Fei masuk dan menghempaskanya kelantai. Fei Fei pun tersungkur kelantai penuh debu itu.
" Inilah akibatnya kalo lo berani nantangin gw. Jaga diri lo baik-baik,bay"mereka pun menutup rapat pintu itu dan menguncinya. Fei Fei segera bangkit namun ia kalah cepat dengan mereka, pintu sudah terkunci rapat.
Brak..brak.....brak
"Bukain, tolong siapapun diluar tolong buka pintunya!" ia terus berteriak sambil menggebrak daun pintu. Berharap ada seorang malaikat yang menolongnya dari sini.
__ADS_1
Adakah yang mau visual Fei Fei?jika ada silahkan komen di bawah. Nanti bakalan otor post di chapter berikutnya.
Salken semuanya dari cerita terbaru otor. Semoga betah menjadi pembaca setia otor di sini. Terimakasih se samudra Atlantik buat yang udah mampir. Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote di bawah👇👇SACHIANG Dajia👋