Scarlt Blood Love

Scarlt Blood Love
Chapter 11.Gagal Kabur (revisi)


__ADS_3

"A Xiang, ambilkan bajuku!! " seru Fei Fei dengan nada sedikit berteriak.Ia baru saja membuka matanya dan langsung bergeregah bangkit.


"Baik nona, tunggu sebentar A Xiang ambilkan" sahut A Xiang yang hanya terdengar suaranya saja,wujudnya ntah berada di mana.


"Aku harus cepat-cepat pergi dari sini sebelum rubah gila itu menyiksa ku lagi" gumamnya pada diri sendiri seraya memakai sepatu berleher tinggi miliknya.Tak lama kemudian A Xiang sudah datang dengan membawa permintaan Fei Fei.


"Nona, ini pakaian mu"Fei Fei pun mengambil pakaian yang dibawa A Xiang. Lalu berlari secepat kilat ke bilik ganti.


" Nona makanlah terlebih dahulu. Makanannya sudah A Xiang siapkan"tegur A Xiang kala Fei Fei sudah keluar dari bilik ganti dengan menggunakan pakaian yang ia bawa tadi.


"Ehh A Xiang? "


"Ada apa nona? " tanyanya balik.


"Apakah tadi malam....si rubah gila itu datang kemari lagi? " tanya Fei Fei dengan tatapan mengintimidasi.


"Tidak nona" balas A Xiang jujur sambil mengernyitkan dahi juga bergeleng pelan. Seulas senyum lagi-lagi tersemat di bibir ranum gadis ini.


"Syukurlah, kehormatan ku masih terjaga hingga kini. Cih, aku juga tidak sudi memberikannya secara cuma-cuma kepada rubah gila itu" batinnya menggerutu.


"A Xiang, sekarang kau boleh pergi dari sini. Pulanglah ke rumah orang tua mu" ucapnya sembari merampas sebuah roti dan memasukkannya kedalam lengan baju yang sangat lebar dan berlapis-lapis.


"Tidak nona A Xiang tidak mau. A Xiang sudah bersumpah untuk mengikuti nona kemanapun nona pergi dan melayani mu seumur hidup A Xiang. A Xiang juga tidak punya rumah" dia menampakkan wajah mengiba nya di hadapan Fei Fei.


"Emm kalau begitu terserah kau mau pergi kemana, itu bukan urusan ku"


"Nona kau mau kemana? " tanya A xiang setengah berteriak karena Fei Fei sudah berjalan keluar. Dia pun lantas mengikutinya. Fei Fei menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu. Tampak dari raut wajahnya, sepertinya ia sedang berfikir.


"Tunggu-tunggu, jika aku pergi lewat gerbang utama pasti di sana ada anak buah rubah gila yang sedang berjaga. Lebih baik aku lewat belakang saja, kemungkinan di sana tidak ada orang" Fei Fei kembali melanjutkan langkahnya menuju halaman belakang. A Xiang juga tak ketinggalan membuntuti langkah Fei Fei.


"Sepertinya aku hanya bisa memanjat dinding ini untuk keluar dari sini" ucapnya setelah beberapa saat mengitari halaman belakang yang hanya ada tembok dan tidak ada pintu.


"Nona apa yang akan kau lakukan?" tanya A Xiang dengan nafas tersengal-engal.


"A Xiang,ku beri tahu kau yang sebenarnya. Sejujurnya aku bukanlah putri ketua klan iblis, aku juga bukan nona mu. Aku harus segera pergi dari sini"


"Nona kau tidak boleh pergi. Kau tidak boleh pergi dari sini!" A Xiang mencoba menahan Fei Fei dengan menarik tangan Fei Fei.


"Hentikan omong kosong mu! "ia melepaskan tarikan A Xiang dengan kasar.


" A Xiang,cepat carikan aku tangga "


"Tidak ada tangga!"


"Tidak ada tangga? ck, evakuasi kebakaran kalian benar-benar buruk. Bahkan tangga evakuasi kebakaran pun tidak ada. Sudahlah, aku bisa memanjatnya sendiri! "ia mulai menata keranjang-keranjang bekas ke atas meja bobrok yang akan ia gunakan sebagai pijakan untuk memanjat dinding.


" Ehh nona, nona. Kau baru saja menikah,kalau kau terkena masalah lagi aku harus bagaimana?.Kau tidak pernah melakukan hal berbahaya seperti ini, apalagi memanjat dinding setinggi ini"A Xiang terus merengek kepada Fei Fei, tapi Fei Fei tidak menghiraukan nya.Ia terus menyusun keranjang hingga bertumpuk-tumpuk.


"Nona, A Xiang mohon jangan pergi. Kau baru saja tinggal di sini. Kalau terjadi sesuatu pada mu aku harus bagaimana? " rengeknya seperti anak kecil yang tak mau berhenti.Tanpa mereka sadari,ada sepasang mata yang mengintai gerak gerik mereka dari kejauhan.


