
"Tak ada orang kah? kenapa gerbangnya di tutup? " di menit berikutnya Fei Fei dan A Xiang sudah berdiri tegak di depan gerbang berlapis besi milik kediaman Zhao itu.
"Apa ada orang di dalam?! siapapun tolong buka gerbangnya, nyonya sudah kembali! " pekik A Xiang sambil menggedor gerbang besi menggunakan tangan kosong berulang kali, namun nihil tak ada seorang pun yang membukakan gerbang untuk mereka.
"Nyonya, mereka tak mau membuka gerbangnya" A Xiang mengadu.
"Biar ku coba! " gegas Fei Fei mendekat ke pintu gerbang dan melakukan apa yang A Xiang juga lakukan tadi.
"Cepat buka pintunya, atau aku akan..... "
"Maaf nyonya, tapi kami diperintahkan oleh tuan untuk menutup gerbang dan melarang nyonya masuk ke kediaman! " suara seorang pria dari balik gerbang kokoh yang tertutup rapat nyaris tanpa celah itu.
"Memangnya kenapa? apa alasannya?! " sahut A Xiang setengah berteriak.
"Tidak tau, kami hanya menjalankan perintah"
"Nyonya bagaimana ini, apa tuan sudah mengusir kita dari sini? " A Xiang menatap Fei Fei dengan wajah mengiba.
"Tidak ada yang bisa mengusir ku di manapun, A Xiang kemari aku sudah memikirkan siasat ampuh yang pasti akan berhasil" dengan patuh A Xiang menyodorkan telinganya untuk mendengarkan bisikan dari mulut Fei Fei.
**Sedetik....
Dua detik...
Tiga detik**.....
"Jadi maksud nyonya kita akan mengelabui mereka begitu?! " secepat kilat Fei Fei membungkam mulut A Xiang agar tak keceplosan lebih banyak lagi, jika dia mengatakannya dengan suara keras lalu apa gunanya Fei Fei berbisik tadi?
"Sstttttt! jangan keras-keras, nanti mereka mendengar semua rencana kita! "
"Tapi nyonya kalau tuan tau kita berbohong bagaimana? dia pasti akan marah dan langsung menguliti kita hidup-hidup" lagi-lagi A Xiang memasang wajah melasnya, tapi kali ini diiringi bergidik ngeri kala bayangan mengerikan dari amarah Zishu terlintas di otaknya.
" Sudahlah,itu menjadi urusan belakang. Yang terpenting kita harus memainkan drama ini dengan se natural mungkin, karena ini jalan satu-satunya agar kita bisa masuk kedalam! "terang Fei Fei dengan sorot memaksa.
" Tapi nyonya..... " ia masih ragu dengan semua rencana Fei Fei yang mungkin tidak akan berjalan mulus dan juga tidak sesuai dengan ekspektasi awal mereka, jika dirinya yang tewas itu tidak menjadi masalah tapi jika Fei Fei juga terseret kedalam jurang kematian maka ia tidak akan memafkan dirinya sendiri dan neraka, neraka tak cukup untuk menebus dosanya.
"Jangan khawatir, aku akan melindungi mu dengan nyawaku! " ia berusaha meyakinkan A Xiang bahwa hal buruk yang ada dalam fikiran nya itu tidak akan terjadi.
"Sekarang duduklah, bersiap untuk memulai" Fei Fei menekan kedua bahu A Xiang agar bersimpuh di lantai sedangkan dirinya, ia terbaring dengan kepala berada di pangkuan A Xiang.
"A Xiang, cepat keluarkan belatinya! " titahnya, dengan sekali lentikan jari sebuah belati berlumuran darah tergeletak tepat di sebelah Fei Fei berbaring.
"Sudah siap? " dengan sekali tarikan nafas panjang A Xiang mengangguk yakin.
"Ingat, buat seolah seolah ini adalah sungguhan, dan kau menangislah sehisteris mungkin, mengerti! sekarang mulai! " A Xiang melakukan perannya sesuai aba-aba yang Fei Fei berikan.
__ADS_1
Huaaaa hhuuuuu...,. huuaaaa huuuuuu.... hiks.. hiks...
"Tolong! hikss.. hiksss. Tolong selamatkan nyonya kami... hiks.. hiks.. " A Xiang mengeluarkan jurus andalan para wanita, yaps apalagi kalau bukan menangis buaya.
"Ya bagus seperti itu, terus lebih keras lagi! "
"Semoga mereka mudah dikelabui" batin Fei Fei sebelum akhirnya menutup kelopak matanya rapat-rapat.
"Huaaaaaa..... huhuhuuuuu. . .. hiks... hiks... "
"Ada apa?! " gerbang terbuka, seluruh pelayan dan pengawal yang mendengar tangisan buatan itu berhamburan keluar, penasaran ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Nyonya, dia—dia hiks... hiks... " A Xiang menjeda-jeda kalimatnya agar seolah terlihat dirinya sedang syok dan terpukul.
"Kenapa dengan nyonya" tanya seorang pengawal, dengan gemetar tangan A Xiang menunjuk sebuah belati berlumur darah yang teronggok di lantai sambil terus menangis.
"Ada seseorang yang tiba-tiba menyerang nyonya dengan belati, dan nyonya—nyonya punggungnya tertusuk belati itu. Huaaaaa aaaa.... hiks... hiks... "
"Pelayan! cepat bawa nyonya masuk kedalam!!"
beberapa orang pelayan wanita memapah Fei Fei yang seolah tertusuk belati sungguhan.
