
"Dah selesai"
"Terimakasih!" ucapnya dengan tulus.Xin Yan sudah berhasil meredam gejolak di hatinya,sekarang ia berekspresi seolah jiwa dan raganya baik-baik saja padahal kenyataannya 'Aduh sakit sekali everybody!'.
"Wen Rui kau tidak papa?" tanyanya di balik kobaran api yang mulai menyusut sedikit demi sedikit.
"Hanya luka kecil,lihatlah Fei Fei sudah merawatnya maka tidak perlu di khawatirkan lagi" sahutnya diiringi senyuman yang mengembang.
"Jangan meremehkan luka kecil,kalau tidak di obati itu bisa infeksi dan lukanya semakin parah!!" juteknya kepada Wen Rui yang makin mengembangkan senyum melihat wajah imut itu berekspresi merajuk.
"Kalau begitu ayo kita cari batu itu mungkin batu itu di simpan di tempat ini,sebaiknya kita berpencar saja agar lebih cepat mendapatkannya" Wen Rui mengkoordinir ekspedisi mereka di sini.
"Baiklah,aku ke arah sana,kau kesana dan Fei Fei kesana" sembari menduding 3 arah berbeda.
"Eh tunggu-tunggu"Fei Fei berjalan mendekati tempat dimana tewasnya ketua Duxie.
" Kenapa?"tanya Xin Yan dengan raut wajah penuh tanya,begitupun Wen Rui yang sama bingungnya,alhasil mereka berdua saling lempar pandangan karena sama-sama bingung.Fei Fei mengorek-ngorek abu dari jasad kepala Duxie,ia merasa ada sesuatu yang berkilau di dalamnya.
"Apakah ini adalah batu embun ajaib yang kalian maksud?" tanyanya kepada dua orang member grup kelepon yang masih berdiri di posisi masing-masing sambil mengangkat batu eksotis berwarna biru mengkilap.Secepatnya Xin Yan dan Wen Rui menghampirinya untuk melihat apa yang ia dapatkan.
"Batu embun ajaib!!"
"Benar ini batu embun ajaib?tapi kenapa bisa ada di sini?" Xin Yan semakin diselimuti rasa kebingungan,begitu pun dengan dua orang lainnya.
"Aku juga tidak tau kenapa batu ini bisa ada disitu" sahut Fei Fei yang sama bingungnya.
"Fei Fei,di mana kau mendapatkannya?" dengan tatapan mengintimidasi Wen Rui bertanya.
"Nahhh" ia menjawabnya dengan menduding jasad ketua Duxie yang sudah berubah menjadi abu.Wen Rui lantas menghampiri abu itu seraya mengintrogasi nya.
"Ada apa Wen Rui?"
"Kenapa naga terbang,ada yang aneh?"
"Pantas saja tidak ada yang bisa mendapatkan batu embun ajaib ini,ternyata ketua Duxie menyimpannya di dalam inti batinnya sendiri" jelas Wen Rui.
"Hah,apa maksudnya?"
"Duxie menyimpan batu ini di dalam inti batinnya,jadi orang yang ingin mendapatkan batu ini harus membunuhnya terlebih dahulu setelah itu barulah batu ini bisa keluar" jelasnya lagi.
"Jadi rumor hilangnya batu ini sebenarnya palsu dan vampir tidak bisa menemukan batu ini karena Duxie tidak bisa mereka kalahkan?" Xin Yan menyimpulkan semuanya.
"Benar!"
"Kalau begitu,kakak-kakak yang baik bisakah kita pulang sekarang,kita kan sudah mendapatkan batu ini jadi untuk apa lagi berlama-lama di sini"
__ADS_1
"Akhirnya batu ini bisa ku dapatkan juga,selangkah lagi setelah itu aku bisa kembali ke rumah dengan tenang,bagaimana dengan keadaan nenek yaa?nek tunggu Fei Fei sebentar lagi Fei Fei akan kembali kerumah,aku juga sudah muak di sini berlama-lama"ocehnya saat berjalan menaiki anak tangga gerbang Mansion.
