
Karena sibuk dengan pemikirannya, Sara tidak sadar saat seseorang kini berada dihadapannya. "Lebih baik kau bungkam! Jika kau membuka mulutmu, aku akan membunuh suamimu! Ingat itu!" Ancamnya.
Sara terpaku, ia menatap sosok wanita berambut merah muda yang kini tengah menatap dirinya tajam.
"Berani sekali kau mengancamku?!" hardik Sara.
Tayuya menyeringai keji, ia ingat. Wanita yang berstatus permaisuri ini adalah kekasih Sasori. Pemuda yang sempat disukai olehnya dulu, mengetahui hal ini Tayuya semakin ingin mencelakai Sara. Namun tidak disini, sang putra mahkota Shibuya tengah bersenang-senang dengan pujaan hatinya.
Tayuya tidak berani membuat keributan. Akhirnya gadis itu menyeret Sara untuk menjauh dari kediaman Yukatta.
Sara memberontak, ia berusaha melepas cekalan tangan yang menjeratnya. "Lepaskan aku!" teriak Sara.
Tayuya yang kesal, langsung melempar Sara ke kolam.
Byuuur
"Sungguh gadis yang sangat merepotkan! Kenapa juga Sasori menyukai gadis seperti dia!" ucapnya dengan nada kesal. Lalu ia pergi sebelum ada orang yang melihat apa yang dia lakukan.
"H-huf.. Tolong!" teriak Sara. Gadis itu melambaikan tangannya, berharap seseorang datang menyelamatkannya.
Sara mencoba berenang ketepi kolam, namun karena Kimononya menjadi berat terkena air. Sara menyerah. Kakinya pun terasa keram, tidak bisa lagi untuk berenang kedaratan.
Disisi Lain.
Yuuren dan Gaara sibuk mencari Sara. Kedua pria itu sudah mencari ke seluruh sudut kediaman Yukatta. Hanya ada satu, kamar adiknya yang belum ia masuki. Karena sedari tadi salah satu pelayan tidak memperbolehkan mereka masuk kedalamnya.
"Jika kamu masih menghalangi jalanku, maka aku tidak akan segan membunuhmu tepat dihadapanku." ancamnya pada pelayan tersebut.
Pelayan itu menatap Yuuren dengan berani. "Maaf yang mulia, saya hanya menjalankan perintah dari Tuan putri."
Gaara terbelalak mengetahui pelayan yang berada didepannya itu adalah orang yang selama ini ia cari. "Yuuren, serahkan dia padaku. Kau masuklah." titahnya pada Yuuren.
Sedang kini Tayuya menatap Gaara takut, takut jika dirinya ketahuan oleh putra mahkota Takahashi tersebut. Tayuya melangkah mundur saat Gaara melangkah maju.
"Mau lari kemana kau." desis Gaara tajam.
Tayuya tersenyum miring, ia menatap remeh pria yang berada didepannya. "Anda sudah tau rupanya, bagus kalau begitu aku tidak akan segan lagi." ucapnya. Tayuya menarik pedang yang ia sembunyikan dibalik punggungnya.
Gaara menahan pedang Tayuya dengan katananya. Pria bertato ai itu terus menggagalkan serangan Tayuya.
trang!
__ADS_1
trang!
Tayuya berdecih, ia berniat mengambil racun yang sama dengan saat ia membunuh Sasori. Namun Gaara sudah tahu gerak-gerik gadis itu. Alhasil Gaara menepis tangan Tayuya, membuat botol racun yang sudah terbuka mengenai tubuh pemiliknya.
"S*****!" teriak Tayuya marah. Gadis menghunuskan pedang pada Gaara.
Trang!
"Butuh waktu untuk mengalahkanku." gumam Gaara. Pria itu menarik pedangnya lalu..
jleb!
Baik Gaara maupun Tayuya membelalakkan matanya tidak percaya, saat ini pedang Gaara menembus jantung Hayate. Pria berambut merah itu menarik kembali pedangnya. Membuat Hayate terbatuk darah beberapa kali sebelum ambruk seketika sambil bersujud.
Dengan langkah gemetar Tayuya mendekati Hayate, ia menunduk melihat pria yang baru-baru ini dekat dengannya. Pria yang memberinya informasi tentang Yukatta.
"Bangun, kumohon bangunlah!" teriak Tayuya histeris.
Gaara yang saat itu melihat Hayate sekarat hanya menatap mereka dingin. Sebelum Tayuya juga merasakan sakit karena efek dari racunnya telah bekerja.
**
Bruuuk!
