Scarlt Blood Love

Scarlt Blood Love
Chapter 14.Naga Terbang


__ADS_3

" Kak, apa orang yang membunuh paman sudah terungkap? " tanya Wu Bai Qi kepada Zishu, mereka berdua tengah berjalan-jalan di dalam mansion.


" Belum , tapi bukti sudah jelas bahwa Lu Taichong lah dalang dibalik semua ini! " sahut Zishu dengan ekspresi seperti biasa lah.


" Jika Lu Taichong pembunuhnya, lalu apa motif dan tujuannya melakukan itu? "


" Aku juga tidak tau. Seingat ku ayah dan dia berteman baik sejak dulu, tapi mengapa dia tega menghabisi ayah ku tanpa sebab yang jelas. Ah entahlah, aku juga masih menyelidiki kasus ini" jawab Zishu jujur ke Wu Bai Qi yang mencoba mencerna kata-kata kakak seperguruannya itu.


" Oh ya, kalau aku tidak salah dengar kau sudah menikah dengan putri klan iblis. Apa kau masih waras kak? " diiringi senyum meledek.


" Mau bagaimana lagi , aku tidak bisa menolak titah dari kaisar" ucapan itu malah membuat senyum di bibir Wu Bai Qi semakin melebar.


" Kalau begitu, aku turut berbahagia atas pernikahan mu kak, semoga kalian menjadi pasangan yang harmonis. Selamat, selamat.."


" Apa kau sudah bosan hidup hah? " dengan nada sedikit mengancam.


" Aku tidak berani, tidak berani" masih dengan tertawa cengir tapi kali ini diiringi lambaian kedua tangannya.


" Kalau begitu tutup mulut mu rapat-rapat!! " Bai Qi mengangguk keras dengan mulut yang mengatup rapat.


" Nyonya, bagaimana jika tuan sudah kembali dan mengetahui nyonya tidak ada di Mansion? " ucap A Xiang sedikit takut, ditambah lagi peristiwa kemarin kembali terlintas di otaknya.


" Kau tenang saja, jika langit masih berpihak pada kita , kita akan selamat hari ini" balasnya asal.


" Tapi nyonya..,.."


" Tapi apalag—giii.."


" Yooo, ini pasti kakak ipar, ya kan? " seraya tersenyum sambil mengamati penampilan Fei Fei. Mereka tak sengaja berpapasan saat Fei Fei hendak menuju ke paviliun Qiu.


" Yang mulia" serempak kedua gadis itu membungkuk hormat.


" Ini?? " bertanya tentang Bai Qi dengan sorot mata yang mengarah kepada sang pemilik nama yang belum memperkenalkan diri.


" Wu Bai Qi, dari perbatasan Orion" ucapnya memperkenalkan diri kepada kakak iparnya. Zishu hanya diam seperti balok es yang berdiri tegak.


" Jenderal Wu?? " imbuh A Xiang.


" Iya benar"


" Eh kak, kenapa kau tidak bilang jika kakak ipar secantik ini? " sembari menyenggol lengan zishu. Dikatai seperti itu Fei Fei malah merasa canggung.


" Lu Jia Fei, panggil saja Fei Fei"


" Kak Fei Fei,kedengarannya sangat akrab"Mata Zishu kini terfokus pada robekan di baju Fei Fei paling bawah, tidak begitu mencolok tapi jika diamati dengan teliti pasti terlihat.


" Kalian dari mana?" akhirnya si balok es buka mulut juga.


" Kami....kami dari pasar yang mulia"


" Hampir saja! " batinnya sedikit lega.


" Jenderal, hari sudah hampir senja. " ucap pria yang baru saja datang ntah dari arah mana. Dia adalah pengawal kepercayaan Bai Qi, alias pengikutnya kemanapun ia pergi.


" Ya aku tahu" pandangan mata Fei Fei tertuju kepada bawahan Bai Qi yang menurutnya sedikit aneh. Setelah mengamati beberapa saat, ia langsung paham,memang ada sesuatu yang aneh dari pria itu.


" Kau sudah akan pergi? " tanya Zishu.


" Iya, aku harus pulang kerumah. Akhir-akhir ini ibu sering sakit, dia selalu mencemaskan ku. Itulah mengapa ku paksakan untuk kembali ke ibukota" curhatnya.


" Yasudah, cepatlah kembali. Jika ada waktu luang, berkunjung lah kemari"


" Pasti, lain kali aku akan bermalam di sini. Bolehkan kakak ipar? "


" Boleh, tentu saja boleh. Mengapa tidak, kami sangat senang kau berada di sini" senyum manis mengiringi untaian kata yang terlontar dari bibirnya.


" Kalau begitu aku pergi dulu, selamat tinggal kakak, kakak ipar" ucapnya yang terakhir kali sebelum dia dan pengawalnya menghilang di bawa angin.


" A Xiang, ayo! "A Xiang membungkuk hormat kepada Zishu dan mengekori langkah Fei Fei.


" Tunggu! "Kedua wanita itu menghentikan langkahnya.


