Scarlt Blood Love

Scarlt Blood Love
Chapter 16.Permata Air Mawar


__ADS_3

"Lalu selanjutnya? "pak tua itu mulai membaca bukunya lagi.


"Selembut sutra namun lebih lembut dari butiran debu


Berisi seluruh kekuatan para leluhur yang pernah ada di alam semesta


Setara dengan kekuatan 5000 dewa yang digabungkan menjadi satu


Tak tertandingi oleh sihir manapun,bahkan waktu pun tunduk di hadapannya


Elegan dan damai" lagi pria tua itu berfikir lagi setelah membaca sebait syair yang tertulis di dalam buku itu.


"Selembut sutra namun lebih lembut dari butiran debu? " Fei Fei juga sama,ia berfikir keras mencoba menjawab teka-teki berbentuk syair seperti itu.


"Embun? "


"Benar,embun.Berarti tidak salah lagi,ini pasti mengenai Batu embun Ajaib yang legendaris itu,ya tidak salah lagi" seraya mengangguk-angguk.


"Batu embun ajaib? apakah benar ada batu se ajaib itu? aku tidak begitu yakin? "


"Tentu saja ada. Batu ini adalah benda suci yang ada di kuil Yin Yang, kuil kuno di puncak gunung Hua. Tidak menyangka, sekarang semua itu hanya tinggal dongeng semata" dia menghela nafas panjang kemudian menghembuskannya.


"Mengapa? "


"Heyy anak muda, kenapa kau banyak sekali bertanya" celetuk pria tua itu.


"Cepat katakan, tidak usah basa basi!!"


"Baik, baik akan ku ceritakan. Beberapa tahun silam, sekelompok vampir datang ke kuil itu. Mereka memporak-porandakan semua yang ada di Kuil Yin Yang. Mereka membunuh para biksu yang ada disana untuk mengambil batu ajaib itu atas perintah ketua vampir" dia menceritakan kisah itu seperti seorang pendongeng di sekolah kanak-kanak. Fei Fei mendengarkan cerita itu dengan penuh penghayatan dan penyeksamaan.


"Jadi maksud mu, sekarang batu itu sudah tidak ada lagi di sana? "


"Aku tidak tahu, hanya langit dan bumi yang menjadi saksi bisu tentang keberadaan batu itu saat ini"


"Lalu bagaimana aku bisa kembali jika batu itu tidak ada? " dengan memasang wajah sedihnya.


"Berhentilah menjadi cengeng, jika kau tidak bisa kembali maka hiduplah dengan baik di sini, bukankah itu sama saja?"


"Apanya yang sama saja, yang ada aku akan mati di usia muda bila berlama-lama tinggal di sini!selanjutnya apa lagi?"


"Api paling suci di antara ribuan api


mengalirkan setetes darah biru di dalamnya


tersimpan rapat-rapat di dalam nadi yang kuat


Pusaka ini........." kakek tua berambut putih itu membolak-balikan lembaran kertas di genggamannya.


"Kenapa berhenti? cepat lanjutkan! " seru Fei Fei yang tak sabar.


"Bagaimana mau dilanjutkan, kertasnya saja sudah robek"


"Apa, robek?!! "


"Tidak percaya? nah, lihat sendiri" lantas melemparkan buku itu, dengan sigap Fei Fei menangkapnya. Ia pun sama, membolak-balikan buku itu tapi diiringi perasaan kesal.


"Dasar buku sialan! kenapa buku ini bisa robek?! "


"Mana ku tau, mungkin tikus sudah memakan lembar itu"


"Dasar orang tua aneh! lebih baik aku pulang. Berlama-lama di sini hanya membuat tensi darah ku naik!! " kemudian ia berjalan keluar dengan langkah yang di hentak-hentakkan.


