Scarlt Blood Love

Scarlt Blood Love
Chapter 32. Tidak ada pilihan lain


__ADS_3

"Lapor tuan, penyusup nya berhasil kami tangkap! " dengan suara tegasnya Xioyi melapor bahwa tugas yang tuannya hadiahkan telah rampung di bereskan.


"Kerja bagus, tidur nyenyak mu tidak sia-sia juga" sindirnya dengan ekspresi datar.


" Tapiii....... " Xioyi menggantungkan kalimatnya, dilihat dari ekspresinya dia tampaknya ragu untuk mengatakan fakta yang sebenarnya.


"Tapi apa lagi, kenapa masih berdiri di sini?! "


"Penyusup itu telah mengakhiri hidupnya sendiri tuan! " ucap Xioyi dengan sekali sentakan nafas.


"Ck, sudah kuduga. Dimana dia sekarang? " Seraya menampakkan seringai mautnya.


"Di depan aula tuan" belum usai Xioyi menjawab, ia sudah berlalu begitu saja.



Suara deritan pintu membuat fokus A Xiang yang tengah di landa kecemasan tingkat akut itu bubar begitu saja. Segera ia menghampiri gerangan si pembuka pintu yang tak lain adalah majikannya, Fei Fei.



"Nyonya, ba—bagaimana? " Lagi-lagi, penyakit latahnya kumat.



"Aman...." sembari mengerlingkan sebelah matanya. 👌



"Benarkah? "



"Aiyya, sudahlah simpan semua pertanyaan mu itu untuk nanti. Sekarang aku tidak ada waktu untuk menjawabnya, oke" Fei Fei pergi begitu saja saat A Xiang hendak angkat bicara.



" Ayo ikut aku, akan ada pertunjukan menarik di rumah ini. Kita tidak boleh sampai terlewat " ucapnya saat berjalan terburu, dengan lugunya A Xiang mengikuti jejak si majikan.



Di depan aula, se kerumun orang sedang berjibaku memenuhi latar. Mengerubungi sebuah mayat sambil ber argumen menurut sudut pandang masing-masing. Berbagai macam hinaan dan cemoohan dihadiahkan untuk si penyusup palsu yang sudah tergeletak tanpa nyawa itu. Sungguh naas, dihina, di hujat dan di fitnah atas kesalahan orang lain.



"Minggir-minggir-minggir!" lantang Xioyi kala membelah kerumunan untuk mempersilahkan Zishu mengamati mayat itu dari jarak dekat.



"Kepala juru masak? " lirihnya saat menolehkan wajah si mayat ke hadapannya.



"Benar tuan"



"Tubuhnya masih hangat, berarti belum lama dia bunuh diri " ucapnya setelah memeriksa nadi di leher pria yang terpujur mengenaskan itu.



" Mungkin sekitar 40 fenzhong (menit) yang lalu tuan "



"Dimana kamu menemukannya? "



"Di halaman belakang dekat kamar nyonya tuan, sepertinya dia mati dengan cara menujah perutnya sendiri sebab pisau itu melekat ditangannya tuan"



"Ada apa ini?! " sontak seluruh pelayan memberinya jalan untuk masuk.



"Mayat?! " ia menutup mulutnya seolah terkejut akan hal itu.



"Xioyi, jebloskan dia ke kandang singa ku! "



"Baik tuan"

__ADS_1



"Dan untuk kalian semua yang berada disini, jika berani berhianat maka nasib kalian tidak jauh beda dari dia!! " sambil menduding mayat dibawahnya.



"Tunggu apa lagi, cepat kembali ke pekerjaan masing-masing!! " sentak Xioyi, dan seluruh pelayan yang ada di sana berhamburan pergi meninggalkan halaman terkecuali Fei Fei dan pelayannya.



Zishu menatap tak percaya pada mayat itu, lalu menghembuskan nafas berat dan mulai menjauh dari sana. Sementara Fei Fei, ia bersimpuh penuh penyesalan di samping mayat yang ia jadikan kambing hitam itu.



"Maaf, maafkan aku. Aku tidak tau harus berbuat apa, andai kau tidak melintas di belakang kamarku tadi mungkin kau masih hidup sampai detik ini. Sekali lagi maaf, aku... aku janji setelah ini aku akan membakar dupa dan uang yang banyak untuk mu. Tapi tolong maafkan aku... " saking larutnya dalam jurang penyesalan, Fei Fei tak merasa jika sebuah bulir hangat menerjuni pipinya. Dengan kasar ia mengusap pipinya.



"Kenapa dia? apa itu kekasihnya? " entah setan apa yang membuat Zishu tiba-tiba melontarkan pertanyaan macam itu.



"Tidak mungkin tuan, setauku kepala juru masak itu sudah memiliki istri dan anak jadi tidak mungkin mereka ada hubungan. Lagipula nyonya adalah tuan putri, tidak mungkin memiliki selera rendahan" jelasnya sejelas mungkin.