Sasuke meringis merasakan sakit di area punggungnya, ia menatap nyalang pada sosok Yuuren yang berdiri diatasnya.
Mengetahui Sasuke kesal padanya, Yuuren menatap pria itu dingin. "Kau, beraninya kau merusak bunga Tachibana." Yuuren menginjak tangan Sasuke. "Kau pikir, aku akan melepasmu begitu saja?" Tangan Yuuren terulur, menarik rambut Sasuke. Membuat pria bermata merah itu mencengkeram tangan Yuuren erat.
"Sampai mati pun aku tidak akan melepaskan Yukatta." ucap Sasuke dengan nada datar.
Yuuren tak bisa menahan emosinya lagi, ia memukul wajah Sasuke. Membuat pria bermata merah itu mengeluarkan darah beberapa kali. "Shikamaru!" panggilnya pada tangan kanannya.
"Ya, yang mulia." jawabnya setelah berada dibelakang Yuuren.
"Urus pria ini, penjarakan dia. Hukum mati." jelas Yuuren.
Shikamaru menatap tahanannya malas, tanpa menunggu waktu yang lama. Shikamaru membawa Sasuke ke penjara bawah tanah.
Yuuren membalikkan tubuhnya, ia menatap adiknya yang kini menatapnya penuh dengan ketakutan. Yuuren merasakan dadanya sesak, ia telah gagal menjaga adiknya. Yuuren meraup wajah dengan telapak tangannya, ingin sekali ia memeluk adiknya. Namun, ia tidak bisa.
"Pakai kembali bajumu. Aku ingin mendengar jawaban setelah kau membersihkan dirimu." ujarnya sebelum pergi.
__ADS_1
Sakit, dirinya merasa kesakitan melihat adiknya hancur. Lalu, bagaimana dengan Hidan? Ia harus menjelaskan masalah ini dengan calon suami adiknya. Hidan pasti marah padanya, karena tidak bisa menjaga Yukatta dengan baik.
Yuuren meninggalkan kamar Yukatta dengan langkah gontai. Ia kembali ke tempat Gaara.
Pria bertato ai itu menoleh saat suara langkah kaki mendekat kearahnya. Dahinya mengernyit, melihat sahabatnya bagai raga tanpa nyawa. "Apa yang terjadi?" tanyanya saat Yuuren berada didekatnya.
Yuuren mendongak, ia menatap sahabatnya dengan tatapan kosong. "Gaara, bagaimana aku menjelaskannya? Si B******* itu sudah merusak adikku!" teriak Yuuren sambil mencengkeram kerah Hakama sahabatnya.
"Apa maksudmu?" tanya Gaara tidak paham.
Yuuren mendelik, menatap tajam sahabat merahnya. "Dia, Sasuke. Sudah menodai adikku Gaara." ujarnya dengan lirih.
Pria bertato ai itu membelalakan matanya, pantas saja Yuuren begitu hancur. "Aku akan menghukum dia dengan hukuman yang setimpal."
Yuuren menggelengkan kepalanya. "Aku sudah memberikan hukuman untuknya. Dia akan mati besok."
"Yang mulia!" teriak salah satu pengawal.
Yuuren dan Gaara menoleh serempak pada pengawal yang baru saja datang. "Ada apa?" tanya Yuuren dengan wajah datar.
"Lapor yang mulia, saya melihat permaisuri.. permaisuri terapung di kolam!" ujar pengawal itu dengan ketakutan.
Yuuren merasa tubuhnya disiram air es, ia langsung berlari menuju kolam yang dimaksud pengawal tadi. Air matanya terjatuh membasahi pipi, mengapa hari ini begitu banyak cobaan untuknya?!
"Sara!" teriaknya lantang. Ia berhenti ketika sudah dipinggir kolam, ia menatap baju yang sama dengan yang dipakai pasangannya hari ini. "Sara.." tanpa menunggu banyak waktu, Yuuren menyeburkan dirinya sendiri ke kolam.
Gaara terpaku melihat istrinya terapung dikolam, ia melihat sahabatnya yang tengah berusaha menyelamatkan nyawa istrinya. "Sara.."
"Kena!" batin Yuuren saat berhasil menangkap tubuh Sara. Yuuren memeluk tubuh sahabatnya lalu ia kembali berenang menuju ketepian.
"Bertahanlah Sara! Aku mohon!" teriaknya dalam hati.
****
Note : Ini bagian 42 ya, bagian 41 belum berhasil di update. Terimakasih sudah mengikuti story saya sejauh ini.
Mohon dukungan, like, share, komen,serta vote.
Salam Hangat
Kazuma Hans
__ADS_1