Secret Of The Kingdom

Secret Of The Kingdom
Sebuah Keputusan Yang Tepat


__ADS_3

"Sebenarnya apalagi yang kau inginkan? Tidak cukupkah dia membuatnya kesakitan?" gumam Gaara lirih. Pria bertato ai itu merobek perkamen dari kerajaan Kurosawa tersebut kemudian membuangnya.


Malam telah berganti pagi, kini anggota kerajaan telah siap menunggu kedatangan Yukatta dan Shikamaru, karena masa hukumannya telah berakhir Yukatta bisa kembali ke kerajaannya.


Yukari menunggu dengan perasaan cemas, ia tidak mau Yukatta membenci dirinya karena mengirim gadis itu ke tempat pengasingan. Dan Yukatta pun belum mengetahui tentang identitasnya yang sebenarnya. Tentang ia seorang wanita.


"Jangan terlalu cemas, aku tidak mau kesehatanmu akan menurun karena terlalu banyak pikiran." ucap Gaara pelan.


Pria itu menyuruh istrinya duduk.


Tidak lama kemudian, kereta kuda Shikamaru memasuki gerbang istana kerajaan.


"SELAMAT DATANG KEMBALI.." sambut mereka dengan senang.


Yukatta terharu, ia tidak menyangka mendapatkan sambutan seperti ini. Ia menatap sang ibunda yang kini berjalan kearahnya, menghampiri putrinya yang telah lama tidak ditemuinya.


Kurenai memeluk sang putri bungsu dengan penuh kasih dan kerinduan. "Selamat datang kembali putriku." ucapnya pelan. Kemudian tatapan matanya tidak sengaja bertemu dengan tatapan mata cucunya.


Ya, gadis kecil dibelakang Yukatta pasti cucunya. Dilihat dari postur tubuh yang sedikit mirip Yukatta kecil. Iris Rubbynya tertuju pada gadis kecil itu, melihat binar polos dari Sayuri membuat Kurenai tidak mampu membenci cucu pertamanya ini.


"Cucu Obaa-chan sudah besar yah." ucap Kurenai diselingi senyum kecil. Sedang yang lain melihat Ibu Suri tersenyum, ikut tersenyum juga.


Apalagi melihat betapa cantik dan menggemaskannya Sayuri.


Gadis kecil yang mempunyai paras menawan, bersurai hitam legam seperti ibunya, dan bermata kelam seperti sang ayah, Shibuya Sasuke. Siapapun yang melihat iris kelamnya, pasti mereka tahu identitas gadis kecil ini dari keturunan mana.


Namun baik siapapun tidak ada yang berani menyinggung soal kehadiran gadis itu ditengah-tengah mereka.


Keluarga besar dari jendral Aoki Shikamaru pun turut datang untuk menyambut kedatangan sang jendral muda mereka.


Di salah satu sudut, Yukari berdiri tegak. Sekujur tubuhnya terasa dingin bagai disiram air es. Yukari merasa tersisihkan, oleh sebab itu ia hanya berdiri dalam diam menatap kerumunan tersebut. Dan Gaara sang suami hanya bisa menemani Yukari, berdiri disamping sahabat sekaligus istrinya.


Pria bertato ai itu menggenggam erat tangan Yukari. Ia hanya tidak ingin jika, istrinya merasa sendiri didunia ini.


"Apa yang kamu cemaskan? Ada aku yang selalu ada untukmu." ucapnya dengan nada datar yang khas seorang Gaara.


Dalam diam sudut bibir Yukari berkedut, entah ingin tertawa atau menangis. Suaminya memang pria terbaik yang pernah ia kenal, meski Gaara tidak pandai saat membujuk ataupun menghiburnya. Namun, Yukari merasa sangat beruntung memiliki pria itu disampingnya. Bahkan ia sendiri tidak menyangka mereka bisa bersama seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Gaara, keputusanku sudah bulat." ujar Yukari tiba-tiba.


Pria bertato ai itu melebarkan tatapan matanya, Gaara segera menoleh mendengar perkataan istrinya. "Yuka, aku tidak salah dengar bukan?" tanya Gaara penuh penekanan.


Ratu dari kerajaan Tachibana tersebut tersenyum, kelopak matanya ikut menyipit saat membalas tatapan suaminya. Sang Ratu menganggukkan kepalanya sebelum menjawab. "Ya, aku sudah memikirkannya."


Cukup lama ia bertahan di istana kerajaan ini, cukup lama juga ia berada di sudut ruangan untuk menyaksikan mereka dalam diam, juga cukup sudah ia menjadi pion bagi keluarga kerajaan. Kini ia sudah bersuami, ia akan sepenuhnya bergantung pada sahabat juga suaminya. Ia sudah tidak tahan lagi, rumah yang awalnya nyaman untuk ditempati olehnya kini terasa asing baginya.


Yukari merasa jika ini adalah karma baginya karena telah mengirim Yukata ke pengasingan . Lantas bagaimana dengan pengorbanannya selama ini, anggap saja ia membayar budi pada kedua orang tuanya.


Seketika hening, suara yang tadi terdengar ramai kini tidak ada. Saat Yukari mendongak, tatapan matanya bertemu dengan milik Yukatta. Dingin, kesan itulah yang ia dapatkan dari saudara kembarnya.