"A Xiang, kau terlalu meremehkan ku. Saat aku terlambat datang ke sekolah, aku selalu memanjat pagar sekolah yang tingginya mencapai 5 meter agar bisa masuk kedalam kelas. Jika dinding 4 meter setengah seperti ini, maka ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pagar di sekolah ku"ia mulai menaiki meja dengan susunan keranjang di atasnya.


" Nona kau tidak boleh pergi,atau tuan akan memukul ku sampai mati! "A Xiang terus menari kaki Fei Fei agar mau turun kebawah.


"Kalau begitu pukul saja sampai mati,aku tidak perduli! " akhirnya, Fei Fei sudah sampai di bagian paling atas pagar dinding itu. Ia sudah bersiap untuk melompat turun.


"Nona hati-hati, cepatlah turun kemari.Atau kau akan terjatuh nanti!"


"Sial, ternyata tembok ini lumayan tinggi juga.Sudahlah, Fei Fei kau telah memanjat pagar ribuan kali tapi masih takut pada hal seperti ini? " dan...


Aaaaaaa.....


Brukkk......

__ADS_1


Ia terjatuh dengan posisi tersungkur di tanah.


"Awwww, pinggang ku" rintihannya sambil memegangi tulang pinggulnya.


"Tidak papa Fei Fei, mungkin hanya keseleo sedikit. Huh, ternyata semudah ini kabur dari Zhao Mansion bahkan tidak ada yang menangkap ku. Aku harus segera menemukan cara untuk pulang! " kemudian ia bangkit dan berjalan dengan sempoyongan.


"Kakak cantik, aku ingin tanya. Apa belakangan ini di tanah Orion ada fenomena aneh yang terjadi. Seperti daerah magnetik yang di sebabkan oleh hujan badai dan angin topan, atau meteor jatuh dan sejenisnya? " tanya Fei Fei kepada salah satu wanita yang ia temui tak jauh dari pagar yang ia panjat tadi.


"Orang gila!" sahut wanita yang ditanyai Fei Fei.Setelah itu ia beranjak pergi.


"Heyyy, apa kau tau di mana ada sungai di daerah sini? " tanya setengah memekik.


"Kau tinggal lurus saja dari sini, setelah melewati hutan bambu kau akan menemukan sungai di sana!"


"Oke, trimakasih!! " Fei Fei mulai berjalan sesuai dengan arahan orang yang ditanyainya tadi.


Setelah berjalan kurang lebih 100x bolak-balik dari cibubur sampe monas dan kakinya pun rasanya sudah mau putus saat ini juga,Fei Fei mengslow motion langkahnya. Hutan bambu ini sunyi, sepi dan hanya ada beberapa orang saja yang melintas sudah pasti ia resah. Bagaimana tidak, seorang gadis berjalan sendiri di tengah hutan ahh sial sekali nasib mu Fei Fei.


"Duh capek banget gw, mana gak ada ojek atau taksi lagi. Nasib nasib! " gerutunya sembari menyeka keringat di dahinya. Tiba-tiba matanya di sejukan dengan pemandangan air yang mengalir dengan derasnya dari kejauhan. Yaa, itulah sungai keluapan sungai yang menjadi tujuan utamanya.


"Wahh itu dia sungainya, aku harus segera ke sana!" secepat kilat ia berlari menuju sungai itu.


"Lah mana tu pintu doraemon, kok kagak ada" ia celingukan kesana-kemari mencari keberadaan portal yang menyeretnya kemari.


"Pintu ajaib kau dimana, kuarlah!!! " teriaknya sekuat tenaga di bantaran sungai keluapan.


"Keluarlah ku mohon, aku ingin pulang ke dunia ku!!! " pekiknya lagi.


"Nona, apa kau masih waras atau.....otakmu sudah dimakan oleh ulat sutra penghisap darah? " suara seorang wanita yang terbang dari atas dan mendarat di belakang Fei Fei. Wanita itu berpenampilan seperti gadis liar,tidak seperti gadis bangsawan kota.


"Siapa kau, lagi pula ini juga bukan urusan mu! "wanita tidak dikenal itu pun duduk di pinggir sungai sambil melemparkan batu-batu kecil ke dalam sungai.


"Nona cantik, hal konyol apa yang kau lakukan di sini, seorang diri pula. Apa kau tidak takut jika ular siluman atau binatang buas memakan mu hidup-hidup? " seketika Fei Fei menjadi merinding dan berjalan mendekat ke arah wanita itu, ia pun ikut duduk di sampingnya.


"Bukankah kita sekarang berdua? " mendengar jawaban itu, Fei Fei hanya memutar bola mata jengah. Mereka berdua sama-sama melempar batu ke dalam sungai dan tenggelam dengan fikiran masing-masing.


"Siapa namamu? "


"Aku adalah elang gurun dari gunung elang. Namaku Xin Yan" seraya mengulurkan tangannya. Fei Fei dengan senang hati menerima uluran itu.


"Fei Fei, nama ku Lu Jia Fei"


"Elang? mungkin dia sedang membual" tawanya dalam hati.


