
"Arghttt! " Fei Fei Fei mengusap wajahnya kasar.
" Kenapa cuma mimpi?! bukan kenyataan. Huaaa, kalau aja itu nyata mungkin aku sudah dirumah sekarang! " rutuknya pada diri sendiri.
"Dasar sialan! tempat sialan! rumah sialan! semuanya sialan! " bantal-lah yang menjadi lampiasan emosinya kali ini. Tempat tidurnya sudah seperti kapal pecah, ditambah bantal guling yang berhamburan di lantai membuat ruangan bernuansa klasik ini menjadi tak sedap di pandang mata. Lebih tepatnya amburadul.
"Nyonya, ada apa ini? " A Xiang terheran melihat kamar yang semula rapih sudah berantakan tak karuan.
"A Xiang semua ini salah mu, pergi dari sini aku tidak mau melihat siapapun! " A Xiang yang ingin mendekat pun mengurungkan langkahnya.
"Aku? " A Xiang menduding wajahnya sendiri.
"Aku salah apa? " tanyanya pada diri sendiri.
"Arghhh, sudahlah.Mau dijelaskan bagaimanapun kamu tidak akan mengerti" kemudian ia bangun dan beranjak pergi dari ranjangnya. "A Xiang tolong bereskan ini, maaf merepotkan mu " ucapnya disela berjalan.
" Mmm kamu mau kemana nyonya? "
" Keluar sebentar, aku ingin menghirup udara segar" langkahnya terus berlanjut hingga sampailah Fei Fei di depan pintu.
Kriettttttttt.......,
Wajah ayunya langsung diterpa angin pagi yang begitu menyejukkan. Ditambah sinar hangat mentari yang mulai muncul ke permukaan membuat Fei Fei sejenak menutup mata, lantas menghirup dalam seberkas udara lalu menghembuskan nya. Emosinya pun tanpa sadar ikut luruh terbawa hembusan nafas itu. Huft, benar-benar definisi pagi yang indah.
"Haduh kenapa kepala ku terasa pusing begini. Tidak biasa-biasanya seperti ini" herannya sambil memukul-mukul kepalanya pelan.
"Emm, aku baru sadar sekarang. Bukannya kemarin aku habis donor darah yaa, pantesan" ucapnya sendiri seraya terus berjalan menyusuri sepanjang teras paviliun.
Yapsss, langkah akhir Fei Fei terhenti tepat di depan pintu kamar Zishu. Ia lantas membuka pintu itu dan masuk kedalam tanpa ragu.
Rupanya Zishu tidak sendiri, disana sudah ada Pengawal setianya yang tengah menyeka tubuh itu dengan handuk basah.
"Apa dia belum juga sadarkan diri sejak kemarin? " tanya Fei Fei ketika sudah hampir sampai di sisi ranjang.
__ADS_1
"Belum nyonya, tapi setidaknya kondisi tuan lebih baik dari kemarin" jawab Qioyi yang kemudian menghentikan aktifitasnya.
"Sini,biar aku saja" seraya menjulurkan tangan.
"Tapi nyonya...... "
"Jangan khawatir, aku tidak akan melukai nya apalagi membunuhnya" segera Fei Fei merampas handuk itu dari tangan Qioyi dan mulai mengelap area wajah Zishu dengan lembut.
"Kalau begitu hamba pamit nyonya, masih ada urusan yang harus hamba selesaikan"
"Hmm, pergilah" Qioyi pun membungkuk hormat kemudian melingsir kebelakang lalu pergi.
" Benar-benar tampan untuk ukuran manusia bumi. Tapi sayang, terlalu tempramental dan sombong sehingga wajahnya mirip zombie ketika dia marah" ujarnya sendiri sambil mengerucutkan bibir.
"Jika bukan karena barang mu itu, aku tidak sudi kontak fisik denganmu seperti ini. Apalagi harus bermuka du'a begini, sungguh menyebalkan! "
"Ha'uuss....... haussss... " dengan sangat lirih kata-kata itu terucap bahkan matanya pun terbuka.
"Apa, haus? oh tunggu sebentar aku ambilkan air dulu" segera ia beranjak mengambilkan secangkir air yang tak berada jauh darinya.
"Kamu sudah sadar" ucapnya sambil tersenyum palsu. Zishu masih mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam netranya.
"Kamu, bagaimana bisa ada disini? " tanyanya lirih.
"Tentu saja menjaga mu, apalagi memangnya"
"Nyonya, ini obat untuk tuan" ujar seorang pelayan yang masuk sambil membawa semangkuk sup obat.
"Ahhh iya trimakasih"
"Aku bisa melakukannya sendiri" Zishu berusaha bangkit namun tenaganya masih terlalu lemah, alhasil ia pun terbaring lagi.
"Tenaga saja tidak punya, yakin bisa memegang mangkuk dengan benar? dasar keras kepala" sembari menyimpulkan seulas senyum.
__ADS_1
Melihat hal itu membuat Zishu terheran dan bertanya-tanya di dalam hati 'ada apa dengannya? '
" Buka mulut Aaaaa...... " Fei Fei mulai menyuapinya dengan telaten, sementara Zishu hanya bisa patuh sekaligus bengong melihat sikap istrinya yang mendadak manis itu.
"Sudah habis, sekarang istirahatlah dengan baik supaya cepat pulih. Aku tidak akan menggangu lagi" Fei Fei lantas pergi dari sana.
"Ada yang tidak beres dengan wanita itu, tapi kenapa? " lamat-lamat Zishu memperhatikan pundak yang terus menjauh dari pandangannya. Kemudian di gantikan dengan kehadiran Qioyi dari balik pintu.
"Tuan anda sudah sadar"
" Jika aku tidak salah ingat aku bisa seperti ini karena terkena racun jarum wabah bukan, itu bukanlah racun biasa lantas siapa yang menyelamatkan ku? "
"Hamba tidak tahu persis siapa laki-laki tua itu tuan, tapi senior Wen memanggilnya dengan sebutan guru. Dan juga nyonya yang memberikan darahnya untuk mu tuan " jelas Qioyi sedikit gugup.
"Apa?! wanita iblis itu yang menyumbangkan darahnya untuk ku? " ujarnya sedikit shock , " apa yang sebenarnya wanita itu inginkan sampai rela melakukan hal sejauh ini " lanjutnya lirih.
"Maaf tuan hamba tidak bisa melakukan apapun pada saat itu, sebab tuan benar-benar membutuhkan banyak darah. Dan hanya nyonya yang mau menyumbangkan sebagian besar darahnya" seraya berlutut.
" bangunlah, aku tidak menyalahkan mu. Yang aku bingung kan adalah seharusnya dia senang disaat aku hampir mati, tapi kenapa justru sebaliknya? "
Tanpa mereka sadari, sepasang telinga sedang asyik menyimak percakapan antara tuan dan anak buahnya itu. Fei Fei benar-benar penasaran dengan reaksi Zishu ketika dia tahu kalau darahnya lah yang sekarang mengalir di tubuhnya itu.
"Rencanaku yang ini pasti tidak akan gagal" ucapnya sambil mengintip dari selah pintu.
"Sedang apa kamu disitu? "
"Jelas lagi nguping lah, ngapain lagi" jawab Fei Fei spontan tanpa melihat siapa yang bertanya.
"Upss, keceplosan" sontak ia tersadar dan berbalik, ternyata yang bertanya adalah.........
#hayotebaksiapa
Mulai sekarang otor ada kebijakan baru, yaitu julukan Fei Fei buat Zishu otor ganti jadi Z****
__ADS_1
siapa yang bisa tebak apa julukannya?