" Maaf nyonya anda dilarang masuk!"ucap prajurit penjaga gerbang yang memblokir jalan Fei Fei dengan tangannya.
"Siapa yang berani melarang ku masuk,hah!!" semua prajurit hanya menunduk,tak ada yang berani mendongakkan kepala.
"Minggir!!" seru Xio Yi yang baru saja datang,lantas prajurit yang memblokir jalan Fei Fei menyingkir dari hadapannya.
"Maaf nyonya,yang mulia memerintahkan kami untuk melarang nyonya masuk ke kediaman karena nyonya sudah melanggar aturan yang kesekian kalinya!" terang Xio Yi.
"Kalau begitu di mana tuanmu,aku ingin bicara padanya!"
"Tidak!aku tidak akan pergi sebelum aku bertemu dengannya!!"
"Maaf nyonya bukannya kami lancang,tapi kami hanya mengikuti perintah dari yang mulia,harap nyonya tidak mempersulit kami,kalau begitu hamba permisi dulu"
"Aku tidak perduli,sebelum aku bicara dengannya aku tidak akan pernah pergi dari sini!!!" pekik Fei Fei dari luar gerbang.
"Nyonya apa yang terjadi,apa kau baik-baik saja?" Melihat Fei Fei ada di sana A Xiang langsung berlari menemuinya,tapi lagi-lagi para penjaga gerbang menghalangi keduanya.
"Siapapun dilarang menemuinya!!"
__ADS_1
"Minggir!!biarkan nyonya masuk!!"
"A Xiang aku baik-baik saja,pergilah!jangan kemari atau kau akan mendapatkan masalah juga nanti!"
"Bagaimana dengan mu nyonya?" matanya mulai memancarkan binar berkilauan bak kaca,di tambah lagi dengan wajah cengeng nya itu,ekspresi wajahnya kini sudah komplit seperti gado-gado.
"Aku tidak akan kemana-mana,sudah pergilah atau jika rubah gila itu melihatmu dia juga akan menghukum mu!"
"Kalau begitu A Xiang akan menunggumu di dalam nyonya"
"Ya,pergilah!"A Xiang pun pergi atas perintahnya.Fei Fei terus berdiri di halaman gerbang menunggu musuh bebuyutan nya keluar dari sarang.Tapi......
\*\*Gluduk......gludukkk...gludukkk......
Jeduarrrrrrrttttt\*\*......
Gumpalan awan hitam memenuhi langit,diiringi dengan suara petir dan cahaya kilat yang menandakan hari akan segera turun hujan.Fei Fei tak beranjak dari posisinya sedikitpun,hingga tetesan bulir-bulir air dari langit mulai turun ke bumi satu persatu,terus bertambah banyak jumlahnya.Yang semula berupa tetesan kini berubah menjadi guyuran air yang menganak laut,basah dan kuyup tak terelakkan lagi,membuat hawa dingin terus menjamah ke seluruh tubuhnya hingga ke sum-sum terdalam namun ia selangkah pun tak bergeser.Fei Fei tetap di posisi itu,berdiri di depan gerbang kediaman sambil meluruskan pandangannya kedepan,ia tak berharap banyak,hanya ingin hujan ini berhenti detik itu pula karena tubuhnya sudah tak bisa menahan udara dingin ini.Lama berdiri ditambah lagi dengan guyuran hujan membuat kepalanya sontak terasa seperti berputar-putar,pandangannya mengabur dan.....
yaps dia terjatuh tak sadarkan diri namun dengan secepat kilat seseorang meraih tubuhnya dan membawanya pergi..........
\*Akankah ia bisa kembali ke dalam rumah itu lagi?akankah takdir menyatukan dua insan yang saling membenci itu?
Ahhh entahlah........
Jika suka boleh dong kasih otor like,komen sama vote nya.Apalagi kasih otor tips,pasti boleh banget tuhhhh❤️
__ADS_1