Scarlt Blood Love

Scarlt Blood Love
Chapter 19.Kuil Yin Yang


__ADS_3

"Lapor yang mulia!" Xio Yi menghampiri Zishu yang sedang berlatih pedang di halaman Mansion.


"Katakan,berita apa yang kau dapat!" seru Zishu yang tak menghentikan aktivitas nya.


"Hamba telah mengikuti nyonya yang mulia,dia berhenti di tepi sungai keluapan seperti sedang menunggu seseorang.Dan benar saja,dua orang yaitu pria dan wanita menghampiri nyonya di tepi sungai,mereka seolah sedang mendiskusikan sesuatu,setelah hamba menunggu beberapa saat ternya nyonya tidak kembali,dia malah pergi bersama dua orang itu ntah kemana.Hanya itu yang hamba lihat yang mulia!" mendengar Xio Yi sudah menyelesaikan kalimatnya Zishu pun menyudahi latihannya,Ia melangkah masuk kedalam ruang belajar dan diikuti Xio Yi di belakang nya.


"Pria dan wanita,apakah mereka berasal dari klan iblis?"


"Nampaknya bukan yang mulia,sebab aroma darah abadi mereka tidak berbau darah iblis.Selanjutnya apa yang harus kita lakukan yang mulia?"


"Kita hanya perlu duduk,diam dan lihat,sampai sejauh mana mereka melangkah!" ucapnya dengan nada lemah namun penuh penekanan,diiringi mata silet yang tersorot setiap kali ia berucap.


"Hamba selalu mematuhi perintah mu yang mulia"seraya membungkuk hormat dengan tangan yang di kepalkan di depan dada.


" Terus awasi dia untukku,dan satu lagi,cari tahu juga tentang dua orang yang kau sebutkan tadi.Aku ingin tahu,siapa saja yang berani bersekutu dengannya dan melawan ku,maka aku akan memusnahkan keluarganya,bahkan satu klan nya sekaligus bila perlu!!!"


"Baik yang mulia"




**Brakkkkkkk**........



Pintu reot kuil Yin Yang terbuka lebar,udara pengap dan hamburan debu langsung tercium di hidung mereka,spontan mereka menutup area hidung dan mulut masing-masing guna menghindari masuknya udara kotor ke dalam pernafasan.Mereka terdiam beberapa saat,menunggu udara dari luar masuk dan mensterilkan hawa pengap di dalam sana sebelum mereka benar-benar menginjakkan kaki lebih jauh.



"Di sini begitu gelap,aku jadi tidak bisa melihat apapun" keluh Fei Fei,Xin Yan dan Wen Rui lantas menghidupkan obor hasil dari sulapan mereka.



"Nah,pakai ini" Fei Fei pun menerima obor pemberian Wen Rui sebagai penerang jalannya.Tanpa sengaja,lilin yang dipegangnya menerangi wajah sebuah patung dan sontak ia langsung terkejut.



"Huaaaaaa!"



"Kenapa?" tanya Wen Rui yang terkejut dengan teriakan Fei Fei.



"Fei Fei kau kenapa?" Xin Yan menimpali.



"Tidak papa,aku hanya terkejut melihat patung itu"



"Beneran gak kenapa-napa?" tanya Wen Rui lagi.


__ADS_1


"Benar!" kini satu persatu benda dapat terlihat oleh mata dengan bantuan sebagian lilin yang sudah dinyalakan Xin Yan.



"Ternyata di alam semesta ini masih ada abadi rendahan seperti kalian,apakah leluhur mu tidak melarang kalian pergi kemari?hahahaha..." suara tanpa wujud itu menggema keseluruh ruangan hingga memekakkan telinga.Tiba-tiba segerombol asap hitam menyelimuti langit-langit kuil,sontak mereka bertiga pun panik.



"Apakabar para abadi yang serakah,sudah lama kita tidak bertemu.Setelah 100 tahun akhirnya ada juga yang menyerahkan nyawanya dengan sukarela di sini,baiklah dengan senang hati aku menyambut kalian" sosok berpakaian serba hitam itu muncul di hadapan mereka dengan beberapa anak buah di belakangnya.



"Siapa kalian?!" tanya Xin Yan to the poin dengan wajah tak bersahabat.



