
Hati Seira sangat sedih saat keluar dari Dokter kandungan.
Kini Seira tengah hamil benih dari laki laki yang dua bulan lalu menjatuhkan talak atas dirinya.
Pikirannya melayang entah kemana. Bagaimana ia harus membesarkan anak anaknya nanti. Ingin rasanya Seira menggugurkan kandungannya. Namun ia tidak tega. Mengingat hidupnya yang sebatang kara. Anak anaknya nanti lah yang akan menemani hari tuanya.
Ia lalu mengabari Maira, beruntung mempunyai saudara seperti Maira. Setelah mengetahui keadaannya, Maira langsung mengirimnya sejumlah uang, untuk ongkos kepulangan nya ke kota kecil tempat ia di besarkan dulu.
Maira lalu mengabari paman Reza dan meminta Seira untuk pulang membantu di cafenya yang sendang berkembang.
***
Langkah Bu Safira terhenti melihat kondisi Seira yang terlihat pucat. lalu meminta kepada Qaid untuk menghampiri Seira.
Qaid ayo lihat Seira. Kenapa dia terlihat sangat pucat, apa dia sedang sakit.
Seira apa kau baik baik saja ?. Tanya Bu Safina.
Aku baik Ma. Aku hanya kurang tidur saja Ma. Jawab seira meyakinkan Bu Safira.
Seira duduk bersandar di kursi menunggu hakim membacakan putusan perceraian. Setelah di nyatakan resmi bercerai, Seira lalu berjalan meninggalkan ruang sidang.
__ADS_1
Sayang ayo kita pulang. Kita suda di tunggu oleh pihak Wedding organizer sejam yang lalu untuk membahas persiapan pernikahan kita. Terdengar suara Meylani mengagetkan semua yang ada di ruang sidang.
Di temani bibinya Seira melangka cepat meninggalkan ruangan persidangan. Sambil mengusap pelan dadanya yang terasa sakit setelah mendengar tentang pernikahan yang suda di rencanakan oleh Meylani dan Qaid.
Ia harus kuat , ia harus melupakan Qaid. Ia harus mengubur dalam dalam rasa cinta terhadap mantan suaminya itu. Ia harus memulai hidup baru demi anak anak nya kelak. Jangan pikirkan laki laki yang suda mencampakkan cintanya. Pikirkan cinta tulus dari anak anaknya.
Seira lega karena akan pergi jauh meninggalkan kota kelahirannya. Kota penuh dengan seribu duka yang menyelimuti hati nya sejak ia lahir.
Duka demi duka yang ia rasakan di kota itu. seolah mengoyak habis rasa sabar dan tabah di hatinya. Membuat Seira tidak percaya dengan kebesaran Allah. Mengapa dengan tega memberi ujian hidup seberat ini. Ini tidak adil, sungguh tidak adil.
***
Pesawat yang ia tumpangi mendarat di Bandar Udara H Hasan Arubusman Ende.
Memeluk erat tubuh Maira seolah menumpahkan kesedihannya, meratapi nasibnya yang malang.
Maira memberinya motivasi agar tetap semangat menjalani hidup demi anak anaknya.
Di sana di kota kecil di tengah pulau Flores, Seira merasakan banyak kasih sayang.
Kini Seira sadar, bahwa semua ini terjadi karena egonya. Coba saja waktu itu ia mendengarkan Neneknya dan bu Aisya juga Maira, pasti jalan hidupnya tidak seburuk ini.
__ADS_1
Dari Neneknya dan Bu Aisya ia mendapatkan kasih sayang seorang Ibu. Ia sadar meskipun kehilangan Ibu sejak ia lahir, kini kasih sayang itu telah ia terima dari dua wanita yang sangat menyayanginya.
Maira meminta Seira untuk tinggal bersama Bu Aisya mamanya Maira, Bu Aisya sangat senang, karena rumah akan terasa ramai dengan celotehan Athar,
Melihat kondisi Seira, Maira memutuskan untuk membiarkan Seira menenangkan diri terlebih dahulu. Mengingat Seira sedang mengandung, dan tidak baik untuk janinnya jika terus terusan dalam keadaan stres.
Perlahan Maira terus memberikan petuah pada Seira agar semangat demi anak anaknya. Pelan pelan merubah diri, agar lebih dekat dengan Allah.
Seira memutuskan untuk berhijrah. Benar yang di katakan Maira. Ini adalah ujian untuk mengugurkan semua dosa di masa lalu.
Kini tidak ada lagi yang harus Seira pikirkan selain masa depan kedua anaknya nanti. Tidak ada yang ia takutkan semua keluarganya ada untuknya.
Mendengar Maira akan membuka sebuah butik yang akan ia kelola. Seira sangat senang, ia beruntung punya saudara seperti Maira, yang sangat menyayanginya.
Usia kandungan Seira memasuki lima bulan. Setiap hari Maira mengirim makanan sehat untuknya, agar bayi dalam kandungannya selalu sehat.
Maira juga membeli semua keperluannya, mulai dari susu hamil, buah, dan makanan yang ingin Seira makan saat ia ngidam.
Maira dan Suaminya juga sangat menyayangi Athar seperti sendiri, mengingat Maira belum di karuniai anak laki laki.
Jika jadwal kontrol ke dokter kandungan tiba di Maira juga menemani Seira.
__ADS_1
Siapa yang tidak sedih dua kali hamil tanpa adanya suami, namun ia bersyukur di kehamilannya kali ini banyak yang peduli terhadapnya, di bandingkan waktu hamil Athar dulu.