Secret Of The Kingdom

Secret Of The Kingdom
Misi Penyelamatan


__ADS_3

Rombongan prajurit dari kerajaan Tachibana telah siap untuk membantu kerajaan Kurosawa.


"Apa kita bisa berangkat sekarang Yang Mulia?" Tanya Shikaku tak sabar.


"Ya, kita berangkat sekarang." Ujar sang raja.


"Baiklah kalau begitu.. saya mengerti."


Shikaku berdiri di depan para prajurit kerajaan, ia menatap semua prajurit.


"Semuanya..! Siap di barisan masing-masing!" Ucap Shikaku dengan suara lantang dan tegasnya.


Raja pun segera menaiki kuda yang biasa beliau naiki ketika berpergian.


"Seperti yang ku jelaskan tadi! Kita akan membantu kerajaan Kurosawa. Dan kita harus menemukan tuan putri Yukatta!"


Ujarnya.


"Mari kita berjuang untuk membantu mereka dan mencari tuan putri!" Sambungnya kemudian.


"BAIIIKKK.." sahut para prajurit.


"KITA BERANGKAT SEKARANG!!"


"YAAA...!"


Kemudian mereka berangkat menuju kerajaan Kurosawa.


('Semoga saja kami belum terlambat.') Batin Raido.


**


"Bagaimana hasil dari penyelidikanmu?" Tanya pangeran Gaara.


"Yang saya tahu, kerajaan Kurosawa di serang oleh kerajaan Nakamura dan kerajaan Tachibana akan membantu kerajaan Kurosawa." Jawab Shira pelan.


"Begitu..? Hm... baiklah, siapkan pasukan elite. Kita akan membantu mereka menemukan sang putri." Ujar pangeran Gaara pelan.


"Sang putri..?" Alis Shira bertaut bingung setelah mendengar berita itu.


"Ya, mereka membawa pergi putri Yukatta. Calon istri Raja Hidan." Sambung Gaara kemudian.


"Baiklah.. Saya mengerti." Ucap Shira sambil menundukan kepala.


"Hm.."


Shira pun keluar dari ruangan pangeran Gaara untuk menyiapkan pasukan elite dari kerajaan Sabaku.


"Yuuren... apa kau baik-baik saja?"

__ADS_1


Ujarnya lirih.


"Aku bersumpah... Jika terjadi suatu hal yang buruk padamu. Aku akan menghukum Sasori." Desisnya pelan.


Matanya menatap nyalang pada lukisan keluarga, lebih tepatnya pada sosok Sasori.


Dibalik pintu, Kankurou yang tidak sengaja mendengar perkataan adiknya berdiri mematung.


"Apa aku tidak salah dengar? Gaara baru saja menghawatirkan seorang laki-laki?" bathin Kankurou


"Apa benar adikku menyukai sesama pria? Bagaimana ini bisa terjadi."


Kankurou tak habis pikir, ini terlalu mengejutkan baginya. Bagaimana bisa, seorang calon Raja seperti Gaara menyukai pria. Bagaimana nasib kerajaan mereka kelak.


"Pantas saja dia selalu menolak soal perjodohan."


Kankurou menangisi nasib buruk adiknya. Ia akan membicarakan hal ini dengan kakaknya, Temari.


"Awas saja kau, pangeran bodoh."


"Aku takkan mengampuni panda merah itu!" kesalnya.


***


Genma pov.


Aku melirik Yukatta yang tertidur nyenyak di sebelahku. Hah.. ternyata sangat mudah sekali mendapatkannya. Lebih mudah dari yang kubayangkan, tapi itu lebih baik. Dari pada susah didapatkan, akan lebih membuatku kesal.


Sebentar lagi.. aku akan menjadi raja! Hahaha.. Raja Genma.


Hmm.. perjalanan ke kerajaan Nakamura masih jauh. Semoga mereka tidak ada yang sadar bahwa sang tuan puteri menghilang.. khekhe.


