
Malam telah menjelma menjadi fajar, menggantikan posisi bulan yang berkuasa saat petang menjelang. Sesuai agenda yang sudah otor buat dari zaman Zahiliah, di sini kita akan membahas tentang kerumitan hidup Fei Fei yang gak ada abisnya.
"Kalo abis berarti tamat dong"
Eitss ya jangan dulu lah, otor aja belum nerima cuan kok mau tamat-tamat aja. Dari pada kebanyakan bacot mending kila langsung aja ye kan, yuk lah gasss.......
Seperti yang tertera dengan jelas tulisan bercetak tebal di bagian paling atas itu, berarti kita akan mengubah latar dari pembahasan kita kali ini, yaitu di istana Kekaisaran. Siapa yang belum pernah ke istana kerajaan ala-ala abad pertengahan?
Ahhh kalian kuper, otor aja pernah. Iya pernah, pernah liat di drama-drama maksudnya. Hihihihi 😅
"Haduh ribet banget sih ni baju, ini juga! ngapasih harus pake beginian segala. Ribet, berat pula! " celotehnya sejak tadi berangkat dari mansion hingga tiba di halaman istana Kekaisaran, tak henti-hentinya Fei Fei mengeluh tentang busana dan seluruh pernak-pernik yang ia kenakan.
Mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala tak ada yang terlewat dari rometannya. Yang berat lah, yang ribet lah, yang ruwet lah semua kata-kata itu ia gunakan untuk mendefinisikan kekesalannya pada benda-benda itu. Beruntung ia berjalan tiga meter di belakang Zishu jadi sebanyak apapun ia mengoceh Zishu tak dapat mendengarnya, jika tidak mungkin tatapan silet sudah menggores lehernya sedari tadi.
"Lu Jia Fei, ketika kita sudah menginjakkan kaki di dalam aula ingat untuk melakukan seluruh yang tertulis di dalam buku itu, tanpa terkecuali, paham! " seru Zishu ketika mereka mulai menginjakkan kaki di puluhan anak tangga menuju istana utama, tempat berlangsungnya pesta perayaan ultah ratu kerajaan.
"Hmmm" sahut Fei Fei dengan wajah lesunya.
"Apa? " bingungnya ketika Zishu yang berada 5 langkah di depannya menatapnya terus dengan tatapan tak terdefinisi. Setelah Fei Fei bertanya barulah ia menduding kearah samping dengan matanya sebagai kode.
"Ohh" segera Fei Fei berjalan lima langkah kedepan dan berhenti tepat di sebelah Zishu, lalu mereka berdua melanjutkan perjalanan secara berdampingan. Dua pelayan kepercayaan Zishu dan Fei Fei saling melempar pandangan sambil mengulum senyum melihat aksi majikannya yang lebih memilih menggunakan kode daripada mengucapkan sepatah kata.
__ADS_1
Dari dalam istana utama yang sudah dipenuhi beranekaragam bangsawan dari berbagai kalangan,munculah sepasang insan dari ambang pintu megah dan wahh itu secara berangsur, mulai dari ujung kepala terus bertambah sesuai dengan berkurangnya anak tangga yang di pijak sepasang manusia itu.
"Wahhh, berasa ada di negeri dongeng. Ck, sayangnya realita tak semanis ekspektasi" kagum Fei Fei yang memandang seluruh sudut aula dengan perasaan takjub bukan main kemudian berdecak sambil menggelengkan kepala pelan. Pasalnya ia tak pernah membayangkan akan melihat langsung dengan matanya sendiri sebuah istana yang megah dan mewah seperti ini.
"Kenapa? "
"Ahh, tidak ada! " lalu mereka berdua kembali fokus berjalan memasuki aula, berjalan di atas hamparan karpet merah dan membelah keramaian dengan pancaran pesona yang tak biasa dari keduanya. Sontak, seluruh tamu yang awalnya tenggelam dalam cengkrama masing-masing kini pandangan mereka tertuju pada sepasang pengantin baru itu.