"Pergilah, bila perlu jangan kemari lagi. Kedatangan mu hanya membuat sakit kepala ku kambuh!! "


"A Xiang, ayo pergi!! "



"Mengapa kesialan selalu datang padaku?! Ha ah, aku pasti sedang melewati tahun yang tidak beruntung. Tapi ini tidak adil! langit aku sangat membenci muuuuu!! " Fei Fei berjalan sambil menendang batu-batu kerikil yang teronggok di sepanjang jalan ia melangkah.



"Nona Fei Fei! " mendengar namanya disebut, Fei Fei langsung menoleh ke asal suara itu.



"Naga terbang?! " tegur Fei Fei yang terkejut tapi juga senang.



"Tidak menyangka kita akan bertemu lagi,di sini. Oh ya, sedang apa kalian di tengah hutan seperti ini? " tanya Wen Rui Cheng masih dengan senyum yang menggantung di sudut bibirnya.



"Ada masalah kecil yang harus aku urus, jadi aku tidak sengaja melintas di sini. Bagaimana denganmu? apa yang kau lakukan di sini? " tanyanya balik.



"Aku? , aku juga sama seperti mu. Aku tidak sengaja melintas di sini" Fei Fei hanya menganguk-anggukkan kepala diiringi mulut membentuk huruf O.



"Nona Fei Fei, mengapa wajahmu terlihat begitu suram? " Fei Fei langsung mengelus pipinya yang begitu cubi.


__ADS_1


"Benarkah? oh, mungkin karena akhir-akhir ini aku kurang istirahat. Tidak masalah, aku baik-baik saja kok"



"Apa kalian mau pulang? kalau begitu biar ku antar. Tidak baik seorang wanita berjalan sendirian di tengah hutan seperti ini"



"Tidak, aku....."



"Fei Fei! " panggil Xin Yan dari kejauhan.



"Eyyy Xin Yan, aku disini! " diiringi lambaian tangan pertanda memanggil seseorang.



"Ternyata kau disini, pantas saja aku berkeliling di sungai tapi tidak menemukan mu. Ternyata kau berada *di sini* " saat mengucapkan kata *di sini* sorot mata Xin Yan tertuju pada pria berpakaian putih dan elegan. Fei Fei langsung paham dengan hal itu.



"Oh iya, naga terbang kenalin ini Xin Yan. Teman baikku"



"Wen Rui Cheng" sambil membungkuk hormat.



"Xin Yan"



"Aiyyaaa, berkenalan macam apa itu. Sini, sini biar ku tunjukkan bagaimana cara berkenalan yang benar" Fei Fei menggeret tangan Xin Yan dan Wen Rui dengan tangannya masing-masing. Kemudian, ia menjulurkan tangan Xin Yan kerah Wen Rui, tapi wen Rui masih bingung dengan maksud Fei Fei melakukan itu.


"Ayo jabat tangannya. Ihhh gini doang susah amat" terpaksa dia yang menyatukan tangan dua sahabatnya itu.


"Mulai sekarang kita adalah sahabat, benar kan?" senyum lebar terlukis di wajah imutnya. Dua orang yang masih berjabat tangan itu hanya bisa mengulum senyum, mereka baru mengerti apa maksud dari tingkah Fei Fei barusan.



"Gadis konyol" ledek Wen Rui pada Fei Fei.



"Kalau begitu ayo" Fei Fei berjalan lebih dulu, sedangkan mereka masih terpaku di tempat semula.




"Bukankah ekarang kan kita sudah menjadi sahabat? nah, jadi kalian harus menemani aku ke lembah—lembah—lembah.....ooh lembah Long Yuan. Iya lembah itu" ia berucap terputus-putus karena sambil berfikir.



"Lembah Long Yuan?! " kompak dua manusia itu sama terkejutnya.



"Iya,lembah Long Yuan. Memangnya kenapa? "



"Fei Fei, mau apa kau kesana. Tempat itu bukan sembarang tempat, di sana sangat berbahaya" Xin Yan menghampiri Fei Fei, ia mencoba menasehati Fei Fei agar mengurungkan niatnya.