Genma pov end.


Kereta kuda yang di naiki Genma dan Yukatta masih terus melaju menuju kerajaan Nakamura. Dimana para sekutu dari Genma berada.


"Tidurlah yang nyenyak Tuan Puteri.. kalau perlu, kau tidak usah terbangun kembali. Nikmati saja mimpi indahmu itu." Ucap Genma sambil menyeringai.


Sedangkan Tachibana Hayate hanya menatap datar ayahnya. Tatapan Hayate beralih pada sang sepupu.


'Andai saja takdirku bukan terlahir sebagai sepupumu. Dan menjadi anak dari musuhmu. Mungkin sedari tadi aku sudah membawamu pergi dari ayah.' Hayate membatin.


Tatapannya masih tak lepas dari wajah cantik Yukatta.


Sampai deheman seseorang mengalihkan pandangannya.


"Ingat Hayate, kita harus menyingkirkan mereka! Dan kau! Kau akan jadi putera mahkota! Hahahaha..." tawa Genma pecah begitu saja.


Hayate tak menyahut, ia hanya hanya sibuk dengan pikirannya sendiri. Memikirkan Yukatta.

__ADS_1


****


Kabar tentang perang antara kerajaan Nakamura dengan kerajaan Kurosawa telah diketahui oleh kerajaan Shibuya.


Pangeran Sasuke sendiri ingin memperoleh keuntungan dari retaknya hubungan Kurosawa dan Nakamura.


Ia berencana untuk mengambil alih kekuasaan Kurosawa. Bila Kurosawa menang dari Nakamura dipeperangan ini, maka Shibuya akan maju untuk menyerang Kurosawa.


Dan Jika Shibuya berhasil mengalahkan Kurosawa. Berarti bukan hanya Kurosawa yang akan dimiliki Shibuya. Nakamura dan para sekutunya pula akan berpihak padanya.


Dan akhirnya, hanya Shibuya yang bisa mengatur seluruh kerajaan.


'Ini semakin menarik.' Batin Sasuke.


"Sejauh ini, aku akan melihat mereka. Jika ada yang menguntungkan, aku akan mengambil salah satunya."


*****


Yuuren mencari Yukatta di seluruh ruangan, namun ia tidak menemukan Yukatta dimanapun.


Tangisnya pecah, Yuuren merasa gagal menjadi seorang kakak.


Di belakangnya.. Deidara menatapnya sendu. Sebelum berbalik keluar ruangan. Matanya melebar saat burung utusannya kembali dari pencarian.


Sasori merengkuh Yuuren kedalam pelukannya. Ia berusaha menenangkan sahabatnya.


Sasori pun berjanji akan mencari Yukatta.


"S-sungguh?? Kau janji?" Tuntut Yuuren saat tangisnya berhenti.


"Aku berjanji.." balas Sasori.


Deidara kembali dengan wajah merah diliputi amarah.


"Danna... aku ingin berbicara denganmu sebentar." Katanya pelan. Mengerti isyarat denganmu. Berarti hanya dia dan Deidara saja. Sasori mengikuti Deidara, jujur ia penasaran apa yang ingin pemuda kuning itu katakan.


"Aku tau siapa yang membawa calon permaisuri." Ujar Deidara saat mereka sampai di tempat yang sepi.


Sasori menaikan sebelah alisnya.


"Genma.." 


Satu nama yang membuat Sasori terkejut.


"A-apa?"


"Aku tadi menemukan ini danna." kata Deidara sambil menunjukan surat yang ditinggalkan Genma.


Pria itu sengaja meninggalkannya, agar Kurosawa mengejar Nakamura. Dan akhirnya, mereka berperang kembali.

__ADS_1


"Sialan!" teriak Sasori marah.


Pria berkepala merah itu geram dengan perbuatan Genma, Sasori mengepalkan tangannya erat. "Lihat saja nanti, apa kau akan menang melawan kami!"


__ADS_2