"Duxie(siluman kalajengking)?!"



"Tepat sekali tebakan mu anak muda,maaf karena aku tidak menyambut kedatangan kalian dengan meriah" ucap ketua Duxie basa basi.



"Duxie,siapa duxie?" Fei Fei benar-benar tak mengerti dengan Duxie yang mereka maksud.



"Apakah kalian kemari untuk batu embun ajaib?hahahaha tebakan ku pasti tidak salah bukan"




"Kami?kemari?mengapa kami kemari?memang di sini rumah kami,jadi kalianlah yang menjadi tamu di sini bukan kami"



"Ooh jadi sebenarnya batu itu masih ada di sini dan tidak di curi oleh siapapun!" Wen Rui menyimpulkan hal itu berdasarkan sudut pandangnya.



"Jadi maksud mu mereka secara khusus di tugaskan untuk menjaga batu itu dari para pencuri?" itu bukanlah pertanyaan yang keluar dari mulut Xin Yan,tapi pernyataannya.Fei Fei hanya melongo melihat mereka berdialog.



"Kalian terlalu banyak bicara anak muda,Duxie serang mereka!!!"



**Hiaaaaaaaaaa**....,.



"Fei Fei Hati-hati!"pekik Wen Rui.


__ADS_1


Mereka semua bertarung dengan sengit mengandalkan ilmu dan pedang masing-masing,satu persatu anggota Duxie mulai berjatuhan dan hancur menjadi abu,melihat itu Fei Fei semakin kalang kabut ketakutan ia hanya bisa menyaksikan pertarungan itu dari kejauhan.Namun......



Hiaaaaaaa



" Aaaaaaaaaaa!!!"Fei Fei berteriak sekeras mungkin karena salah satu anggota Duxie hendak menusuknya dengan pedang,ia terpejam beberapa saat karena tak ada pergerakan apapun ia segera membuka matanya.


"Naga terbang!!" terkejut ia melihat tangan Wen Rui yang menahan pedang itu hingga meneteskan darah segar dari dalam telapaknya.



Bommmmmm



Plakkkkkkk



"Wen Rui hati-hati!!" pekik Xin Yan dari kejauhan ,ia juga sama hebatnya seperti seorang pria.



"Aku sudah meremehkan mu anak muda,tapi tidak masalah sekalipun kami semua hancur menjadi abu kalian tidak akan pernah mendapatkan batu itu!!!" ketua Duxie maju melawan Wen Rui dan Xin Yan sekaligus,dia sedikit hebat dari Duxie lainnya makanya itu ia mampu bertahan dari serangan yang bertubi-tubi,namun akhirnya dia juga harus musnah menjadi abu.



"Naga terbang,tangan mu"perasaan iba Fei Fei muncul kala melihat tangan Wen Rui meneteskan darah.



" Oh,tidak papa,hanya luka kecil,nanti juga pulih sendiri"



"Jangan meremehkan luka walaupun kecil,nanti kalau terinfeksi bagaimana?uluran tangan mu!" Fei Fei mulai menaburi bubuk obat yang kemana-mana selalu ia bawa.



"Infeksi?"



"Lukanya semakin menyebar dan sulit di sembuhkan!" jelasnya lagi.



"Sshhhhh" Wen Rui meringis kesakitan,spontan Fei Fei menaburkan obatnya sambil meniup pelan luka itu.Untuk yang ke sekian kalinya Wen Rui terpesona dengan wajah imut itu,pandangan matanya tak luput dari setiap inci wajah Fei Fei yang imut dan menenangkan itu.Apalagi dengan melihat ketelatenan nya merawat luka membuat Wen Rui jatuh semakin dalam di jurang tanpa dasar.Xin Yan tertegun di tempatnya,ia mematung dan bergeming,ntah mengapa melihat mereka berdua sosweet membuat hatinya memanas tanpa sebab,inikah yang dinamakan cemburu?



"Ahh,Xin Yan kau tidak boleh seperti ini,kau bukan Xin Yan yang lemah!" gertak nya pada diri sendiri.


__ADS_1


"Dah selesai" ucap Fei Fei setelah membalut luka Wen Rui dengan saputangan miliknya.


__ADS_2