Scarlt Blood Love

Scarlt Blood Love
Chapter 30. Nekat!


__ADS_3

Malam telah menjelang, menurunkan matahari dari tahkta dan menggantinya dengan cahaya elok rembulan dibalik awan yang mulai memudarkan warna putihnya. Angin musim dingin ber-hembusan kian kemarin meniup buhul-buhul tirai di dalam Paviliun Qiu, tempat dimana Fei Fei berehat sekaligus markas baginya tuk menjalankan semua misi rahasia sangat tokoh utama kita.


Di malam yang tenang dan senyap ini Fei Fei sudah menyiapkan segala perlengkapan untuk menyongsong nya menjalankan misi terpenting dan terakhirnya di dunia yang amat kacau dan menerkam ini. Satu set pakaian hitam legam yang terdiri dari baju, celana panjang, sepatu kulit sudah melekat dengan pas di tubuh rampingnya, juga tak ketinggalan yaitu seutas kain berwarna hitam yang nantinya akan ia pakai sebagai cadar guna menutup wajahnya agar tidak diketahui. Jika disimpulkan, fashion nya kali ini sama persis dengan maling yang nyolong motor di kampung sebelah, yaaa.... 11 12 lah mereka.


"A Xiang, ambilkan aku belati! " titahnya pada pelayan kepercayaannya itu.


"Ini nyonya" seraya menyodorkan belati yang diminta Fei Fei.


"Taruh di situ! "


"Nyonya, apa kau akan se nekat ini? bagaimana jika rencana kita gagal? bagaimana kalau tuan menangkap mu?!"


"Plis! berhenti berfikiran sempit, aku hanya mau mengambil sedikit benda berharga miliknya, aku juga masih waras tidak akan sembrono melakukan tindakan kriminal yang melanggar hukum! " tekannya entah yang ke berapa kali.


"Bagaimana kalau A Xiang ikut nyonya? agar lebih cepat mendapatkan benda itu? " dia menawarkan dirinya sendiri tuk ikut serta dalam misi rahasia kali ini.


"Jangan! kau tidak boleh ikut, biar aku saja" Lagi-lagi A Xiang tertunduk lesu mendengar jawaban dari Fei Fei.


"Tugasmu adalah berjaga disini, jika ada yang datang atau ingin bertemu dengan ku bilang padanya aku sedang tidak enak badan dan tidak mau bertemu dengan siapapun, mengerti!"


"Baiklah, aku tak akan memaksa" jawabnya diawali dengan mengangguk pelan. Melihat raut muram di wajah A Xiang Fei Fei merasa tersentuh dengan tindakannya yang selalu khawatir tentang keadaannya, ia lantas memegang kedua pundak A Xiang dan menatapnya sendu.


"Tenang saja, setelah aku mendapatkan apa yang ku cari kita akan langsung pergi dari sini, bahkan sebelum matahari terbit kita harus sudah menghirup udara segar di luar neraka dunia ini"


"Benarkah? " seketika, mimik muramnya hilang dan tergantikan oleh senyum sumringah.


"Apa wajahku terlihat seperti sedang berbohong? " Cekat A Xiang menatap lekat iris coklat tua di hadapannya, mencoba menelisik kebohongan dari kata-kata yg baru saja di ucapkan sang panutan. Nihil,dia langsung menggeleng ketika tak menemukan seberkas kebohongan yang terpancar dalam binar bola vital milik si empu.


"Berjaga lah dengan baik, jangan sampai lengah sedikit pun, mengerti?! " tukasnya memperingati.


"Em! "


"Yasudah, aku pergi dulu" pamitnya setelah kain hitam meliliti separuh dari bagian wajahnya dan belati tajam yang nantinya akan ia gunakan untuk melindungi diri sudah terselip di pengikat pinggang. Diawali dengan menghembuskan nafas berat juga membulatkan tekat, Fei Fei mulai mengayunkan kakinya menuju pintu.

__ADS_1


"Nyonya! " Fei Fei spontan menghentikan ayunan kakinya, menunggu gadis di belakangnya melanjutkannya kalimatnya itu. Entah apa lagi yang ingin dia katakan, lebih baik tadi tidak usah berpamitan dengannya jika adegannya sepanjang ini. Pikir Fei Fei.


"Hati-hati"


Udah?


Cuma gitu doang? a'elah kirain mau ngomong apaan!


Fei Fei tak berbalik, ia hanya mengangkat tangan kanannya yang sudah dibentuk huruf O kemudian melanjutkan langkahnya menuju tempat dimana target berada.


Misi dimulai!!!!




Sreeppppp!!!




Bangun, ia beranjak dari ranjang, menyapu pandangan di sekitar dengan sorot waspada. Lilin yang semula menyala kini di padamkan nya semua dan Zishu, dia sudah bersiap di posisinya.



"Uuhh, tau gitu tadi ngajak A Xiang sekalian kalau gelap begini mah. Kelemahan ku sedang diuji" monolog nya lirih, nyali yang sudah terbulatkan tiba-tiba ambyar karena 'kelemahannya' berada di pelupuk mata.



"Sepertinya aku ada sesuatu" setelah browsing beberapa saat akhirnya Fei Fei mengeluarkan sesuatu yang cukup berguna di dalam kegelapan sementara ini. Apalagi jika bukan obor. Di hidupkan nya obor kecil yang sempat ia bawa tadi, mulai dia melangkah mengendap-endap agar alas kaki dan lantai yang beradu sebisa mungkin tidak menimbulkan suara.


__ADS_1


"Uhhhh, kok malah aku yang merinding sih. Enggak—enggak, Fei Fei kamu ga boleh cemen begini, semua ini demi jalan pulang. Fighting! " bisik batinnya mencoba tak gentar dari ribuan kata menyerah yang terngiang di telinga.



"Target sudah didepan mata, ini adalah waktu yang tepat untuk balas dendam atas semua rasa sakit yang pernah dia berikan padaku" seulas seringai tertinggal di kelopak ranumnya setelah sebuah ranjang yang terselimut tirai terlihat dari sudut pandang wanita tersebut.



"Langkah pertama adalah melemahkan nadinya, untuk berjaga sewaktu dia bangun disaat misi ku belum rampung maka dia sudah tak bisa melawan. Setelah itu, aku akan mencari letak inti batinnya lalu mengambil sempel darah biru yang teramat berharga itu. Maafkan aku jika ini sedikit menyakitkan"



Greppppp....



Dengan gerakan super cepat, bahkan lebih cepat daripada angin Zishu menghentikan pergerakan sang empu dengan mencekal kedua pergelangan Fei Fei dan mengunci tubuh langsing itu tepat di dada bidangnya.



"Shitttt! aku kalah cepat sama Rubah gila ini. Ckk, bagaimana dia bisa memprediksi kehadiran ku?? " wanita dibalik cadar itu berusaha memberontak dengan sekuat tenaga agar terlepas dari cengkraman sang dewa api. Namun sia-sia, tangan berotot nan atletis itu enggan mengendurkan cengkramannya justru semakin mengerat sekuat-kuatnya.



Membuat Fei Fei sedikit meringis sambil terus memberontak minta dilepaskan.


" Sialan, tamat riwayat lo Fei"sesalnya dalam hati.



Tiba-tiba,seberkas cahaya obor yang dipegang Fei Fei menerpa wajah keduanya. Membuat semua fokus masing-masing tertuju pada binar lawannya. Mata mereka pun saling beradu, sama-sama menatap dalam dan saksama. Dalam kontak mata tersebut, Zishu mencoba mencerna siapa orang yang disentuhnya saat ini??


__ADS_1


Sekian.....


__ADS_2