
"Kenapa dia tidak bilang dari awal jika menyuruh ku untuk menikah!! " gerutunya yang baru saja memasuki kamar, diikuti A Xiang di belakang nya.
"Tau begini aku lebih baik kabur dari kemarin-kemarin" lanjutnya tapi bergumam lirih.
"Nona kau kenapa, apa nona baik-baik saja?" tanya A Xiang dengan raut wajah cemasnya.Fei Fei mendaratkan bokongnya di bangku kayu.
"Weehh A Xiang, katakan pada ku siapa pria yang akan di jodohkan dengan ku itu? "tanya Fei Fei sembari memakan makannya yang tadi belum sempat ia sentuh.
" A Xiang tidak tahu banyak nona. Tapi berdasarkan rumor yang A Xiang dengar, ketua klan dewa generasi ke 128 ini dijuluki sebagai pembunuh berdarah dingin. Dia juga memiliki tempramen yang buruk"jelas A Xiang jujur, dia menceritakan hal itu seperti membacakan dongeng untuk anak-anak. Dan Fei Fei hanya meng O kan saja ucapan A Xiang sambil terus mengunyah makanan di hadapan nya.
"Oh iya, yang lebih parahnya lagi ada seseorang yang mengatakan jika ketua klan dewa ini memiliki 3 orang selir dan semua selirnya itu mati di tangannya" nadanya seolah-olah sedang menakut-nakuti. Fei Fei pun langsung tersedak kala mendengar ucapan A Xiang.
Uhukk...uhukk...
"Nona kau tidak papa? minumlah dulu" secepat mungkin A Xiang mengambilkan minum untuk Fei Fei.Ia pun meminumnya dengan terburu-buru.
"Apaa!!" Fei Fei terkejut setengah mati.
"Jika itu benar, lalu bagaimana nasib ku setelah ini. Niatnya ingin keluar dari kandang buaya tapi malah masuk ke kandang harimau.Fei Fei, kenapa nasibmu selalu saja sulit? huhuhu uuu" Fei Fei menangis dibuat-buat. Tapi mulutnya masih terus mengunyah dengan lahap.
"Nona jangan bersedih,itu hanya rumor" A Xiang berusaha menenangkan Fei Fei yang meraung di buat-buat.
"Jika rumor itu benar bagaimana? kau senang melihat aku mati hah?"
"A Xiang tidak berani" dia menunduk takut.
__ADS_1
"A Xiang sudah bersumpah akan mengikuti kemanapun nona pergi. A Xiang tidak akan membiarkan nona mengalami kesulitan sedikit pun. Nona maafkan A Xiang karena tidak berguna, harap nona mau menghukum A Xiang" A Xiang tiba-tiba berlutut di hadapan Fei Fei sambil terus menunduk dalam. Fei Fei menghentikan aktivitas makannya, ia mencoba berfikir keras untuk menemukan solusi sebelum hari itu terjadi.
"Aku tidak bisa diam saja,mungkin sudah saatnya aku bertindak. Jika mati bisa membawa ku kembali ke era modern maka akan ku lakukan sekarang juga" batin Fei Fei mengangguk mantap.
"Tapi apa yang bisa membuatku mati? ah iya belati, aku hanya membutuhkan pisau belati untuk menusuk perut ku. Tapi dimana ada belati? "batin Fei Fei bertanya-tanya.
Trinnnngggg.......
Tiba-tiba tangan Fei Fei yang semula kosong kini sudah menggenggam sebua belati berukuran sedang. Ntah darimana datangnya belati itu dan Fei Fei pun menyadarinya.
" Wahh, ternyata di zaman ini masih ada yang namanya sihir kuno seperti ini. Aku tidak menyangka jika anai ku bisa menjadi nyata begini. Cepatlah Fei Fei jangan menunda waktu lagi"Fei Fei sudah bersiap memasang ancang-ancang belatinya agar dengan sekali tusukan ia sudah mati dengan tenang.
"Nona kau mau apa? " tanya A Xiang yang mengetahui gelagat Fei Fei.
"A Xiang diam lah! biarkan aku mati dengan tenang.Jangan menahan ku lagi! " gertak Fei Fei, Ia sudah memejamkan matanya pertanda sudah ready. Dengan kalang kabut A Xiang berdiri dan mengeluarkan sihirnya untuk menghempaskan belati itu dari tangan Fei Fei. Dan yapsss, belati itu sudah terlempar jauh ke lantai.
"Maaf nona A Xiang tidak bermaksud" ucapnya dan kembali berlutut seperti tadi.
"Sudahlah, sepertinya mati bukanlah jalan kembali, lalu aku harus apa? aku harus menunggu Dajjal itu yang menghabisi nyawaku lebih dulu, hah. Dosa apa yang ku lakukan di kehidupan sebelumnya hingga aku harus sengsara begini. Langit, mengapa kau sekejam ini pada ku?? "
Two Days Later......