"Xin Yan benar, di sana banyak tersusun perangkap-perangkap yang sangat berbahaya. Banyak orang mengatakan jika sudah masuk ke lembah itu, maka tidak akan bisa keluar lagi" imbuh Wen Rui yang juga mendekat kearah Fei Fei.



"Aku tidak perduli. Masalah ini menyangkut antara hidup dan mati ku, aku harus ke sana apapun resikonya"



"Tapi jika terjadi sesuatu padamu bagaimana? " Xin Yan terus menggenggam tangan Fei Fei dengan erat.



"Terserah kalian mau ikut atau tidak, aku juga tidak memaksa. Aku bisa pergi sendiri kesana!" dengan nada merajuk ia berjalan lagi.


"Tempatnya di mana aja aku gak tau, pake bilang bisa kesana sendiri lagi . Hu uh Fei Fei, betapa bodohnya dirimu! " Xin Yan dan Wen Rui terlihat bimbang untuk memutuskan antara ikut atau tinggal.



"Xin Yan, ayo! " dengan mantap Wen Rui memilih opsi ini, sebab hanya ini pilihan terbaik. Xin Yan pun mengangguk mantap.



"Sahabat itu harus selalu bersama apapun masalahnya. Benar kan? " Xin Yan menyusul langkah Fei Fei dan langsung merangkul pundaknya. Akhirnya Fei Fei bisa lega,bingungnya kini terjawab sudah. Sekarang ia yakin tidak semua kesialan datang padanya. Memiliki orang-orang seperti mereka di dekatnya, ia sudah puas.


__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita berangkat. Tunggu apa lagi? "



"Yuk"mereka mulai mengudara dengan sayap masing-masing, kecuali Fei Fei, ia bergandengan dengan Xin Yan dan Wen Rui sebagai tebengan.



" Nyonya, bagaimana dengan A Xiang? "



"Pulanglah duluan, aku akan sampai di rumah sebelum gelap!!" peliknya dari udara.



Mereka bertiga sudah sampai di sebuah lembah yang terhimpit dua gunung besar, yaitu gunung Qingya.



"Benar ini tempatnya? " tanya Fei Fei yang celingukan melihat sekitarnya.


"Ternya Gunung Qingya lebih indah dari yang orang katakan. Ehh bagaimana kalau kita membuat rumah di sini? " fikiran absurd di otaknya mulai keluar.


"Boleh,tapi kau saja.Aku tidak!" celetuk Fei Fei menanggapi ide absurd temannya.


"Benar,gerbang lembah long Yuan ada di sana. Ayoo" Wen Rui memimpin jalan karena dialah satu-satunya pria di sini. Dua wanita itu membuntuti langkah Wen Rui yang memimpin jalan. Langkah mereka terhenti di depan gerbang lembah yang tertutup rapat. Fei Fei maju mendekati gerbang itu. Tangannya spontan ingin menyentuh Gerbang yang terbuat dari batu itu.


"Jangan!! " lantas Fei Fei mengurungkan niatnya menyentuh batu menjulang di hadapannya.


"Kenapa? "


"Gerbang ini pasti sudah dilapisi mantra pelindung, kita tidak boleh asal menyentuhnya" dengan kekuatan spiritual yang Wen Rui miliki, ia mengerahkan kedua tangannya ke depan untuk menghapus segel mantra yang melapisi gerbang ini. Dengan hitungan detik, perlahan gerbang itu bergeser dengan sendirinya. Mereka pun masuk kedalam lembah. Tak ada apapun, sepi dan sunyi, lalu apa yang membuat rumor lembah Long Yuan sangat terkenal.


"Oh iya Fei Fei, aku belum bertanya apa sebenarnya tujuan mu kemari? "


"Sudah pasti untuk permata air mawar, benar kan? " pungkas Wen Rui menebak.


"Bagaimana kau bisa tau? " bingung Fei Fei.


