
" Trimakasih, sudah mengantar kami kembali dan trimakasih juga karena telah menyelamatkan ku tadi" ucap Fei Fei tulus dari lubuk hatinya yang paling
dalam, eeakkk. Sekarang mereka bertiga sudah sampai di depan gerbang Mansion.
" Aku yang harusnya berterimakasih kepada nona Lu karena telah menyelamatkan ku hari itu. Jika kau tidak ada di sana waktu itu, mungkin aku tak akan pernah berdiri di sini sekarang. Bukankah sekarang kita impas? " balasan dengan menyunggingkan senyum.
" Fei Fei, panggil saja Fei Fei. Aku sudah terbiasa dengan panggilan itu" pungkasnya setelah Wen Rui Cheng menyelesaikan kalimatnya. Mendengar itu, Rui Cheng malah mengembangkan senyumnya menampilkan sederet gigi rapihnya. Mereka tidak menyadari jika ada sepasang mata yang mengamati perbincangan mereka dari sudut yang tak terjangkau oleh netra mereka. Siapakah dia?
" Nona Fei Fei, apa kau tinggal di sini? "seraya menduding Zhao Mansion dengan dagunya.
" Benar, apa kau ingin masuk terlebih dahulu? "
" Ahh tidak usah, lain kali saja. Kalau begitu aku permisi dulu. Sampai nanti " kemudian ia beranjak pergi.
"Bay.... bay...."Fei Fei melambaikan tangannya sambil menatap punggung Rui Cheng yang sudah tak terlihat di balik kerumunan orang yang berlalu lalang.
" Sepertinya kecurigaan ku tidak salah, wanita itu telah berkonspirasi di belakang ku. Baiklah jika itu mau kalian, maka aku Zhao Zishu akan bertarung sampai titik darah penghabisan dengan mu. Masih belum terlambat,aku harus bergerak seperti angin sebelum mereka meluncurkan serangan terlebih dahulu! "tangan Zishu mengepal sempurna sambil bergeming menatap wanita berambut panjang terurai yang hendak masuk kedalam istana kekuasaannya.
"Xio Yi, aku ada tugas penting untuk mu! " ucap Zishu di sela ber kultivasi untuk meningkatkan tenaga dalamnya.
"Katakan saja yang mulia, hamba selalu siap melayani mu yang mulia" sahut Xio Yi yang sedang berjaga di dekat Zishu.
"Ikuti kemanapun nyonya pergi, namun jangan sampai dia menyadari kehadiran mu, jika ada sesuatu yang menurutmu janggal maka segera laporkan padaku. Aku merasa ada konspirasi besar yang dia rencanakan di belakang ku. Jangan sampai kita tertinggal satu langkah di belakangnya. Cepat atau lambat aku akan membongkar kedoknya yang sesungguhnya!! " ucapnya lemah namun tetap tegas.
"Baik yang mulia, hamba akan melakukannya sesuai perintah mu yang mulia" seraya membungkuk hormat pada Zishu.
"Dan juga, selidiki siapa saja orang-orang yang dekat dengannya selain dari klan iblis! " imbuhnya lagi.
"Ya yang mulia"
"Sekarang kau boleh pergi"
"Kalau begitu aku pergi dulu yang mulia"
Sudah satu jam lebih Fei Fei duduk tenang sambil membaca buku yang di berikan oleh pertapa tua tadi. Karena merasa jengah, sesekali ia membacanya sambil berjalan mondar-mandir. Saking susahnya ia memahami isi dari buku kuno itu, ia sampai membacanya berulang hingga 5 x, namun tak kunjung paham juga sampai sekarang. Otaknya sudah penat,tak sanggup lagi dia bila harus membacanya lagi.
"Aku sudah membacanya berkali-kali, tapi mengapa tak ada yang membahas tentang masalahku? isinya hanya syair-syair kuno yang tak ku mengerti artinya. Atau jangan-jangan....pria tua itu membodohi ku?dasar pria brengsek!! lihat saja nanti, aku tidak akan mengampuni hidupmu mu!! " Fei Fei melemparkan buku itu ke sembarang tempat, suasana hatinya benar-benar sedang kesal.
