Scarlt Blood Love

Scarlt Blood Love
Chapter 33. Kenapa dengan rubah Gila?


__ADS_3

Buukkkk!


Sebuah tepukan mendarat di bahunya, membuat Fei Fei membisu dan tertegun seketika.


"Si—si—siapa ini? apa jangan- jangan....."


"Heyy, ini aku. Apa kalian sudah melupakan aku hah ?! " ujar Xin Yan sambil menyilakan tangan di depan dada.


"Ternyata kau Xin Yan, huft mengejutkan ku saja. Hampir saja jantungku copot " gerutunya sembari melanjutkan langkah yang terjeda, kedua manusia kuno itu lantas menyusul Fei Fei dan menjajari langkahnya.


"Ehh Fei Fei, bagaimana kamu bisa keluar dan ber keluyuran dengan bebas begini? bukannya suamimu itu melarang kalian keluar ? " tanya A Xiang yang berjalan sambil merangkul pundak Fei Fei.


"Dia sudah pergi ke istana pagi-pagi sekali" sahutnya dengan nada malas.


"Ke istana? ada apa? " tanya Xin Yan lagi.


"Aku—tidak—tau! sudahlah aku lapar, ingin makan! "


"Tapi nyonya, bukankah anda sudah makan tadi? " sergah A Xiang, membuat Xin Yan menahan tawa mendengarnya. Sementara Fei Fei salting menahan malu.


"Itu kan tadi, sekarang aku sudah lapar lagi. Kalau kalian tidak mau ikut tidak masalah, aku bisa pergi sendiri! " lantas menyelonong pergi masuk ke salah satu rumah makan yang ada di tepi jalan.



Beberapa waktu telah berlalu, saat ini ketiga wanita konyol itu sudah keluar dari rumah makan bernuansa tradisional ala-ala Mandarin Kuno. Dengan perasaan puas dan senang, Fei Fei berjalan sambil mengelus-elus perutnya yang membuncit sebab banyaknya makanan yang ia lahap tadi. Sedangkan dua wanita lainnya, mereka hanya bisa memasang wajah kesal.



" Huuh akhirnya perutku kenyang juga" ucapnya dengan riang setelah puas menyantap semeja makanan enak.



"Iya perutmu, perut kami tidak! " celetuk Xin Yan sambil lempar pandang dengan A Xiang.



"Bukankah tadi aku menyuruh kalian makan juga? " tanya Fei Fei sok polos.



"Iya, tapi semua makanan kamu yang ngabisin. Aku dan A Xiang hanya bisa melihatmu makan dengan sangat rakus sambil minum air ! " sangkal Xin Yan dengan nada kesal sampai ke ubun-ubun.



"Benar kata Xin Yan nyonya, tadi anda makan seperti orang yang tidak makan selama berhari-hari" timpal A Xiang sepihak dengan Xin Yan.



"Tuh dengar sendiri kan, A Xiang saja bilang begitu"



"Hehehe, iya iya aku minta maaf. Sudahlah jangan bahas itu lagi, sebagai gantinya aku akan mentraktir kalian. Gimana, impas kan? "



"Benarkah? dimana? " Xin Yan antusias.

__ADS_1



"Dirumahku! "



"Heyy kenapa aku tidak kepikiran ya, bukannya dirumahmu ada banyak pelayan yang pandai memasak. Yasudah ayo kita kesana, lagipula aku juga sudah lama tidak berkunjung ke rumah Zishu"



"Cemerlang bukan ide ku, yasudah yukkk! "



A Xiang yang melihat kekonyolan dua wanita itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil berdecak pelan.



" Wah ternyata rumah ini tidak pernah berubah ya, masih sama seperti terakhir kali aku kemari" kagum Xin Yan kala pandangannya menyapu keseluruhan penjuru mansion.


" Memangnya kapan terakhir kali kamu kesini? " tanya Fei Fei sebagai penghangat suasana, sebenarnya juga dia malas mengepoi urusan orang.


"Lumayan lama, sekitar beberapa bulan lalu" Fei Fei hanya menanggapinya dengan memutar bola mata jengah. Sinting!