"Tentu saja aku tau, jika bukan untuk permata air mawar lalu apalagi tujuan orang-orang membahayakan nyawanya sendiri. Sangat konyol! "


"Hey,aku tidak sekonyol mereka. Mereka kemari karena keserakahan mereka sendiri, maka pantas saja jika mati adalah kejutan untuk mereka! "


"Lihat, bukankah permata itu ada di dalam sana" seraya menduding sebuah rumah kuno di hadapan mereka. Tiga sekawan itu berjalan menuju rumah tua itu.


Krekkkkkkk.........


Pintu terbuka dengan lebarnya, dari balik pintu itu tampak tiga orang pemuda yang berdiri tegak, mereka adalah Fei Fei, Xin Yan dan Wen Rui. Semua pasang mata terbelalak dengan apa yang mereka dapati di dalam sana. Puluhan permata dengan beragam warna tersusun rapih di sebuah meja kayu yang bertingkat. Mereka bingung dengan permata-permata itu, jika begini lalu mana permata air mawar yang asli?


Xin Yan mengambil salah satu permata yang menurutnya paling indah.


"Jangannnn!! "


Brukkkkk..........


Lantai yang semula mereka pijak, tiba-tiba terbuka, menjatuhkan mereka di sebuah ruang bawah tanah. Mungkin permata yang Xin Yan sentuh tadi membuat pintu rahasia ini terbuka.


"Tempat apa ini? mengapa begitu mengerikan?. Tolong!!apakah ada orang di sini?! "ucap Fei Fei cemas juga takut, di tambah lagi banyak tulang manusia yang berserakan, sudah pasti nyalinya makin ciut.


" Pantas tidak ada apa-apa di luar, ternyata semua siasat Long Yuan ada di sini "Wen Rui menyimpulkan.


"Kau benar, itu pasti tulang belulang mereka yang terjebak di sini" seraya menunjuk tulang manusia yang berserakan di mana-mana.


Tiba-tiba...,.


Sreppp....srepp....srepppp...,


Puluhan anak panah keluar dari celah-celah dinding.


"Hati-hati!!Fei Fei cepat sembunyi!! "


"Kalian bagaimana?" ia semakin kalang kabut dibuatnya.


"Cepat pergi,kami akan Baik-baik saja!! " imbuh Xin Yan. Dengan sekuat tenaga Fei Fei berlari mencari tempat persembunyian.


"Xin Yan hati-hati .Sialan, semua perangkap Long Yuan terbuka!! "


"Cih,teknik murahan! " mereka berdua berunjuk gigi dengan kemampuan masing-masing, bertarung sengit dengan anak panah, pedang, pisau bahkan cakra bergigi tajam. Berusaha menjinakkan perangkap Long yuan.


"Sepertinya di sini aman" ucap Fei Fei dengan nafas tersengal-sengal. Ia berhasil menghindar dari serangan perangkap Long Yuan dan bersembunyi di sebuah ruang gelap.


Jegrekkk..........


Kakinya tak sengaja menginjak sesuatu, spontan ia mundur beberapa langkah.


Sreeettttttt.......


Sebuah peti tiba-tiba muncul dari dalam lantai. Fei Fei mematung beberapa saat, setelah tak ada pergerakan apapun ia mendekati peti itu . Membukannya dengan penuh kehati-hatian.


Srinnnggggg..........


Gemerlap cahaya merah berkilau menyinari mata Fei Fei, ia sampai melindungi matanya dengan telapak tangan saking silaunya. Setelah beberapa lama, cahaya itu mulai memudar. Menampakkan sebuah permata merah delima yang eksotis dan elegan. Ya, itulah benda yang ia cari. Itu adalah Permata Air Mawar, pusaka suci lembah Long Yuan.


__ADS_1


"Aku—aku—aku menemukannya. Yes, aku berhasil menemukannya" betapa girangnya dia ketika tau apa yang baru saja ia temukan.Ia masih tidak percaya bisa menemukan permata ini. Gelora semangat akan keinginan untuk kembali semakin besar, sedikit demi sedikit ia mulai bangkit dari lubang tanpa dasar ini.


Like,komen,vote nya kk❤️


__ADS_2