"Nyonya kau kenapa? " A Xiang yang baru saja tiba lantas memungut buku itu.
"Aku ingin menelan mu hidup-hidup!! " ancamnya kemudian berlenggang pergi. A Xiang menelan saliva mendengar ancaman dari mulut Fei Fei. Dengan cepat ia mengikuti langkah sang majikan yang sudah hilang tanpa meninggalkan jejak.
"Nyonya kau mau kemana? " Fei Fei berjalan dengan penuh emosi.Ia melangkah menuju kolam dan berhenti tepat di sana. Setelah itu, dia mengambil segenggam batu dan membawa batu itu naik keatas jembatan lengkungan yang menghubungkan dua tanah yang masih berada di dalam Mansion.
"Dasar orang tua payah! " Fei Fei melontarkan kata-kata itu sembari melemparkan satu batu kedalam kolam sebagai pelampiasan atas kemarahannya.
"Nyonya jangaaaaa—nnnnnn........"pekik A Xiang. Tiba-tiba, batu yang Fei Fei lempar tadi terpental kembali ke permukaan dan mengenai dahinya.
Celtukkk......
__ADS_1
" Awwwwww"rintihnya sambil memegangi dahi yang bersemu merah. A Xiang yang melihat kejadian itu malah bertepok jidat. Fei Fei belum tahu jika air di sini juga hidup seperti makhluk lainnya.
"Nyonya, apa kau tidak papa? "
"Dasar air sialan! jadi kalian tidak terima aku lempar batu? okeyyy, aku melemparkan semua batu-batu ini!! " ucapnya makin emosi.
"Nyonya jangan, nanti kau bisa terluka"
"A Xiang minggir! " seraya mendorong tubuh A Xiang yang menghalanginya.
"Rasakan itu, hah!! .Rasakan!nih ku tambah lagi biar mampus kalian!! Apa, masih kurang? nih ku berikan semuanya!!makan tu batu!! "dengan emosi yang membuncah Fei Fei melemparkan batu-batu itu, terakhir ia melemparkan seluruh batu yang tersisa di tangannya ke dalam kolam kemudian berlari menjauh dari sana. Sedetik kemudian, batu yang semula ia lemparkan tadi terpental semua ke permukaan, jadilah seperti hujan batu dadakan. Eitsss tapi ada yang salah.......
Celtukkk.......
Sebuah batu sialan mengenai kepala seorang pria yang tidak lain adalah Zhao Zishu si rubah gila. Saat terjadi hujan meteor, ia kebetulan sedang melintas di tepi kolam sebelah sana. Kedua gadis lugu itu terkejut setengah mati, hingga mulut dan mata mereka sama-sama membulat sempurna. Sudah pasti setelah ini nyawa mereka terancam musnah dari muka bumi ini.
" Ssshhhhh, siapa?! "tanyanya dengan nada sedikit membentak. Spontan kedua gadis itu menyahut.
"Dia" ucap mereka kompak seraya menunjuk tubuh kawannya(Fei Fei menunjuk A Xiang dan A Xiang menunjuk Fei Fei). Fei Fei yang menyadari A Xiang mengarahkan tuduhan padanya langsung mebulatkan mata pada A Xiang. Menyadari hal itu, A Xiang langsung memutar telunjuknya dan menunjuk dirinya sendiri.
"Aku" sahutnya terpaksa, tak ada pilihan lain. Zishu menautkan kedua alisnya mendengan jawaban mereka.
"Kalian berdua, kemari!! " kedua gadis itu berjalan dengan kepala tertunduk, hanyut dalam fikiran masing-masing karena membayangkan siksaan yang sedang menunggu mereka.
"Katakan dengan jujur, siapa yang berani membuat onar seperti tadi?! " tanya Zishu dengan wajah Garangnya. Mereka berdua terdiam bungkam, tak berani melontarkan jawaban.
"Katakan!!! " sembari menggebrak meja di hadapannya. Sontak mereka terkejut juga kaget dengan suara itu.
"Aku" lirih Fei Fei yang masih tertunduk gemetar.
