
Brak...brak..brak....
"Siapapun tolong buka pintunya. Apakah ada orang diluar?" pekiknya sekuat tenaga hingga terbatuk-batuk, sudah tak ia pedulikan lagi rupa tangannya yang penuh debu itu.
"Tolong—buka...." Fei Fei sudah lemas, tenaganya telah terkuras habis. Ia bersandar di daun pintu, tapi saking lemahnya badannya sampai terperosot dan berakhir dalam posisi meringkuk sambil memeluk kedua lututnya erat. Ia bersimpuh di gudang kotor,pengap dan berdebu ini, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba terlintas di benaknya akan kondisi kesehatan sang nenek yang tak kunjung membaik. Hingga tanpa sadar, buliran kristal bening di balik kacamatanya mulai menetes. Fei Fei mulai merenungi nasibnya, mengapa menjadi dirinya begitu memprihatinkan masalah selalu datang bertubi-tubi tanpa kenal tempat dan keadaan. Ia meringkuk sambil menangis tanpa suara di balik daun pintu lusuh ini. Tak adakah seorang pun yang bisa menolongnya di sini?
Mengeluh?
Pada siapa?
Takdir?
__ADS_1
Semua itu hanya sia-sia saja, takdir yang sudah tertulis rapih tidak akan pernah berubah sekalipun kita bertekuk lutut memohon pada-Nya selama 10 tahun. Fei Fei cukup,buat apa kau menangis, tak ada satu pun orang di dunia ini yang peduli pada mu, bangunlah kau bukan gadis cengeng. Ingat, masih ada nenekmu yang menunggu di rumah, hanya dia yang menyayangimu dengan tulus dan bukankah kau masih punya tangan dan kaki maka gunakanlah itu.Batin Fei Fei bersuara seraya menyeka air mata yang melembabkan pipinya. Sejurus kemudian ia bangkit dan berjalan beberapa langkah kedepan.Gudang ini sangat gelap. Ia merogoh ponselnya di dalam saku dan menghidupkan senter sebagai penerang. Fei Fei mulai melangkah mendekati tumpukan meja, kursi, buku dan lemari-lemari yang sudah tua serta reot. Ia berjalan pelan-pelan dengan bantuan senter. Karena penasaran dengan sepetak kain yang terpajang di tembok, ia menyingkap kain penuh debu itu. Sekali di gerakkan debu yang menempel di kain itu langsung berterbangan hingga membuat Fei Fei terbatuk-batuk.
Setelah kain itu di singkapkan barulah sedikit cahaya kehidupan menerobos masuk melalui jendela kaca. Melihat hal itu Fei Fei menjadi sedikit lebih tenang dan memiliki harapan untuk keluar. Ia mendekati jendela kaca itu,mencoba membukanya dengan dorongan.
"Euhhhhhhh" suaranya spontan saat mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mendorong jendela itu. Tapi kenapa tidak bisa?
Fei Fei menghentikan gerakannya dengan nafas tersengal-sengal. Hei, bukankah itu kaca mengapa tidak ku pecahkan saja. Kemudian ia beranjak untuk mencari sesuatu yang cukup berat agar bisa memecahkan kaca itu. Dengan cahaya senternya ia menerangi satu persatu benda yang ada di sana. Beberapa saat kemudian,sampailah ia di sebuah lemari kayu tua yang tak berpintu. Didalamnya hanya ada tumpukan buku dan sebuah kendi gipsum yang terselimut debu. Tanpa diminta, seulas lengkung manis menggantung di bibir Fei Fei.Kendi itu tak terlalu besar namun cukup untuk memecahkan kaca jendela. Dengan cepat ia mengangkat kendi itu. Tapi apa ini?mengapa kendi seukuran ini bisa begitu berat?
"Hadeuh ini kendi apa dosa sih berat amat. Jangan bilang ini lengket dan gak bisa di lepas. Ahh gak mungkin,coba gw tarik lagi" ujarnya menebak-nebak sendiri. Lalu ia mencoba menarik kendi itu lagi sekuat sisa tenaganya dan memutar kendi itu berharap bisa copot dari sana.
Saat ia memutar kendi itu justru lemari yang berada di sebelah bergerak sendiri. Kenapa ini?
__ADS_1
"Huaaaa" ia terkejut dan menjauh beberapa langkah dari lemari itu. Fei Fei masih kebingungan dengan kejadian yang baru saja lewat, ia berdiri mematung sambil memegangi dadanya sendiri.
Karena merasa penasaran ia berjalan mendekati lemari yang sudah bergeser posisi itu. Menyenterinya dengan saksama, tapi tidak ada yang aneh. Saat senternya menerangi tembok yang awalnya berada di balik lemari itu ia baru sadar ada sesuatu yang aneh di tembok itu. Anehnya, saat ia menyentuh bagian itu,bagian itu bisa bergerak sedikit dan sepertinya bagian itu tidak menyatu dengan dinding lainnya.Seperti ada ruang rahasia di balik dinding ini, jika di logika kan ini seperti ruang rahasia yang ada di film-film sungguh menantang adrenalin. Imajinasi nya mulai melancong ke mana-mana. Fei Fei pun mencoba menarik bagian aneh itu. Terlepas,ia berhasil mencopot bagian tembok palsu itu. Ternyata ada sebuah bok kayu yang mirip peti rahasia. Fei Fei pun mengeluarkan kotak itu dari sana dan menaruhnya di lantai.Sekali lagi,nyali nya sungguh tertantang. Fei Fei yang makin penasaran pun langsung membuka peti itu. Tak ada apa-apa, hanya sebuah gulungan kertas kuno.Ia pun membentangkan kertas itu.
"Gambar apa lagi ini?" tanyanya sendiri sambil mengerutkan dahi. Kertas itu berisi lukisan aneh yang belum pernah sama sekali dilihatnya. Jika ini karya seorang pelukis terkenal mengapa hanya disimpan di sini. Tertera di pojok lukisan itu sebait kata yang tertulis menggunakan sastra kuno. Beruntung ia sudah belajar tentang huruf kuno seperti itu jadi mudah untuk membacanya.
"Aku—rela—membunuh—gagak—dari—3000—tahun—hanya—untuk—bersanding—dengan mu" ujar Fei Fei terbata-bata membaca sebait tulisan itu. Merasa ada yang aneh,ia langsung membuang lukisan itu.
Seketika waktu di seluruh dunia terhenti. Semua keadaan menjadi mematung di tempat, tak ada satupun yang bergerak kecuali Fei Fei yang berada di dalam gudang. Munculah sebuah lubang misterius di hadapan Fei Fei,yaitu lubang waktu. Untuk pertama kalinya portal dimensi Adromeda terbuka.Fei Fei terkejut setengah mati, ia mundur menjauh dari portal waktu itu.
"Kenapa ini?" ia sungguh panik harus berbuat apa. Dari dalam lubang itu seperti ada suatu gaya tarikan yang terus menarik tubuh Fei Fei agar lebih mendekat kearahnya. Fei Fei terus terseret maju. Ia semakin panik di buatnya.
__ADS_1
"Tidak...tidak. Tolong-tolong selamatkan aku!" pekiknya sekuat tenaga. Ia terus memberontak melepaskan diri dari lubang itu, tapi semakin ia memberontak semakin kuat pula lubang itu menariknya agar masuk kedalam.Ia sampai berpegangan pada lemari agar tak tersedot lubang misterius bin aneh itu. Tapi itu semua sia sia,tenaganya lebih kecil dari kekuatan portal dimensi itu. Kini tubuhnya sudah separuh masuk kedalam sana,dan....
Aaaaaaaaaaaaaa......,...