Scarlt Blood Love

Scarlt Blood Love
Chapter 5.Dekrit Kekaisaran (revisi)


__ADS_3

"Tapi ayah kenapa harus Jia Fei? apa tidak ada cara lain?" sahut Lu Jia Cheng dengan nada tak suka. Mau suka bagaimana, adik kesayangannya harus ia relakan untuk musuh terbesar klan nya yaitu klan dewa. Tentu saja ia tidak rela walau hanya sehelai rambut sang adik yang berada di genggaman musuhnya. Kakak mana yang rela menjual adiknya, dan yang lebih parahnya lagi itu untuk musuh bebuyutan nya. Cih, sampai matipun aku tidak sudi menyerah kan Jia Fei padanya. Batinya meludahi klan dewa.


"Cheng'er, dengarkan ayah" ketua Lu memegang kedua pundak putra sulungnya. Mencoba berbicara dari hati ke hati berharap bisa menemukan solusi terbaik untuk masalah ini.


"Ayah tau kau sangat menyayangi adik mu,ayah pun juga sama seperti mu. Hanya kalian berdua lah harta ayah yang paling berharga di dunia ini" suara lirih itu mampu menyentuh relung hati Jia Cheng hingga ia tak berani mendongak menatap mata keriput dihadapannya.


"Lalu kenapa ayah mau menyerahkan Jia Fei pada mereka, ayah tau sendiri kan mereka semua itu tidak punya hati. Bagaimana—bagaimana kalau......" Jia Cheng sudah tak mampu melanjutkan kalimatnya lagi.Ketua Lu beralih dari hadapan putranya.


"Dekrit Kekaisaran tak mampu ayah tolak dan semua tetua suku juga para perdana menteri sudah setuju. Jika ayah menolaknya langsung di aula Kekaisaran, maka ayah tidak mungkin berdiri disini saat ini. Ayah juga tidak rela jika adikmu lah yang menjadi penebus dosa yang tidak ia lakukan. Bahkan, jika mereka menginginkan nyawa ayah sekalipun maka dengan senang hati ayah menyerahkannya daripada ayah harus kehilangan putri kesayangan ayah" rasa sesak yang menghujam qolbu nya sudah tak mampu ia bendung lagi. Jia Cheng terpaku ditempatnya, ia bergeming sambil mencerna lamat-lamat ucapan yang terlontar dari mulut ayahnya.


"Tapi sayangnya ayah tidak berguna bagi mereka. Mereka semua berpendapat jika dengan menjodohkan putriku dengan ketua klan dewa, perang yang tak tersinyalisir ini mampu di hentikan. Demi kedamaian kedua klan, mau tidak mau ayah harus mematuhi dekrit Kekaisaran itu. Ayah juga tidak tau, dosa besar apa yang ayah lakukan dimasa lalu hingga berimbas kepada Fei'er. Kebahagiannya lah yang menjadi taruhannya. Jika begini terus, lebih baik ayah mati daripada hidup harus menahan kesengsaraan" Jia Cheng merasa dirinya lebih egois. Ia samasekali tidak memikirkan ribuan nyawa tak berdosa yang terbunuh diluar sana. Ia melangkah menghampiri ayahnya.


"Ayah tidak boleh berkata seperti itu. Ayah adalah orang baik, orang baik pasti berumur panjang" bujuk Jia Cheng, ia mencoba menenangkan kegundahan di hati ayahnya. Ketua Lu beralih menatap putranya dalam.


"Cheng'er, hanya kaulah yang mampu menolong ayah saat ini. Temui adikmu, bujuk lah dia agar mau menerima keputusan ini.Demi ribuan nyawa yang tak berdosa diluar sana,ayah memohon pada mu. Ayah—ayah malu menatap wajahnya yang suci tanpa dosa itu" ia menatap putranya dengan sorot mata memohon.