Mereka terus berjalan menuju sekelompok bangku di tepi kolam yang menjadi sekat antara halaman dan ruangan-ruangan di dalam mansion.


"Coba biar ku tebak, emmm pasti ruangan yang ada di sana itu aula, benarkan? " mulutnya itu tak berhenti mengoceh bahkan setelah mendudukkan bobotnya di bangku.


" Aku tidak tertarik dengan penjelasan mu! " sahutnya dalam hati.


"Dan yang di sebelahnya itu adalah ruang belajar. Lalu di sebelahnya lagi adalah kamar Zishu, iya kan? "


" Kalau begitu katakan padaku, yang mana kamarmu? " tanyanya sangat antusias.


"Tuh" seraya menduding kamarnya menggunakan dagu.


"Kamar Zishu!?? wahhh manis sekali.... "


"Bukan, tapi yang di sebelahnya sebelahnya lagi"


"Ohhh, tidak heran sih, dia memang benar-benar berubah kepada semua orang. Termasuk padaku" ujar Xin Yan diakhir dengan menghembuskan nafas panjang.


" Memangnya tipe orang seperti apa dia dulu? " iseng mulutnya bertanya.


" Zishu itu pria yang hangat dan murah hati kepada semua orang, bijaksana juga tidak pernah memandang rendah orang lain " mengatakan hal itu membuat imajinasi Xin Yan flashback ke masalalu dirinya dan Zishu saat sedang bersama melakukan banyak hal. Mulai dari latihan pedang bersama, berburu bersama, memancing dan belajar bersama. Zishu yang ada di ingatan Xin Yan berbalik 180 derajat dengan Zishu yang sekarang.


"Semuanya berubah setelah ayahnya terbunuh di perjalanan berburu, dan mirisnya lagi yang dia tau pembunuhnya itu adalah ayahmu. Jadi wajar saja jika dia berlaku kasar padamu" lanjutnya setelah sempat terdiam sesaat.


" Oou,jadi begitu rupanya " gumam Fei Fei.


"Hah? jadi kamu tidak tau soal masalah ini? apa tidak ada yang memberi tahu mu masalah sebesar ini? "


"Aaah, eummm, bukan, bukan seperti itu. Di awal tahun-tahun ini ayah mengirim ku ke kampung halaman ibuku karena aku benar-benar ingin kesana. Dannnn, dannn beberapa bulan setelahnya aku di suruh kembali untuk melangsungkan pernikahan. Yaa, emmm begitu ceritanya" sambil tersenyum yang dibuat-buat. Gelagapan Fei Fei menjawab pertanyaan itu.


Waduh gawat, semoga saja Xin Yan percaya dan tidak meragukan identitas ku yang sebenarnya. Batinnya bersuara.


"Mungkin ayahmu takut kalau kamu menolak pernikahan ini"

__ADS_1


"Mungkin? , tapi bukankah seharusnya kamu dan Zishu berada di pihak yang sama, sama-sama membenci aku? " Xin Yan tersenyum simpul mendengarnya.


"Kata Ayah ku, masalah ini hanyalah sebuah kesalahpahaman. Karena dahulu, ayahku, Ayah mu dan ayahnya Zishu adalah saudara seperguruan yang sangat rukun. Jadi mana mungkin sampai saling membunuh karena suatu masalah. Dan aku percaya itu. " jelasnya.


"Tapi kenapa Zishu berbeda dengan mu? "


"Gadis bodoh, Zishu itu tipe orang yang lebih percaya dengan bukti dan fakta ketimbang pemikiran kuno seperti itu! "


" Kenapa kamu bisa tau segalanya tentang Zishu? " Xin Yan bangkit dari duduknya dan melangkah menuju bibir kolam, menatap kosong kearah tenangnya permukaan air.


