Scarlt Blood Love

Scarlt Blood Love
38. Love you


__ADS_3

" Ternyata kau Xin Yan" ucap Fei Fei sembari menghembuskan nafas kasar, "mengagetkan ku saja" lanjutnya.


" Kamu sudah pulih? cepat sekali? " raut sumringah tampak di wajahnya.


" Aku baik-baik saja seperti yang kamu lihat sekarang, sehat walafiat malah " Fei Fei membalaskan dengan senyuman. " Hanya mendonorkan darah saja tidak membuat orang pingsan berhari-hari" gumamnya lirih.


"Kamu bilang apa barusan? "


" Tidak ada, eumm bukannya kamu kesini untuk melihat Zishu. Dia ada di dalam, kalau begitu aku pergi dulu masih ada hal yang harus kulakukan " Fei Fei lantas pergi.


"Anehhhh.... " Xin Yan kemudian membuka pintu dan masuk kedalam.


" Apa kalian tidak sadar kalau ada penguping diluar hm? " keduanya pun terdiam melihat kedatangan Xin Yan.


" Sudah pergi bukan? ada apa kamu kemari? " sahut Zishu.


"Kenapa? aku hanya ingin menjenguk temanku yang katanya memiliki kekuatan tiada tanding tapi hampir sekarat cuma gara-gara ketusuk sebuah jarum" Xin Yan memukul pundak Zishu kemudian tertawa lepas begitu saja. Membuat Qioyi yang juga berada di sana ikut keceplosan tertawa.


"Sepertinya aku masih punya satu jarum lagi, akan ku tusukkan padamu biar tahu bagaimana rasanya keracunan sampai sekarat! " ketus Zishu.


" Baiklah-baiklah, aku hanya bercanda tapi malah menanggapi nya dengan serius "


"Xin Yan? "


" Hmm, kenapa?"


"Apa kamu tau siapa orang yang mengobati ku kemarin? " raut wajahnya mulai serius.


"Ohh itu, dia pertapa sakti dari gunung Tai. Kenapa, lebih hebat darimu bukan" Xin Yan mulai lagi.


"Pertapa sakti dari gunung Tai? aku belum pernah mendengar orang ini sebelumnya" bingungnya.


"Sudahlah itu tidak penting sekarang, untung saja dia mau menolong mu jika tidak mungkin hari ini kami akan mempersiapkan upacara terakhir untuk mu sebelum jasadmu dijadikan sarapan singa peliharaan mu itu " lagi dan lagi, tawa renyah menggema keseluruh ruangan itu.


"Cukup! " sontak tawa Xin Yan pun mulai memudar.


" Xin Yan cepat pergi dari sini sebelum aku yang mengusir mu sendiri ! " seru Zishu yang sudah jengah mendengar Xin Yan mengejeknya terus sedari awal.


"Bagaimana kalau aku tidak mau" sahutnya menantang.


" Kalau tidak mau pergi juga makan akuuuuu...... akannnn...... " tangan Zishu mulai mengeluarkan unek-uneknya dalam bentuk kekuatan sihir yang ia miliki.


" Iya-iya aku akan pergi sekarang. Dasar pemarah, menyebalkan! " ketusnya kemudian pergi.




Tak terasa gelap mulai menyapa, sengaja menyembunyikan sinar hangat di balik pekatnya gumpalan awan. Sementara bulan, ia menampakkan lengkungan eloknya di langit-langit semesta. Menemani jutaan umat manusia sampai sang fajar tiba. Udah cukup kata-kata mutiara, sekarang kita kembali ke topik utamanya.



Fresh, itu yang tubuhnya rasakan setelah berendam cukup lama di dalam bak berisi air susu. Sebelumnya, Zishu merasa sangat lelah setelah seharian berkultivasi untuk memulihkan seluruh kekuatan spiritualnya. Namun sekarang tidak lagi, kondisinya sudah seperti sedia kala.



" Xioyi, tolong ambilkan pakaian ku! "



"Baik tuan" Xioyi yang berjaga diluar kamarnya lantas pergi memenuhi perintahnya.



Beberapa saat kemudian Qioyi telah kembali sambil membawa setumpuk kain yang tidak lain dan tidak bukan adalah baju pesanan Zishu.



Namun.....


__ADS_1


"Tunggu! " sergah Fei Fei menghentikan langkah Qioyi.



"Nyonya" seraya membungkuk hormat.



