Scarlt Blood Love

Scarlt Blood Love
Chapter 34. Racun Jarum Wabah


__ADS_3

"Zishu kenapa?! "


"Ada apa dengannya ?! "


Kedua wanita itu sama-sama dilanda penasaran dan kecemasan, tapi mimik Xin Yan lah yang lebih menonjol ketimbang Fei Fei.Melihat Zishu dalam kondisi seperti itu Fei Fei turut merasa iba. Sekejam-kejamnya Pria itu di matanya, dia tetap menunjukkan belas kasih yang berbanding balik dengan sengsara yang diperolehnya.


"Nanti akan aku jelaskan di dalam, sekarang sudah tidak ada waktu lagi! " jawab Wubai Qi yang tertatih-tatih menopang berat Zishu bersama dengan Xioyi. Keduanya pun berlalu, diikuti dengan Fei Fei dan Xin Yan yang mengekori mereka menuju kamar Zishu.


Setelah sampai di dalam kamar Zishu, dua pria itu lantas membaringkan jasad yang sedang sekarat itu diatas pembaringan.


"Cepat katakan, apa yang sebenarnya terjadi?! " desak Xin Yan yang meminta penjelasan.


Xioyi dan Wubai Qi tampak bingung mau menjelaskannya dari bagian mana. Mereka tidak tau reaksi apa yang akan dikeluarkan kedua wanita itu jika mendengar seluk-beluk masalahnya.


"Xioyi, kau saja! " ujar Wubai Qi melempar pertanyaan itu kepada pria di sampingnya.


" Tidak jenderal, anda saja! "lempar Xioyi balik.


"Heu'uh baiklah, akan ku jelaskan! Kakak dan aku mendapat perintah dari Kaisar untuk membunuh mantikorn (iblis setengah monster jahat yang terkurung di gua jun'an)"


"Mantikorn?! jadi makhluk itu hidup kembali, lalu?"


"Mantikorn? iblis? makhluk? ahhh, aku tidak tau apa yang mereka bicarakan" batin Fei Fei.


"Lalu....... "


"Jangan bilang kalau..,.."


"Jendral, tabibnya sudah sampai" lapor salah seorang prajurit, membuat Xin Yan menanggalkan kalimatnya.


"Cepat suruh dia masuk! " seru Wubai Qi, setelah itu sosok lelaki tua berambut putih masuk kedalam kamar dan langsung memeriksa kondisi Zishu yang tengah terbaring tak berdaya.


Tabib itu memeriksa denyut nadi Zishu dengan sangat khusyuk dan meresapi arti dari satu persatu detak nadi yang dia rasakan. Sementara itu, racun yang ada di tubuh Zishu terus menyebar secara perlahan mengikuti aliran pembuluh darah. Hingga memucatkan separuh dari tubuhnya yang sudah terinfeksi racun jarum wabah hanya dalam beberapa jam saja.Tubuh yang semula hangat kini membeku dalam hitungan waktu. Ini membuktikan betapa dahsyatnya racun dari jarum wabah ini.


"Tabib, bagaimana keadaannya? " tanya Wubai Qi memastikan.


" Apa dia baik-baik saja? " Xin Yan menimpali.


" Mungkin racunnya belum menyebar keseluruhan tubuhnya! " ujar Wen Rui yang tiba-tiba muncul diantara mereka.


"Naga terbang, sejak kapan kamu di sini? " Fei Fei yang pertama kali menyadari keberadaan Wen Rui pun bertanya padanya.

__ADS_1


"Wen Rui, kenapa dia ada di sini? " batin Xin Yan yang juga terheran.


"Aku juga pergi bersama mereka! "


"Paman, bagaimana dengan mantikorn? "


"Tenang saja, dia telah berhasil aku kurung dengan segel mantra di gua Jun'an. Tapi hanya untuk sementara, karena energinya kali ini sangat kuat. Aku tidak bisa langsung mengalahkannya" terang Wen Rui.


"Tidak masalah untuk sementara waktu, setelah kakak sembuh kita akan kembali kesana"


"He'em"


" Benar, racun dari jarum wabah memang belum menyebar ke seluruh tubuhnya. Tapi setelah matahari terbenam, racun itu akan masuk ke paru-parunya dan ke sum-sum tulangnya setelah petang tiba. Jika sampai matahari terbit dewa api belum mendapatkan penawarnya, maka dia akan kehilangan seluruh kekuatan sihirnya. Dan yang lebih di takutkan, dewa api bisa saja kehilangan nyawanya " ujar tabib itu setelah bangkit dari duduknya.


Bagai halilintar yang menyambar di siang bolong, mereka semua tertegun sekaligus shock mendengar penjelasan tabib. Mimik yang semula cemas kini kalut dalam kegusaran yang teramat dalam. Sungguh persoalan yang tidak tanggung-tanggung diberikan.


