
Fei Fei mulai membuka kelopak matanya,ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam kornea nya.Saat pengelihatan nya sudah pulih ia menegakkan kepalanya yang bersandar di bahu Wen Rui namun Fei Fei masih belum sadar kalau bahu Wen Rui lah yang menjadi bantal tidur nyenyak nya.Perlahan ia menggeliat kan tubuhnya,melihat pemandangan di depan matanya setelah itu barulah ia menoleh ke samping kanannya
"Naga terbang!!" kejutannya seraya sedikit bertingkat karena ia memang benar-benar terkejut.
"Sudah bangun?"
"Bagaimana aku bisa ada di sini?"sepertinya ia melupakan kejadian semalam.
" Apa kau sudah lupa?semalam kita........"
"Tunggu!" belum selesai Wen Rui berucap Fei Fei sudah menghentikannya sebab ia sedang memutar kembali ingatannya tentang kejadian semalam sembari memukul-mukul pelan kepalanya.
"Kau kenapa?"ia terkekeh geli melihat ekspresi Fei Fei yang salah mengartikan maksud dari ucapanya itu.
"Tidak papa!" sahutnya setelah mengingat semua kejadian semalam.
"Hanya melihat pemandangan dan aku tak sengaja tertidur,tidak lebih" lanjutnya bergumam seraya menghela nafas lega.
"Jangan khawatir aku bukan pria yang seperti itu"
"Oh ya ngomong-ngomong bahu mu lumayan nyaman juga,lain kali aku akan meminjamnya jika tidak ada bantal"ucapnya asal untuk memecahkan suasana.
" Boleh saja,asal kau tidak meminjamnya terlalu lama karena pundak ku bisa patah kalau kau jadikan bantal terlalu lama "
"Naga terbang kenapa kau selalu baik padaku?" raut wajahnya tiba-tiba berubah menjadi serius.
"Mengapa aku baik padamu?,yaa karena kita berteman" jawabnya singkat.
"Bohong!"
"Lu Jia Fei untuk apa aku berbohong?"Fei Fei lantas berdiri di depan Wen Rui sembari menunjukkan wajah juteknya.
"Oo oh,mungkin kau mengambil keuntungan disaat aku tertidur,benar kan?!"
"Jika iya memangnya kenapa?" dia pun juga berdiri berhadapan dengan Fei Fei,tapi karena tubuhnya lebih tinggi dari Fei Fei maka Fei Fei menatapnya sambil mendongak keatas.
"Kauu!" Fei Fei mengutuki Wen Rui sembari menduding wajah pria itu.
__ADS_1
"Di saat kau tertidur aku akan......." Wen Rui berjalan selangkah demi selangkah mendekati Fei Fei tapi Fei Fei justru mundur selangkah demi selangkah ke belakang untuk menghindari Wen Rui mendekati dirinya.
"Naga terbang jangan melakukan hal bodoh padaku,bukankah kita adalah teman?" bujuk nya pada Wen Rui yang terus maju dan menatapnya dengan tatapan berbeda,Fei Fei pun menjadi takut kalau-kalau Wen Rui benar-benar melakukan hal yang tak seharusnya dia lakukan.
"Aku akan melakukan......ini pada mu!" tangannya bergerak cepat menghampiri pinggang Fei Fei dan menyerangnya dengan ribuan kelitikkan,sontak Fei Fei yang terkejut langsung tertawa kegelian.
"Hahaha,sudah cukup aku sudah tidak tahan lagi,hahahaha" tawa renyah tersemat di wajah mereka berdua yang sedang berlari kejar-kejaran,saat tertangkap Fei Fei terus menggeliat dan tertawa kegelian,terus tertawa dan berlarian seperti orang yang paling bahagia di dunia sampai-sampai mereka tak menyadari ada sepasang mata yang mengawasi interaksi dua insan itu dari kejauhan dengan tatapan tak senang.
"Sudah-sudah cukup,aku sudah lelah,biarkan aku istirahat dulu sejenak" ucap Fei Fei yang terengah-engah karena lelah berlari.
"Terbuat dari apa kaki mu sebenarnya,baru sebentar berlari tapi sudah lelah" ucapnya dengan tawa yang masih tersisa di mulutnya.
"Heyy aku ini bukan kuda yang bisa berlari puluhan kilometer!enak saja kau mengataiku lemah,jika kau belum puas berlari sana berlarilah sendiri aku akan menunggu mu disini!" ucapnya dengan nada merajuk.
"Baiklah-baiklah,aku menyesal,aku tidak akan mengulanginya lagi"ia menghampiri Fei Fei yang terus bernafas tersengal-sengal.
" Janji!"Fei Fei mengepalkan tangannya sebagai kode untuk melakukan tos ala zaman now,Wen Rui lantas tersenyum dan mengikuti intrusi Fei Fei.
"Jangan bergerak!!"