"Apa aku bertanya padamu? " celetuk Zishu kemudian masuk kedalam kamarnya. Xioyi yang masih berdiri di sana hanya bisa menggaruk tengkuknya. Bingung lantaran sikap tuannya yang mendadak aneh.



"Permisi nyonya, hamba harus membawa mayatnya" ucap Xioyi setelah kembali dari mengantar Zishu ke kamarnya.



"Apa tidak bisa memakamkannya secara manusiawi? " tanyanya dengan ekspresi datar.



"Tidak bisa nyonya, ini sudah keputusan tuan sekaligus peraturan di rumah ini. Jika berani berkhianat makan harus siap menanggung segala akibatnya! " sanggah Xioyi.



"Nyonya, sebaiknya kita masuk ini sudah larut nanti kau bisa sakit" ajak A Xiang sembari mendekap kedua lengan atas Fei Fei.




"Baik" Fei Fei mengangkat tubuhnya yang terasa berat dan pasrah mengikuti papahan A Xiang. Ia menoleh kebelakang untuk yang terakhir kali sebelum dirinya benar-benar menjauh dari halaman itu.



"Maafkan aku.... "



Kamu pembunuh!


Kamu tega membunuh orang yang tidak bersalah!


kamu perempuan kejam!


kamu juga harus mati!


"Tidak, jangan, jangan mendekat, tidakkkk!!.... "


dengan nafas tersengal-sengal dan keringat di sekujur wajah Fei Fei terbangun dari tidurnya lelapnya.


"Huft syukurlah, hanya mimpi.. " sembari menghembuskan nafas lega dan mengusap keringat di keningnya.


Perlahan ia mulai bangkit dari pembaringan dan berjalan menuju meja rias sambil menggeliat khas orang bangun tidur.


" Pagi " sapanya pada A Xiang yang sedang menyiapkan sarapan di meja.


" Pagi nyonya "sahutnya diiringi senyum manis. Melihat Fei Fei sudah mendaratkan bokong di kursi rias A Xiang lantas menghampirinya.


" Apakah aku sejahat itu? " tanya Fei Fei pada pantulan wajahnya di cermin.


" Kau terlalu baik dan rendah hati nyonya, siapa yang berani bilang begitu!!.Jika aku menemukan orangnya akan ku cincang mulutnya itu " sahut A Xiang yang sedang menyisiri rambut panjang Fei Fei.


"Kalau saja kamu tau yang sebenarnya, apa kamu masih mau berkata begitu" gumamnya sambil menyunggingkan senyum hambar di depan cermin.


"Terimakasih ya, A Xiang"


__ADS_1



"Pagi yang cerah tapi tidak secerah hidupku" ucapnya dengan nada lesu setelah membuka pintu paviliun Qiu.



" Tidak masalah Fei Fei, cepat atau lambat kau akan segera meninggalkan tempat ini. Fei Fei **fighting**!! " ucapnya menyemangati diri sendiri.



"Fighting? "



"Semangat maksudnya" terangnya setelah melangkah beberapa meter menjauhi A Xiang.



"Ouh semangat" kemudian menyusul ketertinggalannya.



"A Xiang? "



"Iya nyonya? "



"Kenapa rumah ini mendadak sepi? dimana makhluk astral dan anak buah setianya itu?" celingukan ia memandangi sekitarnya.



" Para pelayan mungkin sedang bekerja di halaman belakang atau di dapur. Kalau Tuan.... oh ya aku baru ingat, jika tidak salah kaisar memanggil mereka ke istana "



"Kaisar? ada apa? "



"Tak tau"



" Ini kesempatan emas untuk kita bersenang-senang, aku sudah tidak tahan lagi. A *Xiang* ayo...... "tanpa fikir panjang Fei Fei langsung menarik tangan A Xiang sambil berlari.



" Huaaaa....... nyonya pelan-pelan!! " ia sama sekali tak memperdulikan teriakan A Xiang di belakangnya. Ahkirnya, dengan bebas mereka keluar mansion dan berjalan di tengah keramaian pasar tradisional.



"Haah akhirnya aku bisa menghirup udara segar setelah beberapa hari terkurung di sarang rubah itu" dengan nikmat Fei Fei menghirup udara segar nanti asri yang berhembusan di sana. Entah mengapa suasana hatinya berubah setelah dirinya angkat kaki dari rumah sang suami yang mendongkolkan hati itu.



" Andai rubah itu....... "



**Buukkk**!



Sebuah tepukan mendarat di bahunya, membuat Fei Fei membisu dan tertegun seketika.



Si—si—siapa ini?



Holllaaaaaa para readers setia........


Yuuhhhuuuuu jumpa lagi dengan othor tercinta....


monmaap ye baru bisa up, up dan up.....


InsyaAllah hari ini otor akan **Crazy up** Beberapa bab untuk mengqada hati-hati yang lewat...



Tetep semangat stay healthy and blessed Alll...

__ADS_1


__ADS_2