"Fei Fei? kedengaran sangat mudah untuk diingat"


"Ck, gadis konyol! " gumamnya lirih sembari tersenyum simpul.


"Ehh, apa kau punya makanan?"


"Ada"


"Berikan padaku, aku sangat lapar" dengan wajah mengiba.


"Cih, dasar pemalak! nih, makanan terakhir ku" ia mengeluarkan roti yang dibawanya tadi dari dalam lengan bajunya. Gadis itu langsung tersenyum sumringah saat menerima roti pemberian Fei Fei.


"Mustahil, gadis bangsawan seperti mu tidak mungkin tidak punya makanan di rumah " dengan lahap gadis itu memakan roti isi daging di genggamannya hingga tandas.


"Baiklah, trimakasih aku sudah kenyang. Aku akan pulang, senja juga sudah hampir tiba. Eyy, apa kau tidak akan pulang juga?"


"Pulang?vhuh(mendengkus)aku bahkan tidak punya rumah, lalu aku akan pulang kemana? " jawab Fei Fei yang masih duduk termenung.


"Ahhh sudahlah, bilang saja kau mau tumpangan. Yasudah ayo ku antar?"

__ADS_1


"Nona, memangnya kau kesini naik apa hah?"


"Tentu saja menggunakan sayap ku, aku kan ikan. Ehh salah, maksudnya aku kan elang!"


"Hei, apa kau sedang membual dan mencoba menipuku? " ia masih tak percaya siapa sebenarnya Xin Yan. Sayap Xin Yan sudah terbuka, dia menarik Fei Fei agar berdiri di sampingnya.


"Cerewet sekali kau ini, bersiaplah!!" mereka berdua sudah lepas landas di atas awan.


" Heii apa yang kau lakukan!! "Xin Yan terkekeh melihat Fei Fei yang terpejam ketakutan.


" Bukalah mata mu, kau akan menyesal jika tidak melihat pemandangan di bawah "Fei Fei dengan gemetar membuka matanya perlahan-lahan.


" Wahhh, berasa naik pesawat. Enak banget ya,ke awan gak perlu ngeluarin ongkos "ia merasa seperti berjalan di atas awan sungguhan.


" Jika aku tidak salah kau pasti keturunan klan iblis!"


" Bagaimana kau bisa tau? "Fei Fei terus tersenyum girang menikmati pemandangan di bawahnya.


" Sudah terlihat jelas dari aura mu. Ehh, ngomong-ngomong dimana rumah mu?"


" Sudah ku bilang aku tidak punya rumah!bagaimana jika aku ikut pulang bersama mu?"


" Tidak bisa!"


" Kenapa?"


" Ayah ku melarang semua warga desa membawa orang asing masuk kedalam gunung"


" Tapi aku tidak mau pulang! "


" Baiklah jika kau tidak mau mengatakannya, maka aku akan tetap mengantarmu pulang"Xin Yan memejamkan matanya untuk melacak tempat tinggal Fei Fei dengan indra penerawangan yang ia miliki.


Shitttttt......


Mereka berdua sudah mendarat di depan gerbang utama Zhao Mansion dengan selamat. Kedua sayap Xin Yan menghilang dengan spontan.


" Bagaimana kau tau kalau aku juga tinggal di sini? "wajah Fei Fei yang semula riang kini berubah menjadi masam.


"Tentu saja, indra penerawang ku tidak mungkin salah. Ehh tunggu-tunggu, bukannya ini rumah Zhao Zishu?"


"Kau kenal dia?"


"Tentu saja, dia sahabat lamaku. Kami sangat akrab sejak kecil"


"Ooow"


"Eyyy,bagaimana kau bisa tinggal di sini. Apa hubunganmu dengan Zhao Zishu? " tanyanya menyelidik. Fei Fei semakin malas menjawabnya.


"Aku istrinya,puasss!!!"


"Wahhh, Gong Sie. Aku tidak menyangka si cengeng itu bisa menikah juga" Xin Yan tertawa geli mendengar itu.


"Cih, tertawa di atas penderitaan orang lain" gumam Fei Fei.


"Jika dia menyakiti mu bilang saja padaku, aku akan menghajarnya sampai babak belur. Baiklah aku akan pergi dulu, sampai jumpa lagi" Xin Yan kembali terbang diatas awan. Meninggalkan Fei Fei seorang diri.


"Maka aku akan menyalakan dupa untuk mu kalau kau benar-benar bisa menghajarnya sampai babak belur!"


"Hanya rumah rubah gila ini yang mau menampung mu Fei Fei. Tinggalah sementara sampai kau menemukan cara untuk pulang" ia pun pasrah dan akhirnya melangkah masuk kedalam gerbang.


Di dalam sudah ada seorang yang menunggu nya dengan membawa 1001 hukuman dari neraka.Siapakah dia???


Seharusnya ini untuk dua chapter say,tapi gak papa lah. Apa seh yang gak buat readers ku tercintahh😘

__ADS_1


Yuk sama-sama di TAP tombol like nya di bawah yang mau kasih vote juga boleh ko❤


__ADS_2