Scarlt Blood Love

Scarlt Blood Love
Chapter 4.Lu Mansion (revisi)


__ADS_3

Hanya butuh waktu beberapa detik saja, Fei Fei dan 3 orang lainnya sudah tiba di depan sebuah gapura rumah bergaya klasik kuno. Di dinding paling atas gapura itu tertulis dengan jelas kata "Lu Mansion" artinya rumah itu adalah kediaman keluarga besar bermarga LU. Termasuk dirinya yang ntah kenapa bisa nyasar ke sini.


"Nona silahkan" ucap gadis itu lembut diiringi seulas senyum. Fei Fei tak menghiraukan ucapan orang lain. Kejadian yang ia alami sedari tadi mampu membuat otaknya berhenti berfungsi. Imajinasinya menjadi liar saat mereka ulang semua kejadian di depan matanya.Tempat yang ia datangi ini mirip persis dengan latar drama-drama wuxia bergaya sejarah kuno di masa lampau. Jika saja otaknya berbahan dasar ranjau mungkin sudah meledak dari tadi. Sudah tak sanggup dia bila harus membayangkan hal di luar nalar manusia itu lagi.


"Lah kok gw bisa di sini. Wah pasti ini orang gak beres, gw harus cepet-cepet kabur dari sini" batinnya kemudian ia berbalik. Seketika nyalinya menjadi ciut kala melihat dua orang prajurit berwajah garang dan menggenggam pedang, ia pun tersenyum lalu berbalik lagi.


"Langit, apakah kau begitu membenciku hah?apa kau tak pernah bosan melihatku tersiksa setiap hari?"


batinnya bersuara seraya menengadahkan wajahnya kearah langit.


"Fei Fei lo pasti bisa, inget ada nenek lo yang lagi sakit dirumah. Lo harus bisa keluar dari sini secepatnya. Semangat!"


"Silahkan nona" gadis imut itu menyangga tangan Fei Fei agar berjalan berdampingan dengannya.


"Tunggu!" Fei Fei menarik tangannya, gadis itu pun menjeda langkahnya.


"Kaburrrrrrrr!"ia lari sekenceng mungkin untuk menjauhi setan-setan itu.


" Prajurit cepat kejar nona, jangan biarkan dia lolos!"seru gadis itu, kedua prajurit dengan cepat berlari mengejar Fei Fei yang belum seberapa jauh. Selang beberapa saat, kedua prajurit itu sudah kembali dengan Fei Fei di genggamannya.


"Lepaskan aku, lepaskan!" pekik Fei Fei meronta-ronta minta dilepaskan.


"Nona tolong jangan mempersulit kami" ucap gadis itu dengan raut wajah mengiba.


"Sudah kubilang aku bukan nona mu! apa kalian tidak dengar hah"


"Nona, kami mohon jangan kabur lagi atau Tuan tidak akan mengampuni nyawa kami semua" gadis itu semakin mengiba tapi Fei Fei justru memalingkan wajahnya karena kesal.


" Aku tidak peduli karena aku tidak mengenal kalian semua. Tolong lepaskan aku, aku ingin pulang kerumahku. Huhuhuhu"

__ADS_1


"Nona inilah rumah mu. Tuan sudah menunggu kita di dalam" gadis itu kembali tersenyum.


"Bukan, rumahku bukan disini"


"Pengawal,bawa nona Lu masuk ke Mansion!" Mereka semua pun masuk kedalam gerbang utama Mansion.


" Kakak-kakak yang tampan, aku ini seorang gadis miskin dan bodoh. Wajahku juga sangat jelek, ini karena aku memakai make up saja jadi tidak ketara. Aku juga tidak bisa mencari uang atau bekerja. Dan daging ku pun rasanya pahit. Oh iya apa kalian tau, aku juga menderita penyakit gila. Saat penyakit ku kambuh aku suka membunuh orang yang ada di depan ku. Apa kalian tidak takut jika aku membunuh kalian juga? "Fei Fei mencoba menakut-nakuti mereka namun semua itu tidak kental, mereka tetap jojong membawanya masuk.


" Tempat aneh apa ini? "gumam Fei Fei lirih. Mereka sudah memasuki aula Mansion, yaitu tempat biasanya keluarga berkumpul. Ruangan ini berdesain klasik kuno dengan seluruh perabotan di dalamnya terbuat dari kayu. Juga banyak terdapat ukiran-ukiran yang sangat rumit di dinding yang berlapis emas dan pilar-pilar yang menjulang tinggi. Ada seseorang pria yang berdiri memunggungi mereka. Dia adalah Lu Taicong, ketua klan iblis sekaligus ayah dari Fei Fei di sini.


"Lepaskan aku! " kedua prajurit itu melepaskan Fei Fei dan beranjak pergi.


