
Portal waktu misterius itu membawa Fei Fei menembus waktu dan zaman yang sangat jauh dengan era aslinya. Ia tertendang oleh waktu ke 3000 tahun silam. Yah, tepatnya di tanah Orion tanah dimana para abadi tinggal. Pada saat itu, Alam masih asri dan belum tersentuh oleh tangan serakah manusia. Bumi yang luas nan indah itu di huni dua klan(suku) besar yang sangat terkenal sebagai leluhur manusia dan beberapa klan kecil yang berada di gunung, sungai dan pedalaman lainnya yang tak terhitung jumlahnya. Klan besar dan sangat terkenal pada masa itu adalah klan dewa dan klan iblis yang di perkirakan memang sudah ada sejak awal terbentuknya bumi ini. Kedua klan itu hidup dengan damai, tenang dan tentram tanpa saling mencelakai. Mereka semua saling menghormati sebagai sesama makhluk yang tinggal berdampingan di satu atap dan lantai, langit dan tanah.
Tapi, semua cerita indah itu hanya tinggal kenangan saja. Kata damai dan tentram yang awalnya tersemat untuk dua klan besar seakan sirna di telan bumi tiga tahun lalu. Hari ini,bertepatan dengan hari di waktu tiga tahun lalu yang teramat kelam yang pertama kalinya terjadi di antara klan dewa dan iblis. Hari di mana pertumpahan darah, perang dan pembunuhan adalah suatu yang wajib. Tiga tahun sudah berlalu, tapi tak sedikitpun menyurutkan tekat kedua belah klan untuk saling merenggut nyawa lawannya. Bakhan sang kaisar yang menjabat sebagai penguasa tertinggi sudah pusing harus berbuat apa agar bisa mendamaikan kedua kubu.
Hanya dendam atau salah paham kecil, tapi mampu membuat sungai darah mengalir deras dan tak terbendung lagi. Tak sedikit rakyat yang menjadi yatim-piatu karena perang dan pembantaian habis-habisan. Bumi sudah terselimuti kabut dendam dan amarah.Sumpah yang ratusan tahun mereka jaga, sudah jebol diterpa badai kehancuran. Satu orang yang terbunuh namun ribuan nyawa yang harus membayarnya, apakah itu adil. Akibatnya, penderitaan yang dialami rakyat meraja lela.
Saking pusingnya, sang kaisar sampai menciptakan suatu sungai yang membatasi kedua wilayah tersebut. Sungai keluapan. Sungai yang luas, dalam dan tak berujung. Didalam sungai ini, di huni suatu organisme yang mematikan bernama ulat sutra menghisap darah. Sang kaisar berharap dengan adanya sungai ini mampu menghentikan pertumpahan darah di kedua kubu.Namun naas, semua itu hanyalah khayalan belaka. Perang terus berlanjut, jasad manusia sudah tak terhitung lagi jumlahnya dan nyawa sudah tak ada nilainya lagi di sini. Nyawa manusia diibaratkan mainan anak-anak, kapan pun bisa di rusak dan di buang. Sungguh mengenaskan bukan?
Tanah Orion, suatu hamparan taman-taman surga yang sangat luas dan indah di Pandan mata. Di sini, segala macam kekuatan magic supernatural sudah bukan sesuatu yang ajaib lagi melainkan suatu hal yang biasa di lihat dengan mata telanjang sekalipun. Bagi kita kekuatan super hanyalah suatu dongeng belaka, namun di sini itu adalah bakat dari setiap jiwa dan masing-masing jiwa yang hidup memiliki kekuatan berbeda tergantung seberapa lama ia berkultivasi dengan alam. Klan Dewa, dikenal sebagai sekumpulan manusia abadi berhati sutra. Klan Iblis, yaitu sekumpulan abadi berjiwa api dan berhati batu. Langit memang sudah menakdirkan jika dewa dan iblis tak akan pernah bisa hidup berdampingan dengan damai sekalipun mereka berdiri di tanah yang sama. Hal itu sudah terbukti sekarang dan tak bisa di hindari lagi. Biarlah, hanya waktu yang mampu menyelesaikannya.
