Secret Of The Kingdom

Secret Of The Kingdom
Pengintai


__ADS_3

Setelah rencananya disetujui oleh sang ayah, Yuuren pamit undur diri. Dirinya harus kembali ke kediamannya untuk mengerjakan beberapa tugas yang sudah menumpuk di ruang belajarnya.


Sedang di ruangan tadi, Raja Raido menatap putri mahkota. "Apa kamu sudah siap menjadi pendamping Yuuren?" tanya Raido serius.


Sara melirik ayahnya yang terlihat menegang, lalu gadis itu menatap kembali sang Raja. "Ya yang mulia, saya siap menjadi pendamping yang mulia putra mahkota."


Kakashi terkejut mendengar jawaban putrinya. "Tunggu yang mulia, apakah anda serius mengenai hal ini.."


Raido tahu akan ke khawatiran Kakashi, tapi setelah mendengar derap langkah terburu-buru. Raido mengurungkan niatnya untuk kembali membuka suara.


"OTOU-SAMA!" seru Yukatta setelah berhasil menerobos masuk kedalam kediaman ayahnya.


"Putriku, tetap tenang dalam kondisi apapun. Ingat posisimu." tegur Raido pada putrinya yang bersikap kurang sopan.


Gadis itu menundukkan kepala, meminta maaf pada sang ayah atas sikapnya yang kurang sopan.


"Maafkan sikapku yang kurang sopan pada Otou-sama, tapi saya sangat ketakutan tadi." ucapnya merasa bersalah.


Sang raja mengernyit heran. Apa kiranya yang membuat Yukatta berlari seperti tadi. "Kau sangat ketakutan, apa yang.."


"Otou-sama, mereka kembali.." sela Yukatta dengan nada bergetar. Ia sangat ketakutan saat melihat Genma juga putranya, Hayate.


Raido mengepalkan tangannya,ia menatap Yukatta khawatir. Setelah kepulangan kedua putrinya, Raido terkejut mendengar cerita dari Yukatta dan Yukari. Raido pikir bahwa selama ini Genma masih bisa menahannya, tetapi adiknya itu malah menarik Yukatta dalam bahaya.


Ia tidak bisa membiarkan keadaan ini. Ia harus melindungi putri kembarnya.


"Ayah akan pikirkan untuk masalah ini. Kamu tenang saja, sekarang kamu telah memiliki pelindung."ujar Raido dengan nada pelan.


Kakashi dan Sara masih berada disana pun mendengar semuanya. Meski Yuuren sudah bercerita tentang sang paman yang merencanakan kudeta dengan membawa Yukatta pergi dari kerjaan Kurosawa, Sara tidak menyangka masalahnya akan serumit ini.


Raido menatap tidak enak pada Kakashi juga Sara yang masih berada disana. Raido tersenyum, sangat tipis. "Kakashi, dulu aku meminta mu untuk menjaga putraku. Tapi sekarang aku ingin kau menjaga putriku Yukatta." kata Raido pada Kakashi.


"Lalu bagaimana dengan yang mulia putra mahkota yang mulia?" Kakashi agak kerberatan dengan hal ini. Pasalnya, sedari mereka kecil Kakashi lebih dekat dengan Yuuren. Selain perjodohan antara Yuuren dan Sara, Yuuren salah satu muridnya juga.


"Dia sudah dewasa Kakashi, Yuuren bahkan bisa segera menjadi seorang pemimpin kalau ia mau." gumam Raido pelan. Ya, Raido memang mengatakan hal yang sebenarnya.


Entah karena terbawa suasana, atau memang Yuuren berniat menjadi pemimpin. Selain pengetahuannya tentang politik diluar nalar, Yuuren juga memiliki ilmu bela diri tingkat tinggi. Ia tidak terlalu khawatir, Yuuren bisa menjaga dirinya sendiri.


Sedangkan Yukatta, putrinya yang satu ini lemah. Mereka bisa kapan saja melukainya tanpa harus bersusah payah.

__ADS_1


**


Setelah selesai dari kediaman sang Raja, Sara mengunjungi tunangannya.


Gadis itu masuk tanpa mengetuk pintu lagi, disana Yuuren tengah sibuk berkutat dengan para perkamen yang selalu setia mendampinginya.


"Yang mulia." sapa Sara ketika gadis itu berada dihadapan Yuuren.


"Hm, kau bisa duduk jika ingin menjadi tunangan yang baik." celetuk Yuuren dengan nada bercanda. Sedang Sara hanya terkekeh pelan mendengar jawaban dari sapaannya tadi.


