
Seketika, waktu di dunia terasa berhenti. Seolah sengaja membiarkan mereka terlarut dalam buaian binar yang sulit tuk di lepaskan dari pandangan. Hingga suara bas dari dalam rongga dada si wanita terdengar jelas di telinga zishu.
Cukup lama mereka berada di posisi itu, hingga tanpa sadar sebuah cekalan yang awalnya erat kini mengendur dengan sendirinya. Beruntung Fei Fei yang tersadar lebih dulu, ia tak mau melewatkan kesempatan berlian ini agar kedoknya dibalik topeng ditanggalkan tuk terbongkar. Setidaknya, sampai dia berhasil menemukan jalan pulang. Angannya
Tanpa fikir panjang, Fei Fei langsung menginjak salah satu kaki Zishu dengan sekuat tenaga dan refleks si empunya kaki melepaskan cekalannya untuk melihat kondisi jempolnya apakah sudah remuk atau masih utuh. Tentu saja dengan ekspresi nyengir juga mengaduh kesakitan.Sementara si penyusup, dia sudah lenyap entah kemana.
"Sialan! dasar pengecut, mau lari kemana kau?!"
dengan tubuh yang tertatih-tatih Zishu melangkah menuju pintu dan keluar dari bilik kamarnya.
"A—a—ada apa tuan? " Xio Yi yang semula tersandar di tembok dengan mata terpejam, langsung gelagap terjaga setelah mendengar pintu di sebelahnya berderit.
"Kemana perginya penyusup itu?! "ucapnya bernada amarah sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru mansion.
" Penyusup?! " Xioyi terbelalak sempurna, bagaimana bisa ada penyusup sementara dia tertidur dengan pulsanya. Huftt, jika penyusup nya tidak tertangkap maka kau yang akan menjadi persembahan untuk singa di kandang. Rutuknya dalam hati.
"Pagar mantra belum hilang, seharusnya bukan orang luar yang menyusup. Benar, ini pasti ulah orang dalam! " ucapnya dengan yakin setelah melihat kelangit dan pagar mantra yang ia pasang untuk membentengi Mansion belum menghilang.
"Xioyi, cepat cari penyusup itu keseluruhan mansion sampai dapat. Setelah itu, bawa dia ke hadapan ku dan penggal kepalanya! " tanpa ba-bi-bu lagi, Xioyi segera pergi memenuhi perintah sangat tuan.
"Cih, rupanya ada yang ingin bermain-main dengan ku. Apa kau belum tau siapa Zhao Zishu sebenarnya? " diiringi seringai jahat.
__ADS_1
Detik setelah ia menghilang dari kamar Zishu Fei Fei sudah tiba di kamarnya, tentu saja dengan nafas terengah-engah dan keringat sebesar jagung yang memenuhi dahinya. Ia masih berdiri, mencoba menstabilkan deru nafasnya yang tak karuan agar otaknya bisa berfungsi lagi.
"Kacau-kacau, rencanaku sudah gagal dan rubah gila itu, dia pasti tidak akan melepaskan pelakunya" raut wajahnya serius menanggapi masalah ini.
"A Xiang pasti masih berjaga di depan, sekarang aku harus apa? " Fei Fei mulai panik dan bingung, bayangan akan kekejaman Zishu terus berputar di otaknya. Apalagi tatapan matanya itu, sungguh mencekam.Saking paniknya ia sampai meremas jemarinya yang basah oleh keringat. Otaknya sudah tidak bisa berasumsi apa-apa lagi, yang ada di pikirannya saat ini hanya bagaimana cara menyelamatkan nyawa dan jasadnya sendiri dari si malaikat maut.
"Nyo—nyonya sedang beristirahat tuan, dan tidak ingin di ganggu" ucap A Xiang dengan gugup juga gemetar hebat.
