Scarlt Blood Love

Scarlt Blood Love
Chapter 13.Berbohong


__ADS_3

Pagi yang cerah, dengan pancaran sinar hangat sunrise dan gumpalan awan yang cantik membuat langit tampak lebih eksotis dati biasanya. Fei Fei, gadis ini belum bangun bahkan hari sudah mulai siang. Akibat efek menenangkan dari dupa itu ia tidur sangat lelap. Mungkin jika ada gempa bumi atau tsunami ia juga tidak bangun karena nyenyak nya.


Beberapa saat ia mulai menggeliatkan tubuhnya kekanan-kekiri. Berusaha meregangkan otot yang kaku setelah tertidur 1000 tahun di atas kasur. Mengatur nafas perlahan sambil menunggu semua nyawanya terkumpul kembali di dalam raga.


" A Xiang, sekarang sudah jam berapa? " tanyanya masih dengan mata yang tertutup rapat.


" Jam? jam apa nyonya? "


" Emm,maksud ku sekarang sudah waktu apa? " ralatnya dengan bahasa yang mudah dipahami orang.


" Sekarang sudah hampir tengah hari nyonya. Kelihatannya matahari juga sudah berada di tengah-tengah"


" Apa! " Fei Fei langsung terlonjak bangun. " mengapa kau tidak membangunkan ku dari tadi? "wajahnya terlihat sedikit kesal karena ia bangun kesiangan.


" A Xiang lihat nyonya tertidur sangat nyenyak, jadi A Xiang tidak berani membangunkan nyonya" jawabnya dengan wajah polos.


" Lupakan, aku sedang malas berdebat! "celetuk Fei Fei sembari memakai sepatunya. Beberapa saat kemudian masuklah 3 orang pelayan yang membawa nampan berisi makanan.


" Nyonya"serentak ketiganya membungkuk hormat.


" Letakkan saja di situ" seru A Xiang dan ketiganya pun mengikutinya kemudian pergi.


" Nyonya, makanlah terlebih dahulu. Sebelum makanannya dingin"


"Saat ini selera makan ku sedang kacau,kau makanlah sendiri. Lagipula ada hal penting yang harus aku urus" sejurus kemudian melangkah pergi dari sana.


" Nyonya kau mau kemana? " A Xiang secepat kilat mengikuti langkah Fei Fei.


Fei Fei menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu, lalu perlahan ia mendongakkan sedikit kepalanya keluar. Pandangannya teredar ke seluruh sudut Mansion, aman. Rubah gila itu sedang tidak ada di sana. Ini adalah kesempatan bagus untuknya menyelinap keluar dan menyelesaikan misi penting yang menyangkut nasib hidupnya.


" Nyonya, sebenarnya ada apa? "


" A Xiang, ada dimana biasanya rubah gila itu di waktu seperti ini? " tanya Fei Fei tanpa menoleh kearah lawan bicaranya.


" Di ruang belajar? " sambil menautkan kedua alisnya.


" Di mana ruang belajar yang kau maksud? "


" Di sana" telunjuk A Xiang dengan spontan menduding bangunan yang berada di seberang mereka. Tanpa basa basi lagi, Fei Fei lantas berjalan menuju tempat yang di tunjuk A Xiang tadi. Tak lupa dengan A Xiang yang mengekori langkahnya.


" Nyonya" sapa para pelayan yang tak sengaja melintas di sekitar Fei Fei. Melihat itu hanya membuat Fei Fei tersenyum simpul.


" Cih, memuakkan kan! " batinnya berdecih sebal.


" Nyonya" sapa Xio Yi yang berpapasan dengan Fei Fei seraya membungkuk hormat. Si pemilik gelar langsung menghentikan langkahnya.


" Xio Yi? "


" Ya nyonya, apa ada yang bisa hamba bantu? "


" Tuan Zhao......ada di mana? " tanyanya dengan tatapan penuh selidik.


" Yang mulia sedang menghadiri pertemuan dengan para pejabat di istana nyonya. Apa nyonya memerlukan sesuatu? "


" Tidak, tidak. Lanjutkan saja pekerjaan mu" tanpa sebab, seulas senyum tersemat di bibir mungilnya. Memang hari keberuntungan baginya, sepertinya langit sedang berdamai dengannya hari ini.


" Baik nyonya, kalau begitu hamba permisi dulu"


" Ini kesempatan ku untuk mencari petunjuk agar aku busa kembali ke rumah" batinya diiringi senyum mengembang.


" Ehh Xio Yi? " Xio Yi yang baru beberapa langkah berjalan terpaksa menjeda langkahnya.


