
Mereka semua sudah tiba di tempat berlangsungnya ritual perkawinan. Yaitu kediaman Zhao Mansion. Semua ruangan sudah di dekorasi sedemikian rupa hingga sangat sempurna dan aesthetic ala-ala era kuno.
Fei Fei berjalan dengan anggun di tengah-tengah hamparan karpet merah dan taburan bunga yang berhamburan di udara. Ia sudah mengenakan penutup kepala yang berwarna senada dengan gaun yang ia pakai. Dengan berat hati dan tak ikhlas, Ketua Lu menggandeng putrinya berjalan melewati hamparan karpet merah diikuti A Xiang di belakang Fei Fei yang membawa ekor gaun merah menjuntai. Di ujung karpet, seorang pria sudah berdiri gagah dengan mengenakan busana sama persis dengan Fei Fei. Siapakah pria itu? tentu saja pria itu adalah suami Fei Fei,ralat calon suami maksudnya. Dia adalah Zhao Zishu, putra tertua dari keluarga Zhao sekaligus ketua dari klan dewa saat ini. Ketua? bukankah usianya masih terbilang muda?
Usianya memang masih muda, tapi mau bagaimana lagi. Ayahnya wafat karena sebuah tragedi, yaitu tertusuk oleh panah pemusnahan keabadian saat sedang berkuda seorang diri di hutan dengan tujuan memenuhi panggilan ketua klan iblis Lu Taichong yang dia terima dalam bentuk surat. Kaisar yang berkuasa saat itu pun terpaksa mengangkatnya menjadi ketua klan dewa generasi ke 128.
Zhao Zishu yang mengetahui penyebab kematian ayahnya dan dia juga yang menemukan bukti berupa sepucuk surat atas nama Lu Taichong dengan isi yaitu mengajak ayahnya sebagai ketua klan dewa bertemu secara pribadi di suatu tempat. Karena merasa keduanya sudah seperti saudara seperguruan akhirnya ketua klan dewa pun memenuhi panggilan itu. Zhao Zishu marah besar,ia langsung mengerahkan seluruh prajuritnya untuk mendesak ketua klan iblis agar mengakui jika dialah pembunuh ayahnya. Penyelidikan belum dilakukan, namun fikiran Zishu terlanjur mengacu pada Lu Taichong sebab sudah jelas di dalam surat itu tertulis nama ayah Fei Fei selaku ketua klan iblis. Tapi Lu Taichong tidak mengakuinya karena ia benar-benar tidak tahu menahu tentang peristiwa itu. Zishu semakin terbakar api dendam, tanpa fikir panjang ia menyuruh prajuritnya untuk membunuh rakyat klan iblis dan perang pun tak terelakkan hingga detik ini. Baginya, nyawa harus dibayar dengan nyawa barulah itu disebut adil. Jika pembunuhnya belum binasa di tangannya maka hidupnya tidak akan pernah tenang.Jika Lu Taichong bukanlah pelaku sebenarnya,lalu siapa?
Sepertinya ada pihak yang sengaja mengadu domba kedua klan besar di tanah Orion ini.
Semuanya akan terjawab di chapter-chapter berikutnya.
"Zhao Zishu" ketua Lu mendeja ucapannya" Ku serahkan putri semata wayang ku padamu. Jagalah dia, jangan kau sakiti. Jika kau tidak menginginkannya lagi maka kembalikan kepada kami dengan cara baik-baik "ucap ketua Lu kepada Zhao Zishu dihadapannya seraya mengulurkan tangan Fei Fei. Zishu pun menyambut uluran itu dengan ekspresi amarah yang tertahan.Saking emosinya, tangan satunya lagi sampai terkepal sempurna. Dia benci, lalu kenapa dia mau menikahinya?jawabannya sama. Dia tidak bisa mengelak dekrit Kekaisaran. Ketua Lu menghembuskan nafas berat, kemudian beranjak ke barisan para tamu.
Ritual pernikahan pun berlangsung.....
__ADS_1
Hari sudah mulai petang. Senja pun sudah menyembunyikan sinarnya. Kini giliran cahaya remang-remang rembulan yang memimpin. Menjadikan malam berkabut embun beku ini penuh dengan semilir angin yang dinginnya menusuk sampai tulang.
" Bukankah aku sudah memerintahkan mu untuk membunuhnya hari itu? "tanya Zishu dengan nada pelan namun penuh penekanan. Xioyi (pengawal kepercayaan Zishu) langsung berlutut dengan rasa bersalah.
"Mohon ampun yang mulia. Hamba benar-benar sudah membunuh putri Lu Taichong di hari itu juga. Bahkan, hamba lah yang menusuk perutnya dengan pedang hamba sendiri. Tapi...." ujar Xioyi dengan gemetarnya.