"Wahh, nona kau benar-benar cantik hari ini"A Xiang memandang wajah Fei Fei dari cermin dengan senyum penuh kebahagiaan. Fei Fei yang mendengarnya hanya tersenyum simpul.
__ADS_1
" Dasar penjilat! "umpatnya pada A Xiang, ia menatap dirinya sendiri di depan cermin. Fei Fei yang mengenakan gaun pengantin ala zaman kuno bergeming kala menatap wajahnya sendiri dari cermin. Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi seorang gadis pada umumnya tapi menjadi hari paling menyedihkan untuk dirinya. Miris memang,namun mau bagaimana lagi kabur atau mati pun rasanya percuma ia hanya bisa duduk,diam dan pasrah. Tekatnya telah bulat,bahwa setelah semua ini berlangsung ia akan segera mencari tahu bagaimana caranya agar bisa kembali ke era asalnya. Cepat atau lambat,ia pasti bisa keluar dari sangkar emas ini.
"Ck, apakah nasib semua wanita di zaman kalian seperti ini? " tanya Fei Fei masih menatap dirinya di cermin.
"Pernikahan wanita di tanah Orion hanya boleh di tentukan oleh orang tua mereka atau pemerintah, mau tidak mau para gadis harus menerimanya. Huh(mendengkus)lalu apa gunanya dewi cinta diciptakan? " sahut A Xiang yang sedang menyisir rambut panjang Fei Fei. Fei Fei tersenyum kecut sekilas.
"Bukankah para gadis yang akan menikah, lalu mengapa harus orang lain yang memilih. Bahkan untuk menentukan kebahagiaan sendiri harus menggunakan campur tangan orang lain,kehidupan kalian sangatlah menyedihkan. Aku bingung dengan cara berfikir kalian semua, bukankah itu terlalu kuno. Sekarang sudah abad ke berapa, tapi masih ada saja yang menggunakan trik kuno seperti itu. Cih, menyebalkan!"
"Nona benar, kami bahkan tidak bisa menentukan kebahagiaan kami sendiri. Lalu apa gunanya hidup? " sambung A Xiang yang sepemikiran dengan Fei Fei.
"Itulah yang dinamakan hidup bagai burung dalam sangkar" ucapnya kemudian bangkit dari kursi dan berdiri menghadap A Xiang dan menggenggam kedua tangannya.
"A Xiang, disini hanya kau yang bisa mengerti perasaan ku. Aku sangat berterimakasih untuk itu.Berjanjilah,kau akan selalu ada di sampingku, menjadi tempatku curhat dan menangis. Kita akan menjadi sahabat selamanya" ucap Fei Fei tulus. A Xiang yang mendengarnya menyunggingkan senyum bahagia.
"Baik, A Xiang janji" mereka berdua saling pandang dan tersenyum, kemudian berpelukan sebagai sahabat sejati.
"Fei'er, ayah sudah menyiapkan sesuatu untukmu. Ambilah, simpan baik-baik. Gunakan di saat nyawa mu terancam.Ini hanya bisa digunakan 2x saja. Setelah itu belati ini akan musnah. Ayah sudah memasukkan setengah dari kekuatan yang ayah miliki ke dalamnya. Hanya ini yang bisa ayah berikan untukmu. Jangan sampai kakak mu tau tentang ini" seraya memberikan sebuah belati kepada Fei Fei.
"Lalu bagaimana dengan ayah? "ia mengambil belati itu dari tangan ketua Lu.
" Ayah akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir. Berjanjilah pada ayah, kau akan menjadi istri yang berbakti. Ayah sangat menyayangimu, maaf kan ayah yang tidak berguna ini" ketua Lu memeluk putri tercintanya dengan penuh haru, ia tidak tau setelah hari ini apakah dia bisa bertemu dengan putri lagi atau tidak. Fei Fei pun membalas pelukan ketua lu.
"Baik, aku berjanji. Sejak kecil aku tidak pernah merasakan belaian seorang ayah dan hari ini aku baru merasakan hal itu. Betapa indahnya bila kita ditakdirkan menjadi keluarga di dunia nyata.Aku tidak pernah menyesali pertemuan kita di sini. Ayah.." suara batin Fei Fei di sela pelukan mereka. Setelah beberapa saat,pelukan itu pun terurai. Rombongan pengantin yang berada di aula Lu Mansion pun sudah bersiap untuk berangkat menuju Mansion klan dewa. Dengan kekuatan super natural yang mereka miliki,semua orang sudah menghilang dalam sekejap.
__ADS_1
Like komen vote❤️