Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Karan


__ADS_3

Menangis meringkuk di dalam kamarnya. Kini ia seorang diri entah ke mana pergi suaminya.


Setelah mendengar pernyataan dokter yang menyatakan bahwa ia mandul.


Tiga dokter yang ia kunjungi namun jawabannya sama. Ia mengalami kemandulan.


Bagai di hantam bongkahan batu, dada Meylani terasa sangat sesak. Kini hanya bisa meratapi nasib malangnya.


Mungkin ini hukuman dari yang kuasa untuknya. Hukuman atas dosa yang ia perbuat pada Seira waktu itu.


Di tengah isak tangisnya datang Qaid, membawakan makanan untuknya.


Sejak pagi Meylani bahkan belum memakan apapun.


Mey, ayo di makan dulu. Tidak usa di pikirkan. Kalo kamu mau kita akan mengadopsi anak dari panti asuhan. Cicit Qaid dengan suara lirih.


Bagaimana dengan mu mas ?. Apa kau tidak ingin mempunyai anak kandung. Kau pasti sangat ingin memilikinya bukan?. Aku tidak berguna mas.


Bukan hanya cinta mu yang tidak bisa aku miliki. Aku bahkan tidak bisa memberikan mu seorang anak.


Qaid merasa kasihan pada Meylani. Bagaimana pun Meylani istrinya. Meskipun tidak ada cinta untuk Meylani di hatinya. Namun Meylani berhak untuk bahagia.


Qaid memeluk erat tubuh rapuh istrinya. Istri yang ia nikahi karena dendamnya pada Seira.


Maafkan aku Meylani. Aku tidak bermaksud untuk membohongi mu. Tapi aku rasa belum tepat waktunya untuk memberitahukan semuanya kepada mu. Aku akan menunggu waktu yang tepat untuk jujur pada Meylani. Pikir Qaid dalam hati.


Meylani merasa sedih melihat Qaid. Seharusnya Qaid saat ini tengah berbahagia bersama Seira. Jika dulu ia tidak masuk dalam kehidupan rumah tangga Qaid dan Seira. Meylani hanya bisa menyesali perbuatannya. Nasi suda menjadi bubur, ia tidak bisa membalikkan keadaan seperti sedia kala.


***

__ADS_1


Untuk menghilangkan rasa sedihnya Meylani memutuskan untuk mengajak Qaid nonton di sebuah Mall terkenal di kota Batam.


Keduanya sedang mengantri untuk membeli tiket.


Mas aku ke toilet dulu ya..


Meylani berjalan ke arah toilet dengan buru buru.


Bbruuukkk...


Tanpa di sadari ia menabrak seseorang.


Maaf maaf saya tidak sengaja. Saya sedang buru buru ke toilet.


Meylani...


Karan...


Alhamdulillah, aku baik Karan.


Oh ya Karan aku sedang buru buru ke toilet. Cicit Meylani


Boleh minta nomor ponsel mu Meylani ?


Karan menyodorkan ponselnya ke arah Meylani.


Baik lah.


Meylani pun mengetik nomer ponselnya.

__ADS_1


Ini Karan. Aku permisi dulu.


Meylani bergegas meninggalkan Karan.


Meylani akhirnya aku menemukan mu. Cicit Karan dalam hati.


***


Di tempat yang berbeda Seira sedang membacakan dongen untuk Athar.


Sambil memperhatikan baby Alea yang tertidur di samping kanannya.


Mengusap perlahan kepala baby Alea.


Maafkan Bunda sayang. Andaikan ayah mu mengetahui kau hadir di dunia, apakah ia akan bahagia seperti ayah ayah di luar sana. Atau kah dia juga akan membenci mu?. Seperti rasa bencinya yang sengat besar kepada bunda mu ini?. Entahlah...


Dua tahun suda berpisah dari Qaid. Seira bahkan tidak bisa menghilangkan nama Qaid dari ingatannya.


Laki laki yang sangat ia cintai. Ayah dari anak perempuannya. Yang wajahnya bahkan sangat mirip seperti ayahnya.


Apa di sana kau mengingat ku. Atau nama ku suda kau kubur dalam dalam karena kehadiran istri mu. Mengapa aku sangat bodoh mencintai mu.


Cinta...


Sepertinya itu tidak ada dalam hidupku.


Aku bahkan lahir dan besar tanpa cinta. Hanya cinta tulus seorang nenek terhadap cucunya.


Aku bersyukur di besarkan di tempat ini, setidaknya aku bisa merasakan cinta yang di berikan keluarga angkat ku.

__ADS_1


Entahlah...


Mungkin cinta hanya untaian kata saja. Tapi untuk rasa tidak berlaku lagi dalam hidup ku. Kini yang aku harapkan cinta tulus dari kedua malaikat ku


__ADS_2