"Se mematikan itu racunnya? " gumam Fei Fei lirih.


"Apa tidak ada penawarnya tabib? "


" Saya kurang memahami tentang racun ini jenderal, karena mahluk ini sudah lama menghilang dari tanah Orion. Jenderal ini adalah masalah serius, jika kita tidak mendapatkan penawarnya dalam waktu singkat ini maka saya tidak tahu apalagi yang akan terjadi. Hanya mukjizat yang bisa mengubahnya "


"Ck, tabib macam apa kau ini, percuma ku panggil kemari! " cetusnya dan seketika itu sangat tabib bertekuk lutut di tempatnya semula berdiri.


"Wubai Qi, cukup! sudah beruntung dia mau kemari. Tuan bangunlah, tidak papa kami tidak menyalahkan mu. Kami akan berusaha mencari solusi secepat mungkin" Fei Fei tidak terima orang yang lebih tua diperlakuin seperti itu pun lantas membantunya bangkit dari berlutut.


"Baiklah, kau boleh pergi! " Tabib itu hanya bisa menuruti apa yang Wubai Qi serukan.


Wubai Qi yang kesal pun hanya bisa berdiam diri sambil meredam kekesalannya. Sementara Fei Fei dan yang lainnya berfikir keras mencoba mencari jalan keluar dari masalah ini.


Fikiran mereka terus menjelajah ke plosok dunia terkecil pun mereka jamahi, hingga membuat ruangan yang luas ini terasa sepi sunyi bagai tak berpenghuni. Waktu terus berjalan, menyisakan racun yang kian menyebar. Semakin lama mereka berfikir semakin dekat Zishu dengan ajalnya. Disini, nyawa seseorang sedang berada di ambang kematian.


"Aku tahu siapa yang bisa menyelamatkannya! " ujar Fei Fei tiba-tiba dan membuat fikiran mereka yang sudah merambah jauh menjadi koyak seketika.


"Xin Yan ikut aku! " semua masih terbingung dengan gelagat aneh Fei Fei.


"Ehh, mau kemana ?" Xin Yan nyaris terhuyung kala Fei Fei menarik tangannya secara tiba-tiba.


"Teleportasi! " setelah mengucapkan kata itu keduanya pun menghilang dari sana.


"Pergi kemana mereka? "

__ADS_1


"Fei Fei pasti telah menemukan solusinya" jawab Wen Rui dengan tatapan kosongnya.


"Semoga saja "


"Kalian mau membawaku kemana gadis-gadis bodoh?! " suara khas dari pak tua itulah yang pertamakali terdengar di telinga Zishu dan Wen Rui. Detik berikutnya barulah mereka bertiga muncul secara bersamaan.


"Dasar orang tua anehh, beraninya kau memanggilku gadis bodoh! " sangkal Fei Fei tidak terima.


"Dimana ini? " pertapa sakti yang dulu pernah ditemui Fei Fei itu celingukan memandangi sekitar.


"Kakak ipar, siapa dia? "


"Oh dia, dia lah yang bisa mengobati kakak mu"


"Apa dia benar-benar bisa? " tanya Wubai Qi lagi.


"Kita tidak tau sebelum mencobanya"


"Naga terbang benar. Pak tua aneh, kami sangat memerlukan bantuan mu " seraya menarik tangannya menuju ranjang dimana Zishu terbaring lemah.


"Kenapa dengannya? "


" Dia terkena jarum wabah, bisakah anda menyembuhkannya pertapa sakti? "


"Jarum wabah?!, coba biar ku periksa dulu"


Dia yang awalnya shock itu pun mulai memeriksa denyut nadi Zishu secara saksama. Berusaha mencerna setiap detak nadi yang ia rasakan dengan tangan keriputnya.


"Nadinya mulai melemah dan semua otot syarafnya berhenti berfungsi! "


"Apa anda memiliki penawarnya pertapa sakti? " Wen Rui bertanya.


"Untuk penawarnya aku tidak ada, tapi hanya ada satu cara untuk menyembuhkannya"


"Cepat katakan, apa itu! " Fei Fei sudah tidak sabaran.


"Kami akan melakukan apa saja asalkan Zishu pulih" timpal Xin Yan.


"Dia dapat disembuhkan dengan cara.........


semua menjadi tegang menunggu kata selanjutnya yang terlontar dari mulut pertapa sakti itu.

__ADS_1


Hollllaaaa readers setia, jumpa lagi di chapter terbaru othor. Sorry buat yang udah nunggu lama dan hari ini othor baru bisa upacara. Jangan lupa 'Tap' tombol like and vote di bawah ya, bye... bye...


__ADS_2