Secret Of The Kingdom

Secret Of The Kingdom
Sebuah Kabar Bahagia


__ADS_3

Suasana dikamar terasa hening, karena mereka berdua hanya terdiam. Yukari sendiri menatap suaminya dengan raut bingung. "Bagaimana aku menyampaikannya pada Gaara?" tanya Yukari dalam hati.


Pria berambut merah tersenyum menatap Yukari. "Katakan saja, bukankah kau ingin mengatakan sesuatu padaku?" ujarnya dengan nada lembut.


"Aku.. hanya, bingung Gaara." Yukari balas menatap suaminya.


Gaara sendiri tidak menyangka, istrinya bisa bersikap seperti ini juga. Selama ini ia akan mengatakan apapun yang dirasakannya padanya. Jadi setelah Yukari kebingungan Gaara seolah merasa lucu.


Tidak terima ditertawakan oleh suaminya, Yukari akhrinya mengatakan. "Kau akan menjadi seorang ayah, Gaara." ucapnya dengan nada cepat. Membuat pria bertato ai itu mengerjapkan matanya linglung.


"Apa?" ujarnya terkejut.


Wajah Yukari merona, antara malu dan senang. Kepalanya mengangguk pelan. "Benar, sebentar lagi kau akan menjadi ayah, Gaara."


Pria berambut merah tersadar dari rasa terkejutnya, ia melengkungkan bibir tipisnya membentuk sebuah senyuman. Gaara menatap istrinya tidak percaya. Dan karena rasa senangnya, raja dari kerajaan Takahashi itu memeluk istrinya erat sambil mengecup kening Yukari. "Arigato gozaimassu." bisiknya berulang-ulang.


Gaara tidak menyangka sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah. Yukari pun tidak kalah bahagianya dengan Gaara, namun Yukari tidak bisa mengekspresikan kebahagiaan dirinya. Hingga Yukari terkejut karena Gaara merangkum wajahnya. Menatap dirinya dengan penuh perhatian.


"Mengapa kau diam saja? Apa kau.. tidak bahagia?" tanya Gaara khawatir. Jujur Gaara takut, jika Yukari tidak menginginkan bayinya.


Yukari dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Gaara, mana mungkin aku tidak bahagia. Hanya saja, aku bingung ingin bereaksi seperti apa. Ini seperti sebuah hadiah yang tidak bisa aku bayangkan sebelumnya." serunya.


Pria bertato ai tertawa, ia kembali mendekap istrinya. "Sebentar lagi keluarga kecil kita akan sempurna, Yuka." gumamnya senang.


Yukari menyenderkan kepalanya pada dada bidang suaminya. "Ya, kita akan lengkap dengan kehadiran dia Gaara."


"Tentu saja, hha.. aku tidak sabar memberitahu Temari dan Kankuro." ujarnya pelan, kedua kakaknya pasti akan ikut senang jika mendengar kabar bahagia ini. Saat ia memberitahu tentang pernikahannya dengan Yukari pun mereka sangat antusias.


Tidak berapa kabar baik ini dengan cepat menyebar ke seluruh istana. Raja Raido yang tidak sengaja mendengarnya dari para pelayan yang kebetulan lewat di kediamannya, tanpa menunggu waktu yang lama. Raido dan Kurenai pergi mengunjungi kediaman Yukari dan Gaara.


Setelah mereka sampai dikediaman Yukari, sang ratu menyambut mereka dengan baik. Yukari pun mempersilahkan Raido dan Kurenai untuk duduk.


Raido berdehem pelan sebelum bertanya. "Apa kabar baik itu benar, putriku?" tanyanya.


Sang Ratu mengerjapkan matanya pelan, ia melirik suaminya. "Maksud Otou-sama... kabar baik apa?" tanya Yukari bingung. Pasalnya, belum ada seorang pun yang ia beritahu selain tabib kerajaan dan pelayan pribadinya yang kebetulan mereka ada disaat tabib memeriksa Yukari.

__ADS_1


"Tou-sanmu, mendengar bahwa dirimu tengah mengandung. Apakah itu benar?" Kurenai akhirnya angkat bicara.


Yukari menatap Gaara, sebelum beralih menatap sang ayah. "Kabar itu memang benar, Tou-sama, Kaa-sama." ucap Yukari mengusap perutnya yang masih rata.


"Benar Otou-sama, saya sedang mengandung."


"Mengapa kalian tidak memberitahu kami segera? Setidaknya kabar baik ini Tou-san tidak mendengarnya dari orang lain." ujar Raido pura-pura kesal.


Kurenai tersenyum melihat kelakuan suaminya. Hilang sudah pribadi dingin Raido, ia menghampiri Yukari. "Kalau kau ingin sesuatu, atau merasakan hal aneh. Kau bisa tanyakan pada Kaa-san."


"Saya sangat berterimakasih pada ibu Suri, tapi sebisa mungkin aku tidak ingin merepotkanmu." gumam Yukari lirih.


Kurenai menunduk sedih, ia merasa asing dengan Yukari setelah kejadian Yukatta pergi diasingkan.


Setelah mereka berbincang sebentar, Raja terdahulu dan Ibu Suri meninggalkan kediaman Yukari.