"Jika dia sudah mati, lalu siapa yang ku nikahi tadi?" balas Zishu seraya meneguk segelas kecil Wine di genggamannya.
"Hamba benar-benar yakin jika yang tertusuk pedang dan tergeletak di tanah saat itu adalah nona Lu dan tidak mungkin mata hamba salah melihat. Tapi bagaimana bisa dia hidup kembali? "mendengar itu, Zishu hanya tersenyum menyeringai sambil memutar-mutar wine di dalam gelas porselen. Ia kemudian berdiri dan menumpahkan isi gelasnya dengan perlahan dan tatapan mata elang.
"Baiklah, jika iblis tua itu ingin bermain-main dengan ku maka aku akan mengikuti permainannya. Dia yang telah mengirimkan putrinya sendiri kemari. Maka jangan salahkan aku jikalau membuat hidup putrinya bagai di neraka. Agar dia tau, kalau mati lebih baik daripada hidup menderita di sini" tatapan tajamnya seolah hendak memangsa siapapun di hadapannya sekarang. Saking besarnya api dendam di dalam hatinya, gelas yang ia pegang sampai remuk menjadi serpihan porselen yang berjatuhan di lantai.
Cekrekkkk......
Pintu Qiu paviliun terbuka, munculah dari baliknya Zhao Zishu masih dengan pakaian pengantinnya. Ia melangkah kedalam dimana ada A Xiang yang sedang membereskan paviliun ini. A Xiang langsung membungkuk hormat kala Zishu tertangkap netranya.
" Yang mulia"lirihnya seraya membungkuk.
"Pergilah!" seru Zishu sembari mengibaskan tangannya. A Xiang pun mengangguk kemidian melangkah keluar. Zishu berjalan perlahan mendekati Fei Fei yang tertidur pulas. Sejenak ia mengamati wajah ayu yang sedang berbaring di atas ranjang itu. Wajah yang halal ia sentuh, eitss bukankah seharusnya malam ini adalah syurga dunia bagi mereka berdua. Ahhh sudahlah, membayangkan nya saja sudah membuat otor bergidik merinding.
__ADS_1
Masih dengan tatapan menjurus ke wajah sayu nan syahdu di hadapannya, satu tangan Zishu melambai kearah meja yang lumayan jauh dari posisinya berdiri. Seketika teko di atas meja melayang ke udara dan terbang menuju atas wajah Fei Fei. Dengan sekali berkedip, teko itu menumpahkan isinya tepat di wajah Fei Fei.
"Emmmpphhh! " Fei Fei tergelagap bangun dengan wajah dan baju setengah kuyup. Ia mengusak wajah kuyupnya lalu memandang pria dihadapannya dengan tatapan tak terdefinisi. Zishu melangkah lebih mendekat kearah Fei Fei. Tiada angin tiada hujan,tiba-tiba tangan Zishu mencengkram kuat rahang pipi Fei Fei dan membawanya berdiri. Fei Fei langsung meronta karena kesakitan di bagian wajahnya.
"Lepas, lepaskan! " pekiknya sembari memukul-mukul tangan yang mencengkram kuat rahangnya. Akan tetapi, tenaganya hanya 0,5% dari tenaga Zishu. Ia tak mampu mengelaknya.
"Gadis bodoh! jangan mimpi. Iblis seperti kalian tidak akan akan pernah bisa menjadi dewa, sekalipun berkultivasi ribuan tahun. Dan kau, jangan harap aku akan bersikap baik padamu setelah apa yang ayahmu lakukan terhadap orang-tua ku. Selamat datang nona Lu. Selamat datang di neraka dunia yang akan menjadi tempatmu tinggal ini! "Ujar nya penuh kebencian, sejurus kemudian Zishu menghempaskan wajah Fei Fei ke lantai. Fei Fei pun dengan mudahnya tersungkur di lantai dengan posisi setengah tengkurap. Dengan tertawa puas di dalam hati Zishu beranjak pergi.
" Siapa juga yang mau menikah dengan rubah gila seperti mu!! "umpat Fei Fei, tapi Zishu sudah terlanjur jauh.
"Nona, apa kau baik-baik saja?" A Xiang membantu Fei Fei berdiri dan memapahnya ke atas ranjang.
"Jangan khawatir, aku tidak papa" dengan seulas senyum lembut.
"Sabar Fei Fei, kau tidak perlu emosi. Karena sebentar lagi kau akan terbebas dari dunia aneh ini" batinnya bersuara.
Biasakan setelah membaca sebuah karya untuk TAP tombol like dibawah sebagai penyemangat otor untuk terus menciptakan hal2 baru biarpun karyanya masih jauh dari kata bagus tapi juga harus di hargai. Bila ada saran, kritikan atau suatu hal yang ingin disampaikan ke otor boleh tulis komen dibawah yaa ❤
Adakah yang mau kasih otor vote pertama tuk karya ni?
__ADS_1