
Mas, kita perlu selesaikan masalah kita. Mas, jelaskan pada ku hasil tes DNA itu. Desak Meylani pada suaminya.
"Meylani Maafkan aku. Aku bukannya tidak ingin jujur, tapi aku ingin mencari waktu yang tepat, untuk bicarakan semua ini dengan mu. Aku bahagia ternyata Athar adalah putra kandung ku. Tapi aku sedih karena tidak punya waktu untuk mencari keberadaannya. Aku banyak salah terhadap Seira dan Athar. Aku bingung bagaimana cara nya agar aku tetap menjadi ayah bagi Athar. Aku menyesal telah memperlakukan mereka dengan buruk." Jawab Qaid lirih. Air matanya terus mengalir menangisi kebodohannya di masa lalu.
"Mas, jangan pikirkan aku. Cari anak mu mas. Temukan mereka jika itu bisa membuat mu bahagia aku ikhlas mas jika harus berpisah dengan mu. Maafkan aku yang tidak sempurna ini."
"Kau perempuan yang sempurna Meylani. Aku yang tidak pernah memberikan mu kebahagiaan. Aku yang menyeret mu dan terjebak dalam pernikahan ini. Maafkan aku Meylani."
"Mas jangan sedih, manusia tak luput dari dosa. Mari kita sama sama perbaiki diri kita, untuk jadi manusia yang lebih baik lagi."
Qaid hanya terdiam memandangi Meylani. Dalam hati suda saatnya ia melepaskan Meylani. Dia berhak bahagia dengan orang yang benar benar mencintainya nanti.
Qaid lalu beranjak keluar dari kamar mereka, dan tidur di kamar tamu. Ia akan bicarakan masalah ini pada kedua orang tua nya dan juga orang tua Meylani.
***
Setelah Qaid berangkat ke kantor, Karan datang membawa ke dua anaknya untuk di titipkan pada Meylani.
Setelah berhenti bekerja, dan di nyatakan mandul, membuat Meylani sedikit bosan. Dangan adanya anak anak Karan membuatnya sedikit terhibur, bagai pelipur lara.
Sejak pertama bertemu Meylani kedua anak Karan sangat akrab dengannya.
Meylani lalu meraih Queen dalam gendongannya dan menuntun Arsya untuk masuk.
__ADS_1
"Apa anak anak suda makan Karan ?." Tanya Meylani pada Karan.
"Belum Mey , tadi Bi Ima tidak enak badan, jadi tidak sempat masak untuk sarapan."
"Ya suda, sarapan di sini aja ya Karan. Tadi pagi aku masak banyak."
Mereka kemudian ke meja makan untuk sarapan. Setah selesai sarapan Karan bergegas ke kantor.
"Mey aku titip anak anak ku ya.
Kalian jangan nakal ya sama tante Meylani." Sambil berlalu keluar dari rumah. Tentu saja setelah mencium ke dua anaknya.
Ayo anak anak tante kita main yuk.
Ajak Meylani sangat antusias.
Tante apa boleh aku peluk tante seperti Queen. Kata Arsya pada Meylani karena melihat adiknya memeluk Meylani.
Tentu boleh sayang. Sini dekat tante. Asya boleh peluk tante kapan pun Asya mau. Anggap saja tante ini ibu kalian. Jawab Meylani sambil mengusap kepala Arsya dengan penuh kasih sayang.
Asya langsung tersenyum senang. Dan segera memeluk Meylani.
Ketiganya tidur sambil berpelukan hingga pukul empat sore mereka bangun. Langsung mandi sambil menunggu Karan menjemput kedua anaknya itu.
__ADS_1
Meylani sengaja masak banyak untuk Karan dan anak anaknya.
Pukul lima sore, Qaid dan Karan baru saja pulang dari kantor. Mereka memang suda janjian untuk makan malam bersama di rumah Qaid. Semua karena permintaan Meylani.
Meylani mulai sibuk mempersiapkan menu makan malam mereka. Sedangkan Qaid dan Karan membicarakan masalah bisnis, sambil mengawasi anak anak bermain.
Beberapa kali Qaid memergoki Karan menatap Meylani yang sedang sibuk memasak.
Pak Karan besok di jam makan siang aku ingin berbicara sesuatu yang serius bersama mu.
Nanti aku akan kirim alamat untuk kita makan siang bersama.
Baik pak Qaid, dengan senang hati. Kirim alamatnya saja makan siang di restoran mana. Aku bakalan ke sana. Jawab Karan.
Setelah selesai masak, Meylani kemudian mengajak Qaid dan Karan, serta anak anak untuk segera makan malam.
Meylani belum memakan makanannya. Ia memilih menyuapi Arsya dan Queen terlebih dahulu. Kedua anak Karan itu sangat lahap memakan masakan Meylani.
Membuat Karan menatap Meylani penuh arti. Qaid hanya bisa melihat itu dengan menunjukan wajah datarnya.
Makan malam berjalan dengan lancar. Karan segera pamit membawa anak anaknya.
Pak Qaid, Meylani terimakasih banyak untuk jamuan makan malamnya. Terimakasih Mey karena suda menjaga anak anak saya.
__ADS_1
Sama sama pak Karan. Senang bisa bertemu dengan anda. Terimakasih berkat anak anak anda saya melihat kebahagiaan di mata Meylani.
Meylani yang mendengar perkataan Qaid itu, hanya bisa melukis senyum di bibirnya.