"Gaara, beritahu anggota kerajaan. Besok lusa mereka harus berkumpul disini. Tentu saja setelah acara perjamuan untuk Yukatta selesai." Yukari mengambil perkamen yang belum ia sentuh sama sekali.


"Kenapa kau ingin anggota kerajaan berkumpul?" tanya Gaara heran.


"Gaara, tidak mungkin kita tinggal dikerajaan terpisah. Kau di Takahashi dan aku? Di Tachibana." Yukari menghela napas pelan. "Maka dari itu aku akan menyerahkan jabatanku padanya." sambungnya.


Yukari berpikir, apakah adiknya akan membenci dirinya ketika pulang nanti?


Gaara yang mengetahui Yukari mencemaskan adiknya pun menggenggam tangan istrinya erat. "Yuka, berhenti berpikir terlalu jauh. Yukatta tidak mungkin membenci dirimu, bagaimana pun kalian saudara." ucapnya berusaha menenangkan Yukari.


"Yuka, aku senang kau mau ikut denganku, tapi apa kau yakin menyerahkan jabatanmu pada Yukatta?"


Mendengar pertanyaan ini Yukari tersenyum, ia berhenti menulis. "Aku sangat yakin Gaara, kau tau sendiri. Kami terlahir dari darah raja terdahulu, aku yakin adikku juga mampu mengemban tugas ini." Yukari mengusap perutnya. "Lagi pula, aku ingin fokus membesarkan anak kita." gumamnya lirih, namun masih bisa didengar.


Pria bertato ai itu berlutut didepan Yukari, ikut mengusap perut istrinya. Sungguh, Gaara tidak menyangka takdir begitu mempermainkannya. Dimulai dari sebuah insiden menikahi Sara, dan sekarang ia berujung dengan sahabatnya sendiri. Malah mereka akan segera dikaruniai anak.


"Gaara, apa yang kau pikirkan?" seru Yukari menyadarkan Gaara dari lamunannya.


Gaara sedikit terkejut, namun ekspresi pria itu tetap datar. "Tidak ada, hanya saja aku tidak sabar menunggunya lahir ke dunia."

__ADS_1


Mendengar hal itu, wajah Yukari mendadak pucat.


"Aku malah takut, Gaara." gumamnya.


"Ssst, Apa yang kau takutkan? Ada aku disini, aku akan selalu ada disampingmu."ucap Gaara menenangkan.


"Mereka bilang melahirkan itu sakit." wajah Yukari semakin pias mengatakan hal ini. Gaara mengutuk siapapun yang membuat istrinya ketakutan setengah mati.


"Sudahlah, lebih baik kita istirahat. Ini sudah larut, kau pasti lelah." ajaknya. Yukari menutup perkamen yang dipegangnya tadi. Lalu berjalan menuju ranjangnya, tak menunggu waktu yang lama ia memjamkan mata.


Sedang Gaara menyelimuti Yukari, kemudian duduk dimeja istrinya tadi. Pria bertato ai itu menatap datar pada surat dari kerajaan Kurosawa.


"Sebenarnya apa lagi yang kau inginkan? Tidak cukup kau membuatnya kesakitan?" batin Gaara.


**


Malam telah berganti pagi, kini anggota kerajaan telah siap menunggu kedatangan Yukatta dan Shikamaru, karena masa hukumannya telah berakhir Yukatta bisa kembali ke kerajaannya.


Yukari menunggu dengan perasaan cemas, ia tidak mau Yukatta membenci dirinya karena mengirim gadis itu ke tempat pengasingan. Dan Yukatta pun belum mengetahui tentang identitasnya yang sebenarnya. Tentang ia seorang wanita.


"Jangan terlalu cemas, aku tidak mau kesehatanmu akan menurun karena terlalu banyak pikiran." ucap Gaara pelan.


Pria itu menyuruh istrinya duduk.


Tidak lama kemudian, kereta kuda Shikamaru memasuki gerbang istana kerajaan.


"SELAMAT DATANG KEMBALI.."


**********


Note :


Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena terlambat update. Jujur saya lagi sakit sebenarnya, tapi karena saya tidak mau membuat para pembaca lama menunggu, untuk itu saya baru bisa update sekarang. Mohon doanya juga, biar saya cepet sembuh.🙏😅


Dan udah lama sebenarnya saya mau kasih tau, sebenarnya awal story ini peran Yuuren/Yukari dalam fandom Naruto itu Tenten. Dan kenapa saya pilih dia, karena Tenten itu sosok yang keren. Dia cewek yang tangguh, kuat, dan berkharisma. Itu menurut saya ya. Dan soal kembaran Tenten, ini saya ambil dari Fandom Naruto juga, dia benar bernama Yukatta. Kalo kalian penggemar naruto, kalian pasti tahu pas eps perang dunia shinobi. Ada eps Matsuri bersama temannya Yukatta. Disitu saya tertarik untuk menjadikan dia sebagai kembaran Tenten. Karena mereka memang mirip.

__ADS_1


Wah gak nyangka saya ngetik panjang lebar. Terimakasih buat semuanya yang sudah mendukung cerita saya, semoga kalian tetap suka SECRET OF THE KINGDOM.


Arigato minna-san!


__ADS_2