"Tuan,hamba sudah membawa nona kembali" gadis itu berbicara setelah berlutut di belakang pria yang ia sebut Tuan itu.


"Ck,kebiasaan aneh apa ini, berbicara harus berlutut terlebih dahulu. Aku harus memikirkan cara agar bisa kabur dari setan-setan ini. Tapi bagaimana, semua pintu dijaga ketat seakan ini adalah Castile kaisar. Akan sulit bagiku untuk menyelinap pergi" batinnya. Mendengar gadis itu berbicara,ketua Lu langsung berbalik dan menghampiri Fei Fei.


"Fei'er akhirnya kau kembali sayang. Kau tidak tahu betapa khawatir nya ayah memikirkan mu" ujar ketua Lu di sela memeluk erat Fei Fei.


"Apa kau baik-baik saja nak?"seraya melepaskan pelukannya. Fei Fei mengangguk pelan. Mereka baru pertamakali bertemu, tapi kenapa rasanya begitu akrab.


"Lu Jia Fei sadarlah, dia bukan ayah mu" betinnya merutuki.


"Kenapa pakaian mu menjadi seperti ini? " ketua Lu memperhatikan penampilan aneh Fei Fei dari atas sampai ke bawah.


"Tuan sepertinya nona sudah kelelahan" pungkas gadis itu yang masih dalam keadaan berlutut.


"Baiklah, nanti kita lanjut lagi obrolannya.A Xiang bawa nona ke kamarnya untuk beristirahat"serunya kepada gadis pelayan itu.


"Baik" seraya bangkit dan menuntun Fei Fei keluar.

__ADS_1


"Jia Fei kau sudah kembali" seorang pria berlari kegirangan dari arah pintu dan langsung memeluk Fei Fei dengan eratnya. Fei Fei tercengang, ia sangat terkejut. Siapa lagi ni orang?


"Kakak sangat menghawatirkan mu. Apa kau terluka?" seraya memutar balik tubuh Fei Fei. Terlihat di wajahnya raut cemas, tetapi juga terlihat bahagia. Pandangan Fei Fei tertuju pada wajah tampan itu. Jantungnya berdegup 10 X lebih cepat dari biasanya. Pasalnya, ini kali pertamanya ia dipeluk oleh seorang pria tampan. Dari penampilannya sih dia terlihat seperti pendekar yang ada di televisi.


"Sudah-sudah cukup, Cheng'er biarkan adikmu beristirahat dulu. Setelah itu barulah kalian lanjutkan rindu-rinduannya" ketua Lu hanya tersenyum melihat tingkah putra sulung nya.


"Tapi ayah......." rengek Lu Jia Cheng. Tak sedetik pun mata Fei Fei beralih dari paras tampan Lu Jia Cheng.


"A Xiang bawa nona kembali dan kau Cheng'er kemarilah ada hal penting yang ingin ayah diskusikan" raut wajah ketua Lu yang awalnya sumringah seketika berubah menjadi pucat.


"Yasudah cepatlah kembali istirahat, ingat jangan keluar rumah lagi. Atau aku akan menghukum mu anak nakal" Jia Cheng tersenyum sembari mengelus pucuk kepala Fei Fei.Emmm,so sweet.


"Nona silahkan. Kami permisi dulu tuan" seraya membungkuk hormat kemudian menuntun Fei Fei berjalan keluar dari aula. Fei Fei tak henti-hentinya mengulum senyum kala kejadian manis itu terus menari di otak polosnya.


"Fei Fei cukup, kau harus kabur dari sini sebelum mereka menjadikanmu budak atau lebih parah dari itu" Fei Fei mendorong A Xiang hingga tersungkur di lantai dan lari secepat mungkin, ia kebingungan mencari gerbang yang ia lewati tadi.


"Di mana sih gerbangnya?Jangan-jangan gw nyasar lagi" semakin bingung ia harus lari kemana lagi. Dan Grepppp......


Dua orang prajurit sudah menangkapnya lagi. Mereka menarik Fei Fei ke suatu tempat. Fei Fei hanya diam dengan raut wajah tak ramah sebab ia sudah lelah lari dan teriak-teriak dari tadi. Mereka memasukkan Fei Fei kedalam suatu ruangan yang megah dan luas bak kamar putri raja. Mereka mengunci pintu agar ia tak bisa kabur lagi.


Brak..brak..brak....


"Buka, buka pintunya"


"Maafkan A Xiang nona. A Xiang terpaksa melakukan nya"ujar A Xiang dari luar kamar.


" Tidak,aku tidak akan memaafkan mu seumur hidup,cih!"


Like, komen, vote nya jangan lupa. Juga tekan love, masukan karya ini kedalam rak kalian agar kalian mudah mencarinya dan satu lagi follow akun otor.

__ADS_1


Xie Xie dajia......❤


__ADS_2