
"Ayy sudah lah bangkit, apa kau tidak lelah berlutut seperti itu seharian. Ck, menyebalkan!" Fei Fei melipat kedua tangannya didepan dada. Ia kembali duduk di tepi ranjang.
"Trimakasih nona" ujarnya setelah bangkit dari berlutut.
"Ehh, siapa nama mu?"
"A Xiang nona"
"Iya kau A Xiang, kemari lah ada yang ingin aku tanyakan!" wajahnya tetap jutek, A Xiang pun maju beberapa langkah mendekatinya.
"Silahkan tanyakan saja nona, A Xiang akan menjawabnya dengan senang hati"
"Siapa pria tua tadi?" tanya Fei Fei to the point.
"Itu adalah Tuan Lu, ketua klan iblis"
"Iya aku tau,maksud ku apa hubungan ku dengannya?" tanya Fei Fei lagi, ia semakin naik darah bila berlama-lama disini.
"Ayah anda nona" sahutnya tanpa mendongak, A Xiang terus menundukkan pandangannya.
" Ooo,jadi dia bokap gw. Kalo abang ganteng tadi siapa?"
"Tuan muda Lu Jia Cheng adalah kakak anda nona"
"Gak mungkin!" gertaknya sangat kuat hingga A Xiang terlonjak kaget.
"Gak mungkin gw punya Abang seganteng dia. Wkwkwkw" Fei Fei terkekeh sendiri seraya berguling-guling di kasur karena saking kegirangan atau kelucuan ucapan A Xiang.
"Apakah anda baik-baik saja nona?"
"Gak,aku gak papa" jawab Fei Fei dengan sisa-sisa tawa di wajahnya.Ia langsung terlonjak bangun.
"Apakah dia sudah menikah?"ia semakin penasaran dengan Jia Cheng ini, mengapa dia bisa memiliki kakak dadakan seperti ini. Tampan pula, jadi susah move on si doi.
" Belum nona"
__ADS_1
"Wah ternyata si doi masih jomblo gays, kesempatan nih. His Fei Fei, lo apaan sih. Masa abang sendiri di embat kan berdosa banget" batinnya diiringi senyum gak jelas.
"Tapi gak papa lah, kan lumayan buat oleh-oleh kalo di bawa pulang"lanjutnya membatin.Lancar ya bun halunya.
" Nona apakah anda ingin sesuatu?"
"Jangan panggil aku nona!karena aku bukan nona mu. Pangil saja Fei Fei, aku sudah terbiasa dengan panggilan itu"
"Tapi nona itu tidak pantas"
"Heyyy, apa kau tidak tau aku siapa?" dengan nada mengancam.
"Maaf nona"
"hemmhhhh!"
"Fei—Fei" dengan susah payah akhirnya kata itu berhasil diucapkan nya.
"Nah gitu kek dari tadi. Kau boleh pergi sekarang"
"A Xiang permisi dulu" gadis mungil itu membungkuk hormat kemudian melangkah pergi.
"Hey, kenapa bajuku sudah kucel seperti ini. Baiklah aku akan berganti baju,bsetelah itu barulah memikirkan bagaimana cara mengelabui setan-setan itu" Fei Fei mengambil pakaian yang tadi A Xiang bawakan untuknya lalu membawanya ke bilik ganti.
Sepersekian menit kemudian, ia sudah kembali ke tempat semula dengan mengenakan pakaian berwarna pink pastel. Baju yang ia kenakan sangat rumit dan berlapis-lapis. Ia mengenakan warna putih sebagai bagian terdalam lalu di lapisi bagian kedua yang berwarna toska dan terakhir yaitu bagian terluar yang berwarna pink pastel. Kain dress ini menggunakan bahan wolfis, jadi tidak terasa berat dan gerah walau menggunakannya berlapis-lapis. Sangat kontras dengan tubuhnya yang semampai dan ramping. Jika di samakan pakaian ini 100% mirip dengan dress hanfu di drama Mandarin.
"Hadeuh, ini sebenarnya baju apa hordeng sih. Kok ribet amat makek nya" gerutunya kesal.
"Non-em Fei Fei kau terlihat sangat cantik" puji A Xiang yang baru saja datang dan membawa nampan berisi makanan. Ia meletakkannya di meja.
"Eh A Xiang, memang tidak ada pakaian model lain apa. Ini terlalu ribet,aku susah memakai nya"sungutnya kesal.