" Ada apa lagi nyonya? "


" Jika nanti tuan mu sudah kembali dan bertanya aku dimana emm..........bilang padanya bahwa aku sedang berjalan-jalan di pasar! "untung saja otaknya bisa di andalkan, jika tidak mungkin setelah kembali tubuhnya sudah menjadi abu di tangan Zishu karena pergi diam-diam. Luka yang kemarin saja belum kering malah mau di tambah luka lagi, jadi apa tubuhnya nanti.


" Baik nyonya"


" Nyonya apakah kita akan berbelanja di pasar? "


" Tidak, siapa yang bilang begitu? "

__ADS_1


" Bukannya tadi nyonya......."


" A Xiang dengarkan aku. Aku harus pergi karena ada hal penting yang harus ku selesaikan secepat mungkin"


"Kalau begitu A Xiang ikut" pintanya dengan nada sedikit memaksa.


" Tidak usah , kau tunggu di sini saja. Aku akan segera kembali! "


" Tidak nyonya, A Xiang harus ikut. Luka nyonya belum pulih, jika nanti nyonya kenapa-napa bagaimana? tuan pasti akan menguliti ku hidup-hidup! "rasanya malas sekali Fei Fei mendengar ocehan A Xiang yang runtut tanpa jeda.


" Ahh terserah kau saja lah. Aku tidak peduli! "A Xiang tersenyum, mereka berdua mulai berjalan menuju gerbang utama Mansion.


" Zhao Zishu..."suara pria paruh baya yang memiliki kedudukan tertinggi dan paling di segani di tanah Orion ini, siapa lagi jika bukan kaisar Ye Zhenbei. Zhao Zishu lantas bangkit dari duduknya dan memberikan salam hormat kepada sang kaisar.


" Hamba sangat berterimakasih kepada yang mulia karena telah menganugerahi Zishu pernikahan yang sangat istimewa. Seumur hidup ini, Zishu akan mengingat kebaikan yang mulia" ucapnya berbanding terbalik dengan realita yang ia alami.


" Kalau begitu aku tidak perlu khawatir lagi dengan rakyat tanah Orion"


" Ya yang mulia"


" Ketua Lu, apakah kau tidak ingin berterima kasih kepada ku" mendengar itu, Lu Taichong yang juga hadir di pertemuan itu langsung berdiri seraya memberikan salam hormat.


" Maaf yang mulia hamba sudah lancang. Hamba sangat berterima kasih kepada yang mulia. Perintah Yang mulia adalah anugerah terbaik untuk putri ku dan hamba merasa sangat bersyukur atas itu"


" Jika begitu, aku merasa lega sekarang. Kedua klan akhirnya bisa berdamai setelah sekian lama"


" Lapor yang mulia! " seorang prajurit tiba-tiba datang ke hadapan kaisar.


" Katakanlah! "


" Yang mulia, jenderal Wu dari perbatasan ingin menghadap kepada yang mulia!"


" Suruh dia masuk! "


" Baik yang mulia" perajurit itu kemudian pergi.


~Jendral Wu Bai Qi dari perbatasan memasuki Aula!~


" Wu Bai Qi dari perbatasan Orion, salam yang mulia! " ucapnya tegas kala berlutut.


" Bangkitlah! "


" Terimakasih yang mulia" lalu ia bangkit dri berlutut.


" Jendral Wu, selamat datang kembali di ibukota. Berkat usaha dan kerja keras mu selama 10 tahun terakhir, tanah Orion damai dan tentram " sanjung kaisar karena prestasi besar Wu Bai Qi. Semua hadirin pun memberinya tepukan meriah.


" Hamba tidak layak atas pujian dari yang mulia"


"Duduklah, kau pasti lelah dari perjalanan jauh! "


" Baik yang mulia"


" Nona, sebenarnya kita mau kemana. Kenapa melewati hutan yang sepi seperti ini? "


" Diamlah kita sudah hampir sampai, bukankah tadi aku sudah menyuruh mu untuk tinggal. Jika kau masih bertanya lagi, maka jangan menyesal kalau sampai di rumah nanti tubuhmu ku cincang sampai kecil-kecil dan memberikannya untuk makanan kuda. Mengerti! " ancam Fei Fei. A Xiang seketika terdiam seribu bahasa.


" Ini tidak benar, mengapa tidak ada petunjuk apapun di sini. Eh, A Xiang apakah tempat ini aneh menurut mu? "


" Tidak nyonya, sungai keluapan memang selalu seperti ini"


" Jika tak ada petunjuk apapun yang mengarah pada peristiwa aneh itu,cpasti ada sebuah cara agar aku bisa kembali.c Meskipun peluang nya sangat kecil, setidaknya aku harus berusaha dulu. Tapi siapa yang bisa membantuku?...