"Karena ayahku sering mengirimku kesini untuk belajar, sebab itulah kami menjadi akrab sampai dewasa. Tapi sekarang tidak lagi, dia bukanlah Zishu yang aku kenal. Zishu telah berubah menjadi monster yang sangat kejam dalam semalam. Aku memahami perasaannya, mungkin jika aku yang berada di posisinya aku juga akan berbuat hal yang sama seperti dia"


Mendadak hati Fei Fei sedikit tergerak dengan untaian narasi Xin Yan. Tapi keegoisan dan kebencian masih mendominasi dirinya.


" Heyy, tadi kalian bilang mau memberikan makanan untuk ku, tapi sampai sekarang belum muncul "


"Ouh iya, A Xiang sampai lupa. Tunggu sebentar akan aku ambilkan di dapur"


Setelah A Xiang pergi Xin Yan pun beranjak ke halaman tempat berlatih pedang untuk sekedar melatih ketangkasannya.


Tinggalah Fei Fei yang merenung di bibir kolam. Menatap lurus kearah tenangnya Air kolam dan indahnya teratai yang mengapung dengan sejuta masalah dan asumsi yang memenuhi otak.


Kalau alur masalahnya serumit ini maka sulit bagiku untuk mengambil pusaka miliknya. Jadi aku harus apa?? ayo Fei Fei berpikir, berpikirlah lebih keras. sembari mengetok-ngetok kepalanya sendiri beberapa kali.


Tanpa sengaja ia melihat sosok bayangan di air yang tidak lain adalah dirinya sendiri. Tertarik dengan itu dia berjongkok untuk menelisik lebih dekat akan bayangannya sendiri.


"Aku? haruskah aku mengorbankan diriku? ya, mungkin harus karena tidak ada cara lain lagi Fei Fei " tanyanya pada bayangan di air.


Cinta, bukankah cinta mampu meluluhlantakkan hati seseorang. Peluangnya adalah 50 sampai 70 persen, dan sisanya tergantung kerja keras ku. Jika dihitung-hitung menggunakan rumus matematika kemungkinan berhasil bisa mencapai 100% kalau akting ku bagus. setelah itu sebuah senyuman manis terlukis di wajah ayunya.


"Daebak, inilah opsi terbaik yang aku butuhkan. Mengapa tidak dari dulu saja"


Tanpa sepengetahuannya, sebuah tangan tiba-tiba menariknya dari sana hingga menjauh beberapa langkah dari bibir kolam.


"Heyy apa kamu gila?! mati untuk lari dari masalah bukanlah solusi yang benar. Atau kamu sudah bosan hidup terlalu lama hah ?! " omel Xin Yan lantang, dia mengira kalau Fei Fei akan bunuh diri dengan masuk kedalam air.


Tanpa menghiraukan ocehan sahabatnya, Fei Fei langsung memeluk Xin Yan dengan gembiranya. Sementara Xin Yan, dia semakin kebingungan.


" Xin Yan akhirnya aku menemukannya, aku menemukannya!! " ucapnya di sela eratnya pelukan.


"Fei Fei lepaskan aku, aku tercekik! "


"Prajurit, cepat panggilkan tabib kerajaan! " pekik lantang Wubai Qi kepada Prajurit yang menjaga gerbang mansion.


Fei Fei dan Xin Yan yang tak berada jauh di tempat kejadian langsung menoleh dan sama terkejutnya.


"**Zishu?! "


"Rubah gila**?! "


Ucap keduanya setelah melihat Zishu yang tak sadarkan diri di papah oleh Wubai Qi dan Xioyi melintasi halaman menuju kamarnya. Keduanya langsung menghampiri mereka karena penasaran.


Waduhhh, kira-kira Zishu kenapa yaa???....


Hollaa readers semuanya....


Hayo siapa disini yang CBLK (cuma baca like kaga) jawab?? eitsss tombol jempolnya udah nungguin minta di klik tuh di bawah ☺

__ADS_1


Di tunggu jawaban gregetnya di kolom komentar


Bagi yang penasaran dengan Virtual Ko Zishu dan jie Fei Fei, dimohon untuk bersabar. Karena setelah karya ini mencapai 40 chapter++ baru akan othor umumkan Virtual mereka. Jadi harap menunggu.....


__ADS_2