" Apa ini untuk dia? " Fei Fei menunjuk orang yang ada didalam sana dengan dagunya.



"Iya nyonya"



"Sini, biar aku saja yang mengantarnya" pintanya sejurus kemudian merampas pakai itu dari tangan Qioyi.


" Ini adalah kesempatan bagus untuk selangkah lebih dekat dengannya, perlahan tapi pasti. Semangat Fei Fei, kamu pasti bisa! " ia membatin.



"Tappp, hm baiklah nyonya" Qioyi hanya bisa pasrah.



"A Xiang, kau tunggu disini saja.Tidak usah ikut"



"Tapi nyonya, bukannya tadi kita mau pergi ke kandang singa? "



" Tidak jadi, aku berubah pikiran " Fei Fei pun masuk kedalam kamar Zishu.



"Bawa kemari" ucap seseorang dari balik tirai sutra.




Detik setelah Fei Fei menyibak tirai itu tampak sebuah punggung polos berbalik ke arahnya. Ternyata Zishu dengan hanya mengenakan celana panjang dan bertelanjang dada.



" Kamu?!kenapa kamu yang... " ucapnya terjeda", " Qioyiiii, awas saja kau nanti " lanjutnya dalam hati.



" A-Aku cuma ingin mengantarkan pakaian mu, tadi Qioyi menitipkan nya padaku. Dia bilang masih ada urusan " kilahnya berbohong.



"Hm"



Bukannya beranjak pergi, pandangannya justru asik menyusuri lekuk tubuh Zishu hingga membuatnya terpaku. sampai-sampai ia menelan saliva.



"Astaga, apakah ini yang dinamakan sixpack. Ku kira hanya bintang iklan atau aktor saja yang punya begituan, gimana ya rasanya dipelll... "



"Hey, kenapa masih di situ? "


__ADS_1


"Ouhh engga, tiba-tiba aku teringat sesuatu" Fei Fei tersentak dari lamunannya. "Silahkan lanjutkan, aku pergi dulu" lanjutnya.



" Ya Tuhan memalukan sekali " gumamnya sembari menepuk-nepuk pipinya yang mengeluarkannya semburat merah jambu.



" Apa sebenarnya yang ia rencanakan dibalik sikap baiknya ini? tidak mungkin sungguhan bukan ?"



Beberapa saat kemudian zishu keluar dari balik tirai dan berjalan menuju meja kerjanya. Namun, langkahnya terhenti ketika dirinya mendapati Fei Fei belum pergi dari kamarnya. Dia justru dengan tenang duduk sambil menyantap makanan.



"Sini duduk, pasti kamu belum makan juga kan" tawarnya masih dengan mulut mengunyah.



"Tidak, aku tidak lapar! "



detik berikutnya.....



...kruyuk.... kruyuk..... ...



Fei Fei hanya tersenyum simpul mendengar jeritan itu. Sementara Zishu, dia spontan memegangi perutnya.



" Mulut mungkin bisa berbohong, tapi tidak dengan perutmu "



Zishu pun akhirnya duduk semeja dengan istrinya itu.



"Katakan, mengapa kau menyakiti dirimu sendiri demi menolong ku?"



"Ya karena aku mencintaimu " jawabnya spontan.



"Konyol!!!" Zishu yang hendak minum pun mengurungkan niatnya mendengar jawaban darinya.



Begitu pula dengan Fei Fei, nafsu makanya tiba-tiba hilang setelah Zishu berucap.



"Konyol? Apanya yang konyol? Ouhh, jadi menurut mu cinta itu hanya lelucon dan kekonyolan belakang?!" sambil menatap intens wajah dihadapannya, yang dipandang justru berpaling.



"Sudah lah tak usah berfikir terlalu jauh, cepat katakan saja imbalan apa yang kau inginkan dariku, apapun permintaan mu akan ku berikan karena aku bukan tipe orang yang suka berhutang budi!!" cecarnya yang mulai muak dengan keadaan.



"Terimakasih atas tawarannya tuan Zhao, tapi maaf aku bukan wanita pemuja harta dan ketulusan ku tidak bisa tergantikan oleh apapun" terangnya dengan emosi yang meluap-luap.


"Aku sudah kenyang, permisi" diakhir dengan meletakkan sumpit tapi seolah menggebrak meja kemudian pergi tanpa sepatah kata pun.

__ADS_1



seperti biasa sebelum beralih dari halaman ini otor minta uang parkir nya dengan cara like episode ini, bay.. bayyy


__ADS_2