Benar, Xin Yan pasti bisa membantuku" ucapnya dalam hati.


" Xin Yan, kau di mana!!! "


" Aku disini" sembari menepuk pundak Fei Fei dari belakang.


" Aawww!!! " pekiknya setengah terkejut.


" Kau kenapa? "

__ADS_1


" Tidak, aku tidak papa"


" Bohong!! tidak mungkin kau baik-baik saja. Jangan bilang Zhao Zishu menyakitimu,ya kan? "Fei Fei hanya terdiam sambil mengalihkan pandangan.


" Bagaimana kau bisa tahu? "ceplos A Xiang spontan.


" A Xiang!!! "umpat Fei Fei kearah A Xiang dengan sorot mata nyalang.


" Kan benar apa ku duga, berani-beraninya dia melukaimu. Awas saja nanti, ku cincang dia hidup-hidup! "


" Ahh, sudah-sudah. Aku memanggilmu kemari bukan untuk mendengarkan omong kosong mu itu, tapi untuk membantu ku menyelesaikan masalah penting"


" Katakan, apa yang bisa ku bantu? "


" Xin Yan, apakah sebelumnya kau pernah mendengar tentang lubang waktu? "


" Heyy nona, apa kau sakit hah?"


" Xin Yan ayolah, aku sedang serius"


" Lubang waktu? benda apa itu? "


" Bagaimana ya cara menjelaskannya? emm, dia itu seperti lubang ajaib yang tiba-tiba muncul dan bisa membawa kita ke masa lalu atau masa depan" A Xiang dan Xin Yan tampaknya sedang berfikir keras tentang holo time yang Fei Fei maksud.


" Seumur hidup, aku belum pernah mendengar hal semacam itu . Heeyy, darimana kau bisa tau tentang hal semacam itu?"


" Jika memberitahunya sekarang mungkin mereka tidak akan percaya" batinnya.


" Aku—aku membutuhkan kepastian tentang lubang itu, apakah dia memang benar-benar ada atau hanya sebuah lelucon saja" kilahnya berdalih.


" Aku tidak tau tentang hal itu, tapi mungkin seseorang bisa membantu kita"


" Siapa? "


" Aku pernah mendengar kalau di gunung Tai ada seorang pertapa sakti yang bisa meramal masa depan, siapa tau kita bisa mendapatkan petunjuk darinya"


" Benarkah, yasudah ayo kita ke sana"


"cEitt,tunggu-tunggu " Xin Yan memejamkan matanya,seperti sedang menggunakan indra ke-enamnya untuk berkomunikasi jarak jauh dengan seseorang.


" Ada apa? "


" Kita tidak bisa pergi sekarang! "


" Tapi kenapa? "


" Ayahku memanggilku untuk segera kembali, dan sebentar lagi senja datang. Jadi kita mencarinya esok hari saja,bagaimana?c" mendengar itu Fei Fei sedikit kecewa.


" Baiklah kalau begitu"


" Kita akan bertemu lagi besok di sini! " teriaknya saat sudah mengudara dengan kedua sayapnya.


" A Xiang , ayo kita pulang"


" Ya nyonya"Mereka mulai berjalan memasuki hutan bambu lagi. Beberapa saat kemudaan....


Tolong....


" A Xiang, apa kau mendengar suara itu? "Fei Fei menghentikan langkahnya saat suara orang meminta tolong samar-samar terdengar di telinganya.


" Tapi di mana asal suara itu? " A Xiang celingukan kesana-kemari. Dengan penuh kehati-hatian Fei Fei melangkah ke arah semak rimbun. Ternyata di balik semak-semak itu ada seorang pria yang terluka dan bersimbah darah.


" Tuan kau kenapa? " tanya Fei Fei dengan paniknya. Pria itu tersandar di batang pohon dengan tenaga yang sangat lemah dan dia pun sudah tak sadarkan diri setelah melihat wajah Fei Fei untuk yang terakhir kalinya.


" A Xiang , apa kau membawa obat yang semalam kau berikan padaku? "


" Ada nyonya" A Xiang mengeluarkan kan botol kecil berisi obat bubuk lalu memberikannya kepada Fei Fei. Ia langsung menyingkap lengan baju pria itu dan menaburkan obat di atas lukanya dengan telaten. Setelah itu, Fei Fei merobek sedikit bagian dari baju yang ia kenakan untuk membalut luka pria yang tidak diketahui identitasnya itu.


Kejadian itu memakan waktu beberapa menit sebelum dirinya dan A Xiang melanjutkan perjalanan pulang.


like,komen,vote ❤️

__ADS_1


__ADS_2