"Baiklah, aku akan mencobanya" hanya sepenggal kata itu, namun begitu berat diucapkan. Mencoba apa?mencoba membiarkan adikmu di perbudak oleh mereka hah, iya!kakak macam apa kau ini. Kakak mana yang tidak bisa melindungi adiknya sendiri hah, kakak mana? jika ada kakak seperti itu di dunia ini mungkin itu adalah kau saja Jia Cheng. Kau tidak pantas di sebut kakak jika hidup adikmu sendiri tak mampu kau lindungi. Kau adalah kakak terbodoh yang pernah ada. Tak henti-hentinya Jia Cheng menghardik dirinya sendiri.

__ADS_1


"Trimakasih,ayah tak mampu membayar hutang ini padamu. Jika ada kehidupan lain,maka kau boleh menagihnya pada ayah" dengan rasa penuh syukur, ketua Lu memeluk Jia Cheng. Namun Jia Cheng tak membalas pelukan ayahnya. Ntah mengapa, ada rasa bimbang yang menyelinap ke hati nya. Ia merasa menjadi serba salah di posisi ini. Karena sangking dilemanya, seluruh tubuh Jia Cheng menjadi bergetar. Ketua Lu pun melepaskan pelukannya. Ketua Lu menghela nafas lega.


"Hemph, jika setelah ini ayah mati maka ayah bisa pergi dengan tenang. Ayah sangat malu jika di neraka nanti bertemu teman-teman ayah dengan memikul ribuan dosa. Jika saja langit bisa menghapuskan ribuan dosa ayah, maka ayah sudah sangat bersyukur. Kau boleh pergi, ayah mau melakukan pemujaan di ruang makam leluhur" ketua Lu menepuk pundak Jia Cheng dua kali kemudian berlalu pergi.


"Aku saja tidak tau apakah mulut ini sanggup berbicara di depan binar sucinya itu" gumam Jia cheng.


Di kamar luas nan sunyi itu, Fei Fei terus berjalan mondar mandir bak gosokan. Otaknya sedang berfikir keras tentang bagaimana caranya agar ia bisa meloloskan diri dari sangkar emas ini. Walaupun terbuat dari emas,apakah ada seekor burung yang mau sepanjang hidupnya tinggal di dalamnya? tentu saja tidak ada,dan begitulah dirinya saat ini.


Cekrek........


Pintu terbuka,munculah A Xiang dari baliknya dengan membawa lembaran-lembaran kain. Fei Fei yang masih kesal dengan A Xiang berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya. Ia duduk ditepi ranjang dengan wajah jutek dan bibir mengerucut.


"Apakah nona tidak suka dengan pakaian yang A Xiang bawakan. Kalau begitu biar ku ambilkan yang baru" Fei Fei sedikit melirik pakaian yang dibawakan A Xiang dengan ekor matanya.


"Ehh,tidak usah. Letakkan saja di situ,nanti akan ku pakai"


"Em" A Xiang mengikuti perintah Fei Fei.

__ADS_1


"Hei kau, ku tanya padamu. Sekarang tahun dan tanggal berapa?"


"Sekarang tahun 2500 Sirius dan tanggal 20 Taurus" mendengar ucapan gadis itu Fei Fei malah memutar bolamata jengah. Sejurus kemudian ia bangkit dan berjalan beberapa langkah.


"Aku tau memang diriku ini pintar dan IQ dan EQ ku juga di atas Rata-rata, tapi tidak usah berbicara bahasa yang belum pernah aku pelajari. Bicarala lah bahasa manusia oke"ia mengangkat tangan kanannya dengan telunjuk dan jempol yang disatukan hingga mirip lingkaran.


" Manusia, siapa manusia?"


"Lo,gw emang bukan manusia. Ralat, maksudnya kita memang buka manusia?"semakin ruet otak Fei Fei.


"Kita adalah klan iblis nona, apakah anda lupa?"


"Apa!kau menyebutku setan barusan?" dengan nada sedikit keras, membuat A Xiang langsung berlutut dihadapannya.


" Maaf nona, A Xiang tidak bermaksud menghina nona"


"Ini pasti gara-gara lukisan sialan itu. Nenekkkkk aku ingin pulang......." pekik Fei Fei didalam hati.

__ADS_1


Like,komen,vote juga love nya jangan lupa👌


__ADS_2