Brukkkkkk........
__ADS_1
"Aduh" Fei Fei mendarat di bantaran sungai keluapan. Ntah bagaimana bisa portal waktu itu menjatuhkannya di sini. Fei Fei memijat pelipisnya yang berasa pusing tujuh keliling.Beberapa saat kemudian, ia bangkit dari duduknya dan membersihkan rok bagian belakangnya dari tanah yang menempel. Dia kesini masih menggunakan seragam sekolah, rok pendek dan kemeja putih berlapis rompi.Fei Fei tertegun pada pandangan pertama. Dia mengedarkan pandangannya untuk mengamati seluruh penjuru tanah lapang tempatnya berdiri sekarang. Saat ini ia sedang berdiri di antara ratusan jasad tanpa nyawa. Mereka tergelatak begitu saja di tanah. Juga tak ketinggalan darah segar yang menetes dari leher, perut, mulut dan bagian tubuh lainnya menghiasi setiap jasad. Pedang, samurai dan tombak juga turut andil mengisi tempat itu.
Fei Fei memberanikan diri mendekati salah satu mayat di depannya. Ia bersimpuh di samping mayat itu. Dengan perasaan takut, tangan nya gemetar saat akan mengecek pernafasan mayat pria berpakaian kuno itu. Keringat dingin sudah membanjiri wajah manisnya. Belum sampai tangannya menyentuh hidung pria itu, tiba-tiba jasad di hadapannya berubah menjadi butiran cahaya yang sangat banyak dan terus terbang keatas. Shok, ia shok se shok-shok nya sampai terduduk di tanah. Belum pernah ia seumur hidup ini melihat kejadian seperti itu. Tanpa sepengetahuannya tiga orang baru saja datang dan berdiri di belakangnya. Dua diantaranya adalah pria berpakaian prajurit seperti dalam drama-drama wuxia mandarin dan yang satunya lagi adalah wanita.
"Nona ternyata anda di sini?" pertanyaan yang terlontar dari mulut gadis itu terdengar seperti penyataan, bukan pertanyaan. Dengan wajah yang masih shok Fei Fei berdiri dan berbalik menghadap tiga orang di belakangnya.
"Syukurlah, kami sudah mencari anda sejak pagi. Ternyata anda ada di sini nona" ujar gadis berpakaian kuno itu seraya mereka bertiga menunduk sebagai salam hormat. Fei Fei yang sama sekali tak mengerti apa yang mereka bicarakan hanya bergeming. Eitss tunggu-tunggu tadi dia manggil doi apa,nona?
"Nona ayo kita kembali ke kediaman, Tuan sudah cemas menunggu anda kembali" gadis manis itu menghampiri Fei Fei yang masih bergeming di tempatnya.
"Mungkin mereka salah orang" Fei Fei celingukan kesembarang arah. Tak ada orang selain mereka disini, jadi siapa yang mereka sebut nona itu?
__ADS_1
"Gw? " seraya menunjuk hidungnya sendiri.
"Eumm maksudnya aku? "ucapnya mengulangi pertanyaannya.
" Iya anda, nona kedua dari keluarga LU" sahut gadis itu seraya tersenyum simpul. Lalu gadis itu memegang lengan Fei Fei.
"Buk—buk—bukan aku..." belum selesai ia berucap, tapi gadis itu telah membawa Fei Fei menghilang dari sana bersama dua pengawal yang mengekori kepergiannya.
Portal waktu?
Portal waktu otor ibaratkan dengan pintu ajaib doraemon biar kalian mudah berimajinasi nya.
__ADS_1
Jangn lupa like,komen,vote, juga tekan love dan follow akun otor @Little_Monster