"Ada apa?" Fei Fei langsung mematung dengan tatapan bingung mendengar Wen Rui setengah berteriak.Wen Rui mulai menjulurkan tangannya menuju kepala Fei Fei dan........
"Sudah" ucapnya kemudian.
"Hu uh,kau menakuti ku saja!"
"Aku hanya mengusap keringat mu,kenapa harus takut?"
"Bukan itu maksud ku,aahhh sudahlah aku ingin duduk dulu,kakiku rasanya sudah seperti mau patah" kemudian ia berjalan mencari tempat yang layak untuk diduduki.Saat hendak menuju tempat itu tanpa sengaja netra Fei Fei menangkap sosok yang telah mengawasinya sedari tadi.
"Xin yan?" gumamnya setengah berbisik.
"Xin yan!!kenapa kau berdiri di sana,kemarilah" serunya memanggil salah satu sahabatnya.Awalnya Xin Yan berniat untuk pergi saja dan tak mau mengganggu mereka tapi apa daya Fei Fei sudah memanggilnya lebih dulu,mau tak mau ia harus menemuinya.
"Aku tak sengaja melintas di sekitar sini,emm apa yang kalian lakukan di sini pagi-pagi begini?" tanyanya pura-pura tak tahu sekaligus menutupi perasaannya yang sebenarnya saat ini.
"Kami....."
__ADS_1
"Tidak ada,kami juga tidak sengaja bertemu di sini.Benarkan Fei Fei?" pungkasnya sebelum Fei Fei selesai berucap seraya mengkode Fei Fei bahwa ia harus mengiyakan ucapannya agar Xin Yan tak berfikir lebih jauh.
"Haa?"
"Oh iya benar,kami juga tak sengaja bertemu di sini.Iya tidak sengaja" Fei Fei berbicara tapi berkontak mata pada Wen Rui.
"Bukankah ini suatu kebetulan yang tak terduga kalau kita bisa bertemu di sini" seraya tersenyum palsu.
Fei Fei menjadi tak enak hati pada Xin Yan karena telah membohonginya,jika bukan karena Wen Rui maka dia tak akan berbohong seperti ini tidak ada gunanya juga.Tepat di saat mereka bertiga bercengkrama di tepi sungai,dua buah cahaya spiral dari langit mendarat di dekat mereka,ketika dua cahaya itu sudah sampai di tanah tiba-tiba dia berubah menjadi dua orang pria yang tak asing di ketiganya.
"Zishu?" heran Xin Yan.
"Xin Yan,kenapa kau ada di sini?" heran Zishu balik.
"Untuk apalagi coba orang ini datang ke sini,sepertinya hidupku akan selalu terkena masalah jika bertemu dengannya!" dumel Fei Fei dalam hati.Setelah menatap Xin Yan mata Zishu tertuju pada seorang laki-laki yang berdiri di samping Fei Fei.
"Paman?" kemudian ia membungkuk hormat di depan Wen Rui.
"Paman!!" Xin Yan dan Fei Fei sontak terkejut secara bersamaan setelah itu meraka saling lempar pandangan,Sama-sama kaget dan tak menyangka akan hubungan kedua pria itu.
"Kenapa kau kemari?" tanya Wen Rui dengan wajah tak bersahabat,tentu saja sebab Fei Fei adalah istri dari keponakannya,diam-diam dia sudah menaruh hati pada Fei Fei.
"Aku kemari untuk menjemput istriku pulang,Lu Jia Fei ayo kita pulang!"
"Aku tidak mau!" cetus Fei Fei langsung.
"Mengapa kau mengajaknya pulang,bukankah kemarin kau yang mengusirnya?"
"Benar,bukannya kemarin kau yang mengusirku?!"
"Itu hanya salah paham,aku akan menjelaskannya di rumah.Sekarang ayo kita pulang dulu!" Zishu menarik tangan Fei Fei agar mau mendekat padanya tapi Fei Fei menempis tangan Zishu.Zishu sudah tak tahan lagi,ia sudah cukup sabar kali ini.Sedangkan Xin Yan dan Xio Yi hanya sebagai penonton karena ini bukan urusan mereka tak berhak mereka ikut campur.
"Dia tidak mau pergi kau bisa pergi lebih dulu,aku bisa menjaganya!" Wen Rui mencoba menghalangi aksi Zishu.
"Terimakasih sebelumnya paman,tapi istriku aku bisa menjaganya sendiri" tanpa aba-aba Zishu langsung melingkarkan tangannya di paha Fei Fei dan langsung mengangkatnya dengan satu tangan,wahhh daebak seluruh pasang mata membulat sempurna kecuali mata Wen Rui yang merasa sangat muak.
"Turunkan aku!cepat turunkan!aku tidak mau pulang!" pekik Fei Fei yang memberontak minta diturunkan namun Zishu tetap jojong menggendongnya pergi dan menghilang dari sana.
__ADS_1
Like nya dong kak❤