Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Qaid Pov


__ADS_3

Qaid Pov


Mata ku berkaca kaca, setelah melihat putra ku berdiri mencium tangan bahkan memeluk lalu mencium pipi laki laki di hadapan ku yang ia sapa dangan panggilan Aba.


Rindu di hati kian membuncah, aku mencari keberadaan Bundanya. Karena katanya ia akan pulang dengan sang Bunda.


Di area luar Cafe aku melihat dia berdiri sambil menggendong seorang anak perempuan yang sedang tertidur. Ya ku pikir itu perempuan karena terlihat dari sepatu pink dan juga jaket pink yang anak itu kenakan.


Athar ayo sayang, Teriaknya.


Hati ku berdesir mendengar suaranya. Suara yang dulu sangat aku rindukan, namun karena rasa kecewa dan sakit hati aku membenci suara itu.


Aku menyesal telah membuatnya menangis, aku sungguh menyesal telah menyakiti wanita yang kini adalah ibu dari anak ku. Maafkan Aku Seira. Ucap ku dalam hati.


Dari tempat duduk ku aku melihat ia berjalan menuju parkiran sambil menuntun Athar dan menggendong seorang bayi perempuan.


Ia terlihat sangat cantik, sangat berbeda saat di Batam dulu, saat bersama ku ia terlihat tidak terawat. Namun kini wajahnya putih bersinar tanpa ada noda. Penampilannya benar benar berubah dengan balutan busana muslim s syar'i dia terlihat sangat anggun.


Siapa anak perempuan itu, apa Seira suda menikah lagi. Tanya ku dalam hati.

__ADS_1


Tidak, itu tidak mungkin, yang aku dengar dia belum menikah dengan siapa pun. Lalu anak siapa itu. Membuat aku sangat penasaran.


Setelah lama berbagi cerita dengan Erik yang aku tau adalah suami dari kakaknya Seira.


Aku lalu berpamitan pulang setelah bertukar kontak dengan Erik. Aku berharap mereka mau menerima kerja sama itu. Dengan begitu akan mempermudah ku meyakinkan Seira nantinya.


Aku benar benar ingin kembali bersamanya, bukan karena Athar semata, tapi karena cinta ku yang tetap utuh untuknya. Aku menyesal telah melakukan hal bodoh seperti dulu.


Allah andaikan aku di beri kesempatan, aku akan berusaha sekuat tenaga ku untuk membuat Seira bahagia, akan aku gantikan sakit dan penderitaan yang pernah ku toreh kah dulu.


Sepanjang perjalanan pulang aku hanya diam memikirkan langkah yang akan ku ambil selanjutkan agar Seira kembali kepada ku.


Kini ada figur lain yang ia jadikan ayah untuknya, lebih jelasnya laki laki yang jauh lebih baik dari ku. Erik beruntung sekali bisa memeluk dan mencium Athar. Sedangkan dirinya hanya melihat tanpa bisa ia gapai. Aku tidak pantas di panggil ayah.


Fajar besok kita harus ke EM Colection. Aku harus bisa menemuinya segera. Perintah ku pada asisten ku.


Aku tidak sabar ingin menemuinya besok. Apa reaksinya ketika melihat laki laki bodoh seperti ku. apakah dia akan membenci ku. Jelas dia membenci ku aku memang pantas di benci.


Aku harus siap dengan segala resiko, aku harus kuat dan sabar untuk menghadapi Seira. Wajar jika ia marah. Aku akan berusaha meluluhkan hatinya.

__ADS_1


Sesampainya di tempat ku menginap, aku langsung membersihkan diri dan beristirahat. Besok akan banyak energi dan emosi yang aku buang. Hari ini aku harus istrahat.


Aku terbangun saat alarm di ponsel ku berbunyi. Aku lalu membersihkan diri dan bersiap untuk sholat tahajud. Aku berharap Allah mau mendengarkan doa dari hambaNya yang hina ini.


Pukul sepuluh pagi aku suda berpakaian rapi. Berharap Seira pangling melihat penampilan ku.


Ahh apa apaan aku ini , Seira tidak akan pangling yang ada ia marah saat melihat ku. Kenangan masa lalunya akan kembali berputar di ingatannya. Ahh membayangkan dia menangis saja aku suda tidak tega. Mengapa dulu aku seolah menutup rapat rapat pintu hati ku untuknya. Kau bodoh Qaid. Aku memaki diriku sendiri.


Aku dan Fajar sedang dalam perjalan ke EM Colection, aku berharap dia suda ada di sana.


Dengan langkah gontai aku berjalan menuju tempat tujuan ku. Apa aku bisa bertemu Seira?


Tanya ku pada salah satu pegawainya.


Baik pak, tunggu sebentar aku akan memberitahukan Kak Seira terlebih dahulu. Ucap karyawan itu.


Aku melihat dia berjalan menunduk ke arah ku. Dengan Gamis Maroon dan Khimar syar'i berwarna hitam ia mendekati ku.


Selamat pagi, ada yang bisa aku bantu pak.

__ADS_1


Namun saat melihat wajah ku. Aku melihatnya sangat kaget dan tetes demi tetes buliran bening mulai membasahi kedua pipinya.


__ADS_2