
Pulanglah Qaid, Mama dan Papa ingin berbicara dengan mu.
Dengan perasaan ragu Qaid memutar balik mobilnya ke arah rumah orang tuanya.
Qaid duduk di sofa ruang keluarga, sambil menunggu Papa.
Ini kabar bahagia untuk mu nak. Cicit Bu Safina dengan raut wajah yang tenang.
Qaid tidak merespon apa yang di katakan ibunya. Ia terus berpikir tentang kabar bahagia itu. Apa ibunya suda menemukan Seira?. Atau ada kabar mengejutkan lainnya. Entahlah...
Qaid duduk di hadapan kedua orang tuanya.
Bacalah ini sebelum kau pergi. Dengan ragu Qaid mengambil kertas putih hasil tes DNA itu.
Ia lalu membacanya.
Deg....
Qaid, Athar adalah putra mu. Hasil tes DNA itu menunjukan 90 persen cocok dengan mu.
Tangannya bergetar, Qaid menangis meraung. Ia tidak tau entah sedih atau bahagia.
__ADS_1
Ia bahagia karena memiliki seorang putra.
Namun ia sedih mengingat perlakuan kasarnya terhadap putranya dulu. Ia merasa tidak pantas menjadi Ayah bagi Athar.
Ia sedih karena kini ia tak tau di mana putranya.
Ia sedih karena suda berpikiran buruk tentang Seira, dulu ia sering mengatakan bahwa Seira tidak berguna.
Nyatanya dia lah yang tidak berguna. Ia tidak ada saat Seira hamil dan melahirkan. Dua tahun Athar dan Seira hidup bersamanya. Namun ia terus menganggap hadirnya Seira dan Athar adalah beban untuknya.
Apa suatu saat Seira mau memaafkannya ?.
Ia sungguh menyesal telah memperlakukan Athar dan Seira dengan sangat buruk.
Qaid, mama dan ayah berencana akan ke rumah Raza pamannya Seira untuk memberitahukan semua kebenaran ini. Kata Bu Safina sambil mengusap punggung Qaid yang sedang menangis.
Untuk apa Ma ?.
Aku suda pernah ke sana tapi mereka tidak memberitahu ku di mana Seira. Jawab Qaid lalu mengusap air matanya dengan selembar tisu.
Mama akan memberitahukan ke Reza dan istrinya bahwa Athar adalah anak mu. Terima dan tidaknya mereka nanti, tapi itulah kebenarannya. Kamu harus ikut mama dan papa ke rumah Reza.
__ADS_1
Qaid pasrah dengan perkataan ibunya. Lebih baik menurut saja, ia ingin semua segera terselesaikan.
Qaid terus berharap bisa bertemu dengan Seira dan Athar. Ia ingin di berikan kesempatan kedua untuk bersama Seira lagi. Mungkin kah ?.
Sedangkan dirinya saja suda menikah.
Sepanjang perjalanan menuju kediaman Reza, pak Syarif terus menguatkan Qaid.
Jangan takut, semua akan baik baik saja. Kata pak Syarif yang sedang fokus menyetir.
Bagaimana tidak takut pa, banyak sekali kesalahan yang aku perbuat pada Seira dan juga Athar. Jawab Qaid sambil menutup kedua matanya, lalu mengusap wajahnya frustasi.
Masalah akan membuatmu semakin bijak. Akui kesalahan mu, dan jangan pernah jadi pengecut. Selesaikan secara gentle. Papa dan mama selalu bersama mu , jika itu soal kebaikan.
Setelah tiba di rumah Reza pamannya Seira. Mereka di sambut dengan sangat baik oleh Reza dan istrinya Farah.
Kedua keluarga pun menanyakan kabar masing masing, sekedar basa basi. Sebelum langsung ke tujuan kedatangan mereka yang secara tiba tiba ke rumah Reza tersebut.
Begini Pak Reza, maksud kedatangan kami ke sini adalah. untuk meluruskan masalah Qaid dan Seira. Kami sangat mengerti dengan apa yang Pak Reza lakukan. Akan tetapi menyembunyikan keberadaan Seira dan Athar tidak lah benar. Pak Syarif berbicara dengan penuh hati hati, agar tidak terjadi salah paham antara kedua keluarga tersebut.
Ucap Pak Syarif sambil menatap ke arah Reza yang terlihat menahan amarahnya.
__ADS_1