Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Baby Alea


__ADS_3

Azalea Khaliqa Azzahra


(Ciptaan Allah yang paling bagus, perempuan anggun, luar biasa cerdas)


Itulah nama yang di berikan Maira untuk bayi mungil yang beberapa jam yang lalu Seira lahirkan.


Cantik, benar benar mendominasi wajah sang Ayah, membuat Seira sering uring uringan jika menggendongnya.


Melihat baby Alea, membuat Seira selalu teringat akan perlakuan buruk mantan suaminya dulu. Terlebih lagi saat malam terkutuk itu. Hingga hadirlah Alea dalam rahimnya. Seira tidak tahu harus menjawab apa nantinya ketika putrinya menanyakan tentang Ayahnya.


Sama halnya dengan yang sering Athar tanyakan setiap hari padanya.


Athar anak bunda yang pintar kan?.


Ayah Athar sedang bekerja, sedang sibuk, Ayah jauh dari kita, harus nyebrang lautan kalau mau ke sana.


Athar dan Bunda tunggu Ayah di sini saja ya.


Hanya itu yang bisa Seira jelaskan, tak tahu sampai kapan anaknya akan menunggu sosok Ayah yang baik.


Ia tahu bahwa Athar merindukan Qaid. Entah kenapa anaknya itu selalu menyayangi Qaid. Padahal dulu sering berlaku kasar terhadapnya.


Seira bersyukur, dengan adanya Erik dan Maira, bukan hanya soal materi, keduanya juga sangat menyayangi Athar seperti anak sendiri.

__ADS_1


Kakaknya itu sangat menginginkan anak laki laki. Namun Allah belum mengabulkan doa mereka. Dengan adanya Athar bagai obat mujarab bagi kedua suami istri itu.


Mama,Seira nanti di rumah ku aja dulu, baru lahiran takutnya tidak ada yang bantu.


Bu Aisya hanya nurut saja, baginya Maira selalu bijak dalam mengurus adik adiknya.


Seira dan Athar serta Bu Aisya menempati salah satu kamar di rumah Maira.


Namun Athar memilih tidur bareng Chaira putri kedua dari Erik dan Maira yang seumuran dengan Athar.


Maira senang rumahnya terasa lebih ramai dengan adanya Seira, Ibunya, juga Athar dan baby Lea.


***


Pukul 04:00 pagi, semua berkumpul di Mushola, terkecuali Seira.


Athar kenapa sayang?, tanya Maira sambil mengusap lembut rambut Athar.


"Tadi Chaira narik narik Athar suru bangun sholat subuh dulu, kalau tidak mau nanti di siram air sama Aba, Athar masi mau bobo Uma.


Jawab Athar sambil memeluk Maira.


Athar sayang, harus belajar bangun sebelum subuh ya. Harus belajar sholat ya, Athar anak Sholeh kan ?.

__ADS_1


Kalo rajin bangun pagi nanti di kasi hadiah sama Allah, yaitu tubuh yang sehat dan kuat.


Athar anak sehat dan kuat tidak ?


Athar sehat dan kuat Uma.


Athar mau jadi anak Sholeh ?.


Tanya Maira lagi.


Iya Uma , Athar mau jadi anak Sholeh, jadi polisi seperti Aba.


Kalo Athar jadi polisi yang Sholeh Bunda pasti senang.


Apa Ayah akan pulang jika Athar jadi anak Sholeh ?.


Tentu saja, jika Ayah tidak pulang, Athar tidak boleh sedih, doain aja Ayahnya biar sehat. Athar harus bersyukur, karena masi ada Aba, Athar juga anak Aba, Dan Aba sayang sama Athar. Sambung Erik, lalu meraih Athar dalam gendongannya.


Sambil mengusap lembut kepala Athar.


Athar juga sayang aba dan Uma. sambil memeluk Erik, membuat Chaira mendengus kesal.


Ayo sekarang sholat dulu, setelah sholat Athar boleh bobo lagi, Athar pun mengangguk senang.

__ADS_1


Erik dan Maira selalu mengajarkan anak anak mereka untuk taat beribadah, tak terkecuali Athar.


sholat subuh berlangsung dengan khusyuk. Sebagai seorang Polisi membuat Erik selalu tegas terhadap anak anaknya, apa lagi masalah ibadah.


__ADS_2