"Yang mulia bisa bergurau juga." gumam Sara dengan nada lirih.


Mendengar itu Yuuren mendengus, ia menutup perkamen yang sudah dibaca tadi. Iris coklatnya menatap zamrud milik Sara.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Yuuren tanpa mengalihkan tatapan matanya.


Sara menghela nafas, lalu menatap Yuuren dengan ragu. "Ada pesan dari yang mulia raja, besok Raja Hidan akan kembali ke kerajaannya. Beliau meminta yang mulia putra mahkota untuk datang mengantar kepergiannya." ujarnya panjang lebar.


Sang putra mahkota malah mengernyit tidak suka. "Dia memang raja, lalu kenapa aku harus begitu menyambutnya? Menghormatinya?"


"Dia calon adik iparmu." sela Sara telak.


Melihat pria yang dia cintai, bersama orang lain. Apalagi orang itu adiknya sendiri. Yuuren mana tahan ketika melihat kebersamaan mereka.


Mungkin ini juga hukuman baginya, karena telah memisahkan sepasang kekasih dari kedua kerajaan itu.


Sara menatap Yuuren khawatir ketika pemuda dihadapannya hanya terdiam dengan tatapan kosong.


"Yang mulia, apa anda baik-baik saja?" tanya Sara dengan sebuah cubitan dilengan Yuuren.


Yuuren tersentak, lalu menatap Sara. "Jangan main-main Sara." sahutnya kesal.


Sara tergelak melihat raut kesal Yuuren.


"Besok ya, kau harus membangunkanku Sara." mengguman.


"Baik, aku akan membangunkan mu tengah malam."


**

__ADS_1


Shibuya Sasuke menghentikan laju lari kudanya, pria itu sudah sampai di perbatasan Kerajaan Tachibana. "Sudah sampai disini. Aku tidak bisa kembali lagi sebelum mendapatkan Yukatta." gumam pria itu sangat pelan.


Sasuke turun dari kudanya, lalu menarik kudanya dan berbaur dengan rakyat Tachibana, ternyata tidak sulit memasuki kawasan kerajaan ini. Sasuke menyeringai tipis, melihat kereta kuda dari keluarga kerajaan Tachibana yang melewati dirinya.


Matanya tak lepas mengamati wajah cantik Yukatta yang dilihatnya saat membuka horden kereta. Sayang beribu sayang, disamping Yukatta, ada sosok yang membuat Sasuke geram.


Ya, nampaknya Hidan dan Yukatta tengah menghabiskan waktu berdua. Tanpa sadar, Sasuke membuat aura disekelilingnya menggelap.


Sedang Yukatta tengah bahagia, gadis itu sesekali mencuri pandang pada calon suaminya. "Yang mulia, semoga anda menyukai acara jalan-jalan ini."


Hidan tersenyum tipis, ia menatap Yukatta dengan tatapan lembut. "Ya putri, tentu saja saya sangat menyukainya. Tunggu, apakah aku harus memanggilmu permaisuriku?"


Pipi Yukatta memerah mendengar panggilan Hidan kepadanya. "Yang mulia, itu terlalu cepat kita bahkan belum mengucapkan janji suci." gumam Yukatta pelan.


Hidan merasa tidak nyaman setelah mendengar kalimat janji suci. Ia sebenarnya menjalankan hubungan ini juga agar pikirannya tidak terpaut pada putra mahkota Tachibana, sayangnya karena ia melamar adiknya. Bukannya hilang dari pikiran, tapi bayangan Yuuren malah semakin mengganggu dirinya.


Ini benar-benar membuat Hidan pusing kepala, namun tatapan Hidan teralih ketika merasakan ia tengah diintai.


Sisi gelapnya mencari sumber yang menguarkan aura tersebut. Betapa terkejutnya Hidan saat melihat adik dari penasehat kerajaannya.


"Bagaimana bisa adik Itona ada disini?" batin Hidan saat melihat wajah Sasuke.


Mungkin bagi orang awam tidak mengenali putra mahkota dari kerajaan Shibuya. Namun dengan melihat mata merahnya yang berkilat seperti darah. Itu cukup mampu membuktikan bahwa ia dari klan Shibuya.


Hidan akan membicarakan tentang ini pada Itona.


Tachibana Raido/Raja Tachibana



Tachibana Kurenai



Hinata Sara



__ADS_1


Yukatta


__ADS_2