"Disini semua pakaiannya seperti itu Fei Fei. Tidak ada yang lain. Duduklah aku akan merapihkan rambutmu" seraya menarik kursi rias agar Fei Fei duduk di sana.
"Ouhh" seraya berjalan menuju meja rias. Tanpa butuh waktu lama, A Xiang menyulap rambut Fei Fei menjadi rambut yang indah nan eksotis. Rambut panjangnya dibiarkan terurai dan memiliki sedikit gundukan di atasnya. Sebagai langkah terakhir, A Xiang menancapkan tusuk konde giok ke tengah sanggul. Kemudian ia beralih merias wajah Fei Fei dengan make up tradisional yang ada.
__ADS_1
"Sudah selesai" Ujar A Xiang dengan senyum sumringah. Fei fei langsung bangkit dari kursi.
"A Xiang,apa kau melihat kacamata ku?" tanya Fei Fei sambil keteteran ke sana kemari.
"Kacamata?" seraya mengerutkan dahi.
"Itu loh, benda yang tadi ku pakai di sini" Fei Fei membulatkan jempol dan telunjuk tangan kanan kirinya lalu meletakkannya di kedua matanya agar A Xiang maksud dengan kata-kata nya. A Xiang pun menjadi ikutan gupek mencari benda itu.
"Bukankah tadi kau....."
Kretekkkkk......
Suara dari telapak kaki A Xiang membuat ia menjeda kalimatnya. Wajahnya menunjukan raut terkejut. Spontan mata Fei Fei melotot kearah A Xiang kala mendengar suara itu.A Xiang pun dengan hati-hati mengindahkan telapak kakinya. Tiba-tiba.....
"A Xiang!!!" teriak Fei Fei sekeras mungkin.
"A Xiang, A Xiang. Mengapa kau begitu bodoh hah!" A Xiang bersandar di tiang dengan nafas tersengal-sengal. Syukurlah, ia berhasil kabur dari amukan Fei Fei di dalam.
"Jia Fei kenapa?" suara itu tiba-tiba datang dan membuat A Xiang terlonjak kaget.
"Ehh Tuan muda. Eum eum nona ada di dalam Tuan silahkan masuk saja. A Xiang pamit ke dapur dulu" ia membungkuk hormat kemudian pergi.
Jia Cheng masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Tampaknya Fei Fei tak menyadari kehadiran seseorang di belakanhnya. Ia tengah di sibukkan dengan kacamatanya yang telah berubah menjadi remahan peyek di lantai. Dengan sedih hati, ia memunguti satu persatu kepingan kaca. Jia Cheng masih khusyuk mengamatinya dari belakang Fei Fei.
"Aduhh" rintih Fei Fei yang tak sengaja jari telunjuknya tergores beling hingga meneteskan darah. Secepat kilat Jia Cheng meraih telunjuknya.
"Dasar ceroboh, mengapa tidak meminta bantuan A Xiang saja" celotehnya seraya menghisap darah yang menetes di telunjuk Fei Fei lalu memudahkannya ke lantai. Fei Fei terkesima dengan perlakuan sang kakak terhadap dirinya.
"Kemarilah, biar ku rawat lukamu terlebih dahulu" sejurus kemudian, Jia Cheng bangkit dan menuntun Fei Fei duduk di tepi ranjang. Dengan lembut ia memerban telunjuk adiknya dengan kain yang ia robek dari pakaiannya sendiri. Fei Fei pun terdiam seribu bahasa. Rasanya begitu canggung.
"Sudah, lain kali suruh seseorang saja. Jangan dilakukan sendiri, mengerti. Beruntung lukanya tidak dalam, jadi mudah di atasi" Jia Cheng tersenyum manis sekali sembari mengusak pucuk kepala Fei Fei. Dia adalah tipe kakak yang sangat perhatian kepada adiknya. Dia bahkan menyayangi Fei Fei lebih dari dirinya sendiri. Oleh sebab itu, masalah ini begitu berat untuk ia terima atau tolak.
"Jia Fei?"
"Emm?"ia terhenyak dari khusyuk nya mengamati wajah Jia Cheng.
__ADS_1
"Ada sesuatu yang ingin kakak bicarakan dengan mu"
Like, komen, vote, love juga follow akun otor @Little_Monster❤