
" Nyonya kau pergi kemana sebenarnya, apa kau baik-baik saja. A Xiang sangat takut. Jika tuan tau dia pasti akan memukulku sampai mati" curahan hati A Xiang yang sedari tadi mondar-mandir karena gelisah akan kepergian Fei Fei. Beruntung orang se Mansion ini hanya ia yang tau, jika tidak, mungkin dia sudah di kuliti hidup-hidup karena dianggap teledor. Padahal Fei Fei lah yang bersalah.
" Semoga saja rubah gila itu tidak melihatku! " Fei Fei berjalan mengendap-endap seperti pencuri agar tak menjadi perhatian orang-orang yang melintas.
" Nyonya! akhirnya kau kembali" teriak A Xiang kegirangan, ia lantas menghampiri Fei Fei.
" A Xiang sangat mengkhawatirkan mu nyonya"
" A Xiang sstttttt!!" Fei Fei langsung membekap mulut A Xiang yang tak terkontrol bising nya. Bisa-bisa satu Mansion tahu jika dirinya habis melarikan diri namun kembali lagi.Apa kata mereka nanti? terutama rubah gila itu.
" Mengapa kau tidak pergi dari sini.Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk pergi?"
" A Xiang tidak bisa meninggalkan nyonya sendiri di sini. A Xiang yakin nyonya pasti akan kembali lagi kemari"ucapnya seraya menyunggingkan senyum.
" Bahkan kau sudah tau jika aku pasti akan kembali lagi ke sarang rubah gila ini, betapa bodohnya aku" gumam Fei Fei seperti berkumur-kumur.
" Nyonya apa kau baik-baik saja? apakah ada yang terluka? " seraya mengecek seluruh sudut tubuh Fei Fei.
" Tidak, aku tidak kenapa-napa.Eh A Xiang, apakah ada orang yang tahu kalau aku pergi diam-diam? "
" Tidak"
" Baguslah, aku berarti masih aman. Ayo kita pulang, aku sudah kelaparan seharian ini" akhirnya ia bisa menghembuskan nafas lega juga.
" Baik" mereka berdua pun berjalan beriringan menuju Qiu Paviliun yang menjadi kamarnya sekaligus tempat tinggalnya di Mansion ini. Tidak hanya Qiu Paviliun, tapi masih banyak paviliun-paviliun lain yang ada di dalam Mansion ini.
" Berhenti!! " Fei Fei dan A Xiang tiba-tiba berhenti. Satu lontaran kata itu mampu membuat keduanya menegang dan gemetar. Mereka pun secara serempak berbalik kebelakang.
" Tuan" A Xiang membungkuk hormat kemudian ia menarik ujung baju Fei Fei sebagai kode bahwa dia juga harus melakukan hal yang sama. Fei Fei yang mengerti lantas membungkuk hormat juga. Mereka gemetar dan ketakutan kala Zhao Zishu berjalan mendekat kerah mereka. Sampai-sampai kedua gadis itu meremas jemari masing-masing yang berkeringat. Sudah dipastikan jika ada Zishu pasti ada masalah yang akan menimpa mereka. Apalagi jika melihat wajahnya yang tak menampakkan ekspresi apapun, hanya ada raut dingin bak glasier dan arogan di sana.
" Darimana saja kau, kenapa kembali lagi? " masih dengan raut wajah arogan dan tatapan elangnya.
" Mem—memangnya apa urusan mu? Apa aku harus melaporkan kepada mu kemana aku pergi dan apa saja yang ku lakukan sepanjang hari? " sebenarnya ia juga gemetar tapi juga terlanjur jengkel.
" Tidak, kau tidak harus melaporkan nya. Tapi kau harus membayar untuk itu!!" Zishu maju beberapa langkah dan menatap Fei Fei dengan mata halilintarnya.Fei Fei sampai tak berani mendongakkan kepala,ia terus meremas jemarinya yang basah.Ketakutan semakin jelas terpampang didepan wajahnya.Akankah ia masih hidup setelah hari ini?
__ADS_1
"Perajurit!!"
"Siap tuan!"
" Suruh dia berlutut di sana dan hadiahkan kepadanya 100x cambukan!! "ucapnya dengan tegas dan penuh penekanan. Fei Fei yang semula gemetar kini berubah menjadi emosi.
" Itu tidak sebanding dengan penderitaan yang ku alami" suara batinnya.
" Tuan jangan hukum nyonya, nyonya tidak bersalah. A Xiang lah yang salah. A Xiang yang seharusnya di hukum tuan" A Xiang berlutut sambil terisak di hadapan Zhao Zishu. Tapi dia tidak menghiraukan nya.
" A Xiang sudahlah jangan menangis,ayo berdiri" Fei Fei membantu A Xiang untuk berdiri lagi.
" Oke,kalau itu mau mu! " ia mendekatkan kepalanya ke pundak Zishu, lalu membisikkan sesuatu.
" Aku pastikan, suatu saat nanti kau akan berlutut di hadapan ku, memohon agar aku mau kembali ke neraka ini. Akan ku pastikan itu terjadi!! " Fei Fei berjalan ke tengah halaman Mansion dan berlutut tepat di sana.