"Kau adalah nyonya disini, tapi mengapa sangat sembrono dan tidak tau aturan seperti ini? "
"Maaf, aku sangat menyesal"
"Sebagai gantinya, kau akan belajar tentang aturan-aturan yang ada di rumah ini, agar tidak melakukan hal sembrono dan memalukan lagi di masa depan. A Xiang, ambilkan buku besar yang ada di sana!! " dengan patuh A Xiang beranjak mengambil buku itu. Zishu memandangi wanita yang berdiri di depannya, lagi-lagi muncul di benaknya rasa bersalah karena berprasangka buruk pada Fei Fei, sebab di depannya wanita itu sangat polos, lugu dan tidak pernah berbuat kasar atau apapun, tapi berusaha ia tempis rasa itu.
"Ini tuan bukunya"
"Salin buku itu sebanyak 30x!! "ucapnya enteng.
sontak mereka berdua terkejut lagi.Sebenarnya ini hukuman atau siksaan?
" Apa kau bercanda, hah? "
"Ohh, masih kurang? kalau begitu salin sebanyak 50x!! "
"Hahhhhh, Tidak, tidak"
"Harus di tulis menggunakan tangan, tidak boleh mengandalkan sihir apapun! "
"Baik tuan Zhao, aku mengerti!! " diiringi senyum kecut kemudian melenggang pergi.
"Dasar rubah itu, selalu saja membuatku tersiksa. Dia berharap aku cepat mati apa?! " gerutunya di tengah perjalanan.
"Nyonya kau tidak boleh berkata seperti itu. Jika tuan mendengarnya bagaimana? "
"Biarkan saja, aku tidak perduli. Zhao Zishu rubah gila 3x" dengan suara setengah berteriak.
**Keesokan harinya**..........
"Hey pak tua,apa kau sengaja membohongiku hah?! " Fei Fei langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
__ADS_1
"Ada apa lagi nona, mengapa kau melampiaskan amarah mu disini? " jawab pertapa tua itu dalam keadaan bersemedi seperti biasa.
"Lihatlah buku ini, mengapa isinya begitu tidak masuk akal?! "Pertapa tua itu pun menyudahi semedinya dan mulai membaca buku yang di lemparkan Fei Fei di meja. Dengan perasaan kesal, Fei Fei duduk di salah satu bangku yang ada. Pak tua itu lantas berdiri sambil membaca buku yang ia pegang.
"Paling berkilau di antara yang berkilau dan lebih berkilau dari cahaya matahari
Sejernih angin namun lebih jernih dari hati nurani para dewa
Berkelopak cinta dan ketulusan yang abadi
Hanya ada setiap 10 ribu tahun sekali
Paling langka yang pernah ada, namun indah bila dimiliki......" setelah membaca syair itu pak tua itu tampak sedang memutar otaknya untuk menemukan jawaban dari syair itu.
"Apa maksudnya seperti itu? " tanya Fei Fei masih dengan wajah juteknya. Pria tua itu berjalan mondar-mandir berharap dapat menemukan jawabannya.
"Hanya ada satu jawaban dari syair ini"Fei Fei langsung berlonjak bangkit.
"Apa itu"
"Permata air mawar, pusaka suci dari lembah Long Yuan yang Berada di barat laut tanah Orion"
"Jadi?? "
"Mungkin maksud guru adalah menemukan pusaka ini maka baru bisa membuka portal waktu yang tersembunyi itu?? "
"Jadi itu maksudnya, baiklah aku akan mencari pusaka itu sampai dapat"
"Tapi kau harus ingat anak muda, lembah itu tak mudah dimasuki oleh siapapun. Dahulu, pernah ada beberapa orang yang kesana untuk mengambil pusaka itu namun setelah itu mereka tidak pernah terlihat lagi keluar dari lembah itu. Ada yang berkata jika pemuda-pemuda itu mati didalamnya"
"Tenang saja, aku tidak akan mati dengan mudah di sini. Lagipula aku sudah berkali-kali selamat dari maut"
"Anak muda seperti kalian memang kerasa kepala"
"Lalu selanjutnya? "
Maaf kalo alurnya sedikit nyelneh,sengaja otor buat seperti ini agar makin kontras dengan latar ceritanya. Semoga tetap menghibur....
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote❤️