Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Tentang Ayah


__ADS_3

Setelah Sholat subuh Seira kemudian membaca ayat suci Al-Quran.


Semenjak memutuskan untuk berhijrah, Seira tak pernah meninggalkan kewajibannya untuk sholat.


Bu Aisya selalu mengingatkannya jika lalai sedikit saja ibunya itu akan terlihat murung. Bu Aisya memang tidak pernah memarahi anak anaknya. Namun anak anaknya selalu paham jika ibunya murung, berarti ada kesalahan dalam diri mereka.


Seira lalu menyiapkan sarapan pagi untuk semua anggota keluarga.


Dan membantu Athar bersiap siap ke sekolah. Sedangkan Bu Aisya membantu Seira memandikan Alea.


Mereka tengah menikmati sarapan pagi. Nasi goreng sosis buatan Seira, telah menjadi menu andalan saat sarapan pagi.


Bunda teman teman Athar terus menanyakan Ayahnya Athar mereka ingin kenalan sama ayah. Tiap hari kan selalu aba yang menjemput Athar. Ayah di mana si kog tidak pulang pulang.


Seira yang mendengar itu bak di sambar petir. Matanya berkaca kaca. Ini lah yang Seira takutkan.


Bu Aisya yang mendengar itu mengelus dada sesaat. Ia sangat mengerti Seira kebingungan untuk menjawabnya.


Athar cucu nenek yang tampan. Ayah Athar belum bisa pulang, ayah masi berada jauh. Suatu saat ayah pasti pulang untuk Athar dan Alea. Athar berdoa saja sama Allah ya. Biar Allah segera mengirim ayah untuk Athar. Bu Aisya berharap Athar bisa mengerti dengan apa yang ia jelaskan.


Tapi nenek, Athar terus berdoa setiap hari. Agar Ayah pulang. Tapi sampai sekarang ayah tidak pulang. Apa ayah tidak peduli pada aku dan adik ?. Tanya Athar dengan raut wajah sedih. Bibirnya membentuk kerucut seperti Donal bebek.


Allah mendengar semua doa Athar. Tapi kita harus bersabar untuk menunggu kedatangan Ayah. Sabar ya cucu nenek. Nenek yakin Ayah pasti pulang.


Baik lah nenek Athar akan bersabar menunggu ayah pulang. Jawab Athar lesu.


Nah gitu dong. Keponakan om Randy yang ganteng. Nanti om Randy belikan mobil mainan untuk Athar. Kata Randy.


Uang dari mana beli mobil mainan buat Athar. Tanya Rangga heran.

__ADS_1


Oh iya. Sampai lupa ya ?. Uang dari neneknya Athar lha. Jawab Randy sambil tertawa.


Ye.. curang, kirain beli pakai uang sendiri. Berarti bukan kamu yang beli. Mama yang beli dong. Sambung Rangga sambil ikut tertawa.


Biarin yang pentingkan dia diam. Setidaknya aku punya usaha untuk buat Athar diam.


Huss... Suda suda jangan berdebat terus , habiskan sarapan kalian, keburu telat nanti ke sekolahnya. Mobil mainan Athar biar beli pakai uang mama. Tapi kalian yang temani ya. Sambung Bu Aisya.


Ia suda sangat paham dengan kedua anak laki lakinya itu. Pasti tidak mau mengalah kalo soal adu argumen.


Setelah semuanya berangkat ke sekolah. Seira lalu membersihkan meja makan. Athar memang tiap hari berangkat bareng Randy dan Rangga. Pulangnya di jemput oleh Abanya.


Ma Seira pamit ke toko ya...


Seraya mencium punggung tangan Bu Aisya.


Assalamualaikum...


Bu Aisya membalas salam , Sambil terus menatap Seira. Air matanya mengalir deras mengingat semua ujian yang Seira hadapi sejak ia lahir.


Ya Allah, berikan selalu kebahagiaan untuknya. Suda cukup Engkau mengujinya selama ini.


***


Di pulau Batam. Qaid sedang sibuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Ia melirik jam tangan yang ada di pergelangan tangan kirinya.


Waktu suda menunjukan pukul satu siang. Ia segera mengirim pesan kepada Karan, mengirim alamat restoran yang akan mereka kunjungi untuk makan siang saat ini.


Tanpa menunggu waktu lama, keduanya sama sama suda berada di parkiran restoran itu .

__ADS_1


Qaid memilih restoran jepang untuk makan siang kali ini. Sejak kemarin ia ingin sekali makan ramen.


Keduanya saling bersalaman saat bertemu , sambil menanyakan kabar masing masing.


Duduk di pojok ruangan. Jam makan siang restoran lumayan ramai dengan hiruk pikuk orang orang yang akan makan siang.


Sambil menunggu pesanan mereka , Karan mulai bersuara. Ia ingin tahu maksud dari Qaid mengajaknya berbicara.


Begini pak Karan, kita suda sama sama dewasa. Sebenarnya hubungan saya dan Meylani sedang dalam masalah.


Qaid lalu menceritakan awal mula kehidupan rumah tangganya dengan Seira.


Saya menyesal pak Karan. Saya memperlakukan dia dengan tidak adil. Sampai saya menceraikannya di depan Meylani. Saya terlalu egois hanya karena dia menjebak saya. Saya tidak memikirkan alasan apa sehingga ia berbuat seperti itu. Dia hanya ingin terbebaskan dari penderitaan yang ia alami sejak kecil. Dia sangat mencintai saya. Yang membuat saya merasa sangat bersalah adalah setelah mengetahui Athar adalah anak kandung saya, putra yang dulu, menurut pengakuan Seira bahwa Athar adalah anak dari laki laki lain. Saya bahagia ternyata saya memiliki seorang putra. Matanya berkaca kaca menceritakan semua itu pada Karan.


Pernikahan ku dengan Meylani terjadi begitu saja. Aku sampai saat ini tidak mencintai Meylani. Aku terus terusan membuatnya menderita, lirih Qaid sambil mengusap kedua matanya yang berair.


Karan mungkin menurut mu aku laki laki bodoh yang tidak bisa mencintai Meylani. Aku hanya ingin memastikan satu hal dari mu.


Karan apa kau masi mencintainya.


Qaid bertanya pada Karan. Suaranya sangat kecil bak bisikan angin.


Karan yang mendengar itu bagaikan di sambar petir. Mana mungkin Karan mengatakannya bahwa ia mencintai Meylani di depan suaminya sendiri.


Karan apa kah kau mau menggantikan ak....


Tiba tiba ponselnya berdering


Ada telpon dari sekertaris nya.

__ADS_1


Qaid lalu meminta waktu lima menit untuk bisa berbicara dengan sekertaris nya.


__ADS_2