" Ku tanya sekali lagi, kalau sampai kalian berani berbohong maka aku tidak akan segan. Dari mana kalian sebenarnya? " lemah namun penuh penekanan. Fei Fei lantas berbalik badan, menghadap Zishu.


" Kami tidak berbohong yang mulia, iya kan A Xiang? "ia berusaha tenang walau hatinya sedang riuh,ricuh dan ribut.


" Benar yang mulia" imbuh A Xiang.

__ADS_1


" Lihatlah, kami membawa barang belanjaan sebagai bukti, jadi kami tidak berbohong yang mulia. Jika yang mulia masih tidak percaya, yang mulia boleh bertanya pada Xio Yi, dia tahu jika kami pergi kepasar"


" Pergilah, kalian ku lepaskan untuk hari ini. Tapi jika kalian berbohong seperti kemarin, maka hukumannya berlipat ganda! "mendengar itu Fei Fei menelan salivany susah payah.


" Kami permisi dulu yang mulia" ucap Fei Fei kemudian melangkah pergi, sebelum rubah gila itu menunjukkan wujud sejatinya yang amat mengerikan.


" Ck, dasar rubah gila. Taunya hanya menghukum orang sampai mati, memangnya nyawa manusia ada 9 apa, seenaknya saja! " umpannya disela berjalan.


" Sepertinya ada yang aneh dengan wanita ini, apakah mungkin dia sengaja dikirim kemari untuk memata-matai pergerakan ku?. Sebaiknya aku harus waspada. Takkan ku biarkan rencana mu berhasil untuk yang kedua kalinya!" gumamnya dalam hati.


Sesampainya di lahan kekuasaannya, Fei Fei langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Menatap langit-langit kamar dengan fikiran yang campur aduk tak karuan. Semakin lama jalan hidupnya semakin rumit. Bagaimana dengan hari esok, minggu esok, bulan esok atau tahun esok, apakah dia masih di sini. Ah entah lah, memikirkannya saja sudah membuat headache nya kumat.


" A Xiang, apa menurut mu pria yang bersama Wu Bai Qi tadi terlihat aneh?"


" Tidak nyonya, memangnya ada apa dengannya? " Fei Fei tampak berfikir keras akan hal itu.


" Tidak, tidak ada apa-apa. Mungkin hanya mataku yang salah melihat" ucapnya sambil menyudahi berfikir tentang pria yang menurutnya aneh itu.


Keesokan harinya..........


" Akhirnya kau datang juga, sudah jengah aku menunggu mu sejak tadi" ucap Xin Yan yang sudah ada di tepi sungai keluapan,menunggu kehadiran Fei Fei.


" Maaf sudah membuatmu menunggu lama" dengan nafas tersengal-sengal.


" Tidak apa-apa. Ehh, memangnya Zishu tidak melarangmu berkeliaran di luar seorang diri? "


" Haduh Xin Yan, apa kau belum tahu jika Lu Jia Fei ini adalah seorang penyelinap yang handal,hah? "


" Cih, menyombongkan diri sendiri! "


" Heyy, apa kita di sini hanya untuk menggosip?lalu kapan kita berangkatnya! "


" Kalau begitu ayoo! "


" A Xiang, kau tunggu di sini saja! "


" Tidak nyonya, A Xiang harus ikut! "


" Sudahlah biarkan saja dia ikut" pungkas Xin Yan yang tak tega melihat wajah masam A Xiang.


" Terserah lah! " Dengan sekejap mata, 3 gadis yang semula berbincang di tepi danau sudah hilang tanpa jejak.


Mereka bertiga sudah tiba di depan sebuah gubuk kecil yang ber background pemandangan puncak gunung dan hamparan pepohonan di sekelilingnya. Mereka bertiga celinguk ke sekeliling tempat itu, rasanya asing namun sedap dipandang mata.



" Benar ini tempatnya? " tanya Fei Fei masih sedikit tak percaya.


" Jika aku tidak salah, maka benar ini tempatnya"


" Nyonya, mengapa kita tidak memeriksanya terlebih dahulu. Setelah itu baru kita tahu benar ini tempat pertapa itu atau bukan"


" Ayo"


" Tunggu! "


" Kenapa? "


"Fei Fei, aku harus pergi ayah memanggilku. Maaf aku hanya bisa mengantar kalian sampai di sini" ucap Xin Yan dengan nada sedikit menyesal.


"Tidak papa, pergilah. Aku yang harusnya berterimakasih padamu, karena sudah mau membantu ku"


"Jangan terlalu sungkan, bukankah kita adalah teman? "


"Ya, kau teman terbaik yang pernah ku temui" Fei Fei meraih tubuh Xin Yan dan memeluknya kilat.


"Kalau begitu aku pergi dulu" setelah mengucapkan kata perpisahan, Xin Yan mengeluarkan sayapnya dan lepas landas ke udara.


Tok tok tok.....


"Mengapa sepi sekali? "bingung A Xiang karena tak mendapat balasan dari ketikannya.


