Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Cabang Baru


__ADS_3

Kini 1 tahun suda usia baby Alea. Seira sangat bahagia melihat anaknya sangat aktif dan suda bisa berjalan satu dua langkah.


Sambil menyuapi baby Alea makan buah, Seira di kaget kan dengan kedatangan Erik dan Maira beserta Athar dan Chaira.


Athar, Chaira main ya. Uma dan aba mau ngobrol sama bunda ya.


Seira butik yang kamu kelola berkembang dengan sangat baik. Aba tadi dapat tawaran, ada yang jual tanah di dekat rumah sakit. Setelah di survei ternyata sangat strategis, tanahnya lumayan luas. Aku berniat membuka cabang baru EM Colection dan rumah makan di sana. Kata Maira.


Iy Seira. Saya berencana akan membuat gedung lantai dua. EM Colection akan buka di sana. Tapi kali ini kita akan menjual 50 % kebutuhan bayi dan anak , sisanya untuk remaja dan dewasa.


Sambung Erik.


Baiklah kak, aku sangat senang dengan bukannya cabang baru. insyaAllah aku siap kak. Jawab Seira senang.


Baiklah Seira, kami percayakan pada mu untuk cabang baru nantinya.


***


Untuk mengelola butik milik kakaknya, Seira memang sering belajar dari platform pelatihan bisnis, yang Seira pelajari secara online.


Dan hasilnya memuaskan, demi masa depan ia dan anak anaknya Seira harus benar benar tekun dalam bekerja. Mengingat ia adalah seorang ibu juga ayah bagi kedua anaknya.


Setahun belakangan ini Seira hanya di temani oleh dua karyawannya. Mereka lah yang menjadi teman Seira. Ia tidak menganggap mereka pekerja, melainkan teman.


Ketiganya sering menghabiskan waktu bersama.


Tika, Aira nanti jika suda buka cabang EM Colection yang baru. Kalian akan saya pisahkan.

__ADS_1


Siap kak. Jawab keduanya kompak.


Yang penting gajinya di naikin kak. Sambung Tika lagi.


Pastilah Tika. Semua akan di bayar sesuai kinerja. Semakin tinggi omzetnya semakin banyak juga gajinya. Cicit Seira.


Ia kak kita mau kumpulin uang buat nikah. Cicit Aira sambil mengarahkan camera ke arah Tika yang sedang menyiapkan model gamis terbaru untuk di promosikan di sosial media.


Lha memang suda ada calonnya?. Tanya Seira yang mulai membersihkan tangan baby Alea dengan tisu basah.


Belum ada kak. Cuma apa salahnya kita persiapan terlebih dahulu. Nanti pas suda ketemu jodohnya langsung dah cus ke KUA. Jawab Aira sambil tertawa.


Hahahahaha. Emang ada yang mau sama kamu ...? Tanya Tika membuat Aira jengkel.


Liat aja nanti, aku pasti akan nikah duluan dari kamu Tika.


Eh... Suda suda jangan berdebat terus. Masalah jodoh hanya Allah yang tau. Sekarang kita sama sama perbaiki diri. insyaAllah jodoh yang baik pasti akan datang pada kita.


Jawab Tika dan Aira serentak.


Itu berarti kak Seira suda mau membuka hati donk, menerima orang baru dalam hidup kakak. Tanya Tika dengan hati hati, membuat Aira menyenggol lengannya, takut Seira akan marah.


Tika...


Apa yang saya alami di masa lalu itu adalah kesalahan yang sampai saat ini saya sesali.


Walaupun kesalahan itu bermula dari saya. Namun sakit yang di torehkan oleh mantan suami saya tidak bisa saya abaikan begitu saja.

__ADS_1


Rasa sakit itu masi sangat jelas di sini. Seraya menunjuk ke bagian dadanya. Saya suda tidak ingin memikirkan pasangan hidup. Saat ini saya suda sangat bahagia dengan kehidupan saya. Saya punya putra dan putri yang selalu menemani saya sampai tutup usia. Cinta tulus dari mereka yang membuat saya terus bertahan berdiri tegak, walau sebenarnya saya tidak sanggup lagi.


Jawaban Seira membuat Aira dan Tika meneteskan air mata.


Seira langsung memeluk Tika dan Aira. Mungkin pelukan itu bisa membuatnya sedikit lebih tenang.


Jangan sedih kak . Kami akan selalu bersama mu. Anggaplah aku dan Tika adalah adik adik mu. Cicit Aira yang di balas Tika dengan anggukan.


Seira berterimakasih pada Aira dan Tika yang selama ini selalu menghiburnya.


Tidak muda baginya menghadapi cobaan demi cobaan ini seorang diri. Ia butuh sandaran. Butuh kekuatan penuh untuk bisa menerima semuanya dengan ikhlas.


*Kediaman Reza*


Pa... ini kopinya. Ucap Farah sang istri sambil meletakan kopi panas itu di atas sebuah meja yang terdapat di teras rumah mereka.


Pa...


Panggil Farah yang kedua kalinya sambil menepuk pelan pundak suaminya.


Seketika Reza tersadar dari lamunannya.


Ada yang papa pikirkan ?. Tanya Farah pada sang suami.


Reza menatap mata Farah lekat.


Aku hanya memikirkan Seira. Posisinya akan semakin sulit, Kak Aini akan semakin membencinya. Aku tak tahu kapan masalah ini bisa terselesaikan tanpa ada keributan. Aku yakin ada sesuatu yang tidak di ceritakan Seira pada kita. Ucap Reza lalu menyasap perlahan kopi hitam buatan istrinya.

__ADS_1


Sebaiknya kita tutupi soal Athar. Biarkan waktu yang akan menjawab semua misteri dalam hidup Seira. Cukup doakan yang terbaik untuknya. Jawab Farah sambil menggenggam tangan suaminya.


Reza tersenyum menatap istrinya. meskipun dalam hati ia ragu untuk menutupi kebenaran itu. setidaknya untuk sementara biarkan Seira hidup dengan tenang bersama Aisya sang kakak dan keponakan-keponakannya di Ende.


__ADS_2