"Aku bilang minggir!! " batas kesabarannya sudah bobol, dengan kasar ia menerobos pintu yang ada di belakang A Xiang hingga si empunya terhempas beberapa meter karena tersenggol keras.
"Maafkan A Xiang nyonya, A Xiang—A Xiang tidak berani melawan tuan" keputusasaan tersemat jelas di wajah sayu itu. Kini hatinya terus merintih, memohon belas kasih sang Tuhan agar mau menyelamatkan nyawa si nyonya.
Dengan penuh kewaspadaan dan amarah yang membuncah di ubun-ubun, Zishu memasuki kamar Fei Fei. Langkahnya tegas dan cepat, menyisir ke seluruh penjuru ruangan tapi nihil, tidak ada siapapun di sana.
Filling Zishu sangat kuat akan pelaku kejahatan di malam ini. Ya, Lu Jia Fei. Dialah orang pertama yang terbesit di benaknya setelah penyusup itu hilang tanpa jejak. Dia yakin 100% jika Fei Fei lah pelakunya, sebab wanita itu menyimpan segudang kejanggalan sejak kali kedua dirinya kembali ke mansion ini. Janggal? bagaimana tidak, bayangkan saja mana ada orang di muka bumi ini yang dengan sukarela menjadi bahan siksaan orang lain, tanpa imbalan apapun. Bukankah itu sangat aneh?
Tiba-tiba indra pendengarannya merekah sebuah langkah kaki, sepertinya dari balik tirai yang ada di sudut ruangan ini. Segera Zishu menghampiri tempat itu.
__ADS_1
Saat dirinya sudah menyibak tirai yang menjadi skat antara ruangan itu dan ruangan lain matanya terbelalak sempurna, netranya mendapati sebuah pemandangan yang tak biasa.
Seorang wanita yang hanya mengenakan handuk sebatas paha dan uraian rambut sepinggang berdiri memunggunginya. Zishu dengan susah payah menelan saliva bak batu kerikil itu. Entah mengapa kedua kakinya enggan tuk beranjak, seperti ada lem yang melekat di telapak kakinya.
"A Xiang, tolong ambilkan pakaian ku! " sepertinya wanita itu tidak menyadari siapa gerangan yang ada di belakangnya. Tidak ada jawaban dari si lawan bicara, Fei Fei memutuskan untuk membalik tubuh elok nan mempesonanya.
1....2...3...
Dan yaps, mata di balik bulu lentik itu membola sempurna mendapati siapa yang sedang berdiri beberapa langkah di depannya itu.
"Diam, jangan berteriak. A—aku tidak melihat apapun, benar tidak melihat apapun!! " Dengan cepat Zishu membekap mulut Fei Fei saat wanita itu hendak angkat bicara, lebih tepatnya ingin berteriak. Fei Fei hanya mengangguk pertanda mengiyakan ucapan Zishu.
"Ma—ma—maaf, aku tidak sengaja" setelah berucap ia langsung pergi begitu saja, menyisahkan Fei Fei yang sedang menanggung malu akibat ulahnya sendiri.
Ia mendongakkan kepalanya keluar tirai, mengamati pundak Zishu yang semakin menjauh dan perlahan menghilang dibalik pintu.
"apakah berhasil? " tanyanya pada diri sendiri soal rencana memalukan yang baru saja dia lakukan. Terpaksa ia melakukan itu untuk mengalihkan tuduhan dan amarah Zishu.
Zishu keluar dengan deru nafas tak karuan, juga wajah yang menghangat pasca tragedi barusan. Kini, sebuah rasa aneh mendominasi dirinya. Tak ketinggalan keringat panas dingin mengucur deras di dahi dan bagian tubuh lainnya.
" Mengapa cuacanya mendadak panas begini? "
Holaaaa para reader setia SBL..... seru gak.. seru gak..
__ADS_1
Kalo seru ditunggu komen greget nya di bawah, juga like ter baik untuk suport karya ini agar terus memberikan plot2 menarik hingga End...