"Iya, apa pak tua itu sudah pindah? Ahh, sudahlah, aku akan masuk kedalam untuk memeriksa. A Xiang kau tunggu saja di sini!" A Xiang pun mengangguk mengikuti seruan Fei Fei. Ia mulai melangkahkan kaki lamat-lamat di dalam gubuk mungil itu sambil celingukan mencari keberadaan sang pemilik rumah.


"Jika kau kemari untuk menyuruh ku mengabulkan doa mu, maka sebaiknya pulanglah. Karena aku bukan Tuhan yang memberi kehidupan" suara kakek tua berambut putih yang sedang bersemedi diatas sebuah bangku kayu, mampu membuat Fei Fei terkejut setengah mati.


"Tapi sayangnya, tujuanku kemari bukan untuk itu! " ia berjalan lebih mendekat kepada kakek tua itu.

__ADS_1


"Sepertinya dia bukan orang sembarangan" batin Fei Fei mengamati kakek tua yang lebih cocok di panggil mbah dukun ini.


"Lalu? "masih dengan mata tertutup.


"Aku ingin kau membantu ku, hanya kau pak tua harapan ku satu-satunya. Apa kau bersedia?"


"Aku hanya bisa membantu mu dari belakang, semua tindakan dan putusan ada di tanganmu"


"Sepakat!"


"Katakan! "Fei Fei mulai menceritakan story nya dari awal hingga ia bisa tersesat di sini se detail mungkin, tanpa ada satu bagian pun yang terselip.


" Aku tidak menyangka, hal yang selama ini ditakutkan kini benar-benar terjadi "kakek tua itu tidak begitu terkejut karena peristiwa ini sudah dalan prediksinya.


"Jadi kaulah yang membuat lukisan aneh itu?"


"Bukan aku, tapi guruku"kedua matanya kini terbuka sempurna.


"Apa kau bisa memberitahu ku dia ada dimana? "


"Sayangnya guru sudah tiada 100 tahun lalu" ucapnya dengan mimik sedih.


"Apaaa! lalu bagaimana? "


"Dia hanya meninggalkan buku ini, sekarang buku ini kuserahkan padamu anak muda" ia mengeluarkan sebuah buku kuno, Fei Fei lantas mengambil buku itu.


"Sekarang aku baru sadar, mengapa guru menitipkan buku itu padaku. Ternyata ini alasannya"


" Trimakasih pak tua, aku akan mempelajari buku ini. Jika ada yang tidak ku mengerti, mohon bimbingan mu" Fei Fei membungkuk hormat sebagai rasa terimakasih.


" Baiklah, baiklah. Akan ku bantu semampuku ! "


" Dan satu lagi, tolong rahasiakan hal ini dari siapapun, hanya kita yang boleh mengetahuinya. Kalau begitu aku permisi dulu" Fei Fei beranjak pergi dari situ.


" Bagaimana nyonya? "Fei Fei menggeleng pelan.


" Dia hanya memberiku buku ini. Ah sudahlah, aku akan mengurusnya pelan-pelan"


" Lalu....apakah kita akan pulang sekarang nyonya? "


"Ayo! "A Xiang dengan cepat menyusul langkah Fei Fei. Mereka berjalan sambil menikmati pemandangan alam yang masih asri dan sejuk. Karena penasaran dengan seluruh pemandangan yang ada di sini, Fei Fei berlari-lari kecil menuju ujung tebing.


" Eh A Xiang lihatlah, pemandangan disini sangat menakjubkan "ia terkagum melihat pemandangan dari ujung tebing.


" Nyonya hati-hati! "seru A Xiang yang tertinggal sedikit jauh dari Fei Fei. Saat hendak berbalik arah, kaki Fei Fei tak sengaja tergelincir oleh sebuah batu dan dia.......


Aaaaaaaaaa.......


" Nyonyaaaaaa! "pekik A Xiang yang baru sampai di ujung tebing. Ia melihat kebawah,tapi Fei Fei sudah tak terlihat. Hanya ada kabut tebal yang menyelimuti lembah di bawah bukit.


Panik gakkkkk...


Panik gakkkkk...


panik gakkkkk....


Panik lah masa engga....


Namun tiba-tiba.....


Wreeeesssssss......


Seekor naga terbang membawa Fei Fei naik ke puncak lagi. Mereka pun mendarat dengan sempurna. Seketika, naga penolong itu berubah menjadi pria tampan yang tak ada duanya. Dialah Wen Rui Cheng.



" Nyonya, kau tidak papa? kau membuat ku ketakutan sampai mati"ia tak menggubris ucapan A Xiang, matanya terus menatap wajah pria itu, sepertinya ia pernah melihat wajah ini tapi dimana?


" Tuan terimakasih telah menyelamatkan nyonya kami" Pria itu mengangguk diiringi senyuman lembut.


" Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? "


Hayo siapa yang CLBK (cuma like baca kaga)


Dibaca ya girl, jangan cuma di scroll-scroll. Nah terus di like sekalian ok.


"His si otor ni banyak bat mau nya"

__ADS_1


Hihihihi, gak papa ye kan mumpung ada di lapak otor juga.


__ADS_2