Ibarat bintang, pesona mereka seperti bintang Sirius dan Canopus yang cahayanya digabungkan menjadi satu, sungguh terang benderang. Tak mau kalah dengan tamu lainnya, hari ini Zishu tak mengenakan busana sembarangan, ia mengenakan jubah kebanggan nya selaku pemimpin dari seluruh dewa di muka bumi. Walaupun ia tetap pantas saat menggunakan pakaian apapun karena parasnya, di tambah busana ini pesonanya justru terpancar sejelas mungkin, tegas dan berwibawa.
"Apa kabar ketua Zhao? aku ucapkan selamat atas pernikahan kalian, sebelumnya aku minta maaf karena tidak hadir di ritual pernikahan mu, ada tugas mendesak yang harus aku urus waktu itu" ujar dewa Surya diawali dengan membungkuk hormat pada Zishu.
"Tidak apa dewa Surya, bagaimanapun tugas adalah lebih penting, benar kan? "
"Ketua Zhao benar, apakah ini istri yang baru kau nikahi? wahh, ternyata Lu Taichong memiliki putri yang cantik menyaingi paras para dewi" mendengar pujian dari pria berumur banyak dihadapannya ini membuat Zishu melemparkan senyum yang dipaksakan dan Fei Fei, ia tersipu dengan pujian itu.
"Trimakasi atas pujiannya dewa Surya, tapi bila di bandingkan istrimu aku bukanlah apa-apa" ucap Fei Fei dengan menggunakan seluruh performanya agar tak membuat malu dirinya sendiri, awalannya ia merasa insecure pada dirinya sendiri tapi lama kelamaan akhirnya ia juga ikut terbuai akan suasana di sana.
"Dasar wanita ini! ternyata pintar menjilat juga dia" prasangka Zishu dalam hatinya.
"Anda terlalu memuji nona, tapi bila disuruh memilih diantara kalian aku akan lebih memilih dirimu nyonya, sebab dia terlalu cerewet" ujar dewa Surya dan langsung mendapat tatapan nyalang dari wanita di sebelahnya. Fei Fei malah terkekeh melihat sepasang suami-istri itu.
"Aku hanya bercanda istriku. Oh ya, kenalkan ini istriku, dia adalah dewi tercantik di alam semesta"
"Dewi bunga, Lin Meng" diiringi dengan membungkuk hormat pada Fei Fei.
__ADS_1
"Lu Jia Fei, senang bertemu denganmu" balasnya dengan ramah. Zishu mulai merasa jengah dengan sandiwara yang dimainkan Fei Fei, rasanya kaki ini ingin melangkah pergi sejauh mungkin dari sini tapi tidak bisa karena citra dan kedudukannya lah yang sedang dinaikkan.
"Apakah kalian..... "
"Sebentar lagi acara akan dimulai, kalau begitu dewa Surya, dewi bunga kami permisi dulu" pungkas Zishu memotong kalimat Fei Fei kemudian berlalu pergi, mau tidak mau Fei Fei harus mengikutinya sebagai seorang istri.
" Sandiwara mu terlalu berlebihan! " cetus Zishu sembari meneguk secangkir minuman.
"Lalu aku harus bagaimana tuan Zhao? " sahut Fei Fei dengan nada kesal.
"sepertinya di matamu semua yang kulakukan adalah kesalahan! " gumamnya jengkel.
"Ehh, A Xiang, apa kau mengenal mereka semua? " bisiknya pada A Xiang selaku pengawal yang berdiri di belakangnya.
"Tidak nyonya, kebanyakan dari mereka adalah bangsawan dari klan dewa dan sisanya mungkin adalah sahabat dan kerabat kaisar"
"Ouh"
"Tapi yang A Xiang tidak bisa mengerti kenapa dari tadi A Xiang tidak melihat adanya tuan Lu di sini, apa beliau tak datang? "
"Ayah maksud mu? "
"Benar, atau mungkin..... "
"**Kaisar dan Ratu memasuki aula istana"
drung... drudung... drudung.... drudung**..
__ADS_1
Suara keras dari salah seorang penjaga pintu bagai sebuah tabuhan dari genderang perang yang teramat keras dan menggema ke seluruh penjuru ruangan membuat semua orang serentak berlutut sambil membungkuk sebagai penghormatan pada pemimpin tertinggi di negara ini, tak terkecuali Zishu dan Fei Fei.