Semua orang terdiam saat melihat Yukatta berjalan menghampiri Yukari. "Siapa kamu? Kenapa kamu memakai pakaian Ratu?" tanyanya penuh selidik.


Gaara menahan nafas, ia menatap khawatir istrinya.


Yukari terkejut, ia pikir Yukatta bisa mengenali wajahnya. Dengan tenang, Yukari menjawab. "Aku Yukari, saudaramu."


Yukatta menatapnya tak percaya. "Itu tidak mungkin."


Kurenai menatap kedua putrinya, sungguh ia bingung dengan situasi ini. "Putri, dia memang saudara kembarmu." ucapnya dengan lembut.


"Tapi Okaa-sama, kakakku seorang laki-laki.. mana mungkin.." Yukatta menatap sang kakak dengan marah.


Baik mereka yang menyaksikan argumen ini terdiam. Mereka pun tidak menyangka bahkan Yukatta sang putri kerajaan pun tidak tahu mengenai hal ini.


Yukari mendekati Yukatta, ia menggenggam tangan sang adik. Menatapnya penuh perhatian. "Aku memang kakakmu, jika kau masih tidak percaya. Itu urusanmu."


Yukari menatap sang ayah dan ibunya, ia juga telah menurunkan mahkota yang ia pakai selama menjabat sebagai seorang Ratu. "Otou-sama, Okaa-sama.. sekarang Imouto telah kembali. Aku akan menyerahkan jabatan ini, pada Imouto."


Raido menatap Yukari keras, ia tidak mau jika Yukatta yang memimpin kerajaan. Yukari lebih bisa diandalkan.


"Tapi Yukari, mana bisa.." ucapan Raido terputus, melihat wajah Yukari yang tampak memohon padanya.


"Otou-sama, aku sudah memutuskan ini dengan matang. Aku tidak ingin lagi menjabat sebagai Raja. Dan.. sekarang aku telah bersuami. Aku ingin selalu berada disisinya." Yukari menatap Gaara, dan segera menghambur dalam dekapan pria bertato ai.


"Benar, tugas Yuuren ataupun Yukari telah usai. Lagi pula, Otou-sama masih memiliki keturunan lain, seperti adik ipar misalnya." ucapan Gaara mampu menohok hati sang ayah mertua.

__ADS_1


Tanpa berkata apapun lagi, setelah pamit. Yukari pergi bersama suaminya.


Raido terpaku menatap kepergian putri sulungnya, ia tidak menyangka hari ini akan tiba. "Maafkan Tou-san, Yukari.. Tou-san tidak bermaksud memaksakanmu memimpin kerajaan ini." gumamnya penuh sesal.


**


Diperjalanan, Yukari memeluk erat Gaara. Wanita itu mendongak menatap suaminya. "Terimakasih Gaara." ucapnya dengan lembut.


"Yuka, sekarang kau istriku. Apapun akan kulakukan untuk melindungimu." balas Gaara tak kalah lembut.


Kini mereka menuju kerajaan Takahashi, Gaara ingin Yukari sedikit bebas menjalani hidupnya nanti. Ia takkan membuat sahabat sekaligus istrinya ini terluka.


Sedang dua sosok berkepala merah darah memperhatikan mereka dari jauh. "Aku tidak menyangka mereka akan bersama akhirnya." gumam si pria.


"Mou, aku sudah melihat cinta dari Gaara-san untuk Yang Mulia sejak mereka masih kanak-kanak." balas si wanita.


Sasori, pria itu menatap jengkel pada Sara. "Terus saja bela suami-mu itu."


Sara tertawa pelan. "Padahal kau sendiri yang menyuruh kami untuk menikah."


Sasori berjalan menjauh dari Sara. "Aku hanya menitipkanmu padanya, bukan untuk dinikahinya."


Sara tertawa lepas, lalu mengejar suaminya. "Maafkan aku suamiku, ini semua rencana yang mulia.."


Pria bersurai merah darah itu akhirnya menghela nafas. Ia tidak menyangka rencana gilanya mampu membuat Yukari dan Gaara bersatu. Awalnya ia hanya ingin mengetahui siapa dalang di balik masalah Yukatta.


Siapa yang tahu, ia malah terkena racun yang mampu membuat nyawanya hampir melayang. Ya, sebenarnya kedua orang itu tidaklah mati. Melainkan hanya berpura-pura mati demi menjalankan misi mereka.


Keduanya pun telah bersama, tidak ada yang bisa mengganggu jalan percintaan mereka.


Sedang di Kerajaan Kurosawa, seorang Raja tengah berdiri didekat danau penyesalan. Ya, Hidan menyesali semua perbuatannya. Ia menyalahkan dirinya sendiri, mengapa ia tidak mengikuti kata hatinya.


"Semoga kalian berbahagia." ucapnya sebelum terjun kedalam danau.


T A M A T


Halo semuanya, terimakasih yang sudah mengikuti story Secret Of The Kingdom sampai selesai. Terimakasih atas dukungannya, bila ada kesalahan mohon maaf, ini hanya karangan saya, imaji dari saya. Selamat malam dan sampai jumpa di karya saya yang lain.

__ADS_1


__ADS_2