" Aku akan menunggu itu terjadi! "kemudian Zishu beranjak pergi meninggalkan sekumpulan kecil yang ada di sana.
" Nyonya kau tidak boleh seperti ini. Biarkan—biarkan A Xiang yang menerima hukumannya. Nyonya A Xiang mohon" A Xiang semakin terisak di hadapan Fei Fei, air matanya terus mengalir hingga menganak sungai. Dia benar-benar tidak tega melihat Fei Fei di perlakuan seperti itu.
" Gadis bodoh, sudahlah jangan menangis. Cepat masuk kedalam, sebentar lagi akan turun hujan"diiringi senyum palsu.
Itu adalah suara petir yang sangat memekakkan telinga dari balik pekatnya mendung. Rintikan air mulai menetes sedikit demi sedikit. Prajurit suruhan Zishu sudah berdiri di belakang Fei Fei dengan membawa sebuah cambuk. Semakin lama rintikan itu berubah menjadi guyuran air dan sudah pasti mereka kuyup di buatnya.
1 2 3 Cetarrrrr........
" Emmmpphhh "untuk pertamakalinya cambuk itu mendarat kan sebuah goresan di punggung Fei Fei. Hingga baju yang ia pakai berlapis-lapis itu robek dan mengalirkan darah segar dari dalamnya. Sungguh gadis yang malang!.
" Apakah itu menyakitkan, nyonya?"tanya A Xiang dengan Iringan isak bercampur gemuruh air hujan. Fei Fei pun menggeleng pelan masih dengan senyum di bibirnya.
"Aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini,hanya 100 pukulan tidak akan membuatku mati. Pergilah,natau kau akan sakit nanti. Jika kau sakit maka siapa yang akan membawakan makanan untukku"A Xiang yang mendengarnya terkekeh sambil menangis.
"Tidak mau, A Xiang akan bersama nyonya disini"
Lagi-lagi, cambukkan itu datang membawa pilu. Dan pergi meninggalkan luka. Terus terulang sampai tak terhitung lagi jumlah luka yang tersemat di punggungnya. Di tambah guyuran hujan yang kian menderas menyerupai lautan semakin membuat siksaan itu terasa begitu lengkap. Dan Zishu,bia hanya menonton pemandangan itu dari kejauhan.Sebenarnya,hati kecilnya mengasihani penderitaan gadis cantik yang baru ia peristri kemarin.bNamun api dendam lebih besar dari rasa kemanusiaannya. Tak tega tapi juga merasa puas, itulah perasaannya saat ini.
__ADS_1
" Tuan, apakah itu tidak berlebihan? " Xioyi menyadarkan Zishu dari khusyuknya melamun.
" Apakah aku begitu jahat kepadanya? "
" Tuan memang benar telah menghukumnya,tapi hukuman itu terlalu berat untuk seorang gadis seperti dia"
" Biarlah, semakin besar kebenciannya terhadap ku maka aku akan bersyukur atas itu. Di saat ayahnya berencana membunuh ayah ku,apa mereka berfikir bagaimana perasaan ku?tidakkan. Jadi aku ingin melakukan hal yang sama dengannya! "
Malam telah menggantikan senja. Hujan deras tadi juga sudah reda dengan sendirinya.Menyisihkan Fei Fei yang terbaring di ranjangnya dengan punggung penuh luka.
" A Xiang cepat ambilkan obatnya,aku sudah tidak tahan lagi" perintahnya sambil meringis kesakitan.
" Baik nyonya" A Xiang berjalan terburu-buru untuk mengambil permintaan Fei Fei.
" Tuan" ia secara tak sengaja berpapasan dengan Zishu di depan pintu Qiu Paviliun, ntah apalagi yang diinginkan pria ini apa dia belum puas menyiksa isterinya sendiri?
" Oleskan obat ini di lukanya, jangan biarkan dia keluar kamar selama lukanya belum pulih. Juga nyalakan dupa penenang ini, jangan bilang apa-apa padanya!"
" Baik tuan" A Xiang menunduk hormat kemudian kembali masuk kedalam Paviliun.
" Dasar rubah gila ini, bisanya hanya menyiksa orang. Lihat saja kalau aku bertemu dengannya di dunia nyata, akan ku kuliti dia hidup-hidup! " dumelnya sendiri.
" A Xiang, mana obatnya. Kenapa lama sekali? "
"Iya nyonya sebentar, nah obatnya"
"Yasudah cepat obati luka ku! "
"Iya iya baiklah" A Xiang dengan telaten menaburi obat itu di setiap goresan luka.
"Aww sakit tau. Pelan-pelan bisa gak sih! "
Two years later......
"Sudah selesai. Sekarang istirahatlah nyonya, agar lukamu cepat pulih"A Xiang tidak sadar jika Fei Fei sudah tertidur sejak tadi.
__ADS_1
" Ternyata sudah tertidur pulas. Malang sekali nasib mu nona. Tangan halus dan tubuh indah yang kau rawat sekarang punuh dengan luka dan darah "
Tanamkan kebiasaan baik setelah membaca karya-karya di platform ini untuk TAP tombol 👍 dibawah, boleh tombol ❤ sama tombol 🗳️ nya sekalian 👌 HAPPY DAY ALL.....