
Setelah melihat Meylani dan Karan muncul di balik pintu, kedua anak itu langsung berlari ke pelukan Meylani.
Tante Mey mau ya jadi mommy buat Arsya dan Dede Queen. Ucap Arsya dengan nada memohon.
Kalau Tante May mau emang Arsya mau kasi hadiah apa buat Tante May ?.
Arsya akan kasi cinta yang banyak untuk Tante May , dan juga ini. Arsya mencium pipi dan seluruh wajah Meylani.
Arsya sayang Tante May.
Tante May juga sayang Arsya dan Queen.
Arsya Uda boleh panggil Tante May mommy ?
Tanya Arsya.
Boleh sayang, sangat boleh.
Wah anak anak Deddy kalo ada mommy suka lupa sama Deddy ya. Canda Karan
Arsya nggak lupa sama Daddy, cuma sekarang Arsya pengennya mommy aja. Sambil memeluk Meylani erat.
Karan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua anaknya.
Syukurlah Meylani menerima dan menyayangi anak anaknya.
***
Qaid dan fajar sang asisten sedang dalam perjalanan menuju EM Colection.
Setelah mobilnya berhenti di sebuah toko pakaian yang bertuliskan EM Colection Qaid langsung turun dengan cepat ia masuk ke dalam toko tersebut.
Permisi boleh saya bertanya ?. ucap Qaid pada seorang karyawan yang sedang sibuk merapikan baju baju.
__ADS_1
Iya pak silahkan, ada yang bisa saya bantu ?
Tanya Karyawati tersebut.
Apakah pemilik dari toko ini adalah Seira Azahra ?. Tanya Qaid.
Benar pak.
Apa saya bisa bertemu dengannya ?.
Maaf pak , Kak Seira sedang berada di Cafe milik kakaknya. Saya tidak tahu kapan akan ke sini. Jawab karyawati tersebut.
Baik terimakasih. ucap Qaid seraya meninggikan toko tersebut.
Kita ke EM cafe. Perintah Qaid pada Fajar.
Baik pak.
Fajar kamu juga turun temani aku, kita akan makan di Cafe ini.
Tanpa penolakan Fajar turun mengikuti langkah kaki bosnya. Kini mereka memilih duduk di dalam ruangan, karena angin pantai sore ini lumayan kencang.
Qaid memesan beberapa menu makanan di yang tersedia di Cafe tersebut.
Qaid memanggil seorang pelayan.
Maaf saya hanya ingin bertanya, apakah saya bisa bertemu dengan pemilik Cafe ini, makanan di sini sangat enak saya ingin menawarkan kerja sama dengan Cafe ini.
Baik pak , saya akan sampaikan ke bos saya sekarang.
Maira yang mendengar ada seseorang ingin bertemu dengannya merasa penasaran. namun Erik melarangnya.
Biar aku saja sayang. Yang ingin bertemu itu cowok, aku tidak ingin istri ku di tatap oleh laki laki lain selain aku. Ucap Erik seraya keluar dari ruang kerjanya.
__ADS_1
Kau lihat Seira, kakak ipar mu sangat posesif sekali. Dia selalu seperti itu. Keluh Maira.
Itu tandanya kakak ipar sangat mencintai mu kak, seharusnya kakak senang. Kak Erik suda pernah merasakan kehilangan mu kak. Jadi kakak jadi istri yang penurut aja. Pakai cadar aja kak biar tidak ada yang lihat wajah kakak.
Kau ini selalu saja membela kakak ipar mu, padahal aku ini kakak mu. Keluh Maira.
Bukan membela Kak. Ah suda lah kakak ini tidak mengerti. Seira lalu keluar dari ruang kerja kakaknya menuju ke kamar Chaira ia ingin menemani anak anak bermain.
Erik lalu menghampiri tamu tersebut.
Permisi, Saya Erik pemilik dari Cafe ini. ada yang bisa saya bantu ?. Tanya Erik sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Saya Qaid Arkana Pak Erik. Mari silahkan duduk. Ucap Qaid lalu menjabat tangan Erik.
Ini fajar Asisten saya.
Begini Pak Erik saya ingin menawarkan kerja sama dengan Cafe ini, kebetulan saya sedang membangun sebuah hotel di Labuan Bajo, saya belum menemukan restoran yang pas untuk Hotel saya. Ucap Qaid.
Terimakasih Pak Qaid atas tawaran yang di berikan pada kami, saya belum bisa memutuskan, saya akan bicarakan dengan istri saya terlebih dahulu. Karena beliaulah yang paling berperan dalam menyediakan menu menu istimewa di Cafe kami ini. Mungkin kita bisa bertukar kontak terlebih dahulu.
Baik Pak Erik, terimakasih saya harap Pak Erik menerima tawaran saya. Ucap Qaid.
Baik lah Kak aku pulang dulu, besok aku standby di toko sampai sore. Ucap Seira seraya keluar sambil menggendong Alea.
Athar Ayo pamit sama Aba dulu, sambung Seira.
Athar berlari menuju tempat Erik duduk.
Aba Athar pulang dulu ya. Teriak Athar sambil berjalan mendekat ke arah Erik.
Langsung di sambut oleh Erik lalu memeluk Athar erat. Aba besok Athar tidak ke sini. Athar mau temani Bunda di toko sambil jaga Alea. Athar pulang dulu ya Aba. Ucap Athar seraya mencium pipi Erik.
Adegan itu pun tak luput dari sorotan Qaid dan asistennya Fajar.
__ADS_1