"Siapa yang berani membawanya masuk kedalam?! " Zishu bertanya kepada seluruh pelayan yang bersujud penuh ketakukan di hadapannya dengan nada lemah namun jelas terpancar Amarah di wajahnya. Tak ada satupun yang berani mendongakkan kepala atau menjawab pertanyaan yang Zishu lontarkan.
"Bukankah aku sudah memerintahkan kalian untuk menutup gerbang? lalu apa hak mu membawanya masuk lagi kedalam Mansion?! " dengan emosi yang meluap-luap Zishu masih saja bisa berbicara dengan nada lemah.
"Sa—saya asal bertindak tuan karena pada saat itu nyonya—nyonya terluka" jawabnya terjeda-jeda, tubuhnya mendadak gemetar dan berkeringat, sontak ia bersimpuh di lantai separuh tubuhnya bersujud memohon belas kasihan.
"Hamba bersalah tuan, hamba bersalah. Tolong maafkan hamba tuan"
"Karena kau sudah berani melanggar perintah ku makan dengan sukarela aku memberimu hadiah yang takkan pernah kau lupakan dalam hidupmu! " ujar Zishu dengan tubuh memunggungi lawan bicaranya.
"Xio Yi, aku memberikan dia hadiah berupa
**1000x cambukan, penjara bawah tanah seumur hidup atau hukum pancung lalu dimasukkan ke kandang singa ku**. Biarkan dia memilih! " Zishu membalik badannya, menatap pengawal itu.
__ADS_1
"Bukankah aku sangat dermawan? "
"Baik tuan! " kata Xio Yi kemudian memborgol pengawal durhaka itu dan membawanya pergi ntah kemana. Zishu lantas pergi memasuki kamar dimana Fei Fei berada, meninggalkan puluhan pelayan yang masih bersujud sejak awal.
"Nyonya bagaimana kalau tuan mengetahui kita telah membohonginya? " A Xiang sangat cemas sampai-sampai dia tak berhenti jalan mondar-mandir di samping ranjang sambil meremas jemarinya yang berkeringat.
" Aku hanya ingin tinggal di sini beberapa hari ke depan saja tidak selamanya. Cih, siapa juga yang sudi tinggal di kandang harimau seperti ini. Kau jangan khawatir, nanti aku akan mengajukan perjanjian padanya untuk mengizinkan ku tinggal di sini beberapa hari lalu kita akan pergi selamanya dari sini" A Xiang menyimak nya sambil mondar-mandir.
Tukk... tuk.. tetuk..... tetuk.. tuk... tuk...
" Sudah datang, sudah datang! " secepat kilat Fei Fei membenahi posisi berbaring nya menunggu kedatangan Zishu dan A Xiang juga berpindah tempat.
"Kau keluarlah! " titahnya seraya mengibaskan tangan.
"Baik tuan! " A Xiang membungkuk hormat sebelum pergi dari kamar Fei Fei.
"Bangunlah, aku bukan anak kecil yang mudah di kelabui! "
"Rubah ini ternyata tidak bodoh juga" Fei Fei mulai menyipitkan satu matanya, melihat Zishu tengah berdiri sambil menatapnya di samping ranjang membuat ia mau tak mau harus menyudahi drama mini series dadakan itu, kan udah ketahuan buat apa lagi bo'ong.
"Haiii" Fei Fei tersenyum tak nyaman sembari melambaikan tangannya pada Zishu.
"Kenapa lagi kemari? bukannya kerjasama diantara kita sudah usai? " ujarnya seraya melangkah ke arah lain, Fei Fei bangkit dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang.
"Aku sudah melakukan semuanya sesuai dengan keinginan mu, sekarang giliran ku meminta imbalannya"
"Katakan, setelah itu jangan pernah menginjakkan kaki lagi di sini! " netranya intens menatap wajah Fei Fei. Fei Fei lantas bangkit, berdiri berhadap-hadapan dengan Zishu.
"Kau tidak perlu khawatir, setelah aku mendapatkannya apa yang ku inginkan maka kau tidak akan pernah melihatku lagi. Tapi kau harus setuju dan tidak boleh ingkar"
" Aku tidak pernah menelan kata-kata yang telah kuucapkan! "
"Baiklah aku menganggap kita sudah sepakat di awal dan ku harap kau tidak menyesali hari ini. Imbalan yang ku inginkan adalah tinggal di sini selama 3 hari, bagaimana? "
"Itu saja? " Fei Fei mengangguk pertanda mengiyakan ucapannya. Tanpa menyelesaikannya dialognya Zishu malah berlalu pergi meninggalkan Fei Fei tanpa meninggalkan sepatah kata.
"Jika kau tidak menjawab makan ku anggap setuju! " ujarnya setengah berteriak karena girang.
"Siapa yang berbalik dialah anjingnya! (pribahasa) " kalimat terakhir yang Zishu ucapkan sebelum tubuhnya benar-benar menghilang dibalik pintu.
"Siapa yang berbalik dialah anjingnya? ahhh, aku tidak perduli apa yang dia katakan. Akhirnya selesai juga, ternyata bernegosiasi dengannya tidak sesulit bayangan ku"
__ADS_1
Yuk di bom like..