Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Seira Pov


__ADS_3

Pagi ini Mas Qaid kembali mengunjungi ku, setelah perceraian empat tahun lalu aku memilih kembali ke tempat aku di besarkan dulu. Kota Batam terlalu banyak kenangan pahit bagiku. Sedangkan Flores adalah tempat aku menemukan semua kebahagiaan yang tidak pernah aku dapatkan.


Tak bisa ku tutupi, perasaan ku terhadapnya tatkala mendapati ia menuruni mobil dan berbicara pada Mama di depan pintu. Meski aku pernah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu aku berusaha untuk tidak marah dan egois. Aku memberikan dia kesempatan untuk bertanggung jawab terhadap anak anaknya. Jujur cinta ku pada mantan suami ku itu masi sama seperti dulu, dimana saat itu aku ratu di hatinya sebelum kejadian naas menimpah ku. Aku bersyukur hasil tes DNA itu menyatakan Athar adalah putranya, setidaknya dia masi jauh lebih baik di bandingkan Dika mantan adik angkat ku. Perbuatan laknatnya itu tidak akan aku maafkan.


Aku terus memperhatikan langkahnya yang semakin mendekati rumah. Seketika bayangan ku kembali ke kejadian empat tahun lalu, saat aku di buang seperti layaknya kotoran olehnya, kata kata kasar yang ia lontarkan dulu kini terngiang di telinga ku.


Aku berpikir kenapa dia mencari ku, apa kah istri cantik dan seksi yang dulu bergelayut manja mengapit lengannya suda tiada .? Aku tak tahu hatinya terbuat dari apa, dengan tega dia menyakiti hati sesama perempuan. Aku ingat jiwa iblis itu datang saat sidang perceraian ku. Dia datang dan memberitahukan bahwa mereka suda di tunggu oleh wedding organizer yang akan mengurus pernikahan mereka. Saat itu hati ku hancur, patah sepatah patahnya. Wanita itu menyakiti ku dengan lembut namun sangat perih terasa di hati, ibarat luka yang tersiram air cuka, nyesss....rasanya perih sekali.


Aku tersadar dan kembali fokus menguping pembicaraan mama dan Mas Qaid.


"Seira ada ma ?."


"Seira lagi keluar sama teman temannya Nak Qaid."


Mama memang jago berakting, ini sesuai permintaan ku. Sejak pertemuan beberapa waktu lalu aku mengijinkan ia untuk bebas bertemu anak anaknya kapan pun dia mau. Tapi tidak dengan ku. Melihatnya saja di kepala ku bagaikan kaset rusak yang terus memutar memori kenangan buruk masa lalu.


"Athar dan Alea ada ma."


Aku berpikir, kenapa hari ini ia memanggil mama, bukannya kemaren ibu ?. Tanya ku dalam hati.


"Ada nak, mereka lagi bermain di kamar, mau mama panggilkan?."


"Iy Ma, Qaid tunggu di teras ya Ma."


Terdengar suara pintu kamar Athar dan Alea terbuka, Seperti biasa Athar selalu minta izin kepada ku ketika akan keluar rumah.


"Bunda, ada Ayah di luar."

__ADS_1


"Iya nak, bawa adik mu, pergilah temui Ayah mu."


Athar masi berdiri, seperti ingin mengarahkan sesuatu.


"Ada apa sayang"


Ku dekati putra kesayangan ku, dan ku belai rambutnya.


"Kata nenek hari ini Dede Alea ulang tahun, Athar yang beritahu Ayah biar datang, kita rayain sama sama yuk Bunda."


Aku terhenyak.


Permintaan yang sulit untuk ku, tapi sejak ia lahir aku tak pernah menuruti kemauannya, sebatas itu masuk akal untuk ku penuhi. Tapi kali ini ?.


"Ayolah Bunda, sekali saja." Rengek nya sambil menarik narik tangan ku.


Ku hela nafas berat dan berjalan mengikuti Athar.


"Seira..."


Aku mengangkat wajah ku, sejenak aku menatap netra hitam yang dulu selalu ku rindukan, seketika aku membuang pandangan ku tak ingin terlalu lama menatapnya.


"Seira apa kabar ?."


Alhamdulillah baik mas."


Seketika rasa sakit kembali menghujam dada saat mengingat ada perempuan lain yang menunggu kepulangannya dari tanah Flores ini. Istri cantik nan seksi, berpendidikan tinggi yang tak sebanding dengan ku, yang hanya menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.

__ADS_1


Aku melihat asistennya membawa masuk tumpeng dan beberapa belanjaan serta kado yang berukuran besar untuk Alea.


"Bunda tumpeng nya uda siap, suapan pertama Bunda yang suap Ayah."


Aku menatap Athar dengan wajah kesal.


"Kok Abang yang ngatur, kan Dede Alea yang ulang tahun."


"Bunda... kan ceritanya Athar yang jadi hostnya."


"Wah, anak Ayah sangat pintar. Ayo Bunda ikuti panduan hostnya."


Kini laki laki yang tidak ingin ku dengar suaranya yang berbicara.


"Iya Bunda, kaya Uma sama Aba. Uma sering siapin Aba. Waktu itu Alea juga pernah liat Aba suapin Uma, terus pijitin kaki Uma, banyak deh pokoknya." Celetuk putri kecil ku yang tak mau kalah.


Ku lihat wajah mantan suami ku, menatap ku dengan senyum penuh kemenangan.


"Okay, kali ini anak anak yang berpihak pada mu. lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mu." Gumam ku dalam hati.


Bersambung Gaes...


Tetap dukung Author dengan memberikan , like , favorit, rate, follow dan Jangan lupa komennya ya...


Akhir kata Author ucapkan Arigatou gozaimasu atas dukungan kalian semua.


Bagi pembaca novel ini sesama writer, saya pasti akan tetap feedback kalian meskipun hanya satu like.

__ADS_1


Terimakasih.


Salam sehat selalu 🥰


__ADS_2